
Keesokan harinya
"Huh... Tinggal lari 3 km, baru misinya selesai" ucap Hendrick sembari duduk istirahat sejenak
Dia tadi pagi pagi sekali bangun terlebih dahulu dari yang lain, jadi dia memilih menyelesaikan misinya terlebih dahulu sebelum yang lainnya bangun
Sekarang misi harian sistem ditingkatkan kembali, jadi dia harus bangun pagi pagi agar tidak terlalu siang setelah menyelesaikan misinya
Karena hati ini, dia dan teman temannya akan mencari rumah untuk ditinggali olehnya dan keluarganya
Hendrick pun bangun dan lari kembali untuk menyelesaikan misinya, dia sekarang berada di taman dekat rumah sakit yang masih terlihat sepi
20 menit kemudian misinya selesai dan dia langsung saja kembali ke ruangan rawat ibunya yang berada di pantai 3 rumah sakit
Jam sudah menunjukkan pukul 7.30, dan di taman ini sudah lumayan banyak orang yang berolahraga pagi juga
Sampai di ruang rawat ibunya, Hendrick melihat mereka bertiga sudah sudah bangun dan sedang mengobrol sesuatu
"Kamu dari mana saja?" Tanya Selly setelah sadar bahwa Hendrick masuk ke ruangan itu
"Aku habis berolahraga Bu" jawab Hendrick seadanya
Sedangkan kedua wanita lainya malah memandangi perut Hendrick yang terlihat tampak tembuh pandang, karena Hendrick memakai kao berwarna putih
"Yasudah kamu mandi dulu saja" ucap selly pada anaknya yang berkeringat deras
"Iya Bu" ucap Hendrick yang langsung saja masuk ke kamar mandi yang ada di sana setelah membawa baju ganti
15 menit kemudian Hendrick telah selesai mandi dan sekarang sedang mengobrol dengan mereka bertiga
Terlihat Lidya dan ibunya sekarang sudah sangat dekat bagaikan ibu dan anak kandung, Hendrick yang melihat itu tersenyum senang dengan kedekatan keduanya
Bahkan Angel pun terlihat senang mengobrol dengan Lidya, saat sedang mengobrol tersebut Hendrick mengingat janji dengan temannya jadi dia pamit terlebih dahulu
"Bu aku keluar terlebi dahulu ya, ada janji sama Rendi dan vino" ucap Hendrick pada ibunya
"Yasudah sana, jangan buat mereka menunggu" ucap Selly
"Kalian berdua jaga ibu ya" ucap Hendrick dan diangguki oleh Lidya dan Angel
"Yasudah aku pergi terlebih dahulu"
Sebelum keluar Hendrick mencoba mencuri cium di pipi Lidya, dan rencananya berhasil, dia mendapatkan ciuman pagi dari istrinya
Tapi sebagai gantinya dipelototi oleh ibu dan adiknya, tapi Hendrick langsung saja keluar, tidak peduli dengan pelototan keduanya
Toh dia dan Lidya sekarang sudah sah menjadi suami istri, tidak cuma ciuman mereka juga sekarang sudah sah berhubungan badan
__ADS_1
'tunggu, sekarang kan sudah sah nih, minta jatah di beri kali ya?' batin cabul Hendrick
'tidak tidak, sekarang aku harus menahan diri karena Lidya sedang hamil muda' batin Hendrick dengan pendirian yang teguh
'tapi kalau kepengen banget sih gas aja kali ya mwehehe'
Hancur sudah pendirian yang dibuatnya beberapa detik yang lalu
Tidak memikirkan sesuatu yang tidak tidak lebih jauh, Hendrick langsung bergegas menuju mobilnya yang berada di parkiran
Tapi sebelum itu dia menelpon Rendi dan vino terlebih dahulu, dan di telpon mereka janjian bertemu di kafe dekat sekolah mereka
Sampai di sana Hendrick langsung saja masuk dan kedua temannya sudah berada di dalam sedang menyeruput minumannya
"Jadi kita mau kemana nih Rick" tanya Rendi setelah melihat Hendrick yang menghampiri mereka
"Lo punya kenalan yang ngejual rumah 2 tingkat gak, yang murah tapi bersih lah" ucap Hendrick setelah duduk
Mereka berdua terlihat berpikir dengan serius setelah mendengar ucapan Hendrick
"Oh gua ada Rick, itu rumah dijual sama pemilik sebelumnya karena pemiliknya mau pindah ke luar negri, Lo mau periksa dulu gak?" Ucap vino dengan bersemangat
"Yasudah kita cek dulu, Lo coba telpon dia, buat janji terlebih dahulu" sahut Hendrick setelah mendengar ucapan vino
"Oke, gua telpon sekarang" ucap vino yang langsung saja mengeluarkan ponselnya untuk menelpon terlebih dahulu
"Dia bisa sekarang Rick, katanya dia bakal kesini sebentar lagi" ucap vino
