
Sekarang Hendrick sedang dalam perjalanan menuju ke tempat reruntuhan perpustakaan kuno itu berada
Tadi sesudah sarapan pagi yang canggung dengan para prajuritnya, Hendrick langsung berangkat menuju ke reruntuhan ini
Ke 3 prajuritnya pun mengikutinya di belakang, Hendrick tadi meminta mer ka untuk menemaninya dan mereka dengan senang hati mengiyakan
Sampai di san terlihat puing puing bangunan yang sangat besar di mana mana, Hendrick melihatnya sekilas saja sudah tahu bahwa perpustakaan ini dulunya sangat besar dan megah
"Kalian bisa berpencar dan mencari buku yang tersisa di reruntuhan ini" ucap Hendrick yang diangguki oleh mereka
Setelah mereka bertiga pergi berpencar, Hendrick pun langsung maju dan mengangkat puing puing yang lumayan besar untuk mencari buku buku yang tersisa
Hendrick terus mengangkat dan mencari buku buku di bawah reruntuhan tapi tidak menemukan apapun
Hari menjelang siang dan Hendrick belum menemukan apapun, Hendrick sedikit kecewa dengan tidak adanya sedikitpun buku buku kuno yang tersisa
"Hah... Aku akan berkumpul dengan yang lainnya saja terlebih dahulu" sesudah mengatakannya Hendrick langsung beranjak dari sana dan berjalan menuju tempat awalh mereka berpisah
Sampai di sana, ke 3 prajuritnya sudah berdiri di sana jadi Hendrick mempercepat langkahnya, siapa tahu bawahannya mendapat sesuatu kan
"Apa kalian menemukan sesuatu?" Tanya Hendrick dengan antusias
"Maaf tuan, kami tidak menemukan apapun" ucap Linda dengan wajah bersalah
Hendrick yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, dia tidak menyangka bahwa dirinya tidak akan mendapatkan apapun di reruntuhan ini
"Tidak apa apa, ayo kita kembali terlebih dahulu" ucap Hendrick yang diangguki oleh mereka
Tapi saat Hendrick hendak berbalik badan, tak sengaja sudut matanya melihat ujung kertas berwarna agak kuning yang tertimpa batu lumayan besar di depannya
Dengan antusias Hendrick langsung mendekatinya dan hendak mengangkat batu besar itu, sedangkan ketiga orang di belakangnya bingung dengan Hendrick yang tiba tiba berbalik dan mereka mengikutinya
Hendrick langsung mengangkat batu besar itu dengan kedua tangan, walaupun lumayan berat tapi itu masih bisa diangkat oleh Hendrick karena kekuatannya sudah meningkat
Selesai mengangkat nya Hendrick menurunkan batu itu di sisinya, sedangkan tatapannya tidak bisa lepas dari kertas berwarna agak kekuningan yang berada di bawah batu
Hendrick langsung saja mengambilnya dan membolak balikkan kertas itu, tapi dia hanya menemukan beberapa kata saja yang membuatnya kecewa
Di tambah dengan kata kata yang tertera di kertas itu menggunakan bahasa negara I, yang menandakan itu bukan kertas kuno dari reruntuhan ini
"Hah... Sudah senang tapi malah menemukan samapah. Tapi bagaimana bisa ada yang bisa mencatat di kertas ini, sedangkan di sini tidak ada manusia sekalipun dan hanya ada binatang buas" ucap Hendrick dengan bingung
Tidak ingin terlalu banyak berpikir, Hendrick langsung saja memfokuskan matanya ke 2 kata yang tertera di kertas itu, tapi yang membuatnya bingung, kenapa tulisannya sedikit acak acakan
Seperti seseorang yang menulisnya sedang gemetar, tapi tidak mempedulikan itu Hendrick langsung saja membacanya
'ia datang'
Hendrick mengerutkan kening setelah membacanya, dia tidak terlalu paham dengan tulisan itu jadi dia memanggil bawahannya dan menanyakannya
"Apa yang dimaksud dalam kertas ini?" Tanya Hendrick setelah ke 3 bawahannya berada di depannya
Ketiga bawahannya langsung saja membaca tulisan itu dan sama sama mengerutkan kening, mereka juga lumayan bingung dengan arti dalam tulisan ini
"Ia datang" ucap Linda menggumamkan kata yang tertera di kertas itu
