Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
berangkat


__ADS_3

Tak terasa hari dengan cepat berlalu dan 12 hari telah berlalu, tidak ada kejadian istimewa selama 12 hari ini


Hendrick hanya berdiam di rumah dan menemani Lidya tapi dia juga sesekali menyerap mana stone untuk meningkatkan ranahnya


Sekarang Hendrick berada di ranah pemadatan mana Lv8, sebentar lagi akan menembus pranah pemadatan mana Lv9


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan Hendrick tengah bersiap siap untuk pergi ke kota cakrawala untuk mengikuti pelelangan


Pelelangan nya sih di mulai besok sekitar jam 6 sore, tapi Hendrick memilih berangkat sekarang agar hemat waktu


"S-sayang apa kamu sudah selesai bersiap?" Tanya Lidya dengan tergagap di depan pintu


Hendrick yang mendengar panggilan Lidya menjadi senang, dalam beberapa hari ini mereka selalu bersama jadi mereka sudah lebih dekat


Bahkan Hendrick meminta Lidya untuk memanggilnya dengan sebutan sayang dan tidak menggunakan namanya lagi


"Ya aku sudah selesai, aku akan keluar sekarang" ucap Hendrick yang langsung saja keluar dari kamarnya


Di luar kamar Hendrick melihat Lidya yang tengah berdiri menghadap pintu sedang menunggunya


"Apa kamu benar benar akan pergi?" Tanya Lidya dengan wajah tak rela


"Iya, aku harus ke luar kota untuk urusan pekerjaan" ucap Hendrick sembari tersenyum lembut


Hendrick memberi alasan kepada keluarganya bahwa dia ada pekerjaan di luar kota, jadi dia bisa lebih mudah pergi ke sana sendirian


"Yasudah, kamu hati hati ya" ucap Lidya dengan senyum lembut


"Yasudah, aku berangkat dulu ya, sampai jumpa" ucap Hendrick sembari mengecup singkat bibir dan kening Lidya


Setelah berpamitan kepada Lidya Hendrick juga berpamitan kepada ibu dan juga adikny, dia akan membawa Andre dan Darwin ke kota cakrawala


Sedangkan untuk Linda sendiri, Hendrick memilih membiarkannya tetap di sini dan menyuruhnya untuk melindungi keluarganya bisa terjadi sesuatu


Hendrick langsung saja melesat pergi menggunakan taxi menuju ke apartnya terlebih dahulu


Dirinya dan teman temannya sudah sepakat akan berkumpul di apartnya dan akan berangkat bersama menggunakan mobil SUV dengan 6 kursi


Sampai di lanatai bawah apart, Hendrick langsung saja berjalan menuju ke apart miliknya dengan diikuti oleh kedua bawahannya


Sampai di sana dia langsung saja membukanya dan melihat sudah ada Rendi dan vino di sana


Dia beberapa hari yang lalu juga memberikan kartu akses apartnya kepada kedua sahabatnya agar mereka bisa masuk dengan mudah

__ADS_1


"Siapa mereka Rick?" Tanya Rendi setelah matanya melihat ke dua laki laki di belakang Hendrick


"Mereka pengawalku Andre dan Darwin" ucap Hendrick memperkenalkan mereka


"Perkenalkan saya Andre tuan"


"Perkenalkan saya Darwin tuan"


"Ya, salam kenal juga, gua Rendi dan di belakang gua namanya vino" ucap Rendi yang diangguki oleh Andre dan Darwin


"Jadi kita berangkat sekarang nih Rick?" Tanya Rendi dengan semangat


"Ya, kita berangkat sekarang saja, dan jika dugaanku benar kita akan sampai di kota cakrawala sekitaran jam 3 sore" ucap Hendrick sembari menganggukkan kepalanya


"Lo bawa mobilnya kan Vin?" Tanya Hendrick sembari memandang ke arah vino


"Amanlah, kita bisa berangkat kapan saja" ucap vino dengan santai


"Kalau begitu kita berangkat sekarang saja" ucap Hendrick yang diangguki oleh mereka


Merekapun berangkat menggunakan mobil SUV milik vino, dengan Rendi yang menjadi supir


Rendi tadinya mengeluh dan tidak ingin menjadi sopir tapi dia akhirnya menyerah setelah rengekannya tidak di dengarkan