"Yasudah, kita tunggu saja" ucap Hendrick sembari mengangguk
20 menit kemudian mereka menunggu, akhirnya datang seorang pria paruh baya, sekitaran berumur 50 an dengan kumis yang tebal dan kepala yang botak di depan
"Halo... Apakah kalian yang membuat janji dengan saya untuk membeli rumah?" Tanya pria itu setelah sampai di meja mereka
"Oh iya pak, perkenalkan nama saya vino, saya yang tadi menelpon bapa, dan mereka berdua bernama Hendrick dan Rendi, yang disebelah sana yang akan membel rumahnya" ucap vino menunjuk Hendrick sembari memperkenalkan diri
"Oh... Perkenalkan juga, nama saya henry, mari kita langsung saja ke pembahasannya" ucap Henry yang langsung saja duduk di kursi setelah dipersilahkan duduk oleh vino
"Jadi mas ini yang mau membeli rumah saya?" Tanya Henry seraya melihat Hendrick untuk menilainya
"Iya pak, berapa harganya?" Tanya Hendrick tanpa basa basi
"Hem... Karena rumah yang saya jual masih baru dan juga bersih, juga di setiap lantai ada kamar mandi, 3 kamar tidur, 1 garasi mobil, dan juga ini berada di dekat sekolah, jadi sekitaran 200jt lah" ucap henry memulai transaksi
"Apa enggak terlalu mahal pak, itu juga sudah ditinggali oleh bapak, beri lah diskon sedikit" ucap Rendi, dia selalu menawar setiap membeli sesuatu jadi Hendrick menyerahkan saja kepadanya
"Hem... Bagaimana ya" Henry mencoba menilai untung dan ruginya dirinya
__ADS_1
"Bagaimana kalau gini, saya akan kasih diskon 10% bagaimana?" Tanya Henry setelah memikirkannya
"Haduh... Itu masih kurang pak, lagian bapak juga lagi buru buru keluar negri kan, bagaimana kalau gini, bapak kasih diskon untuk rumah itu sekitar 25%, dan setelah itu langsung kita beli dengan segera, bagaimana?" Tanya Rendi mencoba mendapatkan diskon lebih
Vino dan Hendrick yang melihat cara Rendi mendapatkan diskon itu tidak henti hentinya berdecak kagum
tidak sia sia Rendi setiap hari menemani ibunya untuk pergi berbelanja, mendapat pelajaran bagaimana cara mendapat diskon
"Aduh... Apakah itu tidak terlalu banyak, 15% lah, saya jual" ucap Henry mencoba mendapat keuntungan
"Tidak bisa pak, keuangan kami sangat tipis, kalau tidak 25% kami tidak jadi beli saja" ucap Rendi dengan wajah yang terlihat mau menyerah
Henry yang mendengar itu langsung saja berpikir keras, dan setelah berpikir untuk waktu yang sebentar dia menjawab
"Yasudah, saya beri diskon 25%, bagaiman?" Tanya Henry dengan raut wajah tidak rela
Tapi mau bagaimana, dia harus segera pergi ke luar negri untuk melanjutkan pekerjaannya disana
"Deal..." Ucap Rendi yang langsung bersalaman dengan Henry
Kedua temannya yang melihat ini tercengang, mereka tidak menyangka mendapat potongan harga sebesar 50jt dengan mudah
Hendrick pun langsung menandatangani kontrak dan mengirimkan uangnya pada Henry
Dia tadi pagi sudah menukarkan poinya dengan uang sebesar 200jt, jadi poin Hendrick sekarang tersisa 75
Hendrick langsung saja menerima sertifikat rumah dan kuncinya dari Henry yang langsung diberikan kepadanya saat itu juga
Henry pun keluar dari sana dengan raut wajah tidak terima, sedangkan mereka bertiga sedang senang sekarang karena mendapat potongan harga yang besar
"Apa kalian mau melihat rumahnya denganku?" Tanya Hendrick kepada kedua temannya
"Tidak, aku sudah di suruh pulang oleh ibuku untuk mengantarnya berbelanja" ucap Rendi dengan wajah kecewa
"Jangan menolaknya, itu memberimu sebuah manfaat hahaha" tawa Hendrick dengan kencang
"Kalau Lo bagaimana Vin?" Tanya Hendrick yang sekarang beralih kepada vino
"Gua juga di suruh pulang sama bokap" ucap vino
"Yasudah, berarti hanya gua nih yang cek keadaan rumahnya?" Tanya Hendrick yang diangguki oleh mereka berdua
"Makasih ya, nanti gua teraktir kalian berdua" ucap Hendrick
"Oke, traktirannya yang mahal ya, jangan bakso hahaha" tawa Rendi
"Oke siap!... Yasudah gua pergi dulu" ucap Hendrick yang langsung saja berangkat menuju rumah yang baru dibelinya itu
__ADS_1