Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
gua gak kenal mereka


__ADS_3

Di Apartment milik Hendrick


Kin mereka bertiga sedang duduk bersantai di sofa, setelah Hendrick dan vino puas menyiksa pasangan ayah dan anak itu


Tanpa berlama lama mereka langsung kabur dari sana tanpa terlihat oleh penjaga sekalipun


"Jadi Rick, sekarang bagaimana caranya agar aku bisa memakai sihir seperti dirimu?" Tanya Rendi dengan semangat


Hendrick yang mendengar itu langsung saja mengeluarkan buku teknik pernafasan untuk ke dua temannya itu


Hendrick langsung memberikan buku pernafasan petir dan angin kepada vino, sedangkan untuk buku pernafasan air dan angin yang satu lagi diberikan pada Rendi


"Kalian bisa membukanya terlebih dahulu, nanti kalian otomatis akan tahu caranya" ucap Hendrick yang diberi anggukan oleh mereka


Vino dan Rendi langsung saja membuka ke 2 buku itu secara bersamaan, dan seketika buku itu berubah jadi cahaya dan masuk ke kepala masing masing dari mereka


Mereka langsung saja duduk bersila dan mencerna buku yang baru mereka dapatkan, sedangkan Hendrick memilih mengawasi mereka, takut ada yang salah


"Hey master, bagaimana kau bisa mengeluarkan barang dari udara tipis seperti itu?" Tanya Cassandra yang sedang dalam bentuk gelang ular yang ada di tangannya


Hendrick yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya, dia tidak menyangka bahwa di alam dewa tidak ada yang bisa menyimpan barang sepertinya


"Apakah di alam dewa tidak ada yang bisa menggunakan teknik sepertiku?" Tanya Hendrick dengan penasaran


"Ada sih, tapi itu menggunakan cincin ruang jadi penggunanya bisa memasukkan dan mengeluarkan barang yang diinginkannya, kecuali makhluk hidup, sedangkan master tidak memiliki cincin ruang di jarimu, jadi bagaimana bisa kamu menggunakannya?" Tanya Cassandra yang amat penasaran dengan teknik yang digunakan oleh Hendrick


"Rahasia!" Ucap Hendrick yang membuat Cassandra mendengus kesal


"Bosan sekali, mending aku mencoba untuk menerobos ke ranah pemadatan mana saja" ucap Hendrick yang bosan tidak ada teman mengobrol


Hendrick langsung saja mengeluarkan 5 mana stone tingkat menengah dan menyerapnya langsung


Dia menyerap mana stone itu semalaman, dan keesokan harinya dia masih belum bangun dari meditasinya


Sedangkan ke 2 temannya sudah bangun dari tadi dan sedang mempraktekan ilmu sihir yang baru di dapatnya


"Wah... Aku benar benar bisa mengeluarkan air Vin" ucap Rendi dengan kagum saat di tangannya tiba tiba muncul segumpal air


"Ya ini sangat hebat, aku tidak menyangka hal hal supernatural seperti ini benar benar ada" ucap vino dengan kagum melihat percikan petir yang ada di tangannya


Di tengah ke kaguman mereka, tiba tiba hembusan angin yang lumayan kuat mengagetkan mereka berdua


Mereka melihat sekeliling dan menemukan bahwa sumber angin yang kuat ini berasal dari Hendrick yang baru saja membuka matanya


"Huft... Aku baru saja naik ke ranah pemadatan mana awal" ucap Hendrick seraya berdiri dari duduk silanya


Hendrick kemudian melihat ke dua sahabatnya yang sedang menatapnya dengan kagum


"Kalian kenapa?" Tanya Hendrick dengan penasaran


"Kau sangat hebat Rick" ucap Rendi tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya itu


"Hehehe... Aku memang hebat" ucap Hendrick menyombongkan diri

__ADS_1


"Terus sekarang kita mau pulang aja ke rumah masing masing nih?" Tanya Rendi dengan penasaran


"Kalau kalian mau pulang ya pulang saja, aku akan berolahraga dulu di taman dekat sini sebentar" ucap Hendrick yang langsung mengganti bajunya di kamar dengan baju olahraga


"Gua ikut juga Rick, tau aja bisa dapet cewek, iya gak Vin" ucap Rendi yang diangguki oleh vino


"Gua mau olahraga ya bukan mau kencan buta" ucap Hendrick tak habis pikir dengan jalan pikir ke 2 sahabatnya ini


"Ya barangkali ada cewek yang lagi joging gitu, terus bisa godain deh" ucap Rendi dengan fantasi mesumnya


"Yasudah lah, tapi apa kalian bawa baju olahraga?" Tanya Hendrick menatap ke dua temannya itu


"Pinjam dulu lah Rick, ukuran badan kita juga gak terlalu jauh" ucap Rendi dengan senyum bodohnya


"Yasudah sana, cari saja di lemari pakaian, gua tunggu di sini" ucap Hendrick seraya duduk di sofa


Mereka berdua hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar Hendrick untuk memakai baju olahraga milik Hendrick


Tak lama kemudian mereka sudah selesai memakai baju olahraga dan berangkat menuju taman dekat sana


Sampai di sana, Hendrick tanpa berlama lama melakukan tugas harian dari sistemnya, tapi dia terganggu dengan 2 temannya yang tidak tahu malu itu


"Hey cantik, boleh kenalan" ucap Rendi pada salah seorang cewek yang sedang berjoging


"Hey kau sangat cantik" ucapan vino yang masih terdengar di kejauhan sedang menggoda


"Kamu nanti ada waktu luang gak?" Tanya Rendi pada cewek di sebelahnya


'gua gak kenal mereka, gua gak kenal mereka' batin Hendrick merasa malu dengan kelakuan temannya ini