Mereka sangat terkagum kagum dengan teknologi yang diberitahukan oleh Hendrick, bahakn Hendrick juga membelikan mereka masing masih 1 handphone


Perjalanan mereka berjalan mulus dengan beberapa kali berhenti untuk beristirahat, untung saja tidak ada yang menghadang mereka di tengah perjalanan


Hendrickpun bingung kenapa Andreas, alias ayah mertua juga musuhnya tidak mengirimkan seorang pembunuh kepadanya lagi


Biasanya sangat sering dia didatangi pembunuh yang dikirim oleh Andreas, tetapi sudah 12 hari dan tenang tenang saja


Hendrick menjadi gelisah dengan ketenangan ini, ini seperti pepatah, tenang sebelum badai datang


Yah Hendrick tidak terlalu mempedulikannya sih, dia hanya harus terus memperkuat dirinya dan membalaskan dendam ayahnya


Tapi dia tidak tahu apakah Lidya akan melarangnya jika dia membunuh ayahnya, tapi itu urusan nanti dan sekarang dia harus fokus pada pelelangan saja


Mereka sampai di pinggiran kota cakrawala tepat jam setengah 3 sore, mereka tidak menghentikan mobilnya dan terus melaju mencari hotel untuk mereka tinggali


Sampai di salah satu hotel menengah, mereka menghentikan mobilnya dan memilih menginap di hotel itu saja


"Halo kak, ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis sesaat setelah Hendrick Sampai di sana

__ADS_1


"Saya mau meyewa lima kamar apa masih ada" tanya Hendrick dengan ramah


"Baik kak, mohon tunggu sebentar saya akan cek terlebih dahulu" ucap resepsionis dengan senyum ramah


Hendrick hanya mengangguk dan menunggu di sana, sedangkan ke 4 lainnya berada tidak jauh dari posisi Hendrick


Setelah beberapa menit kemudian resepsionis itu berkata bahwa masih ada 5 kamar lagi dan Hendrick menyewa untuk 5 hari ke depan saja


Setelah membayar Hendrick langsung mendapatkan kuncinya dan berjalan ke arah 4 orang yang terlihat kelelahan itu


"Kalian nampak lelah ya?... Baru juga sebentar di dalam mobil" ucap Hendrick dengan tersenyum


Rendi hanya mendengus mendengar ucapan Hendrick sedangkan sisanya tidak terlalu mendengarkan


"Ini kunci kalian, kalau begitu aku ke kamar terlebih dahulu" ucap Hendrick setelah memberikan kuncinya kepada mereka


Hendrick langsung berjalan menjauh dari sana dan mereka ber 4 pun mengikuti di belakang karena kamar mereka yang berdekatan


"Kalau begitu selamat beristirahat" ucap Hendrick kepada mereka sesudah sampai di depan kamarnya


Setelah mengatakan itu dia langsung membuka kamarnya dan meliaht bahwa kamar itu lumayan luas


Walaupun tidak seluas kamar yang ada di apart dan di rumahnya, tapi ini sudah cukup untuknya sendiri


Hendrick langsung saja merebahkan dirinya setelah menyimpan semua barang bawaannya, saat dia akan memejamkan mata handpone nya berdering yang membuatnya terganggu


Dia langsung saja mengangkatnya dan ternyata itu adalah Lidya


"Halo sayang, apa kamu sudah sampai?" Tanya Lidya di sebrang telpon


"Aku baru saja Sampai dan juga baru mau istirahat" jawab Hendrick sembari berbaring dan menutup matanya


"Oh maaf, apa aku mengganggumu?" Tanya Lidya merasa bersalah


"Tidak kok, emang ada apa kamu sampai meneleponku?" Tanya Hendrick dengan tersenyum


"Tidak ada, aku hanya ingin tahu kondisimu, kalau begitu aku tutup dulu ya telponnya agar kamu bisa istiraha, sampai jumpa" ucap Lidya dengan tersenyum


"Ya, sampai jumla lagi" ucap Hendrick yang langsung saja membuat sambungan telpon mereka terputus


"Aku akan beristirahat terlebih dahulu saja, walaupun tidak terlalu lelah" ucap Hendrick yang peelahan lahan menutup matanya dan terlelap dalam tidurnya


jangan lupa tekan tombol like ya!

__ADS_1


__ADS_2