Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
penyerangan


__ADS_3

"Angel, hentikan mobilnya" ucap Lidya dengan sedikit berteriak


Sedangkan Angel yang sedang fokus menyetir menjadi kaget dengan teriakan Lidya dan dengan tiba tiba langsung mengerem


"Ada apa kak?" Tanya angel dengan bingung


Tanpa menjawab pertanyaan Angel Lidya memandang sekeliling dengan waspada, dia berharap mereka tidak benar benar terjebak ke dalam ilusi


Tapi setelah melihat bahwa seluruh jalanan kosong dan Lidya juga merasakan sedikit rasa pusing, Lidya menjadi yakin bahwa mereka terkena ilusi


"Keluar, aku tahu kalian di sini" ucap Lidya berteriak keras dengan tiba tiba


Angel di sampingnya menjadi bingung dengan teriakan Lidya yang tiba tiba, saat dia hendak menanyakan apa yang dimaksud Lidya tiba tiba saja terdengar suara langkah kaki di kejauhan


Angel langsung saja mendongak ke arah langkah kaki itu berasal, di sana dia melihat seorang lelaki yang memakai penutup wajah sedang berjalan ke arah mereka dengan santai


Laki laki itu berhenti di jarak 10 meter dari mobil tempat mereka berada


Pandangan lelaki itu menatap ke arah mereka dengan tajam


Angel tidak mengerti apa kenapa tiba tiba muncul lelaki mencurigakan dengan tiba tiba di depannya


Saat dia hendak berbicara kepada lelaki itu, Angel dihentikkan oleh Lidya yang membuat Angel kembali terdiam


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Lidya dengan menatap tajam ke arah lelaki itu


"Nona Lidya tidak perlu khawatir, kami hanya mengunjungimu saja" ucap lelaki itu dengan tatapan main main


"Tidak perlu basa basi, apa yang kau inginkan" ucap Lidya dengan wajah dingin


"Wow, kau sangat mengerikan walaupun mempunyai wajah yang cantik" ucap lelaki itu dengan masih tersenyum


Setelah berkata seperti itu, lelaki itu langsung menatap lekat ke arah Lidya dan berkata dengan serius


"Saya di sini untuk menjemput anda, jika anda mengikuti saya dengan sukarela maka saya tidak akan memakai kekerasan" ucap lelaki itu dengan masih menatap lekat Lidya


"Heee... Emang kau bisa mengalahkan ku dengan kekerasan" ucap Lidya dengan senyum main main


Mendengar ucapan lidya, lelaki itu menjadi terdiam, tetapi beberapa detik kemudian dia tertawa dengan kencang sampai sampai dia mengeluarkan sedikit air mata


"Apa kau bercanda denganku?... Kau hanyalah manusia biasa dan kau masih menanyakan hal itu?" Ucap lelaki itu setelah berhenti tertawa


"Benarkah?... Apa kau ingin mencobanya?" Tanya Lidya dengan tersenyum


Ekpresi lelaki itu menjadi gelap setelah Lidya berkata seperti itu, dia merasa dirinya diremehkan oleh manusia seperti Lidya


Tanpa basa basi dia langsung melemparkan beberapa bola api ke arah Lidya dengan cepat


Lidya yang melihat bola api kecil yang mengarah ke hadapannya sangat ingin menertawakannya


Apakah dirinya yang sudah berada di ranah pembentukan inti ini bisa takut dengan lelaki itu yang hanya berada di ranah pemadatan mana?... Tentu saja tidak takut


Lidya langsung mengulurkan tangannya ke depan, tepat ke arah bola api itu

__ADS_1


Lidya langsung memadatkan mana di tangannya dan langsung mengarahkannya pada bola api itu


Lidya langsung menembakkan mananya yang sudah menjadi mana element waktu dan tepat mengenai bola api itu


Tiba tiba bola api itu berhenti di udara dan hanya berdiam saja di sana tanpa bergerak sedikitpun


Di kejauhan lelaki itu menjadi terkejut setelah melihat bola apinya berhenti di udara


Setelah tersadar dari keterkejutannya dia langsung menembakkan bola api lagi tapi bola api itu juga sama sama berhenti di udara


Serangan Lidya adalah serangan area waktu yang mana bisa menghentikan waktu di area tertentu


Tapi dirinya sekarang hanya bisa menghentikan waktu di area sekitar 3 meter darinya


Dan lebarnya hanya sekitar area yang bisa di lihat oleh mata Lidya, jadi bagian bekang sangat rentan terhadap serangan


Setelah menghentikan beberapa bola api Lidya langsung saja menggunakan kekuatan ruangnya untuk menelan bola api itu


Dalam sekejap bola api itu langsung menghilang bagaikan tidak pernah ada sama sekali


Lelaki di depannya yang melihat kekuatan Lidya sudah tidak bisa tenang lagi dan matanya berkedip dua kali


Lidya tidak memperhatikan hal itu dan hanya fokus menatap ke arah lelaki itu


"Apa kau sudah tahu perbedaan kekuatan kita?" Ucap Lidya dengan memandang rendah ke arah lelaki itu


Merasa di rendahkan lelaki itu langsung menyerang kembali tapi masih saja berhasil di tahan oleh Lidya


Bukannya marah melihat serangannya di tahan, tapi lelaki itu malah tersenyum dan menatap Lidya dengan sinis


