
Engg
Saat Hendrick bangun hal pertama yang dia lihat adalah langit langit berwarna putih dan tangannya yang di infus
Di sampingnya terlihat Lidya yang sedang memejamkan mata, sepertinya karena merasa terganggu oleh gerakan di depannya Lidya membuka mata dan melihat Hendrick sudah bangun
"Hendrick kau sudah bangun?" Tany Lidya dan di balas anggukan oleh Hendrick
Tanpa aba aba Lidya langsung saja memeluk Hendrick dengan erat yang membuat Hendrick meringis merasakan sakit di perutnya
"Ah maaf" ucap Lidya sembari manjauhkan dirinya dari Hendrick
"Apakah kau lapar?, Aku akan membawakan makanan terlebih dahulu" ucap Lidya seraya berbalik, tapi tiba tiba tangannya di tarik oleh Hendrick dan jatuh di pelukannya dengan kepala menyentuh dada
Karena kaget dia ingin memberontak tapi karena tidak bisa lepas dia membiarkannya saja
"Hey Lidya aku butuh pengobatan" ucap Hendrick di samping telinga Lidya
"Apakah lukamu sakit kembali?, Aku akan langsung memanggil dokter" ucap Lidya sembari berusaha melepaskan pelukan Hendrick tetapi tidak bisa
"Itu tidak akan langsung menyembuhkan ku, aku ingin pengobatan yang langsung menyembuhkan ku" ucap Hendrick lagi
"Obat apa itu?" Tanya Lidya penasaran dengan itu
"Ini..." Hendrick langsung saja ******* bibir merah ceri milik Lidya dengan cepat
Lidya yang tiba tiba di cium menjadi tegang tapi lama kelamaan rileks kembali dan menikmati ciuman itu
Tak berapa lama kemudian ciuman itupun terpisah dan terlihat wajah Lidya yang merah merona Karen malu
"Lidya aku mencintaimu" bisik Hendrick pelan di samping telinga Lidya
Lidya yang mendengar itu kembali menegang dan tidak tahu harus merespon bagaimana
"Ak-..."
"Ekhem..."
Saat Lidya akan menjawab terdengar suara deheman di belakang mereka dan memperlihatkan Angel yang sedang bersandar di tembok dekat pintu
Lidya yang melihat itupun menjadi malu sendiri dan langsung beranjak dari pelukan Hendrick yang hangat
"A-aku akan membawa makanan terlebih dahulu" ucap Lidya dengan cepat langsung keluar dari ruangan tersebut
"Hm.... Enak ya sekarang sudah punya calon istri jadi bebas mau di gimanain aja" ucap Angel menyindir kakaknya
"A-ahahaha" Hendrick hanya bisa tertawa canggung dengan sindiran Angel itu
"Jadi, apakah kakak sudah merasa baikan?" Tanya Angel seraya mendudukkan dirinya di kursi
"Ya sekarang sudah mendingan, siapa yang membawaku ke rumah saki?" Tanya Hendrick penasaran, karena jika dirinya selamat berarti musuhnya sudah mati
Dan jika musuhnya mati berarti orang yang membunuhnya adalah orang yang membawanya kemari
"Tidak tahu, kata Lidya sih dia tadi malam di telpon sama no enggak di kenal dan ngabarin kalo kakak ada di rumah sakit ini" ucap Angel memberi tahu kakaknya
"Oh..., Jadi bukan Lidya yang membawaku ke sini?" Tanya Hendrick lagi
"Ya kayaknya sih" ucap Angel tidak terlalu peduli dengan permasalahan tersebut
"Sudah berapa lama aku pingsan?" Tanya Hendrick lagi
"Hm... Kalo gak salah sudah 13 jam kurang lebih" jawab Angel lagi dengan sabar, dia tidak kesal dengan kakaknya yang banyak tanya, ya dia tidak kesal sama sekali
"Jadi Lidya semalaman jagain kakak?" Tanya hendirck lagi
"Iya, dari semalam dia ngerawat kakak" jawab Angel lagi, sekarang dia mulai merasa kesal dengan kakaknya yang banyak tanya
"Oh yasudah" ucap Hendrick mengakhiri pertanyaannya
Angel hanya menghela nafas lega karena Hendrick menghentikan pertanyaannya, Jika dia bertanya lebih banyak lagi sudah pasti dia kena Bogeman oleh adiknya sendiri
[Ding... Misi selesai, poin kuasa akan di ×2 karena host menyelesaikan misi dengan benar]
Hendrick yang mendengar itu tidak menunjukkan rasa senang sedikitpun dia merasa bersalah karena membohongi Lidya dengan kata katanya
'maaf karena aku berbohong dengan mengatakan itu lidya, tapi aku pasti akan mencintaimu di masa depan' batin Hendrick dengan penuh keyakinan
.
.
.
__ADS_1
.
