Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
energi tidak mengenakkan


__ADS_3

Manda langsung saja menarik kain hitam besar itu dan memperlihatkan sebuah kotak kaca transparan dengan sebuah pedang di dalamnya


Panjang pedang itu sekitaran 1 meter, memiliki gagang pedang berwarna hitam dan bilahnya berwarna merah Semerah darah dengan beberapa retakan di setiap sisinya


Hendrick di ruangannya yaabg melihat pedang itu mengerutkan kening, dia bisa merasakan sebuah energi tidak mengenakkan di sekitaran perang itu


Walaupun energi itu sedikit, tapi perasaan tidak mengenakkan itu sangatlah nyata, Hendrick tidak tahu energi apa itu jadi dia hanya memperhatikan saja


"I-ini!.."


Tiba tiba saja Cassandra yang sedari tadi sudah diam berteriak dengan sangat keras yang membuat Hendrick kaget sampai dia berdiri


"Ada apa Rick?" Tanya Rendi heran saat melihat Hendrick tiba tiba saja berdiri


"Tidak ada apa apa" ucap Hendrick dengan tenang


Setelah mengatakan itu Hendrick langsung duduk kembali tanpa mempedulikan tatapan heran dari Rendi dan vino di sampingnya


'ada apa kau berteriak seperti itu' ucap Hendrick dalam pikirannya dengan heran


'i-itu, itu adalah pedang Lucifer tuan!' ucap Cassandra dengan gugup


'siapa Lucifer?...' tanya Hendrick dengan heran


'Lucifer adalah salah satu jendral iblis dan bawahan langsung kaisar iblis di dunia dewa tuan' ucap Cassandra dengan serius


'apakah dia kuat?' tanya Hendrick sembari mengangkat satu alisnya


'dia sangat kuat tuan, dari 7 jendral kekaisaran iblis, Lucifer adalah yang paling kuat' ucap Cassandra dengan serius


'ho... Tapi kenapa pedang itu ada di bumi?' ucap Hendrick dengan bingung


'saya juga tidak tahu tuan' ucap Cassandra dengan serius


Dia masih berpikir, bagaimana bisa pedang Lucifer berada di planet yang kecil ini, bahkan saking kecilnya planet ini tidak sebanding dengan 1/4 dunia dewa


'tapi, bagaimana kau tahu bahwa itu pedang milik Lucifer?' tanya Hendrick dengan heran


Dia heran kenapa Cassandra bisa langsung mengenali pedang di depannya itu, dia kan sudah tersegel ratusan bahkan ribuan tahun, tapi kenapa dia masih mengingatnya?...


'saya sebelumnya pernah bertarung dengannya tuan, waktu bertarung dengannya saya bisa mengingat bahwa pedang yang ada di pakai saat bertarung dengan saya adalah pedang itu tuan' ucap Cassandra dengan serius


'kau pernah bertarung dengannya?... Siapa yang lebih kuat?...' tanya Hendrick dengan penasaran


't-tentu saja saya yang lebih kuat tuan' ucap Cassandra dengan bangga


Hendrick yang mendengar kesombongan ular idiot itu hanya mendengus saja, dia langsung saja memperhatikan pelelangan kembali sembari menggunakan truth eye nya pada pedang itu


'truth eye'


[Nama: Hellfire blade


Peringkat: S


Pemilik: sang iblis Lucifer, salah satu dari 7 jendral kaisar iblis


Kondisi pedang: retak di beberapa bagian hingga tidak bisa memperlihatkan kekuatan aslinya


Afek: terdapat racun yang selalu menempel di bilah pedangnya,....


Deskripsi: pedang yang dikelilingi oleh energi kematian karena sudah membunuh lebih dari jutaan makhluk hidup]


Hendrick yang melihat status pedang di hadapannya mengerutkan kening tidak, apalagi saat membaca deskripsi dari pedang itu


Dia tidak menyangka bahwa pedang itu sudah mengambil lebih dari jutaan nyawa, iblis Lucifer ini sangat kejam


'kamu harus mendapatkan pedang itu tuan' ucap Cassandra


'kenapa aku harus mendapatkannya?' tanya Hendrick


'jika pedang itu jatuh ke tangan orang lain maka kesadaran orang yang memakainya akan di rusak oleh pedang itu dan orang itu akan menjadi mesin pembunuh' ucap Cassandra dengan ngeri


