
Di suatu tempat
"Apa kau sudah menemukan orang yang mencuri hasil penelitianku?" Tanya sang boss pada asistennya
"Belum ada kabar tentang hal ini boss, tapi bisa dipastikan mereka berada di negara irdan" ucap sang asisten pada sang boss
"Sialan!... Penelitianku hampir berhasil dan sekarang semuanya hilang, aku pasti akan menemukannya dan membuat dia menyesal" ucap sang boss penuh amarah
"Aku sudah menghabiskan banyak sumber daya dan uang untuk penelitianku tapi semuanya hilang tak bersisa, aku tidak mau tahu, dalam waktu 1 Minggu kau harus menemukan orang yang sudah mencuri data penelitianku" ucap boss itu dengan penuh penekanan pada asistennya
"Baik boss... Saya pasti akan menemukannya dalam waktu 1 Minggu" ucap sang asisten menyanggupinya
"Dan kalau dia berada di negara I , sekalian saja cari wanita itu disana, karena dia terakhir kali terlihat di sana" ucap sang boss sekali lagi
"Baik boss, apa ada perintah lagi?" Tanya sang asisten
"Tidak, kau bisa pergi sekarang" ucap sang boss
"Baik boss, kalau begitu saya undur diri terlebih dahulu" ucap sang asisten
Diapun meninggalkan ruangan itu untuk melaksanakan perintah sang boss
Kembali ke sisi Hendrick
Sekarang dia berada di depan pintu apart dina, dia di sini untuk menunggu Lidya yang ingin ikut dengannya ke rumah sakit
Setelah menunggu beberapa saat Lidya keluar dan di belakangnya ada Dina yang terlihat memelototi Hendrick
"Ingat!... Jangan menyakiti temanku" ucap Dina penuh penekanan pada Hendrick
"Iya iya, ayo sayang kita berangkat" ucap Hendrick dengan nada sedikit menggoda
Lidya yang mendengar itu hanya bisa tersipu malu dan mengikuti di belakangnya, sedangkan tangannya sudah di tarik oleh hendrick
Merekapun langsung menuju rumah sakit diselingi obrolan ringan di dalam mobil untuk mengakrabkan diri akan statusnya sekarang
Sesampainya di sana mereka langsung saja menuju ruangan tempat ibunya di rawat, tapi saat berada di depan pintu Hendrick melihat Lidya yang gugup jadi dia mencoba menenangkannya
"Santai saja, ibuku tidak akan memakanmu" ucap Hendrick yang malah mendapat tinjuan kecil di lengannya, dan pelakunya tentu saja Lidya
Hendrick yang mendapatkan tinjuan itu hanya bisa tersenyum canggung, dia tidak tahu cara menenangkan orang yang gugup saat akan bertemu mertua
Tanpa banyak bicara, Hendrick langsung saja menggenggam tangan Lidya dan menariknya masuk ruangan itu
__ADS_1
Terlihat ibunya sudah bangun dan sekarang sedang mengobrol dengan adiknya, ibunya sepertinya mencoba tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya
"Ibu sudah bangun" ucap hendrick setelah dia sampai di hadapan ibunya
"Baru saja, eh... Ini siapa?" Tanya Selly saat melihat Lidya yang berada di belakang Hendrick
"Kenalin... Ini pac-"
"Itu menantu ibu!" Celetuk Angel memotong ucapan kakaknya itu
Hendrick yang mendengar ucapan Angel langsung saja memelototinya dengan tajam, tapi Angel yang dipelototi hanya menjulurkan lidahnya untuk mengejek kakaknya
"Hah!..." Selly yang mendengar itu seketika tercengang
"Ehem... Iya Bu, ini istri Hendrick" ucap hendrick seadanya, dia tidak bisa lagi menutupinya
Rencananya dia akan memberitahukan soal pernikahannya dengan Lidya setelah kondisi ibunya stabil, tapi itu semua hancur gara gara adiknya yang memberitahukan kepada ibunya
"baru juga ibu siuman udah punya menantu aja nih" ucap selly menyindir Hendrick dengan perkataannya
