
Setelah 25 menit berkendara dengan mobilnya, kini dia sampai di depan gerbang rumahnya yang lumayan besar
Di sekitaran pun ada sekitar 3 rumah lagi yang hampir sama dengan rumah yang di belinya
Hendrick langsung saja melajukan mobilnya sampai dia berada di depan pos satpam yang berada di sisi gerbang
"Halo pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pak satpam itu saat melihat Hendrick memberhentikan mobilnya di depan posnya
"Tolong bukakan gerbangnya pak, rumah ini sudah saya beli dari pak Henry, jadi sekarang saya pemilik rumah ini" ucap Hendrick pada satpam
Hendrick langsung saja mengeluarkan sertifikat rumahnya untuk diperlihatkan kepada satpam itu
"Siap tuan, sebentar lagi gerbang akan terbuka" ucap satpam itu yang langsung berlari untuk membuka gerbang
"Eh Jo Lo kenapa?" Saat satpam yang tadi akan membuka gerbang dia ditanya oleh satpam yang baru datang
"Pemilik rumah baru datang Din, mending Lo sapa dah pemiliknya, itu yang pake mobil warna merah" tunjuk Jono pada mobil Hendrick
"Semoga aja gak galak galak ya pemilik barunya" harap Udin
Udin langsung saja menghampiri mobil milik Hendrick dan menyapa Hendrick yang masih bersantai dalam mobilnya
"Halo pak, saya satpam di sini juga, nama saya Udin" ucap Udin dengan senyum
"Oh... Halo juga, semangat kerjanya, jangan males malesan" ucap Hendrick memberi nasihat
"Oke siap pak" jawab Udin dengan semangat
"oh ya yang satu lagi namanya siapa?" tanya Hendrick sembari menatap jono yang sedang membuka gerbang
"namanya Jono pak" ucap Udin dengan ramah
"yasudah, saya masuk dulu kamu bisa kembali kerja" ucap hendrick
Setelah mengatakan itu Hendrick langsung saja mengemudikan mobilnya untuk masuk ke dalam rumah
Setelah masuk Hendrick menyimpan mobilnya di garasi samping kanan rumah, garasi ini bisa memuat setidaknya 2 mobil
__ADS_1
Dia keluar dari garasi dan melihat sekeliling, taman depan rumahnya lumayan besar dengan bunga di beberapa sisi yang menambah keindahannya
Hendrick langsung saja masuk ke dalam rumah setelah menilai taman rumahnya, saat masuk dia disuguhkan dengan ruang tamu yang kosong, tanpa perabotan apapun
Hanya ada sofa besar di sana, Hendrick melihat sekeliling dan hanya bisa menemukan ruangan yang kosong melompong
Bahkan tidak ada satu lukisanpun di sini, foto atau apapun itu, hanya ada sofa di tengah ruangan
"Hah... Harus beli perabotan baru ini mah" ucap Hendrick dengan wajah tak berdaya
Setelah itu dia menuju dapur rumah itu, tapi di sana masih penuh dengan perabotan, tidak seperti ruang tamu yang kosong
Hendrick langsung saja menuju ke kamar yang berada di lantai satu, kamarnya lumayan luas, kasurnya king size dan ada lemari pakaian yang lumayan besar. tidak terdapat apa apa lagi selain itu
Setelahnya Hendrick langsung ke lantai dua untuk memeriksa dua kamar lainnya, dia memeriksa kamar yang satu dan sama dengan kamar yang berada di lantai satu, hanya ada kasur king size dan lemari pakaian
"Tinggal 1 kamar lagi" ucap Hendrick setelah berada di depan pintu kamar itu
Tanpa banyak berpikir dia langsung saja masuk, tapi sesaat sesudah dia masuk penerangan di dalam kamar itu gelap gulita
Hendrick mencari saklar lampu di tembok dan seketika memencet sesuatu yang sepertinya adalah saklar
Diapun membuka gorden dan seketika kamar menjadi cerah karena memang hari masih siang, dia melihat sekeliling ruangan itu
