Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
mengobrol dengan 2 wanita


__ADS_3

Setelah itu Hendrick dan teman temannya langsung saja keluar dari ruangan dan menuju ke tempat pengambilan barang


Tapi sebelum sampai di sana, langkah Hendrick tiba tiba saja di hentikan oleh seorang pelayan


"Permisi tuan, nona manager ingin bertemu dengan anda di ruangannya" ucap perlahan itu dengan sopan


Hendrick yang mendengar itu langsung menaikkan satu alisnya karena penasaran ada hal apa sehingga Wanda ingin menemuinya


"Baiklah kalau begitu, tapi tunggu terlebih dahulu" ucap Hendrick seraya berbalik badan mengarah ke arah temannya


"Kalian masih punya mana stone untuk membayar?" Tanya Hendrick kepada mereka berdua


Pasalnya mereka berdua juga membeli beberapa hal dari lelang tadi, salah satunya adalah buku skill


Mereka berdua yang di tanya seperti itu sontak saja menggeleng secara bersamaan


Setelah menggeleng dengan singkat Rendi dengan tidak tahu malunya mengulurkan tangan kepada Hendrick dengan senyum menyebalkan


"Teman kan harus saling berbagi, jadi bagi sedikit lah Rick" ucap Rendi dengan tersenyum


Hendrick yang mendengar itu hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya, sedangkan pelayan yang ada di belakang terlihat mulutnya sedikit berkedut seperti menahan tawa


"Baiklah, di dalam sini ada sekitar 60 mana stone tingkat tinggi, sekalian bayar barang yang aku beli tadi" ucap Hendrick seraya menyerahkan cincin penyimpanan milik pembunuh yang memburunya di hutan sebelumnya


"Kau memang yang terbaik Rick" ucap Rendi yang dengan tanpa malunya langsung mengambil cincin itu dari tangan Hendrick


Hendrick hanya bisa menghela nafas pasrah, temannya ini benar benar tidak tahu malu atau urat malunya sudah putus ya?...


Sesudah diam sebentar di sana untuk melihat kedua temannya, Hendrick langsung saja berbalik dan menatap ke arah pelayan yang tadi menghentikan jalannya


"Kalau begitu kau bisa pimpin jalannya" ucap Hendrick dengan tersenyum


"Baik tuan, saya akan memandu anda ke ruang manager" ucap pelayan itu dengan sedikit rona merah di wajahnya


'tuan ini sangat tampan' batin sang pelayan seraya berjalan maju untuk memandu Hendrick menuju ruangan manager


Di sepanjang jalan Hendrick lumayan menarik perhatian karena seorang pelayan memandunya setelah acara lelang selesai


Setelah berjalan beberapa menit sampailah mereka di lantai 3 tepat di depan pintu ruangan manager


"Silahkan masuk terlebih dahulu tuan, nona manager akan segera tiba" ucap pelayan itu seraya membukakan pintu


Hendrick hanya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam ruangan itu, saat pertama kali masuk Hendrick lumayan terpana dengan arsitektur ruangan yang kuno tapi tetap terlihat elegant


Hendrick melihat sekeliling dan lumayan banyak lukisan lukisan dari pelukis terkenal jaman dahulu


"Apakah kamu menyukai ruangannya?" Ucap sebuah suara yang tiba tiba saja terdengar


Hendrick yang mendengar suara itu langsung saja membalikkan badannya dan melihat 2 orang wanita berada di belakangnya


Satu wanita Hendrick sudah tahu karena itu adalah manager rumah lelang ini yang adalah Wanda sendiri


Tetapi wanita satunya lagi Hendrick tidak tahu, tetapi yang pertama dia pikirkan saat melihatnya adalah 'sangat cantik'


Wanita berambut pirang dan bertubuh seksi, itulah yang Hendrick pikirkan


"Oh nona Wanda dan...?" Tanya Hendrick seraya melihat ke arah wanita pirang tersebut


"Biar kuperkenalkan, dia adalah Alexa William orang yang ingin bertemu denganmu" ucap Wanda dengan tersenyum lembut


"Salam kenal nona Alexa, namaku Hendrick" ucap Hendrick dengan tersenyum lembut


"Salam kenal juga tuan Hendrick" ucap Alexa membalas tersenyum


"Baiklah, mari kita duduk terlebih dahulu dan berbicara" ucap Wanda yang diangguki oleh mereka berdua


Hendrick langsung saja duduk di kursi kayu yang ada di dekatnya, setelah duduk Hendrick melihat kembali ke arah Alexa dan bertanya


"Ada apa nona Alexa sehingga ingin bertemu denganku?" Tanya Hendrick dengan mengangkat sebelah alisnya


"Tidak ada apa apa, aku hanya penasaran saja kepada orang yang sepertinya tidak takut menyinggung keluarga tingkat tinggi seperti tuan Hendrick ini" ucap Alexa dengan tersenyum


