
Tes
Tes
...
Suara tetesan air terdengar nyaring di dalam gua tempat seorang pemuda sedang berbaring tak sadarkan diri
Di saat hanya suara tetesan air saja yang terdengar, tiba tiba kelopak mata pemuda itu bergetar sesaat dan tak lama kemudian dia membuka matanya
Pemuda itu adalah Hendrick yang entah bagaimana bisa berbaring di dalam gua ini
"Ugh... Kepalaku sakit sekali" ucap Hendrick dengan memegang kepalanya
"Dimana ini?" ucap Hendrick dengan bingung
Masih dengan kebingungannya Hendrick melihat ke arah tangan kirinya yang sekarang sudah tidak ada di sana
Tapi anehnya di tangan kirinya yang sudah buntung itu sudah terbalut perban yang menutup lukanya
Hendrick menjadi bingung melihat lengannya yang di perban itu, dia mencoba mengingat kembali tapi dirinya perasaan tidak pernah memperban tangannya
"Apa aku memperbannya saat masih pingsan ya?" Ucap Hendrick bertanya tanya dengan wajah kebingungan
"Tapi, bagaimana caranya aku memperban luka ini sedangkan akunya saja tidak mempunyai perban itu?" Ucap Hendrick dengan bingung
"Hey Cassandra, apa kau masih hidup?" Tanya Hendrick sembari melihat ke arah gelang ularnya
"Aku sudah mati tuan, jadi aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu" ucap Cassandra dengan bercanda
"Aku sedang tidak mood bercanda sekarang, apa kau tahu siapa yang menyelamatkanku?" Tanya Hendrick dengan menatap penuh tanya pada gelangnya
"Aku juga tidak tahu tuan, saat aku bangun tangan anda sudah seperti itu" ucap Cassandra dengan bingung juga
"Hah... Kau benar benar tidak berguna" ucap Hendrick dengan menghela nafas
"Apakah kau sudah bangun anak muda?" Tanya sebuah suara yang membuat Hendrick langsung saja mengalihkan perhatiannya ke asal suara itu
Di arah pintu gua terlihat seorang pria tua dengan rambut dan janggut yang sudah memutih, pria tua itu masuk sembari mengelus elus janggutnya yang panjang
Hendrick bisa merasakan di sekeliling pria tua itu terdapat sebuah aura yang membuatnya sedikit tertekan
Hendrick langsung saja berdiri dan membungkuk hormat kepada pria tua itu
"Apakah senior yang menyelamatkan saya?" Tanya Hendrick dengan masih membungkuk
"Haha... Kau tidak perlu membungkuk seperti itu, dan untuk pertanyaanmu itu, ya aku adalah yang menyelamatkanmu" ucap pria tua itu dengan tertawa
"Terima kasih karena sudah menolong saya senior" ucap Hendrick dengan menegakkan kembali tubuhnya
"Apakah kau sudah merasa lebih baik?... Kau sudah tidak sadarkan diri selama 2 hari 2 malam" ucap pria tua itu dengan tenang
"Apa?... Aku tidak sadarkan diri selama 2 hari?" Tanya Hendrick dengan kaget
"Ya, kau kehabisan terlalu banyak darah jadi butuh waktu untuk memulihkannya" ucap pria tua itu
Pria tua itu langsung saja berjalan ke arah sebuah betu dan duduk di atas batu itu dengan berwibawa
"Kau bisa duduk kembali di batu itu anak muda" ucap pria tua itu seraya memejamkan matanya
Hendrick yang mendengar itu langsung saja duduk kembali di batu tempat dirinya tadi berbaring
Sesudah duduk dia langsung saja mencoba memeriksa status pria tua itu menggunakan truth eye nya
[Nama: Thomas alpha
__ADS_1
Umur: (???)
Gender: laki laki
Title: ???
Ranah: ???
Alemen: ???