"Kata 'ia' berarti merujuk pada makhluk hidup kan?" Tanya Linda dengan wajah serius
"Ya kau benar, tapi jelasnya ini bukan manusia, bila dia manusia pasti menggunakan kosa kata 'dia' daripada 'ia' kan?" Ucap Darwin yang sama sama memasang wajah bingung
__ADS_1
Kata dia merujuk pada laki laki, wanita, merujuk pada manusia, sedangkan kata 'ia' merujuk pada makhluk hidup selain manusia, bisa saja harimau, beruang, burung atau hewan air sekalipun
"Bisa jadi hewan kan?" Tanya Andre dengan wajah bodohnya
Dia tidak mengerti kenapa tuan dan yang lainnya memikirkan kata yang tidak ada gunanya itu, tapi dia tetap menyahutnya
"Ya bisa jadi" ucap Linda dengan mengangguk anggukkan kepalanya
"Tapi kalau itu merujuk pada hewan, kenapa orang yang menulisnya tidak langsung menyebutkan hewan apa itu, tapi malah menggunakan kata 'ia' " tanya Hendrick yang sedari tadi diam
Lagi lagi tidak ada yang menjawab, mereka masih bingung dengan kosa kata 'ia' yang dimaksud orang yang menulis di kertas itu
"Ataukah yang menulis di kertas ini tidak tahu hewan apa itu?" Tanya Darwin dengan bingung
"Hewan darat atau udara apa yang tidak diketahui oleh manusia?" Tanya Hendrick dengan raut wajah tak terbaca
"Bisa jadi itu bukan hewan kan?" Tanya Andre dengan wajah yang mengesalkan, tadi dia yang berasumsi kalau itu hewan, sekarang malah dia kembali yang menyangkalnya
"Ya bisa jadi juga" ucap Linda yang masih tetap menyahuti walaupun kesal dengan andre
"Terus apa yang dimaksud?" Tanya Darwin yang masih saja bingung
"Bukan manusia, dan juga bukan hewan, makhluk apa itu?" Hendrick bertanya tanya dengan penasaran
Saat sedang fokus ke dalam pikirannya, Hendrick tanpa sadar mengalihkan pandangannya ke arah belakang dan menemukan sesuatu yang janggal di
Hendrick langsung saja berjalan dan mendekati pohon besar selebar 4 meter dan menjulang tinggi di belakangnya dan meneliti dengan cermat
Di tubuh pohon itu samar samar terlihat bekas cakaran yang hampir hilang, Hendrick langsung saja memanggil semua bawahannya
"Bekas cakaran apa ini?" Tanya Hendrick sembari memandang bekas cakaran itu
"Cakaran ini sangat besar, sekitaran 3 meter panjangnya" ucap linda, yang mencoba mengukur dengan kasar seberapa besar cakaran itu
"Beruang kah?... Atau harimau?..." Ucap Darwin mencoba menebak nebak
"Tidak, bukan keduanya, cakaran ini ada 5 garis, seperti tangan manusia?..." Ucap Linda sembari mengerutkan kening dengan bingung
"Bagaimana manusia bisa membuat bekas cakaran yang sangat panjang dan dalam ini, sedangkan sudah terlihat jelas pohon ini memiliki kekerasan yang keras, dan juga sangat tebal" ucap Hendrick sembari meraba raba pohon itu
Bahkan dia mencoba meninju pohon itu dengan sekuat tenaga, tapi tidak terlihat retakan bahkan bekas tinjuan sekalipun
"Linda, Coba pukul pohon itu dengan sekuat tenaga" ucap Hendrick sembari mengipas-ngipaskan tangannya yang mati rasa
"Baik tuan" ucap Linda yang langsung saja mengambil ancang ancang untuk memukul dengan sekuat tenaga
Duk
Setelah Linda memukul pohon itu sekuat tenaga, mereka tercengan dengan apa yang mereka lihat
Yang membuat mereka tercengang adalah pohon yang dipukul oleh Linda dengan kekuatan penuhnya hanya meninggalkan bekas yang kecil
"Pohon ini sangat keras tuan, bahkan tanganku sedikit mati rasa" ucap Linda dengan mengibaskan tangannya
"Terus bagaimana bisa makhluk itu membuat bekas cakaran yang sangat dalam bila pohon ini sangat keras?" Tanya Hendrick dengan mengerutkan kening, masih bingung dengan teka teki ini
Linda saja yang berada di ranah pembentukan inti Lv4 hanya bisa menggores sedikit saja, terus seberapa kuat makhluk yang membuat bekas cakaran ini?...
