Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
mengintrogasi


__ADS_3

"sampai kapan kau akan terus berpura pura pingsan?"


Pemimpin kelompok itu yang menerima tendangan dan pertanyaan dari Hendrick secara bersamaan hanya bisa memuntahkan seteguk darah dari mulutnya


Dia tadi saja sudah terluka parah oleh beruang madu itu, dan sekarang lukanya tambah parah karena terkena tendangan dari Hendrick tepat di perutnya


"Apa kau masih akan berpura pura pingsan?" Tanya Hendrick seraya mempersiapkan kakinya untuk menendang kembali


"B-baiklah, i-ini aku bangun" ucap sang pemimpin menjawab dengan kesusahan


"Cih... Kau bangun cepat sekali, kenapa tidak berpura pura pingsan saja agar aku bisa menghajarmu" ucap Hendrick dengan nada kesal


Sang pemimpin yang mendengar ucapan Hendrick merasa dipermalukan dan menggertakkan giginya karena kesal


"K-kau jangan keterlaluan ya, tuanku tidak akan pernah melepaskanmu" ucap sang pemimpin dengan marah


"Ho... Begitukah?"


"Ya, tuanku pasti tidak akan melepaskanmu dan akan memburumu sampai ke ujung dunia sekalipun, tapi jika kau melepaskanku dan tidak membunuhku aku pasti akan membujuk tuanku untuk melepaskanmu" ucap sang pemimpin dengan mengandalkan sekill negosiasinya yang selalu sukses membuat orang terbuai


"Ho... Itu terdengar bagus" ucap Hendrick memasang raut wajah serba salah


"Iya, jika kau melepaskanku aku pasti akan membujuk tuanku itu" ucap sang pemimpin mencoba membujuk Hendrick kembali


"Baiklah aku sudah memutuskan" ucap Hendrick menganggukkan kepalanya dengan yakin


"Begitukah?... Jadi sekarang kau bisa melepaskanku?..." Ucap sang pemimpin yang sekarang menerbitkan senyum kemenangan di wajahnya


Hendrick yang melihat sang pemimpin tersenyum seperti itu menyeringai kejam dan tiba tiba saja kakinya sudah melayangkan tendangan pada wajah sang pemimpin


"Ups... Maaf, aku kelepasan" ucap Hendrick dengan raut wajah tak bersalah meskipun mengatakan maaf


"K-kau, apa yang kau lakukan?" Ucap sang pemimpin setelah mendarat dari terbangnya karena di tendang oleh Hendrick


"Apa kau tidak takut tuanku akan membunuhmu jika dia tahu aku mati di tanganmu?" Ucap sang pemimpin mencoba mengancam hendrick


Hendrick yang melihat sang pemimpin masih saja tidak mengetahui posisinya menjadi geram dan memukul beberapa kali tepat di mukanya hingga banyak lebam


Hendrick bangkit dan menunggu beberapa saat hingga pemimpin itu bangund dari pingsannya, dia tidak menyangka baru saja beberapa pukulan dan dia sudah pingsan kembali


Beberapa menit kemudian sang pemimpin bangun dan melihat didepannya tidak ada Hendrick, dia pun bisa bernafas lega sekarang


Tapi beberapa saat setelah merasa lega, dia mengingat kembali perlakuan Hendrick kepadanya yang membuat dia menggertakkan giginya dengan amarah yang meluap luap

__ADS_1


"Aku pasti tidak akan melepaskanmu bocah" ucap sang pemimpin dengan nada yang dipenuhi dengan amarah


"Siapa yang kau panggil bocah?"


Sang pemimpin yang mendengar suara itu seketika menegang, dia membalikkan kepalanya perlahan dan melihat bahwa Hendrick berada di belakang tubuhnya sedang bersantai


"I-itu... Anak dari suamiku, eh maksudku istriku" ucap sang pemimpin tidak jelas


"Apa sih yang kau katakan, dasar tidak jelas" ucap Hendrick dengan kesal, sang pemimpin itu adalah lelaki dan di mempunyai suami?... Huh paman jaman sekarang sudah rusak.


Hendrick langsung saja berjalan ke arahnya dan berjongkok tepat di depannya dengan menatap tajam ke arahnya


"M-mau apa kau?" Ucap sang pemimpin dengan ketakutan


"Aku mau tanya, siapa yang menyuruhmu untuk membunuhku?" Tanya Hendrick dengan senyum ramah


"A-aku tidak akan memberitahumu" ucap sang pemimpin sembari memalingkan muka agar tidak bertatapan mata dengan Hendrick


"Yakin?..." Tanya Hendrick yang sekarang senyumnya digantikan dengan seringai menyeramkan


"Ya, aku tidak akan berkhianat pada tuanku" ucap sang pemimpin yang masih saja memalingkan kepalanya jadi dia tidak melihat seringai menyeramkan dari wajah Hendrick


"Baiklah kalau begitu" ucap Hendrick dengan santai


"Benarka- Arg" belum sempat dia menyelesaikan ucapannya dia terlebih dahulu berteriak kesakitan karena belati yang terbuat dari tanah menancap di pahanya


