
'sistem truth eye'
[Nama: Lidya aurelia winkston
Gender: wanita
Title: Regressor
Skill pasif: bela diri Lv2, memasak Lv2, dll
Skill aktif: stop time Lv3, replay time Lv5, time domain Lv2, space domain Lv1, gate Lv2
Elemen: ruang dan waktu
Ranah: pemadatan mana Lv3
Deskripsi: sekarang sedang hamil ]
Note: sekarang 'status abnorma' diganti jadi 'deskripsi' aja
Hendrick yang melihat status Lidya tercengang, dia kembali lagi membacanya dan itu bukan ilusi tapi asli
'apa ini sistem, Regressor?' tanya Hendrick dengan wajah yang masih terlihat tidak percaya saat melihat status lidya
[Ding... Sepertinya seperti itu host, pantas saja sesaat sebelum sistem sampai ke bumi sistem merasakan ada yang salah dengan ruang dan waktu di bumi ini]
'hah tunggu dulu, berarti Lidya mengulang waktu begitu?' tanya Hendrick dengan tak percaya
[Ding... Ya seperti itu host, sepertinya dia sangat berani karena mengulang waktu tanpa bantuan siapapun]
'apa maksudnya itu sistem'
[Ding... Apa bila manusia ingin memutar balikan waktu maka dia harus sangat berhati hati, jika salah sedikit saja maka dia akan terjebak di antara ruang dan waktu selamanya]
Hendrick yang mendengar itu tercengang, kenapa Lidya begitu berani mengulang waktu apabila konsekuensinya sangat besar
Hendrick ingin tahu tapi dia tidak enak menanyakannya langsung pada orangnya, jadi dia menelan keingintahuannya
'tapi ini tidak bisa membuktikan kalau Lidya tidak berbahaya' batin Hendrick
[Ding... Host tenang saja, sepertinya istri host tidak berbahaya]
Hendrick yang mendengar pernyataan sistem hanya mengangguk saja, dia sepertinya harus mengikuti alurnya saja agar tahu apakah Lidya berbahaya atau tidak
Setelah itu Hendrick langsung saja menuju ke sana dan ikut mengobrol dengan ke tiga wanita itu yang sedari tadi tidak menyadari bahwa Hendrick memperhatikan mereka
Setelah beberapa saat mengobrol pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan Rendi dan vino yang ngos ngosan
Mereka berhenti sejenak di pintu, setelah bernapas sebentar mereka langsung mendekati Selly yang sedang menatap mereka
"Tante sudah bangun" ucap mereka serempak sesudah sampai di sana
"Eh nak vino, nak Rendi gimana kabarnya?" Tanya Selly ramah pada mereka
__ADS_1
Vino dan Rendi langsung saja memeluk Selly dengan erat, Selly sudah seperti ibu ke dua bagi mereka
Selly sangat baik kepada mereka sebelumnya, jadi mereka sudah menganggap Selly ibu mereka
"Syukurlah Tante baik baik saja" ucap Rendi setelah melepaskan pelukan itu
"Iya syukurlah" ucap vino menimpali ucapan Rendi
Selly yang mendengaucapan mereka berdua hanya bisa tersenyum dengan ramah, dia tidak menyangka kedua teman putranya sangat mengkhawatirkannya
Hendrick pun mendengar kekhawatiran temannya tersenyum dengan hangat, dia beruntung memiliki teman seperti mereka, walaupun agak bajingan sih
Merekapun mengobrol, tapi kebanyakan yang berbicara hanya Rendi yang kadang cerewet
Hendrick dari tadi hanya melihat pemandangan harmonis ini dan tersenyum
saat sedang melihat pemandangan itu tiba tiba perutnya berbunyi dan menyebabkan suasana canggung di ruangan itu
Hendrick hanya bisa tersenyum malu dengan perutnya yang tidak bisa melihat kondisi ini.
