
Di sekolah Hendrick terus saja menempel di di dekat Lidya kemanapun Lidya pergi yang membuatnya mendapat tatapan heran dari seluruh sekolah
Bahkan kedua temannya heran dengan kelakuan Hendrick yang seperti itu, seperti anak ayam menempeli induknya
Sepulang sekolah Hendrick tidak bisa pulang bersama Lidya karena ke 2 temannya memberitahunya ada informasi penting, jadi dia membiarkan Lidya pulang bersama Angel
"Jadi ada apa?" Tanya Hendrick setelah mereka duduk di kursi cafe dekat sekolahan
"Lihat ini Rick, Lo mau ikutan gak" ucap Rendi sembari memperlihatkan layar laptopnya pada Hendrick
'turnamen untuk semua penyihir di bawah usia 20 thn, ayo ikuti dan meriahkan'
Itu yang tertulis di sana, dan akan diadakan 2 Minggu lagi di kota cakrawala, dekat dengan kota flower ini
"Bagaimana, Lo mau ikutan kagak?... Barangkali hadiahnya bagus kan" ucap Rendi dengan semangat
Rendi juga sebenarnya ingin ikut turnamen ini, tapi karena dia baru saja menjadi pengguna mana jadi dia hanya bisa menonton
"Gua gak tertarik" ucap Hendrick dengan malas, dia tidak tertarik menjadi pusat perhatian
"Yah... Tidak seru Lo Rick" ucap Rendi dengan bibirnya yang komat Kamit tak jelas
"Cuma ini doang yang lu mau tunjukin" ucap Hendrick sembari mengangkat sebelah alisnya
"Enggak ada satu lagi" ucap Rendi sembari mengetik sesuatu di leptopnya dan menyerahkannya kembali kepada Hendrick
"Ada pelelangan sebelum turnamen ini di mulai, ayo kita ikutan Rick" ucap Rendi dengan semangat, vino pun terlihat bersemangat
"Gua gak tertarik sama pelelangan biasa seperti itu, membosankan" ucap Hendrick dengan malas
Dia sudah sering menghadiri pelelangan kelas atas sebelumnya dengan ayahnya, tetapi itu sangat membosankan karena tidak ada barang yang membuatnya tertarik
"Ini beda sama pelelangan biasanya Rick, semua yang dijual di sini berhubungan dengan penyihir" ucap Rendi yang membuat Hendrick jadi tertarik
"Benarkah?... Kapan pelelangan itu di mulai" tanya Hendrick dengan pemasaran
"Itu di mulai 1 hari sebelum turnamen penyihir itu, sekitar 13 hari lagi" ucap Rendi sembari mengelus elus dagunya mencoba mengingat ingat sesuatu yang terlupakan
"Lo pesan tiket masuknya untuk kita bertiga, gua jadi tertarik dengan pelelangan ini" ucap Hendrick dengan senyum menghiasi wajahnya
"Oke... Oh dan satu lagi, katanya mata uang untuk membeli barang di pelelangan ini berbeda" ucap Rendi dengan gugup, dia lupa dengan ini
"Emang menggunakan mata uang apa?" Tanya Hendrick sembari mengangkat alisnya tanda kalau dia penasaran
"Kalo gak salah, itu di sebut mana stone" ucap Rendi yang terlihat berpikir keras
"Hah apa" tanya Hendrick dengan tercengang
Dia tidak menyangka mata uang itu akan seberharga ini, mana stone itu sangat langka loh, masa dijadikan mata uang untuk pelelangan
"M-mana stone Rick, Lo punya gak?" Tanya Rendi dengan gugup
"Ya, gua punya" ucap Hendrick yang diam diam mengeluarkan mana stone kualitas rendah dari inventorinya dan menunjukkannya pada kedua temannya
Untung saja cafe ini selalu sepi jadi tidak akan ada yang memperhatikan hal sepele seperti ini
"Apakah ini yang di sebut mana stone?" Tanya Rendi dengan penasaran sembari memutar mutar mana stone itu
Vino yang sedari tadi diampun menjadi penasaran dan melihat dengan teliti mana stone itu
"Iya, itu sangat berharga jadi akan sangat disayangkan jika itu digunakan untuk alat tawar menawar" ucap Hendrick dengan wajah masam
