
"Angel, hentikan mobilnya" ucap Lidya dengan sedikit berteriak
Sedangkan Angel yang sedang fokus menyetir menjadi kaget dengan teriakan Lidya dan dengan tiba tiba langsung mengerem
"Ada apa kak?" Tanya angel dengan bingung
Tanpa menjawab pertanyaan Angel Lidya memandang sekeliling dengan waspada, dia berharap mereka tidak benar benar terjebak ke dalam ilusi
Tapi setelah melihat bahwa seluruh jalanan kosong dan Lidya juga merasakan sedikit rasa pusing, Lidya menjadi yakin bahwa mereka terkena ilusi
"Keluar, aku tahu kalian di sini" ucap Lidya berteriak keras dengan tiba tiba
Angel di sampingnya menjadi bingung dengan teriakan Lidya yang tiba tiba, saat dia hendak menanyakan apa yang dimaksud Lidya tiba tiba saja terdengar suara langkah kaki di kejauhan
Angel langsung saja mendongak ke arah langkah kaki itu berasal, di sana dia melihat seorang lelaki yang memakai penutup wajah sedang berjalan ke arah mereka dengan santai
Laki laki itu berhenti di jarak 10 meter dari mobil tempat mereka berada
Pandangan lelaki itu menatap ke arah mereka dengan tajam
Angel tidak mengerti apa kenapa tiba tiba muncul lelaki mencurigakan dengan tiba tiba di depannya
Saat dia hendak berbicara kepada lelaki itu, Angel dihentikkan oleh Lidya yang membuat Angel kembali terdiam
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Lidya dengan menatap tajam ke arah lelaki itu
"Nona Lidya tidak perlu khawatir, kami hanya mengunjungimu saja" ucap lelaki itu dengan tatapan main main
"Tidak perlu basa basi, apa yang kau inginkan" ucap Lidya dengan wajah dingin
"Wow, kau sangat mengerikan walaupun mempunyai wajah yang cantik" ucap lelaki itu dengan masih tersenyum
Setelah berkata seperti itu, lelaki itu langsung menatap lekat ke arah Lidya dan berkata dengan serius
"Saya di sini untuk menjemput anda, jika anda mengikuti saya dengan sukarela maka saya tidak akan memakai kekerasan" ucap lelaki itu dengan masih menatap lekat Lidya
"Heee... Emang kau bisa mengalahkan ku dengan kekerasan" ucap Lidya dengan senyum main main
Mendengar ucapan lidya, lelaki itu menjadi terdiam, tetapi beberapa detik kemudian dia tertawa dengan kencang sampai sampai dia mengeluarkan sedikit air mata
"Apa kau bercanda denganku?... Kau hanyalah manusia biasa dan kau masih menanyakan hal itu?" Ucap lelaki itu setelah berhenti tertawa
"Benarkah?... Apa kau ingin mencobanya?" Tanya Lidya dengan tersenyum
Ekpresi lelaki itu menjadi gelap setelah Lidya berkata seperti itu, dia merasa dirinya diremehkan oleh manusia seperti Lidya
Tanpa basa basi dia langsung melemparkan beberapa bola api ke arah Lidya dengan cepat
Lidya yang melihat bola api kecil yang mengarah ke hadapannya sangat ingin menertawakannya
Apakah dirinya yang sudah berada di ranah pembentukan inti ini bisa takut dengan lelaki itu yang hanya berada di ranah pemadatan mana?... Tentu saja tidak takut
Lidya langsung mengulurkan tangannya ke depan, tepat ke arah bola api itu
__ADS_1
Lidya langsung memadatkan mana di tangannya dan langsung mengarahkannya pada bola api itu
Lidya langsung menembakkan mananya yang sudah menjadi mana element waktu dan tepat mengenai bola api itu
Tiba tiba bola api itu berhenti di udara dan hanya berdiam saja di sana tanpa bergerak sedikitpun
Di kejauhan lelaki itu menjadi terkejut setelah melihat bola apinya berhenti di udara
Setelah tersadar dari keterkejutannya dia langsung menembakkan bola api lagi tapi bola api itu juga sama sama berhenti di udara
Serangan Lidya adalah serangan area waktu yang mana bisa menghentikan waktu di area tertentu
Tapi dirinya sekarang hanya bisa menghentikan waktu di area sekitar 3 meter darinya
Dan lebarnya hanya sekitar area yang bisa di lihat oleh mata Lidya, jadi bagian bekang sangat rentan terhadap serangan
Setelah menghentikan beberapa bola api Lidya langsung saja menggunakan kekuatan ruangnya untuk menelan bola api itu
Dalam sekejap bola api itu langsung menghilang bagaikan tidak pernah ada sama sekali
Lelaki di depannya yang melihat kekuatan Lidya sudah tidak bisa tenang lagi dan matanya berkedip dua kali
Lidya tidak memperhatikan hal itu dan hanya fokus menatap ke arah lelaki itu
"Apa kau sudah tahu perbedaan kekuatan kita?" Ucap Lidya dengan memandang rendah ke arah lelaki itu
Merasa di rendahkan lelaki itu langsung menyerang kembali tapi masih saja berhasil di tahan oleh Lidya
Bukannya marah melihat serangannya di tahan, tapi lelaki itu malah tersenyum dan menatap Lidya dengan sinis
