Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
gua tempat eksperimen


__ADS_3

Hendrick yang sudah berdiri di depan gua menunggu Cassandra yang sedari tadi sedang meneliti dengan melihat seksama ke dalam gua itu


"Apakah sudah selesai?" Tanya Hendrick ketika melihat Cassandra berbalik badan dan menatapnya


"Sudah aku periksa tuan, aku yakin kalau energi kematian itu berada di dalam gua ini" ucap Cassandra dengan mengangguk yakin


"Kalau begitu ayo kita masuk dan periksa ada apa sebenarnya di dalam gua itu" ucap Hendrick seraya berjalan maju


Cassandra yang melihat dirinya akan ditinggalkan oleh Hendrick langsung saja bergegas dan langsung duduk kembali di atas kepala Hendrick


"Apa kau tidak bisa berjalan sendiri sehingga selalu duduk di atas kepalaku?" Tanya Hendrick dengan jengah


"Kalau saya berjalan sendiri saya pasti akan tertinggal olehmu tuan" ucap Cassandra dengan santai


"Hah baiklah, terserah kau saja" ucap Hendrick tidak terlalu mempedulikan hal itu


Eh tapi ular itu merayap atau berjalan ya, karena kan ular itu tidak punya kaki?...


Hendrick terus saja berjalan maju dengan hati hati karena di dalam gua itu sangat gelap sehingga tidak terlihat apapun


Dia juga berjalan dengan meraba raba sekita dengan tangannya sehingga perjalanan ini akan memakan banyak waktu


Di saat Hendrick sudah berjalan sedikit lebih dalam ke gua itu tiba tiba saja dia bisa mendengar suara rintihan dari dalam


Hendrick yang mendengar suara rintihan itu langsung saja mengerutkan kening dengan bingung


'apakah ada orang yang sedang menyiksa di sini' batin Hendrick bertanya tanya


Tanpa mempedulikan pikirannya lagi Hendrick langsung berjalan kembali dan terus berjalan hingga terlihat seberkas cahaya di depannya


Di perjalanannya juga suara rintihan itu semakin keras, dia yakin bahwa suara rintihan ini adalah suara manusia yang sedang ke sakitan


Saat Hendrick hampir sampai di area yang diterangi cahaya Hendrick memilih bersembunyi di belakang salah satu batu


Karena dirinya tidak tahu apakah di depan sana ada musuh atau tidak jadi Hendrick memilih bersembunyi dan mengintainya terlebih dahulu


Hendrick mengintip sedikit dari belakang batu itu dan melihat bahwa di sana terdapat banyak penjara yang di dalamnya terdapat berbagai makhluk hidup


Hendrick melihat ke semua penjara dan menemukan beberapa manusia di dalamnya, ada beberapa hewan buas juga seperti serigala, harimau dan lainnya, tapi kondisi semua hewan itu sudah sekarat


Hendrick juga melihat ada beberapa hewan biasa seperti kuda, sapi dan lainnya dan kondisi mereka juga sama dengan hewan lainnya


Setelah melihat sekeliling dan tidak menemukan manusia di manapun Hendrick langsung saja keluar dari tempat persembunyiannya dan masuk ke area itu agar dirinya bisa melihat lebih jelas


Saat sudah masuk ke area itu Hendrick bisa melihat lebih jelas lagi daripada tadi, dia menghitung jumlah penjara dan semuanya sekitar 40 sampai 50 an


Errr


Saat Hendrick sedang fokus menghitung dirinya bisa mendengar kembali geraman di arah timur


Hendrick langsung saja memalingkan wajahnya dan melihat ke arah timur tempat geraman itu terdengar


Saat pertama kali melihat Hendrick kaget setengah mati, dia melihat manusia setengah hewan sedang di rantai di sana


"Apakah itu manusia setengah hewan?" Tanya Hendrick dengan heran


Mendengar manusia setengah hewan kalian pasti berpikir itu adalah seorang one-san bertelinga kucing dan bertubuh sexy kan?...


Tapi itu salah, manusia hewan ini memiliki tubuh manusia dan berkepala kuda tetapi di kepalanya terdapat tanduk banteng


Tangannya adalah tangan manusia tetapi kakinya adalah kaki kuda, dia juga memiliki ekor yang panjang di belakangnya


Hendrick tidak tahu makhluk apakah itu, tetapi yang bisa dipastikan bahwa makhluk itu adalah hasil eksperimen dari menggabungkan beberapa hewan dan manusia


Hendrick yang melihat kekejian ini menjadi geram, dia tidak menyangka akan ada manusia yang dengan teganya bereksperimen menggunakan sesama jenisnya


Walaupun dirinya sudah pernah membunuh puluhan manusia di masa lalu, tapi dia tidak akan sekeji ini dengan menggunakan nyawa manusia sebagai bahan eksperimen

