
Sekarang Hendrick sedang bersantai dengan menonton televisi di ruang keluarga, dia terlihat sangat fokus memandang ke arah televisi
"Berita terbaru, seorang pengusaha dan anaknya ditemukan tak bernyawa dengan keadaan yang mengenaskan di rumahnya"
Itulah judul berita yang di tonton Hendrick dengan sangat fokus
"Kamu lagi nonton apa sih fokus banget sampai gak nyadar ada aku di sini" ucap Lidya yang tiba tiba saja sudah berada di belakang Hendrick
Hendrick yang mendengar suara tiba tiba itu sontak kaget dan refleks berdiri, tapi saat menemukan bahwa suara itu berasal dari Lidya dia menjadi tenang dan duduk kembali
"Ini nonton berita doang" ucap Hendrick
"Kemari duduk di sebelahku" ucap Hendrick sembari menarik Lidya dengan lembut untuk duduk di sebelahnya
Lidya hanya menurutinya dan duduk di sana dengan tenang
"Kamu beneran mau pergi ke sekolah besok?" Tanya Hendrick dengan suara yang terdengar cemas
"Iya, aku juga ingin bersekolah kembali karena aku bosan di rumah seharian, emangnya enggak boleh?" Tanya Lidya dengan mata berkaca kaca
"Enggak kok, kamu bisa bersekolah kembali, tapi jangan sampai kenapa kenapa ya" ucap Hendrick mencoba menenangkan lidya
"Terimakasih sayang" ucap Lidya yang spontan langsung saja memeluk Hendrick
Hendrick yang di peluk oleh Lidya menjadi bingung dengan emosi Lidya yang berubah ubah
Tadi terlihat sedih sampai terlihat ingin menangis, dan sekarang sudah senang kembali hingga memeluknya
'Katanya sih ibu hamil emosinya tidak menentu, apa emang bener ya?...'
"Eh m-maaf, aku terlalu senang hingga dengan spontan memelukmu" ucap Lidya yang dengan segera melepaskan pelukannya
"Enggak apa apa, kamu bisa memelukku sepuasmu" ucap Hendrick yang langsung saja memeluk Lidya kembali
Sedangkan Lidya yang di peluk oleh Hendrick tidak menolak sedikitpun, malahan dia menikmatinya, apalagi mencium bau wangi dari tubuh suaminya membuatnya candu
'ahh apa sih yang aku pikirkan' batin Lidya merutuki pikirannya
Mereka tidak menyadari bahwa tidak jauh dari sana terdapat lima orang yang sedang mengintip adegan mesra kedua insan tersebut
"Kenapa kita mengintip di sini nyonya, nona muda?... Bukannya lebih kita menghampiri tuan Hendrick saja" Tanya Andre dengan wajah bodohnya
"Tidak kenapa kenapa, ayo kita ke belakang saja" ucap Selly yang diangguki oleh mereka
Walaupun Andre tidak terlalu paham kenapa mereka harus pergi dari sini, tapi dia tetap mengangguk dan mengikuti dari belakang
Hendrick yang tidak menyadarinya hanya terus saja memeluk Lidya dalam pelukannya, tapi beberapa menit kemudian dia tidak mendengar suara Lidya dalam pelukannya yang membuat dia khawatir
Sontak dia melepaskan pelukannya dan memeriksanya, tapi ternyata Lidya malah tertidur dalam pelukannya
"Wajah tidurnya sangat cantik" ucap Hendrick dengan senyum menghiasi wajahnya
Hendrick memilih membaringkan tubuhnya di sofa, sedangkan kepalanya dibaringkan di pangkuannya
'hey sistem, apakah kau tahu kehidupan seperti apa yang dijalani Lidya sebelum memutar balikkan waktu?'
