
2 jam berlalu dan sekarang sudah menunjukkan pukul 12 tepat, tatetapi ibunya belum juga bangung
Saat dia akan menanyakannya kembali kepada sistemnya dia dikagetkan dengan ditariknya tangan sebelah kanan oleh Angel
"Kak... Kak... Jari ibu tadi gerak kak, kakak liat gak, apakah ibu akan bangun?" Tanya angel dengan penuh harap, matanya pun sudah memerah ingin menangis
"Kakak akan memanggil dokter terlebih dahulu" ucap Hendrick gugup, dia berharap ibunya benar benar bangun dari komanya
Dia langsung keluar untuk memanggil dokter yang khusus merawat ibunya saat koma, saat sudah memanggilnya dia langsung saja kembali
Saat sudah sampai di depan pintu ruangan, Hendrick bisa mendengar suara Isak tangis Angel yang lumayan kencang
Tanpa berlama lama dia langsung saja membukanya dan saat masuk dia melihat Angel yang tengah menangis di pelukan ibunya yang sudah bangun
Tanpa bisa dibendung air mata Hendrick pun keluar dan langsung saja menghampiri mereka untuk ikut memeluknya
Tapi tanpa berselang lama pelukan itu lepas karena dokter akan memeriksa kondisi ibunya
Hendrickpun mundur dengan membawa adiknya yang masih saja tidak ingin melepaskan pelukannya, bila bukan untuk memeriksa kesehatan ibunya Pasti dia tidak akan mau
Tak berselang lam dokterpun selesai memeriksa ibunya dan berkata
"Ini keajaiban... Tidak ada luka apapun, bahkan luka besar di tangan yang tidak akan sembuh dalam waktu dekat pun sembuh langsung" ucap dokter itu kaget setengah mati, ini adalah kasus abnormal pertamanya
"Apakah ibu saya bisa langsung pulang dok?" Tanya angel penuh harap
"Iya bisa... Tapi saran saya, lebih baik dirawat terlebih dahulu karena kondisi tubuh yang lemah pasca koma" ucap dokter memberi nasihat
"Baiklah dok... Ibu saya akan dirawat terlebih dahulu di rumah sakit ini" ucap Hendrick dengan cepat
"Baiklah... Nanti akan ada orang yang membawakan vitamin dan obat yang harus dimakan kedepannya" ucap dokter, setelah mengatakan itu dia langsung saja keluar dari sana
"Ibu gak apa apa kan?" Tanya Hendrick mendekat kembali, sedangkan Angel sudah dari tadi memeluk ibunya
"Ibu gak apa apa kok, malahan sekarang ibu merasa tambah sehat" ucap Selly dengan senyum lembut
"Sini peluk ibu" ucap Selly seraya merentangkan tangannya
Tanpa menolak Hendrick langsung saja memeluk ibunya dan Angel
"Kalian sudah bekerja keras selama ini, dan maafkan ibu yang sudah meninggalkan kalian selama ini" ucap ibunya dengan tersenyum lembut
"Seharusnya aku yang meminta maaf Bu, keluarga kita hancur oleh perbuatanku" ucap Hendrick dengan wajah yang masih berada di pelukan ibunya
"Kamu gak usah nyalahin diri kamu sendiri, ibu tahu kok ini bukan sepenuhnya salah kamu" ucap ibunya itu dengan tulus
__ADS_1
"Ibu mau tanya, ayah kalian mana?" Tanya Selly melihat sekeliling dan tidak melihat suaminya
Degh
Pertanyaan yang tidak ingin Hendrick dengar pun ditanyakan oleh ibunya, dia tidak bisa membiarkan adiknya yang menjawab jadi dia yang harus menjawabnya
Hendrick langsung melepas pelukannya dan melihat ke arah ibunya dengan mata sendu, sungguh dia tidak ingin memberitahuka hal ini kepadanya karena dia baru saja bangun
Tapi karena sudah terlanjur ditanyakan dia mau tak mau harus menjawabnya agar ibunya tahu dari keluarganya bukan orang lain
"Aku akan memberi tahu ibu, tapi ibu harus tenang ya saat mendengarnya" ucap Hendrick
"Ya... Jangan khawatirkan ibu" ucap Selly dengan yakin
tapi dia merasakan sesuatu yang ganjal dari ekpresi putranya dan isakan Angel yang tambah kencang di pelukannya
"Saat sesudah kecelakaan itu, ayah tidak terselamatkan" ucap Hendrick dengan mata yang memerah
Saat dia mengingat saat kematian ayahnya dia pasti saja sedih dan tidak bisa menahan tangis, tapi sekarang dia harus kuat di depan ibu dan adiknya
"Hah... Kamu bercanda kan nak...?" Tanya Selly dengan wajah tak percaya setelah mendengar cerita itu