Berada di ranah master kah?... Atau lebih?... Atau bahkan mendekati dewa?... Dia tidak tahu mana yang benar, tapi yang pasti makhluk itu sangat kuat
__ADS_1
"Sudahlah, mending kita kembali terlebih dahulu" ucap Hendrick yang diangguki oleh mereka bertiga
'apa yang dimaksud -ia- oleh sang penulis di kertas itu ya' batin Hendrick yang masih saja kepikiran
'aku mempunyai firasat buruk tentang ini'
.
.
.
.
.
.
Sekarang Hendrick sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, di belakangnya ke 3 orang masih mengikutinya
Tadi pas Hendrick akan berangkat dia berbasa-basi menanyakan apakah ke 3 orang itu ingin ikut dengannya ke kota atau tidak
Dan langsung dijawab dengan anggukan antusias oleh ketiganya jadi Hendrick membawa saja mereka bersamanya
'apa aku suruh aja mereka buat tinggal di apart ya?... Sepertinya mereka bosan tinggal di tengah hutan' batin Hendrick
'oh ya sistem, villa di tengah hutan tidak akan kenapa kenapa kan?'
[Ding... Host bisa tenang, sistem sudah memasang formasi pelindung tingkat menengah di sekitarannya, hewan roh Lv5 ke bawah tidak akan bisa memasukinya]
Hendrick yang mendengar itu bernafas lega, untung saja ada formasi pelindung jika tidak hewan roh pasti akan masuk ke villanya dan mengacak acak isinya
"Oh ya, apa kalian sudah punya hp?" Tanya hendrick
"Apa itu hp tuan?" Tanya Andre dengan bingung
Hendrick yang mendengar pertanyaan itu menjadi tercengang, dia bengong beberapa detik hingga tersadar lagi
"Apa kalian tidak tahu hp?" Tanya Hendrick sekali lagi
"Tidak tahu tuan" ucap Andre dengan cepat
Hendrick yang mendengar itu langsung mengalihkan perhatiannya ke 2 orang yang lain, tapi mereka sama sama menggeleng dengan bingung
[Ding... Mereka pasti tidak tahu lah host, walaupun sistem memberi ingatan mereka tentang bahasa negara tempat host tinggal, tapi sistem tidak memberikan ingatan tentang teknologi masa kini kepada mereka]
Hendrick mengangguk anggukkan kepalanya pertanda mengerti dengan penjelasan sistem
"Hp itu alat yang seperti ini" ucap Hendrick sembari menyodorkan handpone nya
Andre yang melihat benda berbentuk persegi panjang itu hendak mengambilnya dan menelitinya tapi terlebih dahulu di ambil oleh linda yang membuatnya kesal tapi tidak bisa melampiaskannya
Dia memilih mendekat dan melihatnya bersama daripada membuat Linda menghukumnya nanti
'oh ya sistem, aku sudah penasaran sejak lama, bagaimana kau bisa memanggil prajurit yang sudah mati ribuan tahun lalu?'
[Ding... Sistem mengambil jiwa mereka yang baru mati dalam Medan perang dan menghidupkannya kembali]
'kau sangat hebat sistem, bisa menghidupkan orang mati'
__ADS_1
[Ding... Host juga nanti akan bisa melakukannya jika sudah sangat kuat]
jangan lupa tekan tombol like ya!