Hendrick memilih berlari 3 km terlebih dahulu untuk menjauh dari sana


30 menit kemudian misi sistem pun selesai dan sekarang Hendrick dan kawan kawannya sedang berada di apartnya kembali


"Rick gua balik dulu ya, di suruh balik gua sama nyokap" ucap Rendi seraya berdiri dari duduknya


"Gua juga balik dulu ya Rick" ucap vino seraya mengambil koper di sebelahnya


"Yasudah kalian pulang lebih dulu saja, gua juga bentar lagi mau balik" ucap Hendrick yang masih duduk di sofa


Mereka berduapun yang mendengar itu hanya mengangguk dan langsung keluar dari sana


Hendrick sekarang sedang melihat lihat toko sistemnya, barangkali ada yang berguna, sedangkan untuk poin kuasa milik Hendrick sekarang ada 205 poin


"Sekarang tidak ada yang terlalu kubutuhkan, tapi ada beberapa hal yang menarik seperti cincin penyimpanan dan formasi pengumpul mana ini" ucap Hendrick seraya membaca deskripsinya


"Kau menggumamkan apa master?" Tanya Cassandra tiba tiba


"Tidak ada apa apa, yasudahlah gua pulang dulu saja" ucap Hendrick seraya bangun dari duduknya


Hendrick langsung saja keluar dari sana dan melajukan mobilnya menuju rumah barunya yang sekarang ditempati oleh empat orang


Sampai di sana Hendrick langsung saja masuk dan tidak menemukan siapa siapa, jadi dia memilih langsung saja ke kamarnya

__ADS_1


Sampai di kamar Hendrick langsung saja membaringkan tubuhnya yang kecapean ini karena semalaman tidak beristirahat


Saat Hendrick berbaring, Hendrick mencium bau harum yang samar samar jadi dia mencoba mengendusnya


"Huft.. huft... Apakah bau ini berasal dari kasur ini?" Tanya Hendrick yang langsung saja mengendus kasurnya


"Itu benar, bau ini sangat enak di cium" ucap Hendrick yang tak lama kemudian terlelap dalam tidurnya


Tak lama setelah Hendrick terlelap dalam mimpinya, pintu kamar terbuka dan Lidya masuk dari sana


Lidya yang melihat Hendrick sedang tidur lelap di kasur langsung menghampirinya dan dudu di sisi kasur sembari membelai pipi Hendrick


"Andai kamu tidak mencoba menyelamatkanku, kamu pasti masih hidup" gumam Lidya dengan raut wajah sedih


"Tapi sekarang aku tidak akan membiarkanmu mati, tapi entah kenapa masa depan berubah di sekitarmu" ucap Lidya dengan sorot mata gelisah


Dia memandang wajah tampan Hendrick yang sedang tidur terlelap, tanpa sadar dia tersenyum lembut sembari masih membelai pipinya


Lidya yang sedang dalam lamunannya dikagetkan dengan Hendrick yang tiba tiba saja menariknya untuk tidur dan memeluknya erat


Awalnya di hendak protes, tetapi melihat itu dilakukan Hendrick dengan tidak sadar, dia tidak jadi protes


Karena kehangatan pelukan Hendrick, Lidya perlahan lahan menutup mata dan ikut terlelap dalam pelukan hendrick


Matahari perlahan lahan naik dan tepat saat matahari berada di atas, Hendrick terbangun dari tidurnya dengan Lidya yang masih tidur dalam pelukannya


Hendrick awalnya terkejut melihat Lidya tertidur di depukannya, tapi setelah melihat wajah cantik istrinya itu di menjadi tenang


Lidya yang merasakan pergerakan di sampingnya langsung saja bangun dan menemukan Hendrick yang sedang menatapnya


"Selamat siang" ucap Hendrick yang langsung memberi kecupan singkat di bibir Lidya


Lidya yang mendapat perilaku seperti itu menjadi malu dan membenamkan wajahnya di dada Hendrick, apalagi fakta bahwa dia tertidur dengan lelap di pelukannya


"Apa kau tidak akan bangun?... Aku sudah lapar ini" ucap Hendrick melihat Lidya yang malah membenamkan wajahnya di dadanya


Lidya yang mendengar itu langsung saja melepas pelukannya dan langsung bangun dari tidurnya


"Kamu membersihkan diri saja terlebih dahulu, biar aku yang memasak makanan" ucap Lidya seraya keluar dari kamar


"Punya istri yang pengertian sangat menyenangkan" ucap Hendrick dengan senyum bahagia


Dia langsung saja beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju ke lemari untuk mengambil pakaiannya, karena kamar mandi yang terpisah dengan kamar dia harus repot untuk berjalan lumayan jauh terlebih dahulu untuk sampai ke kamar mandi


Sekitar 20 menit kemudian Hendrick sudah selesai mandi dan langsung turun menuju meja makan, dia belum makan sedari pagi jadi perutnya sudah minta di isi dari tadi


Sampai di sana, meja makan itu sudah terisi dengan banyak hidangan yang menggugah selera, bahkan ibu dan adiknya yang duduk di kursi meja makan seperti sudah tidak tahan lagi ingin memakannya


Hendrick pun duduk dan melihat sekeliling tapi tidak menemukan Lidya, saat hendak bertanya Lidya datang dengan membawa satu hidangan lagi di tangannya


"Apakah semua ini kamu yang masak Lidya?" Tanya Hendrick dengan penasaran sekaligus takjub


"Iya, silahkan di rasakan enak apa enggak"

__ADS_1


jangan lupa tekan tombol like nya ya!


__ADS_2