Tapi dirinya didahului oleh seorang lelaki yang tiba tiba saja muncul dan membawa Angel lumayan jauh dari Lidya


Angel berusaha memberontak dari cengkraman lelaki itu, tetapi dirinya tidak mempunyai kekuatan yang kuat dan hanya bisa di buat pingsan oleh lelaki itu


Tanpa mempunyai pilihan lagi Lidya memilih berpindah tempat terlebih dahulu tidak jauh dari sana


Dia menatap tajam ke arah lelaki yang memegang Angel yang sedang pingsan


"Lepaskan dia, jika tidak aku akan benar benar membunuhmu" ucap Lidya dengan menatap tajam ke arah lelaki itu


Tapi lelaki itu tidak mempedulikan ucapan Lidya dan hanya memandang Lidya dengan ekpresi acuh


Tiba tiba saja muncul 2 orang lagi di belakang Lidya dengan membawa belati dan hendak menusuk Lidya dari belakang


Untung Lidya berhasil menghindar dengan cepat dan tidak mengalami goresan sedikitpun


Lidya yang melihat bahwa musuhnya menang jumlah menjadi tidak yakin apakah dirinya bisa menang


Masalahnya masing masing dari musuhnya berada di ranah pemadatan mana Lv3-5, sedangkan dirinya hanya satu orang dan baru saja naik ke ranah pembentukan inti kemarin


Lidya menjadi lebih wapada dengan sekelilingnya, musuhnya sedari tadi selalu muncul dengan tiba tiba


Bisa dipastikan musuhnya ini mempunyai element bayangan yang bisa bersembunyi di dalam bayangan

__ADS_1


Dan benar saja, seoseorang tiba tiba muncul di belakang Lidya kembali dengan masih membawa belati


Lidya dengan cepat menghalaunya dengan element waktunya dan tepat waktu menghentikan belati itu yang hampir Sampai ke perutnya


Lidya sangat gugup saat melihat belati itu hendak menusuk perutnya, pasalnya dia sedang hamil sekarang jadi dia harus melindungi perutnya


Setelah berhasil menghentikan belati itu Lidya langsung menempelkan tangannya ke arah kepala orang itu dan langsung mengeluarkan alement ruang yang kuat


Dalam beberapa detik saja kepala orang itu langsung hancur, tapi tidak dapat ditemukan daging ataupun darah di tempat itu


Itu dikarenakan Lidya meremas kepala itu dengan element ruangnya dan kepala yang hancur langsung masuk ke dalam ruang yang berbeda


Tubuh orang itu langsung ambruk di tanah dan di bagian atas lehernya menyemprot banyak darah hingga mengenai baju Lidya


Setelah memandang orang itu sekilas Lidya berbalik dan memandang semua orang dengan tatapan santai


Padahal di dalam hatinya dirinya sudah kelelahan dikarenakan terlalu banyak menggunakan mana


Element ruang sangat mengonsumsi banyak mana, berbeda dengan element waktu yang tidak terlalu mengonsumsi banyak mana


Tapi orang orang itu tidak memiliki ekpresi apapun di wajahnya, walaupun mereka memakai masker di mulutnya, Lidya masih bisa melihat dengan jelas bagian atasnya


Ekpresi mereka tidak berubah, seperti tidak mempedulikan teman mereka yang mati dengan mengenaskan


Setelah berdiam sebentar tiga orang yaang tersisa langsung menyerang ke arah Lidya dengan ganas


Sedangkan orang yang menyandra Angel masih tetap tenang di kejauhan untuk menjaga Angel agar tidak kabur


Lidya yang di serang dari berbagai arah menjadi kewalahan, apalagi ada dua orang yang memiliki element bayangan membuat dirinya lebih kewalahan


Jika ini terus dilanjutkan dirinya bisa dipastikan akan kalah, dia memilih melompat mundur ke kejauhan dan mencoba bernegosiasi dengan mereka


"Aku akan ikut kalian, tapi bisakah kalian melepaskan adik suamiku?" Tanya Lidya yang sudah melompat jauh dari ketiga orang itu


Mendengar itu ketiga orang itu langsung saling menatap, seperti mengatakan sesuatu dalam bahasa isyarat


Setelah saling menatap sejenak, orang yang pertama kali muncul langsung maju dan menatap ke arah Lidya


"Baiklah, tapi kau harus ikut dengan kami" ucap orang itu dengan tersenyum


Lidya menggerakkan giginya dengan marah, setelah beberapa saat dia menghela nafas panjang dan menatap ke arah orang itu


"Baiklah, tapi lepaskan dulu Angel" ucap Lidya dengan menatap tajam ke arah orang itu


Tapi tanpa Lidya sadari, seseorang tiba tiba saja muncul di belakangnya dan langsung mencoba membuatnya pingsan dengan memukul tengkuknya


Ternyata mereka masih mempunyai sekutu lain yang sedari tadi bersembunyi dan mencari kesempatan yang tepat untuk menyerang Lidya


Lidya yang tidak bisa menghindar hanya bisa pasrah dan langsung terjatuh di tanah


Sebelum pingsan Lidya menatap marah ke arah orang itu karena siasat licik dari orang itu membuat dirinya tertipu


Tapi orang itu hanya tersenyum lebar dengan memandang ke arah Lidya

__ADS_1


"Bawa dia, kita akan langsung kembali ke negara S"


jangan lupa tekan tombol like ya!


__ADS_2