.
Di suatu tempat
Terlihat ruangan yang gelap dengan pencahayaan lampu yang remang remang, di sudut ruangan terlihat meja dan kursi kantor yang diduduki oleh seorang pria paruh baya yang terlihat sedang membaca ssesuatu
Dibelakangnya juga terlihat pria paruh baya lain yang berdiri, sepertinya dia adalah asisten pria paruh baya yang duduk di kursi kerjanya
"Jadi dia gagal kah?" Tanya sang boss
"Ya tuan, sepertinya target mendapat perlindungan dari seseorang" ucap sang asisten yang membuat bosnya mengernyit heran
"Apakah keluarga inti nya yang sudah melindunginya?" Tanya sang boss
"Sepertinya begitu tuan, orang yang kita kirimpun menghilang tanpa jejak" ucap sang asisten lagi
"Apakah ancaman terhadap keluarga itu masih kurang?" Tanya sang boss
"Saya tidak tahu tuan, tapi keluarga itu sudah berada di titik paling rendah sekarang" ucap sang asisten
"Hah... Jadi apakah kau sudah menemukan wanita ****** itu?" Tanya sang boss tidak menanyakan lagi situasi tentang keluarga itu
"Saya belum menemukannya tuan" ucap sang asisten merasa sedikit takut membahas mengenai hal ini
"Sial... Gara gara dia aku jadi tidak bisa mendapatkan bantuan dari keluarga ××××, cari dia sampai ketemu dan bawa dia ke sini, dia masih berguna dan akan ku jual dia ke keluarga yang menginginkannya, karena dia masih sangat cantik" ucap sang boss
"Baik tuan saya pasti akan menemukannya, saya izin undur diri terlebih dahulu tuan" ucap asisten itu dan diangguki oleh bosnya
"Aku harus cepat menyelesaikan penelitian itu untuk membuat pasukan terkuat" gumam sang boss pelan di dalam ruangan yang gelap itu
.
.
.
.
.
.
Dia sekarang sudah ada di apartement nya, dia tadi pas di rumah sakit memaksa untuk dipulangkan saja karena dia sudah tidak merasakan rasa sakit lagi
Angel dan Lidya yang mendengar itu sempat membujuk Hendrick untuk di rawat selama sehari tapi dia menolak jadi mereka tidak bisa berbuat apa apa
Sekarang Hendrick sudah ada di kamarnya dan sedang mengobrol dengan sistem
'hey sistem apakah ada cara agar aku bisa bertambah kuat secepat mungkin, aku saat ini masih sangat lemah' batin Hendrick menyadari betapa lemahnya dia
Jika saja orang yang menolongnya tidak membantu Hendrick pasti dia sekarang sudah berada di alam baka
[Ding... Host bisa membeli lagi 'potion peningkatan Lv2' untuk meningkatkan bakat dan penyerapan host terhadap mana cuma dengan 300 poin kuasa]
'itu terlalu mahal sistem, ayolah beri aku solusi' batin Hendrick
[Ding... Host bisa juga membeli mana stone di toko sistem dengan cuma menggunakan 10 poin kuasa/1 mana stone]
'oh... Adakah yang seperti itu?' tanya Hendrick, dia lupa tidak melihat lihat isi toko sistem karena terlalu sibuk
[Ding... Ya ada di toko sistem, jika host ingin lebih banyak host bisa coba membeli tambang di bumi, barangkali host beruntung dan menemukan tambang mana stone di dalamnya]
'oh... Aku akan membelinya sistem, untuk saran membeli tambang darimu akan ku pertimbangkan' ucap Hendrick
[Ding...
Item: mana stone tingkat rendah
Deskripsi: kristal berwarna putih yang mengandung energi mana di dalamnya dan dapat di serap oleh seorang penyihir dengan element apapun
Harga: 10Pk/1 ]
'beli sepuluh saja terlebih dahulu sistem' ucap Hendrick
[Ding... Membeli 10 mana stone, poin kuasa dikurangi 100, mana stone sudah ada di dalam inventory]
Hendrick langsung saja mengeluarkan semua mana stone itu dan melihatnya dengan teliti, itu adalah kristal berbentuk bangun datar belah ketupat tapi sedikit runcing di setiap sisi, berwarna putih dengan di dalamnya terdapat energi mana yang banyak
'ini masih tingkat rendah, apalagi nanti tingkat menengah dan tinggi ya' batin Hendrick kagum dengan kristal yang ada di tangannya
Dia langsung saja bersiap menyerap mana stone itu tetapi dia terhenti saat mengingat sesuatu
__ADS_1
'hey sistem, kapan mobil hadiah darimu akan sampai?' tanya Hendrick
[Ding... Besok mobil akan sampai di depan apartement host, dan sekedar mengingatkan, host harus cepat mencari tempat tinggal untuk prajurit yang host punya]
Hendrick yang mendengar itu segera teringat dengan para prajuritnya, bahkan dia lupa mengeluarkan mereka ketika kemarin dalam bahaya dan untungnya dia tidak mati karena kebodohannya itu
'hey sistem bisa kau belikan rumahnya di kota ini tidak?' tanya Hendrick berharap sistemnya itu bisa membantu
[Ding... Bisa host, sistem juga bisa membuatkan rumah yang host mau dimanapun, tinggal host sebutkan detailnya]
'oh... Kalo begitu aku ingin Vila yang berada di tengah hutan, memiliki ruang bawah tanah yang luas, memiliki 3 lantai dan setiap lantai memiliki 3 kamar tidur kecuali lantai 1, dan adakan juga taman di belakang rumahnya' ucap hendrick, dia memikirkan lagi apa yang kurang
'ah... Kau bisa membuatnya di tengah hutan yang ada di pinggir kita saja sistem, sembari melatih para perajurit, dan sisanya terserah kau sistem' ucap hendrick
[Ding... Siap host, biayanya adalah 50 poin kuasa, apakah host yakin ingin mendapat bantuan sistem?]
