Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
menceritakan


__ADS_3

Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi, Hendrick akhirnya keluar dengan menggunakan jubah mandi


Di dalam kamar itu sudah ada juga kedua bawahannya, Andrew dan Darwin yang sedang duduk di sofa


Saat mereka melihat Hendrick kedua bawahannya itu langsung menghampirinya dengan wajah khawatir


Andrew yang cerewet itu lebih banyak memberi pertanyaan kepadanya yang membuat dirinya pusing


Di menghentikan mereka berdua dan menyuruh mereka untuk duduk kembali di tempat tadi mereka duduk


Hendrick juga duduk di salah satu sofa dan menatap ke Semua orang yang ada di dalam ruangan itu


Setelah menatap mereka selam beberapa detik, hendrickpun langsung saja menceritakan kejadian yang menimpanya


Dari menemukan gua yang berada di tebing jurang, dan menemukan bahwa gua itu adalah tempat eksperimen tidak manusiawi


Dan juga menceritakan dirinya yang jatuh ke dalam jurang itu, Hendrick tidak menceritakan tentang lengannya yang putus dan pertemuannya dengan senior Thomson


Hendrick merasa hal itu tidak perlu diceritakan karena tidak penting


Setelah mendengar cerita Hendrick wajah mereka berubah menjadi serius, ada juga yang tercengan mendengar cerita Hendrick itu


"Jadi di belakang gunung cakrawala itu terdapat jurang, dan ada gua tempat eksperimen di dalam jurang itu, begitu?" Tanya vino dengan memasang wajah serius


"Ya kau benar, aku juga sempat terkejut melihat adanya gua itu di sana, tapi yang membuatku terkejut adalah eksperimen yang dilakukan di dalam gua itu" ucap Hendrick dengan wajah serius


"Terus kita harus bagaimana sekarang, aku sudah geram sekali saat mendengar jika ada orang yang mempermainkan hidup manusia" ucap Rendi dengan geram


Rendi menatap ke arah Hendrick dan berkata "Meskipun gua bukan orang suci, gua juga gak pernah tuh berbuat seperti itu kepada orang tidak bersalah"


"Palingan ya, gua cuma menyiksa orang yang berani berbuat jahat kepada orang terdekat gua saja" ucap Rendi lagi


Suasana pun hening sesaat setelah Rendi berkata, Hendrick juga bingung harus bagaimana sekarang


Hendrick menatap ke semua orang dan berkata "kita tidak bisa berbuat apa apa sekarang karena gua itu dilindungi oleh seorang penyihir yang kuat"


"Sekiranya kekuatannya berada di ranah master" ucap Hendrick yang membuat mereka tidak bisa berkata kata


Melihat tidak ada yang berbicara Hendrick kembali berkata "lebih baik sekarang kita fokus untuk menaikkan ranah kita terlebih dahulu"


"Jika kita menyerang gua itu dan mencoba membebaskan tahanan di sana, kita hanya akan mengalami kegagalan dan mati konyol" ucap Hendrick dengan menatap serius semua orang


Mendengar ucapan Hendrick sontak saja mereka mengepalkan tangan mereka dengan erat

__ADS_1


Mereka merasa sangat lemah sekarang, jika saja mereka lebih kuat, pasti mereka bisa membebaskan orang tidak bersalah yang menjadi objek eksperimen para orang gila itu


"Hah... Baiklah, sudahkanlah percakapan yang berat ini" ucap vino dengan menghela nafas


"Oh ya Rick, keluarga Lo nelponin kita mulu karena hp Lo gak bisa dihubungi, kita terpaksa berbohong kepada mereka bahwa Lo masih sibuk" ucap vino


"Hah... Barang barang gua ilang semua saat gua jatuh ke jurang" ucap Hendrick dengan menghela nafas


"Semua barang Lo?... Lo mau minjem ponsel gua dulu untuk menelpon mereka gak?" Tanya vino sembari memberikan telponnya


"Boleh, aku pinjam ponsel mu terlebih dahulu" ucap Hendrick sembari menerima ponsel vino


"Yasudah kalau begitu kita akan ke bawah terlebih dahulu untuk makan" ucap vino dan merekapun keluar dari kamar itu


Hendrick yang melihat mereka keluar hanya menganggukkan kepalanya saja dan langsung mengalihkan perhatiannya kepada ponsel kembali