'apalagi energi kematian yang ada di dalam pedang itu, energi itu akan secara perlahan menyerap vitalitas tubuh dengan terus menerus tanpa bisa berhenti' ucap Cassandra


'kalau resikonya sangat besar kenapa kau malah ingin aku yang mendapatkannya?... Apa kau ingin aku berubah menjadi mesin pembunuh?' tanya Hendrick dengan kesal


'tidak begitu, tuan kan punya saya yang bisa menahan kerusakan yang diberikan pedang itu kepada diri tuan, jadi tuan tidak perlu terlalu khawatir' ucap Cassandra dengan menyombongkan dirinya


'kau terlalu banyak membual' ucap Hendrick dengan acuh


'ucapanmu terlalu kejam tuan' ucap Cassandra berpura pura sedih


'baiklah akan ku beli pedang ini dan melihat seberapa kuatnya pedang milik Lucifer itu' ucap Hendrick mengambil keputusan


Sedangkan di lantai 1, apar peserta lelang menjadi heboh saat merasakan sedikit tekanan dari pedang yang akan di lelang


Adanya tekanan itu menandakan bahwa pedang yang akan di lelang ini sangat kuat jadi mereka sangat bersemangat


"Ini adalah item terakhir yang akan di lelang pada malam hari ini"


"Pedang ini kami beri nama posion sword karena terdapat racun mematikan di sepanjang bilah pedang ini"


"Kamu juga sudah mencobanya kepada tahanan yang akan di hukum mati"

__ADS_1


"Orang yang terkena racun itu akan langsung mati dalam 1 menit dan tidak memperlihatkan gejala keracunan apapun"


"Kamu juga sudah mengecek peringkat pedang ini, dan kami yakin pedang ini berada di peringkat S"


"Pedang ini juga sangat keras, kami sudah mencoba pertahanannya dengan mengadukan pedang peringkat A dan pedang ini, tapi pedang peringkat A langsung hancur dan pedang ini masih baik baik saja tanpa retakan kembali"


"Penawaran di mulai dari 10 mana stone tingkat menengah, silahkan menawar dengan segera" ucap Wanda dengan tersenyum


Sedangkan para peserta menjadi heboh saat mendengar pedang yang ada di hadapannya adalah pedang peringkat S


Mereka membatin dalam pikirannya, harus memenangkan pedang ini tetapi mereka tahu bahwa itu mustahil jadi mereka hanya bisa menonton para VIP memperebutkannya saja


"Mereka tidak tahu bahwa tidak hanya racun saja keunggulan pedang ini tetapi masih banyak lagi, sayangnya pedang ini kekuatannya menurun hingga hanya bisa mengeluarkan beberapa kekuatan saja" ucap Hendrick dengan tenang


'apa tuan mengetahui tentang pedang ini?' tanya Cassandra dengan heran


"Tidak, aku hanya menebak dari retakan retakan kecil yang ada di bilah pedangnya saja" ucap Hendrick dengan santai


'oh...'


"15 mana stone, aku harus memenangkan pedang ini" ucap orang yang berada di ruang VIP no 10


"Apa kau bermimpi?... 25 mana stone" ucap Reven dengan nada mengejek


Sedangkan orang yang diejeknya hanya diam saja, dia tidak berani menentang Reven yang adalah tuan muda dari keluarga tingkat menengah


"Kau sangat sombong sekali, 40 mana stone" ucap Rovis dengan mengejeknya secara terang terangan


"Sialan, apa kau masih ingin membuatku marah Rovis?" Tanya Reven dengan penuh amarah


"Ya, memangnya kenapa?... Ingin mengancamku?... Aku tidak takut tuh" ucap Rovis tanpa rasa takut


"Awas saja kau" ucap Reven dengan penuh amarah


"50 mana stone" ucap Reven lagi dengan penuh amarah


"Huh... Kau sangat miskin, 70 mana stone" ucap Rovis dengan mengejeknya


"Sialan kau rovis" teriak Reven dengan amarah


"90 mana stone tingkat menengah" ucap Travis yang adalah seorang tuan muda yang berada di ruang VIP no 1


"1 mana stone tingkat tinggi" ucap Reven dengan menggerakkan giginya karena marah, ini adalah batas anggaran yang dirinya punya sekarang


"1 mana stone tingkat tinggi dan 50 mana stone tingkat menengah" ucap Rovis dengan santai