"Emangnya ini gunanya untuk apa Rick?" Tanya vino sembari mengambil mana stone yang berada di genggaman Rendi
"Di dalam batu itu terdapat energi mana yang lumayan besar jadi itu dapat meningkatkan ranah seseorang bila jumlahnya cukup" ucap Hendrick sembari memandang mana stone yang berada di genggaman vino
"Bagus juga batu ini, gua minta Rick" ucap Rendi dengan tidak tahu malunya
"Dasar tidak tahu malu" ucap vino dengan menatap sinis Rendi
"Terserah gue aja, boleh kan Rick" ucap Rendi yang membuat wajah memelas
Hendrick yang melihatnya bukan merasa kasihan tapi malah merasa jijik, bila saja Lidya yang melakukan itu pasti dia akan terpesona, tapi ini laki laki, sangat menjijikan
"Jangan tunjukan wajah seperti itu, tiu sangat menjijikan" ucap Hendrick dengan kejam
Rendi yang mendengar perkataan Hendrick tidak memasukkannya ke hati karena mereka sudah terbiasa bercanda dengan menghina sesama hahaha
"Yasudah gua bakal memberi kalian mana stone tapi bukan yang ini" ucap Hendrick sembari mengambil kembali mana stone yang berada di genggaman vino
Setelah memasukkannya ke inventory Hendrick kembali mengeluarkan 6 mana stone kualitas menengah dan membagi tatakannya pada temannya masing masing 3
"Itu adalah mana stone tingkat menengah, itu lebih berharga daripada mana stoen yang kalian pegang tadi" ucap Hendrick dengan bangga
"Makasih Rick, kaulah sahabat terbaik aku" ucap Rendi hendak memeluk Hendrick tetapi wajahnya di tahan oleh sebuha tangan
"Kau jangan memelukku seperti itu, Lo laki bukan perempuan" ucap Hendrick dengan memandang Rendi dengan tajam
"Baiklah, jadi ini bisa di bawa pulang oleh kita nih?" Tanya Rendi dengan semangat
"Ya... Gunakan itu untuk memperkuat diri kalian" ucap Hendrick dengan tegas
"Baiklah, kita jadi nih Rick buat ikut pelelangannya" tanya vino sembari menyimpan mana stone itu di sakunya
"Ya, Lo bisa memesan tiketnya kan ren?" Tanya Hendrick sembari menatap Rendi
"Gampang itu mah" ucap Rendi dengan rasa percaya diri yang tinggi
"Tapi kita cuman ikut pelelang doang nih, gak sekalian nonton turnamennya?" Tanya Rendi sembari melihat Hendrick
"Iya Rick, kita nonton turnamen nya terlebih dahulu sajalah sekalian, kan turnamen itu berada di dekat sana" ucap vino menimpali ucapan Rendi
__ADS_1
Hendrick yang mendengar itu mencoba berpikir, dia tidak mungkin terlalu lama berada di sana karena Lidya di sini pasti kesepian, ini menurutnya sendiri
"Baiklah, kita akan menonton turnamen itu terlebih dahulu" ucap Hendrick yang dibalas sorakan oleh Rendi
"Yey... Kau yang terbaik Rick" ucap Rendi dengan semangat
"Yasudah, kalau sudah selesai gua mau balik dulu" ucap Hendrick yang diangguki oleh mereka
Merekapun bubar dari sana dan berpisah karena arah rumah mereka yang berbeda
Saat Hendrick berjalan melewati gang, dia merasakan dirinya diikuti jadi dia memilih berjalan ke tempat sepi dan berhenti di sana
"Siapapun itu keluar saja" teriak Hendrick dengan kencang tapi tidak ada satupun suara yang menyautnya
Hingga beberapa menit kemudian beberapa orang keluar dari sebuah gang gelap dan menatap Hendrick tajam
"Hebat juga Kau, bisa tahu bahwa kita sedang mengikuti di belakang" ucap orang itu yang sepertinya adalah preman
"Ada perlu apa kau denganku?" Tanya Hendrick mencoba berbicara terlebih dahulu
