Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
Hendrick selingkuh?


__ADS_3

Hendrick membuka mata dan melihat bahwa hari sudah mulai gelap, dia langsung saja bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Sesudah mandi hendrick langsung keluar dari kamarnya, dan disaat bersamaan Rendi juga baru keluar dari kamarnya


"Eh Rick, Lo mau kemana?" Tanya Rendi saat melihat Hendrick akan keluar kamar


"Gua mau makan, Lo bangunin yang lain ren" ucap Hendrick yang langsung saja pergi tanpa mendengar jawaban dari temannya itu


"Huh... Menyusahkan saja" ucap Rendi dengan mendengus kesal


Tapi dia tidak membantah, dia langsung saja mengetuk satu satu pintu vino dan bawahan Hendrick


Beberapa saat kemudian mereka keluar dan melihat Rendi yang mengetuk pintu kamar mereka, Rendi yang di tatap seperti itu menjelaskan bahwa ini perintah Hendrick jadi tidak ada yang protes


Merekapun berjalan menuju restorant yang berada di dalam hotel tersebut, sampai di sana mereka melihat sekeliling untuk mencari Hendrick


Karena di sini sangat ramai jadi lumayan susah untuk mencari Hendrick, beberapa menit kemudian merekapun melihat Hendrick sedang duduk di salah satu meja dengan wanita?...


"Hey itu Hendrick kan?" Tanya Rendi sambil memandang ke Raha tepat di mana Hendrick berada


"Iya, sepertinya itu Hendrick" ucap vino dengan menatap fokus kepada Hendrick dan wanita yang berada di depannya


"Tapi kenapa tuan Hendrick bersama wanita lain?" Tanya Andre yang ikut berbicara


"Apa jangan jangan di selingkuh ya?" Tanya Rendi dengan wajah kaget


Vino yang mendengar itu langsung saja memukul belakang kepala Rendi dengan kesal


"Apa yang kau katakan, ayo kita kesana terlebih dahulu" ucap yang diangguki oleh mereka


Walaupun Rendi merasakan sakit di belakang kepalanya, tapi rasa penasarannya membuat rasa sakit itu tidak kerasa jadi rendi tidak terlalu mempedulikannya


Sampai di dekat sana mereka akhirnya bisa melihat dengan jelas dan benar saja bahwa itu adalah Hendrick yang sedang mengobrol dengan wanita


Mereka jadi curiga bahwa Hendrick benar benar selingkuh dengan wanita itu, mereka buru buru mendekat dan berhenti tepat di sebelah Hendrick


Hendrick yang merasakan keberadaan seseorang di sebelahnya langsung saja memalingkan kepalanya dan melihat bahwa itu adalah teman dan bawahannya


"Kalian sudah bangun?" Tanya Hendrick dengan santai


"Itu siapa Rick?... Selingkuhan lo?..." Celetuk Rendi lumayan keras yang membuat mereka jadi pusat perhatian


"Masih muda saja sudah selingkuh, ish anak jaman sekarang"


"Kamu jangan seperti itu ya, kamu harus setia pada satu wanita"


"Baik mah"


"Bagus anak muda, jadi laki laki harus lebih berani"

__ADS_1


"Apanya yang berani hah"


"Aduhh... Ampun sayang"


Terdengar bisik bisik di sekitar sini dengan sesekali melirik mereka, Hendrick yang melihat itu menjadi kesal kepada Rendi yang tak bisa memfilter omongannya sendiri


"Maaf semuanya, temanku ini emang sedikit halu, jadi mohon dimaafkanya" ucap Hendrick sembari membungkuk kepada mereka pertanda minta maaf


Semua orang yang mendengar itu hanya mengangguk dan tidak terlalu memperhatikan mereka lagi, walaupun masih ada yang sesekali melirik ke arah mereka


"Sini Lo duduk" ucap Hendrick menatap kesal pada Rendi


"Eh... Salah gue apa?" Tanya Rendi dengan senyum bodohnya


"Sini aja Lo duduk" ucap Hendrick dengan tajam


Rendi hanya bisa mengangguk dan duduku di sana, karena di sana hanya ada 4 tempat duduk, para bawahan Hendrick yang lain memilih duduk di tempat yang lain sedangkan vino ikut duduk di sana


"Lo ngapain sih ngomong keras kek gitu?... Bawa bawa gue juga" ucap Hendrick dengan kesal kepada Rendi


"Eh... Jadi ini bukan selingkuhan lo?" Tanya Rendi dengan wajah bingung


"Bukanlah, perkenalkan namanya Clara, dia hanya temanku saja" ucap Hendrick seraya memperkenalkan clara