"2 mana stone tingkat tinggi" ucap Travis kembali


"Apa kau tidak akan menawar kembali, tuan muda Reven?" Tanya Rovis dengan nada mengejek


"Huh... Dasar miskin" ucap Rovis kembali dengan mengejeknya


Reven yang di ejek hanya bisa berdiam tanpa berbicara, Jika dirinya berbicara kembali maka itu sama saja dengan mempermalukan drinya sendiri


"Huh... 3 mana stone tingkat tinggi" ucap Rovis dengan mendengus geli


"5 mana stone tingkat tinggi" ucap Travis dengan santai


"6 mana st-"


Belum sempat suara tawaran itu terdengar, suara lain lebih dahulu menawar dengan penawaran yang lebih tinggi


"10 mana stone tingkat tinggi" ucap Hendrick yang terlebih dahulu menawar


Sedangkan para peserta yang ada di lantai satu menjadi heboh, pasalnya Hendrick menawar dua kali lipat dari harga terakhir


"Apakah orang yang ada di ruangan VIP no 9 sangat kaya hingga menggandakan tawarannya?"


"Sepertinya begitu, memang ya tuan muda keluarga tersembunyi sangat kaya"


"Hah... Aku juga ingin terlahir di keluarga yang kaya dan kuat, tapi takdir berkata lain dan hanya melahirkan ku sebagai pelayannya"


"Sabar bro, hidup itu berat"


"Iya bro, kita harus tahan dengan siksaan kehidupan ini"


"Iya bro, takdir juga mempermainkan ku dengan melahirkanku di keluarga tingkat rendah"


"Sialan kau, itu masih mending bangsat"


Terdengar seruan penuh keirian terdengar dari lantai 1, tetapi orang yang berada di ruang VIP hanya diam saja tanpa mempedulikannya


"15 mana stone tingkat tinggi" ucap suara lembut yang tiba tiba saja terdengar dari ruang VIP no 8


Sedangkan di ruangan VIP no 8 sedang terjadi keributan karena ulah kakak beradik yang mencoba menghentikan nonanya


"Nona, anggaran kita hanya 10 mana stone tingkat tinggi nona, tolong hentikan itu" ucap kakak itu dengan berat hati


"Iya nona, tolonglah, kita tidak mempunyai anggaran lagi" ucap sang adik dengan wajah sedih


Pasalnya semua anggaran yang mereka bawa berasal dari kakak beradik itu, sedangkan nona Ya, yang berada di hadapan mereka tidak mengeluarkan sepeserpun


"Tenang saja, aku memakai mana stone punyaku" ucap nona Ya dengan tidak acuh

__ADS_1


"Huh... Syukurlah kalau begitu" ucap mereka berdua dengan bernafas lega


"Apakah kalian berdua sudah menemukan identitas dari orang yang berada di ruang VIP no 9?" Tanya nona Ya dengan kesal


"Sudah nona, apa nona akan melihat profilnya sekarang?" Tanya mereka dengan sopan


"Tidak perlu, nanti saja, aku akan melihatnya setelah pelelangan selesai" ucap nona Ya dengan santai


'aku ingin melihat siapa pria yang dengan beraninya menentangku ini?... Kalau dia dari keluarga tingkat rendah atau tingkat menengah, aku pasti akan langsung membunuhnya' batin nona Ya dengan memperlihatkan seringai kejam di bibirnya


Sedangkan kedua kakak beradik itu menjadi merinding melihat nona mereka memperlihatkan seringainya seperti itu


Bila nona mereka sudah mengeluarkan seringai itu, mereka jadi merasa kasihan kepada orang yang ada di ruang VIP no 9


Beberapa menit sebelumnya


Hendrick yang melihat perdebatan antara kedua tuan muda itu hanya bisa menggeleng, mereka sangat sombong


"10 mana stone tingkat tinggi" ucap Hendrick dengan lantang


"Hei Rick, apa Lo ingin membelinya?" Tanya Rendi dengan penasaran


"Iya, emangnya kenapa?" Tanya Hendrick sembari mengangkat alisnya


"Sebaiknya jangan kau beli pedang itu, kita tidak bisa menyinggung keluarga tersembunyi tingkat menengah Rick" ucap Rendi dengan tampang wajah bijaksana


"Apa wajahmu ini ingin di pukul?" Tanya vino tiba tiba saja


"Kenapa sih lu main pukul melulu" ucap Rendi sedikit takut jika vino benar benar memukul wajahnya yang tampan nan rupawan ini