Deskripsi: ??? ]
Hendrick yang melihat status pria tua di hadapannya hanya tanda tanya semua menjadi bingung
Di saat kebingungannya itu tiba tiba pria tua di hadapannya membuka matanya dan langsung menatap ke arah Hendrick
"Kau mempunyai mata yang bagus anak muda" ucap pria tua itu yang sontak saja membuat Hendrick kaget
'apakah dia tahu kalau aku memeriksa statusnya menggunakan truth eye?' batin Hendrick bertanya tanya
"A-apa maksud senior, aku tidak terlalu memahaminya" ucap Hendrick berbohong dan mencoba tetap tenang
"Hahaha... Kau tidak perlu bebohong seperti itu anak muda, aku juga sudah tahu bahwa ada beberapa orang yang memiliki mata spesial di dunia ini" ucap pria tua itu dengan tertawa lantang
"Dan aku adalah salah satu dari orang itu" ucap pria tua itu dengan tersenyum ramah
Hendrick yang mendengar itu langsung saja tercengang, apakah pria tua ini juga bisa melihat status orang lain?...
'kamu harus hati hati tuan, pria tua itu sudah memasuki alam setengah dewa' ucap Cassandra dengan tiba tiba yang membuat Hendrick tercengang
Apa itu alam setengah dewa?...
"Kau tidak perlu bersembunyi seperti itu nona, aku sudah tahu kalau kamu adalah gelang yang ada di tangan anak muda ini" ucap pria tua itu dengan tiba tiba
Cassandra yang mendengar itu langsung saja berubah ke bentuk ular sepanjang satu meter dengan warna hitam putih
"Hahaha... Apakah aku terlihat mencurigakan dimatamu?... aku hanya membantu orang yang sedang butuh pertolongan saja" ucap pria tua itu dengan tertawa
"Huh... Tidak ada pertolongan tanpa mengharapkan imbalan" ucap Cassandra dengan masih menatap tajam ke arah pria tua itu
Pria tua itu yang mendapat tatapan tajam dari Cassandra hanya bisa menggelengkan kepalanya saja dengan pasrah
"Sudahlah, kenapa kau mencurigai orang yang sudah menyelamatkanku" ucap Hendrick menengahi mereka yang sepertinya akan berdebat kembali
Cassandra yang mendengar ucapan tuannya hanya mendengus kesal saja dan langsung berubah menjadi gelang kembali
"Terima kasih senior, aku pasti akan membalas kebaikan senior ini di masa depan" ucap Hendrick dengan tulus
"Tidak apa apa, aku hanya kebetulan lewat dan tidak sengaja menolongmu" ucap pria tua itu dengan tersenyum santai
Setelah mengatakan itu, tiba tiba saja sorot mata pria tua itu menjadi serius saat menatap ke arah Hendrick
Hendrick yang melihat sorot mata pria tua itu hanya mengerutkan alis tidak mengerti
"Apa kau ingin bantuan dariku nak?" Tanya pria tu itu tiba tiba
Hendrick yang mendengar ucapan pria tua di depannya itu malah tambah bingung, bantuan apa yang dimaksud pria tua itu?...
"Batuan apa yang di maksud senior?" Tanya Hendrick dengan wajah bingung
"Hem... Apakah kau tahu kalau sebagian bakatmu di segel oleh sesuatu?" Tanya pria tua itu dengan santai
Mendengar pertanyaan pria tua itu Hendrick seketika menjadi tegang, apakah pria tua di depannya tahu sesuatu tentang segelnya itu?...
"Apakah senior tahu cara melepaskan segel ini?" Tanya Hendrick dengan penuh harap
__ADS_1
Pria tua itu yang mendengar perkataan Hendrick langsung saja terlihat sedang berpikir
Setelah berpikir selama beberapa menit pria tua itu langsung saja menatap kembali ke arah Hendrick dan berkata
"Aku bisa saja membantumu melepaskan segel ini, tetapi ini tidak gratis" ucap pria tua itu dengan serius
'aku benar, pria tua ini menolong tuan dengan mengharapkan imbalan' ucap Cassandra dengan geram
'tenanglah, aku tidak amsalah jika dia meminta imbalan setelah membantuku lolos dari kematian' ucap Hendrick dengan kesal yang membuat ocehan Cassandra berhenti
"Apa yang diinginkan senior sebagai ayarannya?" Tanya Hendrick dengan hati hati
Pria tua itu langsung saja terlihat berpikir kembali, setelah selesai berpikir dia menatap Hendrick kembali dan berkata
"Bila suatu saat aku membutuhkan bantuanmu, kau harus membantuku" ucap pria tua itu dengan tersenyum puas
Hendrick yang mendengar itu menjadi bingung, apakah orang sekuat pria tua itu akan membutuhkan bantuannya di masa depan?...