"Halo semuanya" ucap Clara


"Halo juga kak" ucap mereka berdua yang terpesona dengan kecantikan Clara


Yah Clara memang cantik sih, tapi Hendrick sudah punya Lidya yang lebih cantik jadi dia tidak tergoda sedikitpun


"Kakak asalnya dari mana?" Tanya Rendi yang langsung memulai jurus rayuannya


"Kakak juga berasal dari kota flower kok" ucap calara menjawab dengan ramah


"Oh... Perasaan kita gak pernah liat ya?" Tanya vino menimpali


"Kakak selalu kerja di perusahaan milik ayah jadi agak jarang keluar" ucap Clara dengan tersenyum ramah


"Kapan kapan bisa kali kita keluar bareng" ucap Rendi dengan tersenyum


"Y-yah... Kapan kapan" ucap Clara dengan senyum canggung


Hendrick hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat mereka berdua, Hendrick menunggu mereka berdua selesai baru dia akan berbicara


Setengah jam kemudian calara pamit undur diri karena masih ada pekerjaan, Hendrick pun tidak melarang dan mempersilahkannya


"Lo kenapa gak larang sih Rick?... Kita belum dapet no ponselnya nih" ucap Rendi dengan tidak senang


"Iya Rick, padahal sedikit lagi dapet" ucap vino menimpali

__ADS_1


"Kalian itu... Hah... Jadi gimana, kalian sudah membeli tiketnya?" Tanya Hendrick memandang mereka sembari mengalihkan pembicaraan


"Sudah Rick, lelang itu dilakukan di asosiasi lelang kota cakrawala" ucap Rendi sembari mengeluarkan 3 kartu berwarna merah di sakunya dan tertulis 'asosiasi lelang' di tengah kartu itu


"Ho... Jadi asosiasi lelang kah" ucap Hendrick dengan mengangguk anggukkan kepalanya


Asosiasi lelang adalah asosiasi resmi yang berada di negara I ini, asosiasi ini sangat besar bahkan sudah memiliki cabang di semua kota negara I dengan pusatnya berada di ibukota


Hendrick tidak menyangka bahwa lelang ini akan dilaksanakan oleh asosiasi sebesar ini, tapi itu tidak menjadi masalah karena dirinya hanya akan mengikuti lelangnya saja


"Dan juga turnamen ini berada di puncak gunung cakrawala keren gak tuh?" Ucap Rendi dengan nada kagum


Hendrick yang mendengar itu mengerutkan kening heran, gunung cakrawala adalah gunung tertinggi di negara ini dan ketinggiannya bisa menembus awan


Itu juga yang menjadi ciri khas kota cakrawala ini, bahkan nama kota ini sama dengan nama gunung itu


Tapi masalahnya gunung itu sangat tinggi, walaupun ada sebuah tangga hingga sampai ke puncaknya tapi arus angin yang berada di puncak pasti sangat kuat


"Kita pasti harus memakai mana untuk bertahan di sana" ucap Hendrick dengan memijit keningnya


"Emang kenapa kita harus pakai mana Rick?" Tanya Rendi dengan wajah bodohnya


"Kau bodoh apa, gunung itu sangat tinggi dan arus angin di puncak Gung pasti sangat kuat, kita harus bertahan di sana dengan arus angin yang kuat selama berjam jam" ucap vino dengan kesal, dia bahkan memukul brlakang kepala Rendi kembali


"Terus mau gimana Rick?" Tanya vino, dia berharap Hendrick punya solusi untuk masalah ini


"Akan ku pikirkan kembali solusinya, sekarang kita fokus ke pelelangan saja" ucap Hendrick dengan santai


"Hah... Baiklah, jadi..."


Mereka terus membicarakan itu hingga hari mulai malam, saat sudah hampir jam 8 malam, mereka balik ke kamar untuk beristirahat kembali


Saat Hendrick baru Samapi di kamar hotel sewaannya, ponsel miliknya berdering dan yang menelpon adalah istrinya jadi dia langsung menelponnya


"Halo sayang, ada apa?" Tanya Hendrick sesudah dia mengangkat telponnya


"Enggak, cuma kangen aja apa enggak boleh?" Tanya Lidya dengan kesal


'eh.. kenapa dia kesal?'


"Boleh kok, kamu gimana di rumah aman kan?" Tanya Hendrick dengan tersenyum canggung


"Aman kok?... Kamu juga amankan di sana?" Tanya Lidya dengan khawatir


"Aman kok, gimana..."


Mereka terus berbicara lewat telpon sampai sekitaran jam 10 baru mereka mengakhirinya, Hendrick pun yang sudah lelah langsung terlelap di atas kasur


jangan lupa tekan tombol like ya!

__ADS_1


__ADS_2