Tapi dirinya didahului oleh seorang lelaki yang tiba tiba saja muncul dan membawa Angel lumayan jauh dari Lidya
Angel berusaha memberontak dari cengkraman lelaki itu, tetapi dirinya tidak mempunyai kekuatan yang kuat dan hanya bisa di buat pingsan oleh lelaki itu
Tanpa mempunyai pilihan lagi Lidya memilih berpindah tempat terlebih dahulu tidak jauh dari sana
Dia menatap tajam ke arah lelaki yang memegang Angel yang sedang pingsan
"Lepaskan dia, jika tidak aku akan benar benar membunuhmu" ucap Lidya dengan menatap tajam ke arah lelaki itu
Tapi lelaki itu tidak mempedulikan ucapan Lidya dan hanya memandang Lidya dengan ekpresi acuh
Tiba tiba saja muncul 2 orang lagi di belakang Lidya dengan membawa belati dan hendak menusuk Lidya dari belakang
Untung Lidya berhasil menghindar dengan cepat dan tidak mengalami goresan sedikitpun
Lidya yang melihat bahwa musuhnya menang jumlah menjadi tidak yakin apakah dirinya bisa menang
Masalahnya masing masing dari musuhnya berada di ranah pemadatan mana Lv3-5, sedangkan dirinya hanya satu orang dan baru saja naik ke ranah pembentukan inti kemarin
Lidya menjadi lebih wapada dengan sekelilingnya, musuhnya sedari tadi selalu muncul dengan tiba tiba
Bisa dipastikan musuhnya ini mempunyai element bayangan yang bisa bersembunyi di dalam bayangan
__ADS_1
Dan benar saja, seoseorang tiba tiba muncul di belakang Lidya kembali dengan masih membawa belati
Lidya dengan cepat menghalaunya dengan element waktunya dan tepat waktu menghentikan belati itu yang hampir Sampai ke perutnya
Lidya sangat gugup saat melihat belati itu hendak menusuk perutnya, pasalnya dia sedang hamil sekarang jadi dia harus melindungi perutnya
Setelah berhasil menghentikan belati itu Lidya langsung menempelkan tangannya ke arah kepala orang itu dan langsung mengeluarkan alement ruang yang kuat
Dalam beberapa detik saja kepala orang itu langsung hancur, tapi tidak dapat ditemukan daging ataupun darah di tempat itu
Itu dikarenakan Lidya meremas kepala itu dengan element ruangnya dan kepala yang hancur langsung masuk ke dalam ruang yang berbeda
Tubuh orang itu langsung ambruk di tanah dan di bagian atas lehernya menyemprot banyak darah hingga mengenai baju Lidya
Setelah memandang orang itu sekilas Lidya berbalik dan memandang semua orang dengan tatapan santai
Padahal di dalam hatinya dirinya sudah kelelahan dikarenakan terlalu banyak menggunakan mana
Element ruang sangat mengonsumsi banyak mana, berbeda dengan element waktu yang tidak terlalu mengonsumsi banyak mana
Tapi orang orang itu tidak memiliki ekpresi apapun di wajahnya, walaupun mereka memakai masker di mulutnya, Lidya masih bisa melihat dengan jelas bagian atasnya
Ekpresi mereka tidak berubah, seperti tidak mempedulikan teman mereka yang mati dengan mengenaskan
Setelah berdiam sebentar tiga orang yaang tersisa langsung menyerang ke arah Lidya dengan ganas
Sedangkan orang yang menyandra Angel masih tetap tenang di kejauhan untuk menjaga Angel agar tidak kabur
Lidya yang di serang dari berbagai arah menjadi kewalahan, apalagi ada dua orang yang memiliki element bayangan membuat dirinya lebih kewalahan
Jika ini terus dilanjutkan dirinya bisa dipastikan akan kalah, dia memilih melompat mundur ke kejauhan dan mencoba bernegosiasi dengan mereka
"Aku akan ikut kalian, tapi bisakah kalian melepaskan adik suamiku?" Tanya Lidya yang sudah melompat jauh dari ketiga orang itu
Mendengar itu ketiga orang itu langsung saling menatap, seperti mengatakan sesuatu dalam bahasa isyarat
Setelah saling menatap sejenak, orang yang pertama kali muncul langsung maju dan menatap ke arah Lidya
"Baiklah, tapi kau harus ikut dengan kami" ucap orang itu dengan tersenyum
Lidya menggerakkan giginya dengan marah, setelah beberapa saat dia menghela nafas panjang dan menatap ke arah orang itu
"Baiklah, tapi lepaskan dulu Angel" ucap Lidya dengan menatap tajam ke arah orang itu
Tapi tanpa Lidya sadari, seseorang tiba tiba saja muncul di belakangnya dan langsung mencoba membuatnya pingsan dengan memukul tengkuknya
Ternyata mereka masih mempunyai sekutu lain yang sedari tadi bersembunyi dan mencari kesempatan yang tepat untuk menyerang Lidya
Lidya yang tidak bisa menghindar hanya bisa pasrah dan langsung terjatuh di tanah
Sebelum pingsan Lidya menatap marah ke arah orang itu karena siasat licik dari orang itu membuat dirinya tertipu
Tapi orang itu hanya tersenyum lebar dengan memandang ke arah Lidya
__ADS_1
"Bawa dia, kita akan langsung kembali ke negara S"
jangan lupa tekan tombol like ya!