Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
Rendi kecelakaan


__ADS_3

Sekarang Hendrick sudah berada di apart nya, dia ingin memberitahukan kepada diknya bahwa dirinya akan menikah tapi hanya akan membuat buku nikah terlebih dahulu, tapi dia tidak tahu harus memberitahukannya atau tidak karena dia tahu perasaan adiknya kepadanya


Setelah berpikir beberapa saat dia memutuskan untuk memberitahukan kepada adiknya soal pernikahan ini dan dia juga tidak ingin adiknya terlalu berharap kepadanya karena mereka adalah saudara kandung


"Dek kakak mau ngomong sesuatu" ucap Hendrick sesudah dia sampai di ruang tamu


"Iya kak mau ngomong apa?" Tanya angel tanpa mengalihkan perhatiannya dari tv sembari ngemil


"Kakak mau nikah" ucap Hendrick to the point


"Uhuk... Uhuk..." Angel yang mendengar itu langsung tersedak makanan yang dia makan


Hendrick yang melihat adiknya tersedak langsung saja menyodorkan air yang ada di meja di depannya


"Apa kak, kakak ngomong apa tadi kayaknya aku dengernya gak jelas deh?" Tanya Angel setelah minum air pemberian kakaknya


"Jadi kan itu..." Hendrick ragu untuk melanjutkan omongannya


"Itu apa kak, ish" ucap Angel geram dengan kakaknya itu


"Itu... Jadi kan perempuan yang ekhem sama kakak hamil jadi kakak mau tanggung jawab, tapi tenang saja dia baik kok" ucap Hendrick memberanikan diri untuk menceritakan itu pada adiknya


"Hah..." Angel yang mendengar itupun menampilkan wajah tak percaya


Dia tidak menyangka kakaknya akan menghamili anak orang, terus bagaimana dengan perasaannya


'tidak, aku adalah adik kandung kakak, aku seharusnya mendukung keputusan ini bukannya malah melarang, dan juga harusnya perasaan ini dihilangkan saja' batin Angel pada dirinya sendiri


"Yasudah gimana kakak saja, apa kakak akan menyelenggarakan resepsi pernikahan?" Tanya angel


"Tidak, kakak sekarang hanya akan membuat buku nikah saja sama dia, sedangkan untuk perayaannya akan dilakukan nanti" ucap Hendrick menjelaskan rencananya


"Yasudah sekarang aku ingin melihat wanita yang di maksud oleh kakak bisa kan?" Tanya angel


Dia harus menilai terlebih dahulu wanita yang akan mendampingi kakaknya seumur hidup itu, bila dinilainya tidak baik dia akan langsung menyuruh kakaknya agar tidak menikahinya


"Ya bisa, dia juga ada di lantai bawah apart ini, apa kita akan menemuinya sekarang?" Tanya Hendrick


"Ya sekarang, ayo kita ke sana" ucap Angel dengan menyeret lengan kakaknya itu keluar dari apartnya menuju lantai 3


Sesampainya di sana mereka langsung menuju apart dina dan langsung menekan bel yang ada di sebelah pintu, tak lama kemudian Dina keluar


Angel yang melihat itu langsung saja menilai wanita yang ada di depannya dengan matanya yang tajam


"Hey Din lidya nya ada?" Tanya Hendrick pada dina


"Ya, dia ada di dalam silahkan masuk" ucap Dina mempersilahkan mereka masuk


'oh bukan dia toh' batin Angel malu pada dirinya sendiri yang salah mengenali orang


Setelah masuk mereka dipersilahkan duduk di sofa ruang tamu sedangkan Dina memanggil Lidya yang ada di kamarnya


Dan setelah beberapa saat sosok Lidya pun terlihat berjalan menuju sofa tempat mereka duduk


Angel yang melihat itu tercengang karena dia lebih cantik darinya, dia bertanya tanya bagaimana kakaknya yang brengsek ini mendapatkan sesosok bak Dewi ini


"Hai..." Sapa Lidya pada mereka


"Hai Lidya" balas Hendrick tetapi tidak dengan Angel yang masih menilai Lidya dengan mata tajamnya


Sedangkan Dian entah kemana, diabtidak ingin ikut mengurusi rumah tangga orang


"Kak bisa pergi dulu gak, aku ingin berbicara berdua dengannya" ucap Angel pada kakaknya


"Tapi-" Hendrick yang mendapat tatapanseolah berkata 'percaya saja padaku' dari Lidya hanya bisa pasrah dan keluar dari sana


Dia memilih menunggu di depan pintu apart tersebut, tapi saat dia menunggu ponselnya berdering dan memperlihatkan nama pemanggil adalah vino jadi dia langsung mengangkatnya