Pria tua itu kan sangat kuat, kenapa dia meminta sesuatu seperti itu kepada orang lemah seperti dirinya?...
"Aku tahu apa yang kau pikirkan anak muda, tapi aku bisa melihat potensimu dan aku yakin kamu akan lebih kuat dariku dalam beberapa tahun saja" ucap pria tua itu dengan tersenyum
Hendrick yang mendengar itu langsung berpikir kembali, apakah dia haru menerima bantuan pria tua ini?... Dirinya juga tidak rugi kan, jadi tidak ada salahnya menerima bantuan ini
"Baiklah, aku akan membantu senior jika di masa depan senior membutuhkan bantuan, tapi aku tidak akan membantu senior jika itu adalah tindakan jahat" ucap Hendrick memberi keputusan
"Sepakat, oh ya namaku Thomas, dan apakah kamu akan memulainya sekarang nak?" Tanya pria tua itu dengan menatap ke arah Hendrick
"Sekarang saja senior, tapi tolong tunggu terlebih dahulu" ucap Hendrick yang diangguki oleh pria tua itu
Hendrick langsung saja membeli healing potion tingkat menengah di sistem shopnya dan langsung meminumnya
Sesudah meminum potion itu Hendrick langsung saja membuang wadahnya dan menatap ke arah senior Thomas kembali
"Saya sudah siap senior" ucap Hendrick dengan mengangguk yakin
"Kalau begitu kamu bisa membuka bajumu terlebih dahulu" ucap Thomas yang langsung dituruti oleh Hendrick
"Kamu bisa duduk bersila di batu itu dan perlihatkan punggungmu" ucap Thomas yang masih dituruti dengan patuh oleh Hendrick
Setelah Hendrick menuruti ucapan senior Thomas, tiba tiba saja senior Thomas muncul di belakangnya dan menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Hendrick
"Kau harus fokus dan juga tahan rasa sakitnya" ucap Thomas yang diangguki oleh Hendrick
Thomas langsung saja menyalurkan energinya ke dalam tubuh Hendrick dengan stabil
"Jangan menahan energi yang masuk, biarkan saja dan tetap fokus" ucap Thomas yang diangguki oleh Hendrick
Arg...
Terdengar suara teriakan Hendrick yang nyaring di dalam gua ini
Cassandra langsung saja berubah bentuk kembali menjadi ular dan melihat proses itu dengan serius
Thomas terus saja menyalurkan energinya dengan stabil ke dalam tubuh Hendrick hingga tibalah energi itu di pusat segelnya berada
Segel itu berada di jantung Hendrick yang membuat Thomas harus berhati hati, salah sedikit saja jantung Hendrick akan meledak dan mati
Thomas terus berusaha menembus segel itu dengan sekuat tenaga, tapi saat dia sedang fokus tiba tiba sebuah asap keluar dari tubuh Hendrick dan membentuk sebuah tulisan
'siapa yang berusaha menghancurkan segel yang sudah kubuat ini'
Begitulah arti dari tulisan itu, tapi kalau Hendrick ataupun Thomas melihat tulisan ini mereka pasti tidak akan mengerti karena tulisan itu berbeda dengan tulisan yang mereka ketahui
Sedangkan di sisi Cassandra yang sedang fokus mengamati, dirinya tiba tiba saja menegang saat melihat tulisan yang muncul secara tiba tiba ini
__ADS_1
"I-ini, apakah itu tulisan iblis"
jangan lupa tekan tombol like nya ya!