__ADS_1


"Tuan lihat ke arah belakang" ucap Casandra dengan memaksa


Hendrick yang mendengar ucapan Cassandra langsung saja melihat ke belakang dan melihat hal yang lebih keji lagi


Banyak potongan potongan tubuh manusia yang di tumpuk di beberapa meter dari tempatnya berada sekarang


Hendrick sedikit mual melihat itu, apalagi ada beberapa organ dalam yang di tumpuk di sana juga


"Ugh... Aku akan membebaskan semua yang terkurung di sini" ucap Hendrick dengan yakin


Tapi saat dia hendak melangkah ke arah salah satu kurungan yang di dalamnya terdapat manusia yang sekarat


Tiba tiba dia mendengar suara langkah kaki yang membuatnya mengurungkan niat itu dan kembali bersembunyi di salah satu batu


"Apa kau sudah menyelesaikan eksperimennya?" Tanya sebuah suara yang terdengar seperti pria paruh baya


"Eksperimen kali ini tidak begitu bagus tuan" ucap suara satu lagi yang sepertinya usianya sudah lumayan tua


"Kau harus menyelesaikan eksperimen ini dalam waktu 1 bulan lagi karena ini akan sangat dibutuhkan" ucap pria paruh baya itu


"Baiklah tuan, saya akan mengusahakannya" ucap kakek tua


Hendrick mengintip sedikit dari balik batu dan bisa melihat bahwa kedua orang yang berbicara adalah seorang pria paruh baya


Yang satunya memakai jas berwarna putih yang sepertinya adalah penanggung jawab dalam eksperimen ini


Dan satunya lagi adalah seorang pria paruh baya dengan luka bakar yang mengerikan di sebelah wajahnya


Tapi saat Hendrick melihat sekilas pada pria paruh baya yang memiliki luka bakar itu, instingnya merasakan perasaan bebahaya yang membuat Hendrick bersembunyi kembali dengan cepat


"Sialan, pria dengan bekas luka itu sangat kuat" gumam Hendrick dengan ngeri


Dia harus kabur dari sini terlebih dahulu untuk menyelamatkan dirinya, bila dirinya ketahuan berada di sini bisa dipastikan kalau dirinya akan mati


Hendrick langsung saja berjalan mengendap endap ke arah pintu keluar yang jaraknya sangat jauh jadi dia harus kestra berhati hati


Sangat sial bagi Hendrick karenan dirinya tidak sengaja menginjak sebuah ranting yang membuatnya mengutuk keras


"Ada semut yang menguping rupanya" ucap sebuah suara yang tiba tiba saja terdengar dari arah belakangnya


Saat Hendrick hendak berbalik dia merasakan bahaya di arah belakangnya dan dengan reflek memasang perisai dengan energi mananya


Hendrick terkena tendangan tepat di area dirinya memasang perisa dan membaut dirinya terhempas lumayan jauh dari sana


"Uhuk... Sialan dia sangat kuat" ucap hendrick setelah dirinya batuk darah


"Oh... Kau lumayan kuat sehingga bisa selamat dari tendangan ku" ucap suara itu yang terdengar kembaki


Hendrick langsung saja mendongak ke arah suara itu berasal dan suara itu ternyata berasal dari pria paruh baya dengan luak bakar di wajahnya


"Sialan, aku hanya mengintip sedikit, kenapa kau harus menentangku sangat keras" ucap Hendrick dengan kesal


Dia melihat kebelakang dan ternyata dia berada di lorong tepat menuju jalan keluar, dirinya hanya perlu berlari lurus dan akan sampai di jalan keluar


"Karena kau sudah mengetahui rahasia ini kau harus mati" ucap pria luka bakar itu sembari mengeluarkan pedangnya


"Sialan, kalau begitu ayo kita bertarung dan lihat siapa yang akan mati" ucap hendrick dengan berani


"Ho... Kau sangat berani, karena kau sangat yakin bisa mengalahkan ku maka akan ku berikan kau satu kesempatan untuk menyerangku" ucap pria luka bakar itu dengan arogan


"Baiklah, kau harus siap" ucap Hendrick dengan memasang ancang ancang


"Baiklah, kau bisa menyerang dimanapun" ucap pria luka bakar itu


Hendrick langsung saja mengancang ancang terlihat akan menyerang, tapi saat Hendrick melihat pria luka bakar itu lengah dirinya langsung berbalik badan dan berlari dari sana dengan cepat


Pria luka bakar yang melihat apa yang Hendrick lakukan menjadi terbengong, hingga beberapa detik kemudian wajahnya menjadi merah akrena marah