"Kau sudah mematahkan jari anakku dan aku ke sini untuk membala dendam" ucap preman itu dengan marah
Hendrick yang mendengar itu langsung mengangkat alis dengan bingung, hingga beberapa detik kemudian dia mengingat kembali kejadian di sekolahnya tadi
"Oh... Kau pasti ayah dari bocah itu, cepat juga ya dia mengadu" ucap Hendrick dengan santai tanpa rasa takut
"Ya aku adalah ayahnya Derik, kau pasti akan mati di sini sekarang" ucap boss preman itu dengan marah, dia sangat marah mengingat tangan anaknya yang patah karena ulah bocah di depannya ini
"Oh benarkah?... Bagaiman jika kalian yang akan mati di sini?" Tanya Hendrick dengan mengangkat sebelah alisnya
"Kau sangat arogan bocah, aku pasti akan membuatmu menyesal, kalian Serang dia" ucap boss preman memerintahkan ke 6 anak buahnya untuk menyerang Hendrick
Tanpa berlama lama ke 6 orang itu menyerangnya sedangkan boss preman itu tetap diam di sana menunggu Hendrick berhasil di lumpuhkan oleh anak buahnya
Ke 6 orang itu sampai di tempat Hendrick dan mengelilinginya, terlihat wajah mereka sangat garang persis seperti preman pasar
"Kau lebih baik menyerah nak, atau kau tidak akan bisa pulang hari ini" ucap salah satu dari mereka
Hendrick tidak mendengarkan ucapan preman itu karena fokusnya sekarang sedang teralihkan pada layar misi yang tiba tiba saja muncul
[Misi terpicu:
Kalahkan semua preman
Hadiah:
100 poin kuasa]
Hendrick yang melihat itu menjadi tidak fokus dan tidak menyadari bahwa salah satu dari preman itu sudah melayangkan pukulannya
"Sangat sombong" ucap salah satu preman dan langsung saja melayangkan pukulannya
'bagaimana bisa-'
Tapi sebelum Hendrick selesai berpikir serangan berikutnya melayang ke arahnya yang membuat dirinya harus melompat mundur
"Hebat juga kau bisa menahan pukulanku" ucap orang yang tadi memukul tangan kanan Hendrick
"Aku akan memberimu pelajaran lagi" ucap orang itu yang langsung memperkuat tangannya dengan menyalurkan energi mana ke seluruh tangan
Hendrick yang melihat bahwa para preman itu bisa menggunakan energi mana membelak kaget
'bagaimana bisa para preman itu bisa menggunakan energi mana?... Aku harus tetap waspada'
Hendrick menahan sekali lagi serangan itu dengan tangan kanannya, tapi kali ini tidak terasa apa apa karena Hendrick pun sudah memperkuat tangannya dengan menggunakan mana
"Oh... Kau juga bisa menggunakan energi mana?... Hebat juga" ucap preman sambil menaruh tangannya yang gemetar di balik tubuhnya
Walaupun mencoba bersikap tenang tapi di dalam hatinya preman itu meringis kesakitan karena tangan Hendrick yang sangat keras
"Apa yang kau lakukan, ayo kita lawan kembali" ucap salah satu kawannya kepadanya
"Baiklah, kita lawan dia bersama, dia juga bisa menggunakan energi mana" ucap preman itu yang diangguki oleh temannya
Hendrick yang di kepung oleh mereka masih tetap tenang, karena ke 6 orang itu hanya berada di ranah pernafasan dasar Lv5
Tapi dia tidak tahu berada di ranah apa ayah Derik itu jadi dia harus tetap waspada
Hendrick yang di kepung oleh mereka bertiga memilih menyerang terlebih dahulu salah satu dari mereka tepat dia perutnya dengan sekuat tenaga hingga membuat preman yang ditendangnya terbang dan langsung pingsan karena kepalanya menabrak tembok hingga berdarah
"Kurang ajar, cepat Serang dia" ucap salah satu preman yang diangguki oleh ke 4 sisanya
Mereka langsung saja menyerang Hendrick dari berbagai arah hingga membuat Hendrick lumayan kewalahan