[Ding... Sistem tidak maha tahu host, memutarbalikkan waktu itu terjadi sebelum sistem sampai di bumi ini, jadi sistem tidak tahu apa apa]
'aku sangat penasaran kehidupan Lidya sebelumnya, dan juga kenapa dia nekat memutarbalikkan waktu dengan resiko besar seperti itu'
[Ding... Host bisa bertanya kepadanya kan]
__ADS_1
'mana mungkin lah aku bertanya langsung kepadanya, aku akan menunggu saja hingga dia menceritakan kepadaku dengan sukarela'
[Ding... Yah itu gimana host saja, dan juga sekedar memberitahu, memutarbalikkan waktu hanya bisa dilakukan satu kali, jika dilakukan sekali lagi maka bumi ini akan hancur dikarenakan ruang dan waktu yang tidak stabil]
Hendrick yang mendengar pemberitahuan dari sistem langsung mengerutkan kening
'jika ada yang memaksa memutarbalikkannya bagaimana sistem?'
[Ding... Host harus mencegahnya dengan segala cara agar bumi ini tetap aman]
Hendrick yang mendengar ucapan sistem hanya mengangguk anggukkan kepalanya
Dia juga mengerti kalau dia harus menghentikannya dengan cara apapun, jika tidak dihentikan bumi ini akan hancur dan milyaran makhluk hidup akan mati
Apalagi di bumi ini ada keluarganya, temannya, dan istrinya. Hendrick tidak ingin sekali lagi kehilangan orang terdekatnya, cukup ayahnya saja yang membuat dia sangat sedih
Dia juga berjanji akan menjaga dan melindungi semua orang terdekatnya dengan segala sesuatu yang dimilikinya, bahkan jika nyawa menjadi taruhannya dia akan menyerahkannya dan melindungi semuanya.
'oh iya, kenapa didalam gua itu ada element orb sistem?... Apakah ada orang yang meletakkannya di situ?...'
[Ding... Tidak host, element orb terbentuk oleh mana yang menggumpal dan membentuk sebuah bola yang menjadikannya element orb]
'oh jadi element yang berada di dalamnya bisa beragam ya?'
[Ding... Ya host, tapi tergantung lingkungan sekitarnya, seperti element orb yang host temukan di dalam gua itu akan menjadi element tanah, dan jika host menemukan element orb di lingkungan yang dingin seperti gunung salju atau sebagainya maka itu akan menjadi element orb es]
'ho seperti itu, jadi tegantung dengan lingkungan ya'
[Ding... Dan juga pembentukan element orb sangat lama host, bisa 100 bahkan 1000 tahun, dan jika ada element orb yang ditemukan pasti akan menjadi perebutan oleh semua penyihir]
'jadi aku sangat beruntung nih'
Hendrick yang sedang fokus dikagetkan dengan suara erangan Lidya yang berada di pangkuannya, dia melihat ke bawah dan melihat bahwa Lidya sudah membuka mata dan melihat bingung ke arahnya
Tiba tiba Lidya bangun dari pangkuannya dan tersipu malu, Hendrick tidak tahu kenapa dia bisa tersipu malu, tapi yang pasti Lidya sangat imut saat sedang tersipu
"Ada apa?" Tanya Hendrick sembari mendekatkan tubuhnya kepada Lidya
"E-enggak ada apa apa, berapa lama aku tertidur" tanya Lidya dengan masih menyembunyikan rasa malunya
"Hmm... Sekitaran 30 menit kurasa" ucap Hendrick mengira ngira
"Sudah lumayan lama ya, yasudah aku ke kamar terlebih dahulu ya" ucap Lidya yang langsung saja beranjak dari sana
"Dia sangat imut" ucap Hendrick dengan tersenyum geli
Hendrick yang melihat Lidya sudah tak terlihat langsung saja mengembalikkan fokusnya kepada tv yang masih menyala di hadapannya
Dia menonton tv sangat lama hingga tak terasa hari mulai malam saat Hendrick mematikan tv nya
"Astaga Hendrick, kamu mau berapa lama nonton tv hah?" Tanya Selly yang tiba tiba saja berada di belakangnya dan menjewer telinganya
"Ah... Aduh...aduh... Sangat Bu" ucap Hendrick meringis kesakitan