"Halo Vin ada apa?" Tanya Hendrick setelah mengangkat telponnya


"Rick Lo bisa ke sini gak, Rendi jadi korban tabrak lari dan sekarang dia sedang di rawat di rumah sakit, gua sudah menghubungi orang tuannya tapi tidak di angkat, sedangkan gua di suruh pulang ke rumah sama bokap" ucap vino, Hendrick yang mendengar temannya jadi korban tabrak lari langsung saja berangkat menuju lokasi


Ternyata Rendi di rawat di rumah sakit yang sama dengan rumah sakit ibunya di rawat jadi sekalian saja dia akan menjenguk ibunya itu

__ADS_1


Hendrick langsung mengendarai taxi menuju tempat tujuan dan sesampainya di sana dia langsung saja menuju ruangan tempat sahabatnya di rawat


Dia bisa melihat vino yang sedang bersandar ke tembok di depan ruangan rawat Rendi


"Vin bagaimana Rendi bisa jadi korban tabrak lari?" Tanya Hendrick setelah berada di depan vino


"Gua juga gak tahu, sekarang Rendi lagi tertidur di dalam mending Lo masuk aja, gua mau pulang dulu, dari tadi bokap gua nelpon terus" ucap vino dan diangguki oleh Hendrick


Hendrick pun langsung saja masuk dan melihat Rendi yang sedang terbaring sembari menutup mata


Hendrick mencari tempat duduk dan menemukan kursi di sampingnya jadi dia duduk saja dan memilih berinteraksi dengan sistem


'hey sistem, kenapa misi nya sedikit sekali sih, gua lagi butuh poin kuasa nih' ucap Hendrick dalam pikirannya


[Ding... Sesuai permintaan host, sistem akan memberikan misi sesering mungkin]


'nah begitu dong sistem, aku lagi butuh poin kuasa soalnya' ucap Hendrick


[Ding...


Misi terpicu:


Mencium Lidya selama 2 menit


Hadiah:


Mobil Porsche 911


150 poin kuasa, di ×2 jika hos berani mengatakan 'aku mencintaimu' setelah menciumnya


Uang 2jt]


Hendrick yang mendapatkan misi tak terduga dari sistem hanya bisa melongo tak percaya dengan misinya


'hey sistem, apakah kau ingin aku mempermalukan diriku sendiri, bagaimana jika aku mengatakan itu dan di balas 'maaf aku tidak mencintaimu' kan malu!' Batin Hendrick merasa ini misi yang tidak masuk akal


[Ding... Jika host tidak melakukan misi ini dalam Waktu 24 jam maka otomatis misi ini akan dianggap gagal dan host akan menerima hukuman]


[Ding... Host sendiri yang meminta untuk sesering mungkin memberikan misi pada host]


'iya sih tapi, argh baiklah akan kulakukan nanti' ucap Hendrick


[Ding...


Misi terpicu:


Cari siapa dalang yang menyebabkan teman host mengalami kecelakaan


Hadiah:


100 poin kuasa


Buku manual penyerapan atribut angin, air, dan petir]


Hendrick yang melihat misi dari sistem langsung saja mengepalkan tinjunya dengan erat


'jadi ini bukan kecelakaan biasa' pikir hendrick, dia pasti akan menemukan dalangnya


Saat dia sedang berpikir serius pintu ruangan tiba tiba saja terbuka dan memperlihatkan pria dan wanita paruh baya dengan wajah cemas masuk ke ruangan itu


"Nak Hendrick bagaimana keadaan anak Tante?" Tanya Tante Mara, ibu dari Rendi


"Rendi baik baik saja Tante, sebentar lagi juga bangun" ucap Hendrick sembari berdiri untuk memberi salam kepada mereka berdua


"Huft... Syukurlah Rendi baik baik saja, tapi bagaimana dia bisa jadi begini?" Tanya tente mara lagi


"Saya juga gak tau Tante, Rendi di Anatar ke sini sama vino tapi dia juga gak tahu apa apa" ucap Hendrick menjelaskan keadaannya


"Kamu sudah dari tadi di sini nak Hendrick?" Tanya pak Danu yang adalah ayah dari Rendi yang sedari tadi diam


"Saya baru saja Samapi om" ucap Hendrick, merekapun mengobrol sampai Rendi bangun dan Hendrick pun langsung pulang karena sudah mulai malam


Sekarang dia sudah berada di dalam taxi dalam perjalanan pulang dengan jam menunjukkan pukul 17:00 berarti sudah memasuki waktu malam

__ADS_1


"Huh, bener ini hari membeli mobil secepatnya agar tidak repot mencari taxi" ucap Hendrick dengan pelan, tapi dia langsung mengingat sesuatu


"Ah aku hampir lupa, kan ada misi yang berhadiah mobil ya" ucap Hendrick seraya melihat misinya, tapi setela melihat misinya yang susah dia jadi murung


"Kenapa sih sistem memberi misi kayak gini" ucap Hendrick kesal pada sistemnya


[Ding... Peringatan... Peringatan disarankan host untuk melompat sekarang juga dari mobil!]