"Wajahmu itu minta di pukul, jangan sok bijaksana begitu gua geli liatnya" ucap vino dengan memeluk dirinya sendiri terlihat merinding


"Sialan kau, wajah tamapan begini di bilang minta di pukul, mata lu katarak ya?" Tanya Rendi dengan menatap kasihan pada vino


"Enak aja omongan lu itu, minta di pukul beneran ini" ucap vino sembari menyiapkan tinjunya


"E-eh, canda Vin, canda doang jangan Marah lah" ucap Rendi yang langsung saja beranjak dari kursinya untuk menjauh dari vino


"Huh..." Vino hanya mendengus geli melihat Rendi yang kabur darinya


'mereka ini' batin Hendrick tak habis pikir dengan kelakuan kedua sahabatnya itu


'mereka sangat bodoh tuan, apalagi yang namanya Rendi itu' ucap Cassandra dengan mengejek


'kau benar, aku juga menganggap Rendi itu bodoh, tapi terkadang otak ya terpakai' batin Hendrick dengan mengangguk anggukkan kepalanya


"Hachih... UMM... Apakah ada yang merindukanku?" Ucap Rendi sembari mengusap hidungnya dengan jari telunjuknya


"15 mana stoen tingkat tinggi" ucap suara lembut yang tiba tiba saja terdengar


Hendrick yang mendengar suara lembut itu langsung saja tersenyum dan melihat ke arah suara itu berasal, ruang VIP no 9


"Apa wanita di ruangan itu masih ingin bersaing denganku?" Ucap Hendrick dengan tanpa sadar tersenyum


"Lo kenapa Rick, senyum senyum gak jelas begitu?" Tanya Rendi dengan wajah heran


"Tidak ada apa apa" ucap Hendrick dengan acuh


Rendi yang mendengar ucapan itu hanya mengangguk anggukkan kepalany, tapi tiba tiba saja dia tersentak dari duduknya seperti mengingat sesuatu


"Parah Lo Rick" ucap Rendi dengan menggelengkan kepalanya


"Kenapa lo?" Tanya Hendrick dengan bingung melihat kelakuan Rendi yang berubah ini


Tanpa menjawab pertanyaan Hendrick, Rendi langsung saja duduk di dekat Hendrick dan merangkul pundaknya


"Gua tahu Lo pengen celap celup Rick, tapi gak gini juga" ucap Rendi dengan wajah sedih


"Maksud Lo?" Tanya Hendrick tidak mengerti dengan perkataan Rendi


"Lo mau menggoda wanita yang ada di ruangan no 9 itu kan?" Tanya Rendi menebaknya


Hendrick hanya bisa menatap aneh kepada Rendi, di saat dia akan berbicara tiba tiba saja Rendi menghentikannya dengan cepat


"Tidak perlu berbicara Rick, gua langsung tahu dari suaranya kalau wanita itu sangat cantik, jadi tidak perlu menahan diri" ucap Rendi dengan senyum yang mengembang di wajahnya


Hendrick yang mendengar itu tak habis pikir dengan jalan pikiran temannya itu, kenapa dia bisa berpikir kalau dirinya tertarik dengan wanita yang ada di ruang no 9?...


Hendrick langsung saja menggeplak belakang kepala Rendi dengan lumayan keras atas pemikiran bodohnya ini


"Pemikiran bodoh apa yang kau bicarakan, aku tidak tertarik kepada wanita selain istriku" ucap Hendrick dengan bangga


"Itu sakit Rick, kalau tebakanku tidak benar kenapa harus kepalaku juga yang di pukul" ucap Rendi dengan memasang wajah sedih


"Terserah lah" ucap Hendrick tidak terlalu peduli


Sedangkan vino yang sedari tadi diam hanya menggelengkan kepalanya saja melihat pemikiran bodoh Rendi


'hendrick sudah memiliki istri bak Dewi, kenapa juga dia harus tertarik dengan wanita lain' batin vino dengan tak habis pikir


Hendrick tidak mempedulikan ocehan Rendi yang tidak jelas itu, di saat dia akan menaikkan harga kembali tiba tiba saja bulu kuduknya berdiri yang membuatnya melihat ke sekitar


'apa itu, aku merasakan perasaan bahaya'

__ADS_1


jangan lupa tekan tombol like ya!


__ADS_2