"Cepat matikan TV nya dan mandi, kita makan malam setelah itu" ucap Selly yang sudah melepaskan jewerannya
"Eh... Sudah malam kah?" Ucap Hendrick dengan kebingungan
Tapi tidak ada yang menjawab karena Selly sudah tidak berada di sana, Hendrick langsung saja mematikan tv-nya dan beranjak menuju kamarnya
20 menit kemudian Hendrick telah selesai mandi dan sedang berjalan menuju ruang makan
__ADS_1
Disana sudah terdapat banyak orang, bahkan ke 3 bawahan Hendrick sudah duduk di sana, tapi Hendrick tidak merasa keberatan dan langsung duduk di salah satu kursi di sebelah Lidya
"Kalau begitu mari kita makan" ucap Hendrick yang diangguki oleh mereka
Setelah makan Hendrick langsung beranjak dari ruang makan dan menuju ke ruang keluarga hendak menyalakan tv kembali tapi niatnya bisa di tebak oleh Selly sehingga dia terlebih dahulu kena tegur
"Jangan menonton tv kembali, cepat tidur saja besok kamu sekolah" ucap Selly dengan menatap tajam anaknya itu
"Baiklah" ucap Hendrick
Ketika dia hendak beranjak dari sana dia teringat ke 3 bawahannya tidak memiliki kamar untuk tidurnya, dan di rumah ini hanya tersisa 2 kamar itupun untuk pembantu
Selly yang sudah mengerti maksud Hendrick dengan berhenti di sana langsung saja berkata
"Tenang saja ibu sudah mengaturnya" ucap Selly yang langsung saja diangguki oleh Hendrick
Hendrick langsung menuju kamarnya dan sampai depan pintu tanpa permisi Hendrick langsung membukanya dan melihat Lidya yang sedang berganti pakaian
Melihat Lidya yang tidak sadar bahwa Hendrick masuk ke kamar ini membuat Hendrick tersenyum
Hendrick langsung saja mengendap endap dan duduk di kasur sembari melihat Lidya yang sedang melepas pakaiannya dan memperlihatkan kulitnya yang mulus itu
'cantiknya istriku ini'
Tanpa sadar Hendrick sudah memandanginya hingga Lidya sudah selesai berganti baju
Lidya yang sudah selesai berganti baju langsung berbalik dan hendak pergi ke kasur untuk tidur
Tetapi saat melihat terdapat Hendrick yang berada di kasur Lidya yang kaget dengan refleks hendak berteriak
Tapi Hendrick dengan sigap membekapnya dan memeluknya dari belakang
"Jangan berteriak, ini suamimu loh" ucap Hendrick tepat di samping telinga Lidya yang membuat tubuh Lidya merinding
"A-apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Lidya dengan gugup
"Ya mau tidurlah emangnya mau ngapain" ucap Hendrick kembali di samping telinga Lidya
Lidya yang mendengar ucapan Hendrick sontak saja tegang, dia lupa bahwa mereka sekarang sudah satu kamar
"K-kamu tidur di sofa" ucap Lidya sembari mendorong Hendrick agar melepaskan pelukannya
Hendrick yang sudah melepaskan pelukannya menjadi bingung
"Kenapa aku harus tidur di sofa?" Tanya Hendrick
"Emangnya kita mau t-tidur berdua di kasur?" Tanya lidya dengan gugup
"Ya iyalah, itu harus" ucap Hendrick yang langsung saja menggendong Lidya ala tuan putir menuju kasur
"A-apa yang kamu lakukan" ucap Lidya dengan gugup
"Kita mau tidur kan" ucap Hendrick
Sesudah sampai di depan kasur Hendrick langsung menurunkan Lidya ke atas kasur dan ikut berbaring di sebelahnya dengan memeluk Lidya
Lidya yang di peluk lumayan erat oleh Hendrick tidak bisa berbuat apa apa, hingga beberapa saat diapun tertidur karena pelukan Hendrick yang sangat nyaman menurutnya
Hendrick yang melihat Lidya sudah tertidur sembari memeluk balik dirinya menjadi senang, dia langsung saja menutup mata dan mengikuti Lidya menuju alam mimpi
jangan lupa tekan tombol like ya!
__ADS_1