Tapi saat melihat sesuatu seperti lift di dalam lemari baju Hendrick mengerutkan kening dengan bingung
"Apa ini?" Tanya Hendrick dengan penasaran
Hendrick langsung saja menghampiri lift itu dan mengeceknya, tetapi ini seperti lift pada umumnya, tetapi ini mengarah kebawah
"Apakah ini adalah ruang rahasia?" Hendrick bertanya tanya dalam hatinya
"Dan apakah sesuatu yang aku pencet tadi adalah tombol rahasianya?" Tanya nya lagi dengan rasa penasarannya yang tinggi
Hendrick langsung saja berjalan ke arah pintu dan melihat tembok di sekelilingnya tetapi tidak menemukan apa apa
Hendrick mencoba menyentuh sembarangan tembok itu dan tetap tidak terjadi apa apa, tapi saat percobaan ke tiga dengan menyentuh sembarangan
__ADS_1
Tangan Hendrick seperti memencet saklar lampu kembali dan seketika lift yang berada di dalam lemari pakaian lenyap seperti tidak pernah ada
Hendrick mencoba menekan saklar itu kembali dan lift nya kembali terlihat, Hendrick melihat sesuatu yang di tekannya bukanlah saklar melainkan, seperti tembok biasa?
Bagaimana bisa dia membedakannya apabila tombol rahasianya seperti ini?..., Tapi bila terlihat terlalu jelas itu namanya bukan tombol rahasia sih
Hendrick langsung saja menandainya dengan pulpen yang berada di sakunya, karena temboknya yang berwarna putih, tanda itu terlihat jelas. setelahnya dia langsung mengecek lift itu sekali lagi
"Aku akan cek terlebih dahulu ada apa di bawah sana" ucap Hendrick yang langsung memencet tombol lift menuju ke bawah
Lift pun tertutup dan meluncur kebawah, sedangkan lemari pakaian itu kembali seperti semula seperti tidak terjadi apa apa
Setelah sekitar 10 menit lift bergerak ke bawah, pintu lift terbuka dan memperlihatkan ruangan yang luas tanpa ada penerangan sedikitpun
Hendrick menjadi waspada melihat itu, dia melihat sekeliling dan tidak menemukan apa apa jadi dia langsung keluar dari lift itu
Dan seketika ruangan menyala sesaat sesudah Hendrick melangkah masuk menuju ruangan, dia sangat kaget dengan lampu ruangan yang tiba tiba menyala jadi dia langsung masuk kembali ke dalam lift
Menunggu beberapa menit dan tidak terjadi apa apa, Hendrick langsung saja keluar dan melihat sekeliling, ada ruangan yang sangat besar dengan huruf huruf kuno di lantai ruangan itu
Hendrick yang melihat itu mengerutkan kening, huruf kuno itu terlihat sama seperti huruf yang tertera pada buku teknik pernafasan element miliknya yang diberi oleh sistem
Setelah melihat itu sekilas Hendrick melihat sekeliling sekali lagi dan melihat ada dua pintu besi yang sepertinya terkunci
Hendrick langsung saja mendekat pada salah satu pintu besi dan memeriksanya, dan ketebalannya sangat luar biasa
Dia mencoba membukanya tetapi tidak bisa, jadi dia melihat sekeliling dan menemukan meja dan kursi yang diduduki oleh kerangka?
Dia tadi fokus pada pintu besi ini jadi dia tidak melihat itu, dia langsung saja berjalan ke arah kerangka itu dan melihatnya, sepertinya ini sudah sangat berumur
Hendrick memeriksa sekeliling kerangka itu dan melihat sebuah buku catatan berada di pelukan kerangka manusia itu, sepertinya buku catatan itu sangat penting
Hendrick dengan hati hati memindahkan tulang tangan kerangka itu dan mengambil buku catatan itu yang sudah berdebu
Hendrick langsung saja membaca judul buku itu, setelah membacanya Hendrick mengerutkan kening karena buku itu bukan buku catatan
Judul buku itu adalah
__ADS_1
'summon spirits'