"Ini adalah hadiah dariku untukmu" ucap Hendrick sembari menancapkan lagi belatinya pada paha satu lagi yang membaut dia kembali berteriak kesakita


"Apa kau masih tidak ingin memberitahu?" Tanya Hendrick yang masih memegang belati tanah nya


"Ya, aku pasti tidak akan berkhianat pada tuanku, dari pada menyiksaku mending biarkan saja aku mati" ucap sang pemimpin dengan mata yang sudah berderai air mata karena kesakita


"Kau masih keras kepala rupanya, aku akan memberikanmu hadiah lagi" ucap Hendrick yang langsung saja memotong jari kelingking sang pemimpin


Dia terus memotong berurutan sampai jari di satu tangan sang pemimpin habis diiringi dengan teriakan menywkitkan sang pemimpin yang tidak pernah berhenti


"Jadi, apa kau masih mempertahankan kesetiaanmu sekarang?" Tanya Hendrick dengan santai


"Tidak-tidak, aku akan memberitahumu seorang tapi dengan satu syarat" ucap sang pemimpin dengan putus asa


"Hoo... Kau masih tidak tahu posisimu ya dan masih menginginkan syarat dariku?" Ucap Hendrick dengan senyum iblisnya


"Kau harus mengabulkan satu syarat ku ini, atau bilapun aku di siksa sampai mati kau tidak akan mendapatkan informasi apapun dariku" ucap sang pemimpin dengan tegas

__ADS_1


"Hah... Baiklah, katakan apa syaratmu?" Tanya Hendrick yang menghilangkan kembali belati yang di pegangnya


"Setelah mengatakan ini, kau harus melepaskanku dan membiarkanku hidup" ucap sang pemimpin


Hendrick yang mendengar ucapan sang pemimpin terlihat berpikir sebentar dan beberapa menit kemudian dia mengangguk dan kembali melihat pada sang pemimpin


"Baiklah aku akan melepaskanmu nanti, tapi kau harus mengatakannya sekarang" ucap Hendrick dengan seringai menyeramkan


Sang pemimpin yang mendengar itu mengangguk senang, dia tidak tau saja bahwa perkataan Hendrick ada yang kurang


"Orang yang menyuruhku untuk membunuhmu adalah Andreas winkston, dia menyuruhku membunuhmu karena merusak satu satunya barang berharga yang dia miliki" ucap sang pemimpin dengan wajah ragu


Hendrick yang mendengar itu seketika berpikir keras, dia merasa pernah mendengar marga winkston dulu


Tiba tiba dia teringat tentang marga Lidya dan seketika terlonjak kaget, dia tidak menyangka orang yang memburunya adalah ayahnya Lidya


'jadi benar Lidya adalah mata mata ayahnya?' batin Hendrick merasa kecewa dengan Lidya


"Tapi apa yang kau maksud dengan merusak barang itu?" Tanya Hendrick dengan penasaran, dia perasaan tidak pernah merusak barang seseorang


"Hah... Apa kau tidak tahu, wanita yang kau perkosa adalah barang yang dimaksud" ucap sang pemimpin dengan wajah heran


"Hah... Maksudmu Lidya?... Tapi dia kan manusia?..." Tanya Hendrick merasa kaget dengan perkataan sang pemimpin


"Aku tidak tahu detailnya, tetapi kata atasanku aku harus membunuhmu karena merusak barang berharga yang akan dijual, dan itu adalah Lidya yang kau maksud" ucap sang pemimpin dengan yakin


"Tidak bisa dipercaya, Lidya kan manusia" ucap Hendrick dengan wajah tidak percaya


"Dan aku pernah mendengar desas desus dari temanku bahwa sebelum Lidya di perkosa olehmu dia akan dinikahkan pada orang berkuasa, dan karena perbuatanmu itu tidak terjadi" ucap sang pemimpin


"Dan ada satu lagi desas desusnya, aku mendengar bahwa Lidya sebenarnya adalah anak kandung tuanku, tapi dia tidak mengakuinya dan menganggapnya sebagai barang dagangan untuk meningkatkan pengaruhnya di dunia" ucap sang pemimpin dengan wajah ngeri


"Hah... Tambah pusing aku lama lama, jadi sekarang Lidya berada di mana?" Tanya Hendrick mencoba mencari tahu ansumsinya itu benar atau tidak


"Kami juga tidak tahu, setelah dia mengetahui bahwa dirinya hami, dia langsung kabur dari mansion dan tidak pernah kembali lagi" ucap sang pemimpin


Hendrick hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja, berarti asumsinya benar bahwa Lidya memilih kabur untuk membesarkan bayi Hendrick dan lidya


Dan kalau Lidya tinggal diam di mansion ayahnya, bayi yang ada di kandungannya pasti akan di gugurkan dengan paksa oleh ayahnya


Hendrick merasa lega karena mengetahui Lidya bukan mata mata dan dia merasa hatinya menghangat ketika mendengar Lidya rela di kejar kejar seperti buronan oleh ayahnya demi melindungi bayi mereka


'aku pasti akan melindungimu dan anak kita'

__ADS_1


jangan lupa tekan tombol like ya!


__ADS_2