"Oh ya?... Saya perasaan tidak pernah menyinggung siapapun tuh" ucap Hendrick dengan berpura pura bingung


"Saya hanya bercanda tuan Hendrick, saya hanya penasaran dengan orang yang lebih tahu tentang item daripada asosiasi lelang" ucap Alexa yang membuat Wanda dengan spontan melirik ke arahnya


"Apa kau ingin menyebutku tidak kompeten hah?" Tanya Wanda dengan menatap kesal ke arah Alexa

__ADS_1


"Mana mungkin aku berkata kalau temanku ini tidak kompeten, aku hanya bilang kebenarannya saja" ucap Alexa dengan masih mempertahankan senyum lembutnya


Hendrick yang melihat perdebatan mereka menjadi tahu kalau sebenarnya mereka berdua adalah teman dekat


Dia juga tahu kepribadian Wanda itu adalah berapi api tapi bodoh, sedangkan untuk kepribadian Alexa itu adalah lembut tapi pintar


Yah dia tidak terlalu mempedulikannya sih, juga sepertinya mereka tidak akan bertemu lagi dengannya


"Sudahlah, kau ini hanya ingin mengejekku saja" ucap Wanda dengan nada kesal


"Hah... Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mengejekmu" ucap Alexa dengan masih tersenyum lembut


"A-anu, kalau kalian ingin berdebat bisakah aku pergi dari sini terlebih dahulu?" Tanya Hendrick yang langsung membuat kedua orang wanita ini mengalihkan perhatiannya


"Oh maaf, kami melupakanmu" ucap Alexa dengan tersenyum canggung


mendengar ucapan Alexa membuat bibir Hendrick berkedut, mereka yang mengundangnya kemari dan mereka melupakannya?...


"Baiklah, langsung saja ke intinya, apa yang membaut kalian berdua ingin menemuimu" ucap Hendrick dengan menunjukkan senyum terpaksa


"Tuan Hendrick ini sedang sibuk ya hingga terburu buru begitu" ucap Wanda dengan wajah kesalnya


"Iya, aku sedang terburu buru jadi bisakah kalian cepat mengatakannya?" Tanya Hendrick dengan masih memasang senyum terpaksa


"Hah baiklah, apakah tuan Hendrick akan mengikuti turnamen yang diselenggarakan di puncak cakrawala?" Tanya Alexa dengan menatap ke arah Hendrick


"Aku tidak akan mengikutinya, emangnya kenapa?" Tanya Hendrick seraya mengangkat alisnya


"Tidak ada apa apa, kami hanya mengira kalau tuan Hendrick akan mengikuti turnamen itu" ucap Alexa dengan tersenyum


"Aku hanya akan menonton ya dengan temanku" ucap Hendrick kembali


"Oh... Apakah tuan Hendrick sudah mendapatkan undangannya?" Tanya Alexa


"Hah... Apakah untuk menonton harus memakai undangan?" Tanya Hendrick dengan mengangkat alisnya


"Apakah tuan tidak tahu?" Tanya Alexa dengan mengangkat sebelah alisnya


"Aku tidak tahu, bisakah kalian jelaskan tentang turnamen itu?" Tanya Hendrick dengan penasaran


Alexa pun menjelaskan kepada Hendrick tentang turnamen yang akan di mulai esok hari ini


Dari penjelasannya, turnamen ini adalah ajang untuk keluarga tingkat menengah ke bawah untuk memperlihatkan jenius dari generasi muda masing masing keluarga


Biasanya kekuarga yang memenangkan turnamen ini akan menjadi terkenal


Turnamen ini juga bisa diikuti oleh penyihir bebas yang tidak terikat dengan keluarga apapun


Jika penyihir itu menarik perhatian salah satu petinggi keluarga maka bisa dipastikan penyihir itu akan di undang untuk memasuki keluarga mereka


Dan untuk menonton turnamen itu mereka harus mendapatkan undangannya dari keluarga tersembunyi


Hendrick yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, bagaimana dia bisa mendapatkan undangan itu jika dirinya saja tidak punya hubungan apapun dengan keluarga tersembunyi manapun


Wanda juga memberikan hasil lelang potion yang Hendrick berikan untuk di lelang dan hasilnya akan di ambil 10% dari biaya lelang


Hendrick terus saja mengobrol dengan mereka hingga jam menunjukkan pukul 11 malam ketika dia pamit untuk pulang


Setelah kepergian Hendrick dari ruangan itu Wanda langsung menatap ke arah Alexa dan bertanya


"Kenapa kau memberikannya banyak informasi tentang keluarga tersembunyi?" Tanya Wanda dengan penasaran


"Tidak ada apa apa, aku hanya sedikit tertarik dengannya saja" ucap Alexa tanpa sadar dengan masih menatap ke arah pintu keluar