Hendrick dikagetkan dengan peringatan dari sistem, tapi tanpa pikir panjang dia langsung saja melompat dari mobil taxi tersebut tapi dia melupakan untuk memperingati supirnya


'yah gimana ya, biarlah sudah terlanjur, nanti akan ku kuburkan mayatmu' batin Hendrick


Tapi dia tidak menyangka supir tadinya juga melompat dari mobil seperti mengetahui kejadian yang akan terjadi


dia kan punya sistem yang memperingatinya jadi wajar saja dia mengetahui bahayanya, tapi supir taxi itu tidak memilikinya jadi dia pasti orang yang merencanakan ini


Setelah mendarat dengan aman di tanah Hendrick melihat mobil taxi itu di tabrak oleh truck di sisi kanan jalan yang berlawanan hingga terpental sangat jauh dan hancur


Jika saja dia tidak mendengarkan peringatan sistem dan tetap di dalam mobil dia pasti sudah mati, Hendrick langsung saja melihat sekitar untuk menemukan supir taxi itu tapi dia tidak menemukan batang hidungnya sekalipun


Tapi saat dia sedang fokus melihat mobil taxi yang meledak dia merasakan bahaya di belakang lehernya jadi dia refleks langsung menunduk dan menjauhi tempat itu


"Tcih... Hebat juga kau bisa menghindari itu" ucap orang itu yang ternyata adalah supir taxi yang tadi


'truth eye' batin Hendrick


[Ding...


Nama: 100


Gender: laki laki


Skill pasif: bela diri Lv2, mengemudi Lv2, seni belati Lv2


Skill aktif: shadow step Lv1,crushing fist Lv1


Ranah: pernafasan dasar Lv5


Elemen: shadow


Status abnormal: host belum memenuhi syarat, harap tingkatkan 'truth eye' ke Lv 2]


Hendrick yang melihat musuhnya lebih kuat darinya mulai waspada, dia tidak akan melepaskan pandangannya dari musuh walau sedetikpun


Seketika musuhnya yang bernama 100 itu atau code name lah, langsung menghilang tapi Hendrick bisa melihat bahwa dia hanya berlari ke arahnya dengan kecepatan yang sangat cepat


Dia langsung saja menghindar dari tebasan belati itu, dia terus saja menghindar tapi sesekali dia terkena sayatan di bagian pipi dan tangannya


Saat no 100 muncul di belakangnya dan hendak menusuk Hendrick sudah bersiap siap dan langsung saja menendang ke arah belakang tepat mengenai tangan no 100


Tanpa memberi kesempatan Hendrik langsung meninju wajahnya hingga dia menjatuhkan belatinya dan mundur 3 langkah


Hendrick yang melihat belati musuhnya jatuh langsung saja hendak mengambilnya tapi di dahului oleh musuh dengan menggunakan langkah bayangan


Hendrick yang melihat itu langsung saja mundur dan menjaga jarak dari musuhnya yang mendapatkan kembali senjatanya


Tapi musuh tidak membiarkan itu, no 100 langsung saja berlari ke arahnya dan menggunakan tinjunya yang langsung mengenai wajah Hendrick hingga dirinya mundur belasan langkah ke belakang dengan sempoyongan


Saat Hendrick sedang mengumpulkan kesadarannya kembali tiba tiba dia merasakan rasa dingin di perutnya dan saat melihatnya ke arah perutnya sebuah tangan yang memegang belati menusuk tepat di perutnya


Hendrick langsung saja menendang no 100 menjauh dan dia langsung mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak tapi lagi lagi tidak dibiarkan oleh musuhnya


Musuhnya itu langsung saja berlari menggunakan langkah bayangan dan menendang Hendrick tepat di dadanya hingga dia terpental menabrak pohon dan hampir hilang kesadaran


'hendrick... Bangun hendrick' suara halus seorang perempuan terdengar


Sesaat sebelum dia hilang kesadaran dia bisa mendengar suara wanita sedang memanggil manggilnya tapi karena dia merasakan berat di ke dua matanya dan pandangannya berangsur angsur menghitam, dan dia kehilangan kesadarannya


.


.


nama keluarga Mita sama Clara yang ada di chapter, 'memanggil prajurit' sama 'adegan klise' di ganti ya!

__ADS_1


__ADS_2