Mengecek riwayat panggilan dari ponsel vino, ternyata sudah ada 6 panggilan yang masuk dari suatu nomor


Hendrick melihat dengan jeli no itu untuk mencari tahu siapa yang selalu menelpon vino untuk menanyai kabar tentangnya


Setelah di cek ternyata itu adalah nomor Mili lidya, Hendrick langsung saja menelpon no itu


Setelah beberapa saat berdering telpon pun di angkat dan terdengar suara dari sebrang telpon


"Halo Lidya, ini aku" ucap hendrick sembari tersenyum


"Apakah ini benar benar kamu?... Kamu kemana aja selama 6 hari ini sampai gak bisa dihubungi?" Tanya Lidya dengan khawatir


Mendengar nada bicara Lidya yang khawatir membuat Hendrick merasa hangat di hatinya


"Maaf, aku sangat sibuk 6 hari ini, dan juga telponku hilang jadi aku tidak bisa menghubungimu" ucap Hendrick dengan masih tersenyum lembut


"Baguslah kalau kamu tidak apa apa, aku, ibu dan Angel sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepadamu" ucap Lidya masih sedikit khawatir


"Tenang saja, aku baik baik saja di sini dan tidak ada yang terjadi" ucap Hendrick sedikit berbohong


"Oh ya?... Kata Rendi kamu di sana sudah menggoda beberapa wanita" ucap Lidya dengan nada sedikit marah


Hendrick yang mendengar itu sontak saja tercengang, 'sialan kau Rendi, kenapa kau mengadukan hal hal yang tidak kulakukan kepada lidya' batin Hendrick berteriak dengan marah


"T-tidaklah, mana berani aku menggoda wanita lain, aku sudah ada kamu kan, jadi aku tidak akan tergoda dengan wanita lain lagi" ucap Hendrick dengan sedikit gugup


"Tapi kata Rendi, kamu juga mengobrol dengan 2 wanita di satu ruangan, apa yang kalian bicarakan?" Tanya Lidya dengan menyelidik

__ADS_1


"K-kita hanya mengobrol biasa saja, tidak terjadi sesuatu di dalam ruangan itu" ucap Hendrick mencoba meyakinkan Lidya


"Oh ya?..."


"Iya, aku tidak akan berbohong kepadamu sayang" ucap Hendrick dengan nada menggoda


"Baiklah aku akan percaya kepadamu untuk saat ini" ucap Lidya


"Kamu kapan pulang ke sini?" Tanya Lidya


"Hm... Kalau gak ada kesibukan lagi, aku sudah bisa pulang besok" ucap Hendrick sembari memegang dagunya


"Baguslah kalau begitu, kamu harus hati hati di sana ya" ucap Lidya


"Baiklah sayang, apa kamu dan bayi kita baik baik saja?" Tanya Hendrick mengubah topik pembicaraan


"Aku dan bayi kita baik baik saja" ucap Lidya dengan tersenyum lembut


"Baguslah, oh ya kita belum memikirkan nama untuk anak kita nanti ya, menurutmu nama yang bagus untuk anak kita nanti apa?" Tanya Hendrick dengan tersenyum


"Itu masih lama loh, ini juga baru mau memasuki dua bulan" ucap Lidya


"Yah kita kan harus memikirkannya di jauh hari agar nanti kita tinggal memberinya nama" ucap Hendrick


"Terus, menurut kamu apa nama yang cocok untuk anak kita?" Tanya Lidya kembali


"Tidak kepikiran olehku sih" ucap Hendrick dengan tersenyum


"Kamu bisa pikirkan terlebih dahulu saja, telponnya aku tutup ya, ibu lagi manggil" ucap Lidya


"Yasudah, matikan saja" balas Hendrick


Sambungan telpon merekapun berakhir dan Hendrick langsung menyimpan ponsel itu di meja


Dia beralih ke atas kasur dan berbaring di sana


"Uh... Sudah lama aku tidak menikmati empuknya kasur" ucap Hendrick dengan menutup matanya


"Aku juga lapar sih karena tidak makan selama beberapa hari, lebih baik aku ke bawah untuk makan terlebih dahulu" ucap Hendrick seraya bangkit dari tidurannya


Hendrick pun memakai baju milik vino untuk turun ke bawah, untung saja baju itu muat di tubuhnya


jangan lupa tekan tombol likenya ya!

__ADS_1


__ADS_2