Hendrick menatap ibunya dengan sendu dan menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak bercanda
"Gak... Gak mungkin... Gak mungkin dia mati" ucap Selly seraya bangkit dan mencoba melepaskan jarum infus yang ada di tangannya
"Gak mungkin kan... Nak... Jangan bercanda di situasi kayak gini... Ibu gak suka candaan ini" ucap Selly seraya memberontak dari pelukan Hendrick
"Maafkan aku bu... Ayah memang tak terselamatkan" ucap Hendrick dengan memeluk ibunya erat supaya ibunya lebih tenang
"Gak mungkin..." Ucap Selly pelan dan berhenti memberontak
Dia langsung saja mengeluarkan air mata dengan Hendrick yang memeluknya, ibunya langsung saja memeluk Hendrick dengan kencang dan menangis dalam dekapannya
Hendrick tahu betapa cintanya ibunya pada ayahnya itu, begitupun sebaliknya
Bahkan sangat jarang ibu dan ayahnya bertengkar di rumah, ada juga saat waktu bertengkar itu karena mereka memperdebatkan ke mana Hendrick akan meneruskan sekolah menengah atasnya
Dan itupun tidak berlangsung lama, besoknya mereka langsung baikan dan mencapai keputusan dengan ibunya yang menang, ayahnya selalu mengalah
Hendrick merasa sedih lagi saat mengingat kenangan kenangan masa lalunya itu, dan tak terasa air matanya yang dia coba tahan lepas begitu saja
Dia ikut menangis sambil memeluk ibunya sedangkan Angel juga ikut memeluk ibunya dari samping
Mereka sama sama sedih kehilangan sosok orang yang amat penting dalam kehidupan mereka
__ADS_1
Jika saja ada sesuatu dari sistem yang bisa menghidupkan kembali manusia pasti Hendrick langsung membelinya tanpa keraguan
Tapi dia tidak terlalu berharap dengan keinginannya tersebut
Setelah beberapa saat berpelukan ibunya mulai tenang kembali, saat Hendrick melihat ke arah ibunya yang berada di pelukannya ternyata ibunya tertidur karena lelah menangis jadi dia membaringkan ibunya kembali
"Apa ibu gak apa apa kak?" Tanya angel dengan raut wajah khawatir
"Ibu tidak apa apa, hanya saja dia lelah setelah menangis begitu lama" ucap Hendrick
Dia melihat jam dan menunjukkan pukul 13:00 berarti sudah hampir setengah jam ibunya menangis, pantas saja dia kelelahan
"Kamu jaga ibu di sini ya, kakak akan pulang untuk membawa baju ganti, kita akan menginap malam ini" ucap Hendrick dan dibalas anggukan oleh Angel
Hendrick langsung saja keluar dari sana untuk menuju parkiran dan pulang langsung menuju apart nya
Di perjalanan dia di telpon oleh lidya jadi dia memberhentikan dahulu mobilnya untuk mengangkatnya
"Halo" ucapan pertama yang Hendrick dengar
"Iya halo, ada apa?" Tanya Hendrick dengan seulas senyum
"Kamu dimana, dari tadi aku memencet bel apart mu tidak di buka?" Tanya Lidya dengan nada kesal
"Hehe maaf ya, aku diperjalanan pulang, dan maaf nanti malam aku tidak akan ada di apart karena aku akan menemani ibuku yang baru bangun dari komanya di rumah sakit" ucap Hendrick
dari nadanya berbicara dia terlihat sangat senang dengan bangunnya Selly dari koma
Selama beberapa detik tidak ada jawaban dari sebrang jadi Hendrick bertanya dengan mengerutkan kening
"Kenapa kau tidak berbicara" Hendrick bertanya dengan penasaran
"Oh... Tidak, apakah aku bisa menemanimu untuk bertemu bibi?" Tanya Lidya dengan penuh harap
"Tapi aku akan menginap disana" ucap Hendrick
"Tidak apa apa, aku juga akan menginap di sana" ucap Lidya
"Baiklah, siapkan saja baju ganti untuk besok" ucap hendric memberitahu
"Oke, yasudah aku tutup telponnya dulu ya dah" ucap Lidya yang langsung saja menutup telponnya
"Dia ini main tutup telpon saja, tapi kenapa dia tadi terdiam setelah mendengar ibuku bangun ya?" Hendrick bertanya tanya dengan sikap Lidya yang mencurigakan itu
"Akan kugunakan 'truth eye' nanti padanya" putus Hendrick setelah melihat sesuatu yang mencurigakan dari Lidya
__ADS_1
Setelah itu dia langsung saja menghidupkan mobilnya dan langsung menuju apartnya tanpa berhenti sekalipun