Hendrick yang lumayan kewalahan mau tak mau harus menggunakan elemennya untuk menyerang mereka
Jadi dia menggunakan element tanah untuk menyegel kaki mereka agar tidak bisa bergerak
"Apa... Aku tidak bisa bergerak" ucap salah satu preman
Hendrick yang melihat itu tak membuang kesempatan dan langsung meninju mereka semua dengan sangat keras hingga mereka pingsan
Adapun mereka yang tidak menggunakan element ya tadi, itu karena mereka tidak mempunyai teknik yang cocok, sedangkan Hendrick bisa bebas membuat teknik apapun dengan bantuan sistem
"Hebat juga kau bisa menumbangkan seluruh anak buahku" ucap ayah Derik dari kejauhan
walaupun dirinya sedikit terkejut dengan anak buahnya yang dengan gampangnya dikalahkan oleh anak ini, tapi dia mencoba tetap tenang
"Huh... Merasa paling hebat tapi hanya bisa berdiam di kejauhan" ucap Hendrick menyindir ayah Derik itu dengan sinis
"Apa kau bialng, aku akan benar benar membunuhmu hari ini bocah" ucap dino yang sudah termakan dengan amarahnya sendiri
__ADS_1
Dino yang merasa tersindir menjadi marah dan langsung saja menyerang Hendrick dengan tekniknya
"Fire Arrow"
Tiba tiba di sekitar tubuh Dino muncul dua buah api membentuk panah yang panjangnya sekitar setengah meter
Hendrick yang melihat itu menjadi wapada dan fokus, tanpa berlama lama Dino langsung menyerang Hendrick dengan fire Arrow nya
Hendrick yang di serang dengan serangan itu hanya bisa menghindar dari sana, tapi saat dirinya baru saja mendarat fire Arrow satunya lagi mengarah ke arahnya hingga membuat dirinya terpental lumayan keras
"Uhuk... Uhuk... Sialan dia berada di ranah pemadatan mana Lv1" ucap Hendrick tebatuk batuk karena debu yang berada di sekitarnya
"Bagaimana?... Seranganku hebat kan" ucap Dino membanggakan dirinya
"Cih... Begitu doang sudah bangga" ucap Hendrick mencemooh dino dengan dingin
"Apa kau bilang?... akan ku hajar kau sampai mati sialan" ucap Dino yang langsung mengeluarkan serangannya kembali
"Cih... Sangat lemah'" ucap Hendrick yang langsung saja berlari mendekat ke arah Dino
Dini yang melihat Hendrick berlari ke arahnya mencoba menghentikannya dengan serangan fire Arrow miliknya, tetapi Hendrick sangat gesit sehingga fire Arrow miliknya meleset semua
"Inilah akhirnya" ucap Hendrick setelah berada di depannya
Hendrick langsung saja menendang dada dini dengan keras hingga membuat dirinya terpental ke belakang
Diapun mendarat di sekumpulan sampah yang berada di sana, Hendrick yang sudah menendangnya langsung saja mendekatinya dan melihat bahwa dia belum pingsan
"A-apa yang akan kau lakukan, pembunuhan dilarang di negara ini" ucap Dino dengan gugup
"Aku tidak tertarik membunuhmu, aku hanya ingin bertanya siapa yang mengajari kalian tentang mana" ucap Hendrick dengan menatap Dino tajam
"S-sungguh?... Kau tidak akan membunuhku kan setelah akuemberitahumu?" Ucap Dino dengan gugup
"Cepat beritahu saja!" Bentak Hendrick yang membuat Dino gemetar ketakutan
"A-aku m-mempelajarinya dari seseorang" ucap Dino dengan gemetar ketakutan
"Siapa itu?" Tanya Hendrick
"A-aku juga tidak tahu, aku hanya di suruh mempelajarinya dan dia akan menjemputmu nanti sesudah aku bertambah kuat" ucap Dino dengan tubuh masih gemetar
Hendrick yang mendengar itu mengerutkan kening, kenapa orang yang mengajarinya harus menjemputnya setelah Dino menjadi kuat?...