walaupun dia sedikit tercengan dengan apa yang terjadi, tetapi dia mencoba tetap ramah di depan menantunya itu yang terlihat cantik
"sini nak, nama kamu siapa?" Ucap Selly seraya memanggil Lidya dengan ramah
"N-nama saya Lidya Tante" ucap Lidya terbata bata, dia merasa sangat gugup di depan mertuanya sekarang
"Sini sini, Tante mau ngomong sama kamu" ucap Selly seraya memanggil Lidya untuk mendekat
Tanpa banyak tanya Lidya langsung saja mendekati Selly dan duduk di kursi dekat sana
"Kamu kenapa mau sama anak Tante?... Padahal dia itu gak ada istimewanya loh" ucap Selly sembari melirik Hendrick
Hendrick yang mendengar perkataan ibunya hany bisa tersenyum kecut, dia tidak menyangka ibunya akan berkata seperti itu di hadapan Lidya yang sekarang berstatus istrinya
"Ah... Itu-"
"Kakak ngehamilin anak orang Bu" celetuk Angel lagi tanpa rasa bersalah
Dan lagi lagi Hendrick langsung memelototi adiknya yang kurang ajar itu, adiknya ini sangat amat mengesalkan
Selly yang mendengar menantunya sedang hamil ssedikit terkejut, apakah menantunya ini dipaksa oleh Hendrick atau dengan sukarela, dia tidak tahu
"Hah... Hendrick coba jelaskan itu" ucap Selly sembari memelototi Hendrick yang berada di belakang
__ADS_1
"Gak usah Tante, aku juga mencintai Hendrick kok" ucap Lidya, dia mencoba membantu Hendrick yang akan kena amukan ibunya
"Huh... Untung saja Lidya bilang begitu kalau tidak habis kamu" ucap Selly sembari menatap tajam anaknya
Hendrick yang mendengar itu langsung saja bergidik ngeri, untung saja ada Lidya yang membantunya kalau tidak habis riwayatnya hari ini juga oleh ibunya sendiri
"Kamu lagi hamil ya, sudah berapa bulan?" Tanya Selly dengan wajah yang kembali ramah kepada Lidya
"Sekitar 1 bulan Tante kayaknya, belum di cek soalnya" ucap Lidya dengan tersenyum malu
"Yasudah sekalian saja cek kandungan di sini" usul Selly sembari kembali menatap hendrick
"Iya nanti akan aku antar untuk mengeceknya" ucap Hendrick yang sedari tadi diam menyimak
"Kamu juga, jaga istri kamu dengan baik, dia sekarang lagi hamil" ucap Selly dengan menatap tajam sekali lagi pada anaknya
"Iya Bu, ini juga aku sudah membantu untuk membuatnya" gumam Hendrick di kalimat terakhir
"Apa katamu" tanya Selly dengan wajah menyeramkan
"Enggak Bu, eh ada telpon... Aku angkat telpon dulu ya Bu" ucap Hendrick buru buru keluar dari sana takut dengan amarah ibunya
"Halo ada apa?" Tanya Hendrick setelah dia lumayan jauh dari sana
Ternyata orang yang menelponnya adalah Rendi
"Rick Lo dimana, gua ada berita mau kasih tau Lo" ucap Rendi di sebrang sana
"Aduh... Gua gak bisa kayaknya, soalnya ibu gua baru aja bangun dari komanya" ucap Hendrick
"Hah serius Lo?" Tanya Rendi, dia sangat senang mendengar Selly sudah siuman
"Iya... Baru saja tadi siang ibu siuman" jawab Hendrick
"Gua ke sana bareng vino, Lo tunggu gua di depan pintu ruang rawat ibu Lo ya" ucap Rendi yang langsung saja menutup panggilannya
Tanpa mempedulikan rendi, hendrick langsung saja masuk kembali ke dalam ruangan
Di dalam sana terlihat ke tiga wanita berbeda usia itu sedang bercengkrama dengan gembira, tanpa sadar Hendrick tersenyum hangat saat melihat pemandangan ini
Tapi saat teringat sesuatu dia langsung saja menghilangkan senyuman itu dan wajahnya berubah menjadi cemas
'semoga saja tidak seperti apa yang kupikirkan' batin Hendrick
__ADS_1
'sistem truth eye'