__ADS_1


"Sialan kau bocah, aku pasti akan membuatmu menbaya dengan kematian yang menyakitkan" ucap pria luka bakar itu dengan marah


Pria luka bakar itu langsung saja berlari dengan cepat untuk menyusul Hendrick yang sudah lumayan jauh darinya


"Berhenti kau bocah, aku pasti akan membunuhmu karena membuatku malu" ucap pria luka bakar itu dengan berteriak


"Apa kau gila, lebih baik aku lari daripada harus melawanmu yang bisa dipastikan aku yang akan kalah" ucap Hendrick dengan kesal


Pria luka bakar itu yang mendengar perkataan Hendrick menjadi lebih marah, dirinya langsung memasukkan mana ke kakinya untuk mempercepat langkahnya itu


Pria luka bakar itu semakin cepat hingga jarak di antara mereka makin mendekat


Hendrick yang melihat itu langsung saja mencoba menghentikan lari pria luka bakar itu dengan menembakkan beberapa bola api tetapi berhasil di tangkis oleh pria itu


Tidak punya pilihan lain Hendrick terus saja berlari dan berlari untuk sampai di pintu keluar gua dengan sesekali menembakkan bola api


Di saat pintu keluar hampir terlihat Hendrick merasakan perasaan bahaya di belakangnya yang membuat Hendrick dengan refleks membuat pelindung dari mana kembali


Tetapi dirnya kurang cepat dan terkena tendangan tepat di punggungany yang membuat dirinya terpental hingga keluar dari gua itu


"Arg... Sialan, aku pasti akan membalas ini" ucap Hendrick dengan marah setelah merasakan rasa sakit karena di tendang dari belakang


"Tapi bagaimana aku bisa keluar dari jurang ini" ucap Hendrick dengan wajah pucat


"Apa kau sudah selesai melarikan dirinya bocah" ucap pria bekas luka itu sembari berjalan dengan santai keluar dari gua


Hendrick yang melihat pria bekas luka itu keluar dari gua langsung saja bersiap untuk bertarung dengan mengeluarkan pedangnya


Tapi sebelum Hendrick bisa mengeluarkan pedangnya tiba tiba pria luka bakar itu sudah berada di sisinya dan langsung menebaskan pedang yang di genggamnya sampai membaut lengan kiri Hendrick putus


Hendrick yang merasakan rasa sakit di tangan kirinya langsung saja melompat menjauh dari pria luka bakar itu


Saat sudah mendarat dengan sempurna dia mengalihkan perhatiannya ke arah lenagn kirinya yang terasa sakit dan melihat bahwa lengan kirinya sudah tidak ada


"Arg... Sialan kau... Sakit sekali bangsat" ucap Hendrick dengan memaki maki


"Itu baru permulaan, aku akan menyiksamu terlebih dahulu sebelum memenggal kepalamu" ucap pria luka bakar itu dengan seringai kejam


Setelah mengucapkan itu pria luka bakar langsung menghilang dari tempatnya yang membuat Hendrick kembali waspada walaupun dirinya merasakan sakit di tangan kirinya


Saat di sedang waspada dia bisa merasakan perasaan bahaya dari sebelah kanannya, Hendrick langsung saja membuat mana Shield di tangan kanannya untuk menahan serangan itu


Brug


Serangan itu berhasil di tahan oleh Hendrick dengan dirinya mundur ke belakang beberapa langkah


"Kau lumayan kuat bocah, sayang sekali kalau kau mati di sini, lebih baik kau kujadikan bahan eksperimen di gua ini" ucap pria luka bakar dengan dengan menyeringai kejam


"Cuih... Aku tidak Sudi, lebih baik aku mati daripada menjadi bahan eksperimen biadabmu" ucap Hendrick dengan meludah ke samping


Hendrick melihat ke belakang dan menemukan bahwa dirinya sudah berdiri di ujung jurang


'maafkan aku Lidya karena aku harus meninggalkan kamu dan anak kita sendirian' batin Hendrick


'ibu, Angel, aku juga minta maaf karena meninggalkan kalian' batin hendrick dengan sedih


Hendrick melihat lagi ke depan dan menatap tajam ke arah pria luka bakar itu


"Apa yang akan kau lakukan bocah" ucap pria luka bakar itu dengan waspada


Hendrick hanya tersenyum dan mengarahkan jari tengahnya kepada pria luka bakar itu dan berkata


"**** bajingan" ucap Hendrick dengan tersenyum remeh


"Bajingan, kau benar benar ingin mati" ucap pria luka bakar itu yang langsung menghilang dari tepatnya


Setelah berkata seperti itu Hendrick langsung saja melompat ke belakang dan terjun ke bawah jurang dengan menutup matanya

__ADS_1


jangan lupa tekan tombol like nya ya!


__ADS_2