"Sudahlah, dengarkan aku, bila orang itu akan menjemputmu kabari aku" ucap Hendrick sembari memberikan no telponnya
"B-baikalh, b-bisakah aku pergi sekarang?" Tanya Dino dengan gemetar ketakutan
"Ya kau bisa pergi sekarang" ucap Hendrick
Dini yang mendengar ucapan Hendrick langsung saja berdiri dan berlari menjauh dari sana tanpa melihat ke belakang
"Aku curiga bahwa orang yang mengajari Dino bukanlah orang baik" ucap Hendrick dengan mengelus dagunya
"Kalau dia orang baik dia pasti tidak akan mengajarkan sihir kepada sekelompok preman seperti dia" ucap Hendrick lagi
"Tapi sudahlah, aku akan memikirkannya nanti saja" ucap Hendrick yang langsung beranjak dari sana tanpa mempedulikan 6 orang yang tergeletak tak sadarkan diri
Hendrick pulang ke rumah menggunakan taxi karena dia tidak membawa mobil, jadi dia harus menunggu taxi terlebih dahulu
Beberapa menit kemudian taxi berhenti di depannya dan tanpa berlama lama Hendrick langsung saja masuk ke dalam mobil taxi itu
Setelah Hendrick Sampai di rumah Hendrick langsung saja pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan dirinya
Sampai di depan pintu Hendrick langsung saja membukanya tanpa mengetuk dan saat hendak masuk terlihat Lidya yang sedang berdiri di balik pintu sedang memandang ke arahnya
"Kamu sudah pulang?" Tanya Lidya
"Aku baru saja pulang, kamu mau kemana?" Tanya Hendrick melihat Lidya mau keluar dari kamarnya
"Enggak mau kemana mana kok" ucap Lidya
"Yasudah, mendingan temani aku untuk tidur siang" ucap Hendrick sembari menggendong Lidya ala tuan putri
"Tidak, aku akan ke bawah dan bermain dengan Angel" ucap Lidya mencari alasan agar dirinya tidak tidur bersama Hendrick
"Tidak ada alasan, ayo tidur bersama saja" ucap Hendrick yang sudah berbaring di kasurnya dengan Lidya berada di pelukannya
"Hah... Kalau mau tidur bisa gak ganti baju dulu" ucap Lidya yang sudah pasrah dengan nasibnya
"Aku sudah nagntuk, nanti saja aku gantinya" ucap Hendrick yang semakin mengeratkan pelukannya
"Hah... Baiklah" ucap Lidya pasrah dengan kelakuan suaminya itu
Hendrick yang merasa nyaman dengan memeluk Lidya langsung saja tertidur tak lama kemudian
"Kau sudah tidur?" Tanya Lidya yang tidak mendapat balasan dari Hendrick
"Hah... Dia sudah tidur rupanya" ucap Lidya sembari menghela nafas
Dia meletakkan kepalanya di dada bidang Hendrick tanpa merasa malu, dia sangat senang bahwa Hendrick sekarang berada di sisinya
"Kenapa masa depan selalu berubah?" Gumam Lidya dengan pelan
"Semoga saja kejadian di masa lalu tidak terulang kembali, aku ingin selalu berada di sisimu sayang" ucap Lidya yang tanpa sada memeluk erat Hendrick
Tapi Hendrick yang sangat lelah dengan pertarungan tadi tidak terganggu dan tetap tidur dengan pulas
"Aku sangat mencintaimu sayang"
jangan lupa tekan tombol like ya!
__ADS_1