Hendrick yang melihat itu butuh poin kuasa menjadi ragu, tapi saat menilai apa yang di sebutkannya untuk kepentingan prajuritnya dia hanya bisa mengiyakan
[Ding... Besok vila itu sudah bisa di huni]
'oke sekarang aku akan menyerap mana stone ini terlebih dahulu' ucap Hendrick dan langsung duduk bersila untuk menyerap mana stone
.
.
.
.
.
.
Di suatu pulau terpencil
Dor... Dor... Dor
Terlihat 2 wanita muda berusia sekitar 20 an sedang baku tembak dengan beberapa laki laki berbadan besar
Mereka terus baku tembak sembari sesekali berlari hingga membuat ke 2 wanita itu terpojok ke ujung jurang yang di bawahnya adalah laut
"Kak bagaimana ini?" Tanya sang adik pada kakaknya
"Kita harus bisa selamat!" ucap kakak nya itu emncoba untuk tenang
"Tapi bagaimana, kita sudah terpojok" ucap sang adik yang cemas, melihat ke belakang dan sudah tidak ada jalan lagi
"Serahkan flash drive itu pada kita dan akan ku ampuni kalian" kata salah seorang laki laki yang ada di sana
"Tak sudi... Cuih" ucap sang kakak sembari meludah ke samping
"Keparat... Cepat tangkap mereka dan jadikan mereka hiburan untuk para saudara kita yang bosan" ucap laki laki itu sambil menyeringai menjijikan
Ke dua wanita yang melihat itu ingin melawan tapi tidak bisa apa apa, saat akan menembak sang kakak melihat tidak jauh dari tebing ada kapal pengangkut barang
Tinggal berenang beberapa menit dan akan sampai ke sana, tapi mereka harus melompat dari sini terlebih dahulu
Daripada mati di sini, mending mencoba peruntungan dengan melompat dan menuju kapal tersebut
"Lompat..." Ucap sang kakak sembari melompat
Tanpa mempertanyakan keputusan kakaknya sang adik pun ikut melompat dan mereka berenang menuju ke arah kapal pengangkut barang tersebut dengan dihujani beberapa peluru dan ombak yang lumayan dahsyat
Seperti diberkati oleh Dewi keberuntungan, saat mereka sampai di sana kapal itu tiba tiba menaikkan jangkar dan memudahkan keduanya untuk naik ke atas
Sampai di atas mereka langsung bersembunyi agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh pemilik kapal itu dan ada kemungkinan bahwa pemilik kapal ini bersekongkol dengan pemilik pulau
"Kak... Kakimu terkena tembakan, kita harus segera merawatnya" ucap sang adik dengan panik, tidak menyangka bahwa kakaknya akan terkena tembakan
"Tenang saja, sekarang bantu kakak perban dulu lukanya dengan bahan seadanya" ucap sang kakak sembari merobek sebagian bajunya
"Semoga saja mereka tidak mengejar kita" ucap sang adik setelah memperban kaki kakaknya
"Ya pasti di kejarlah, karena kita membawa penelitian rahasia mereka yang hampir berhasil" ucap sang kakak dengan tertawa kecil
"Kita akan sampai kapan berada di atas kapal begini kak?" Tanya sang adik mengalihkan pembicaraan
"Hm... Sepertinya sekitar 12 jam kurang lebih" ucap sang kakak sembari menahan rasa sakit di kakinya karena peluru yang masih berada di antara dagingnya
"Semoga saja kita bisa selamat" ucap sang adik
"Yah semoga saja"
__ADS_1
'walaupun pasti aku tidak bisa berjalan kembali dengan normal' lanjut sang kakak dalam hati, merasa miris dengan kehidupannya