"Ho... Jadi temanku ini sedang jatuh cinta ya" ucap Wanda dengan menggoda Alexa


"Hah... Apa apaan sih, aku tadi salah berbicara, maksudku adalah aku hanya tertarik- ah sudahlah" ucap Alexa seraya beranjak meninggalkan ruangan itu


Wanda yang melihat kalau temannya merona karena malu langsung saja tertawa, baru kali ini dia melihat Alexa merona karena malu seperti itu


Di sisi Hendrick


Sesudah keluar Hendrick langsung berjalan menuju ke arah pasrkiran di mana teman temannya menunggu di dalam mobil


Sampai di sana Hendrick langsung saja membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil itu


"Lo lama amat sih Rick" ucap Rendi sesaat sesudah Hendrick duduk

__ADS_1


"Maaf, ren Lo mau nonton turnamen emang punya undangannya?" Tanya Hendrick seraya menatap ke arah Rendi


"Eh, perlu undangan kah?" Tanya Rendi dengan wajah bingung


"Katanya sih perlu, Lo ada undangannya kagak?" Tanya Hendrick sekali lagi


"Enggak ada Rick hehe" ucap Rendi seraya menggaruk kepala belakangnya


"Kau ini, kalau ngasih info tuh yang akurat lah ren" ucap Hendrick dengan menggeleng gelengkan kepalanya


"Mafa Rick, gua kan gak tahu" ucap Rendi dengan tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun


"Hah... Yasudah lah"


"Besok kita balik aja nih Rick?" Tanya vino menatap ke arah Hendrick


"Ya iyalah, emang kita mau ngapain lagi di sini" ucap Hendrick dengan santai


"Yasudahlah, sekarang kita balik dulu ke hotel aja" ucap vino yabg diangguki oleh mereka


Merekapun langsung mengemudikan mobil mereka dengan Rendi yang menjadi supirnya, tapi kenapa terasa ada yang kurang ya?...


"Oh iya, Andre sama Darwin kemana?" Tanya Hendrick dengan bingung


"Di belakang tuh, lagi tidur mereka" ucap vino seraya menunjuk ke belakang


"Yasudahlah, kita berangkat" ucap Hendrick


Merekapun berangkat pulang menuju ke hotel tempat mereka menginap, tapi saat di pertengahan jalan Hendrick di beritahukan sesuatu oleh Cassandra yang membuatnya mengerutkan kening


'tuan, saya merasakan ada energi kematian yang lumayan pekat di arah selatan' ucap Cassandra dengan serius


'hah... Energi kematian?... Kalau di arah selatan berarti di sekitar gunung cakrawala kan?'


'apa kita akan memeriksanya tuan?' tanya Cassandra dengan serius


Hendrick yang mendengar ucapan Cassandra langsung saja melirik jam tangannya dan menemukan kalau jam masih menunjukkan pukul 11 malam


'baiklah, kita akan memeriksanya terlebih dahulu sebentar'


"Ren, berhenti dulu" ucap Hendrick dengan tiba tiba yang membuat Rendi kaget


Rendi langsung saja mengerem mendadak mobil itu yang membuat Andre dan Darwin yang tertidur di belakang menjadi terbangun


Untung saja jalanan sangat sepi sehingga tidak ada pengemudi yabg protes kepada mereka karena mengerem mendadak


"Ada apa tuan?" Tanya Andre dengan panik


"Apakah ada penyerangan?" Tanya Darwin sama paniknya


"Tidak ada apa apa, kalian bisa lanjut tidur kembali" ucap Hendrick seraya membuka pintu mobil dan keluar dari mobil itu


"Lo mau kemana Rick?" Tanya vino dengan mengerutkan kening


"Gua ada urusan sebentar, kalian bisa duluan pulang ke hotel" ucap Hendrick


"Tapi ini udah malem loh Rick, Lo mau kemana malem malem begini?" Tanya Rendi dengan penasaran


"Pokoknya gua ada urusan sebentar, kalian bisa terlebih dahulu pulang ke hotel" ucap Hendrick dengan sedikit memaksa


Dia tidak ingin teman temannya ikut dengannya karena ini kemungkinan berbahaya


"Baiklah, tapi Lo hati hati ya Rick" ucap Rendi dengan pasrah


Dia tahu kalau Hendrick akan memeriksa sesuatu yang berbahaya, jika mereka memaksa untuk ikut mereka hanya akan menjadi bebannya saja


Mereka masih sangat lemah, merekah harus dengan cepat menjadi kuat dan membantu Hendrick jika ada sesuatu yabg berbahaya


"Oke, kalian bisa pergi sekarang" ucap hendrick


"Baiklah, sekali lagi Lo harus hati hati Rick" ucap Rendi seraya melajukan mobilnya kembali


Sesudah mobil teman temannya menghilang dari pandangannya, Hendrick langsung mengalihkan perhatian ke arah gunung cakrawalah dan bergumam


"Ada apa di sana sehingga ular ini merasakan energi kematian?"


jangan lupa tekan tombol like nya ya!

__ADS_1


__ADS_2