"Kamu makan dulu sama" ucap Selly kepada anaknya itu
"Yasudah aku ke bawah dulu, apa ada yang lapar juga, nanti Hendrick bawain" ucap Hendrick seraya memandang ke seluruh ruangan
Dan Hendrick melihat mereka semua menggelengkan kepalanya jadi dia hanya mengangguk
Diapun keluar dari ruangan setelah berpamitan kepada ibunya
"Rick tunggu kita" ucap Rendi yang tidak terdengar oleh Hendrick yang sudah berada di luar
"Lo juga ikut" ucap Rendi sembari menarik tangan vino yang enggan untuk beranjak dari duduknya
Mereka berduapun keluar dan melihat Hendrick tidak jauh dari sana, jadi mereka berlari sedikit dan menghampirinya
"Lo berdua mau apa?... Lapar juga?" Tanya Hendrick saat melihat kedua temannya menyusulnya
"Gua ada berita penting buat tunjukkin ke elo berdua" ucap Rendi sembari menunjuk tasnya yang didalamnya ada laptop
"Yasudah ikut gua... Tapi kita makan terlebih dahulu, gua sudah lapar" ucap Hendrick yang langsung meneruskan perjalanannya diikuti keduanya
Sesampainya di depan rumah sakit dia melihat sekeliling dan melihat kedai bakso, jadi dia ke sana saja
"Kalian mau makan?" Tanya Hendrick pada kedua temannya
"Ya" jawab keduanya
"Bang pesen 3 mangkuk" teriak Hendrick sesaat sesudah masuk ke kedai itu
"Oke, tunggu saja di sana" ucap penjual bakso tersebut sembari menunjuk bangku panjang di dekat pintu
Tanpa banyak basa basi Hendrick dan kedua temannya langsung saja duduk, saat duduk Hendrick melihat Rendi yang mengeluarkan laptopnya jadi dia bertanya
"Kau mau nunjukin apa sih?... Kayaknya penting amat" ucap Hendrick pada Rendi
__ADS_1
"Nanti gua tunjukin, ini asli di luar akal sehat" ucap Rendi yang menunjukan wajah menyebalkan saat mengatakannya
"Emang apa sih, gua jadi ikut penasaran juga" ucap vino dengan wajah penasaran
Tetapi Hendrick hanya diam saja tidak menunjukkan respon apapun, dia sekarang lagi berpikir tentang title Regressor milik Lidya
"Ini pesanannya, silahkan dinikmati"
Saat sedang melamun Hendrick dikejutkan dengan suara di sampingnya, dan ternyata itu adalah penjual bakso yang membawa pesanan mereka
"Udah belum sih, lama amat" ucap vino kepada Rendi yang sedari tadi mengetik di leptopnya, entah apa yang dia lakukan
"Sudahlah... Makan dulu saja Vin" ucap Hendrick dan dibalas anggukan oleh vino
Saat mereka sedang makan barulah Rendi selesai dan menunjukkan leptopnya pada Hendrick dan vino
Tapi hanya vino yang melihatnya, sedangkan Hendrick hanya terus makan saja karena sedang kelaparan
"Di luar nalar kan?" Tanya Rendi pada vino yang sedang menonton Vidio di laptop Rendi
"Ini editan pasti" ucap vino dengan malas
Ini dianggap penting?... Apakah otak sahabatnya sudah rusak karena belajar mulu?... Jelas ini editan
"Ini asli Vin... Coba lihat... Gak kayak di edit itu... Selama gua berada di dunia pereditan... Gua belum pernah melihat editan sedetail ini... Ini pasti asli?" Ucap Rendi mencoba menjelaskan teorinya
"Apanya yang asli... Masa manusia bisa ngeluarin api dari tangannya" ucap vino
"Puft... Uhuk... Uhuk..."
Saat mendengar perkataan vino, Hendrick langsung saja tersedak bakso yang baru saja di telannya
Rendi yang melihat Hendrick tersedak langsung saja menyodorkan minuma dan langsung diminum oleh Hendrick
"Mana coba gua liat" ucap Hendrick sesudah meminum Air itu
Hendrick pun melihat Vidio itu dan terlihat seorang pemuda yang sedang mengucapkan sihir 'fire ball' dan tiba tiba ditangannya langsung saja keluar api sebesar bola kasti
Pemuda itu langsung saja melemparkan api yang ada di tangannya pada target yang berupa botol, dan terlihat di dalamnya terdapat minyak
Dan saat mengenai sasarannya, botol itu langsung meleleh dan ditambah minyak yang ada di dalamnya apinya tambah besar
Setelah Hendrick melihat itu, dia langsung saja menyelidiki kenapa vidio tentang penyihir bisa dipertontonkan
Dan setelah di selidiki itu ternyata berasal dari web tidak dikenal, diapun bertanya kepada Rendi darimana dia mendapat web ini
Rendi hanya menjawab, tidak sengaja, dan Hendrick tidak menanyainya lagi
Hendrick langsung saja berpikir dan mengetuk ngetukan jarinya pada meja
Rendi dan vino mengira Hendrick sedang menilai apakah Vidio itu asli atau palsu, tapi mereka tidak menyangka bahwa tebakan mereka salah
Yang dipikirkan Hendrick sekarang adalah
__ADS_1
'apakah aku harus mengajarkan sihir kepada mereka berdua?'