Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 10 IBU RITA KEMBARAN MAMA


__ADS_3

Airin berjalan perlahan menuju wanita paruh baya yang masih terpaku dengan air mata yang mulai menetes di pipinya itu.


ibu rita menatap putri kesayangannya yang perlahan sudah berdiri di hadapannya dengan air mata yang berlinang.


"mamah" lirih airin memanggil sang ibu kemudian berhambur memeluk ibunya sambil menangis.


rita yang mendengar panggilan sang anak sambil memeluknya membalas pelukan putri kesayangannya itu dengan di iringi tangis juga.


setelah lelah menangis rita membimbing airin untuk duduk di sofa dengan tangan yang yang masih merengkuh bahu sang putri.


Airin masih menatap rita yang yang ada di hadapannya, karna dalam ingatan airin wajah rita tidak sejelas sekarang saat menatapnya secara langsung.


menatap lekat wajah sang ibu pikiran airin melayang mengingat wajah mama nya yang sudah meninggal, air mata masih tak berhenti jatuh di pipi mulus airin, perasaan bahagia yang tidak pernah terbayangkan.


bagaimana tidak, wajah ibu airin olivia dan ibunya sangat mirip, bagai pinang di belah dua, seandainya airin pernah mendengar sang ibu bercerita bahwa dia punya kembaran maka tidak mungkin salah bahwa ibu rita ini adalah kembaran mamahnya.

__ADS_1


"sayang, apa ini benar-benar kamu nak? ibu sedang tidak bermimpi kan, kamu beneran sedang duduk di depan ibu kan sekarang nak? " Airin yang masih hanyut dalam pikirannya prihal wajah sang ibu dan mamahnya yang sangat mirip tersadar ketika mendengar suara sang ibu sambil menangkup pipi airin.


"iya bu, ini airin, anak ibu, airin sudah bangun bu, airin sudah sembuh" jawab airin sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat.


"aku akan menyelidiki semua ini, aku pasti akan mendapat jawabannya" ucap airin dalam hati.


ibu rita merasa lega karna dia sedang tidak bermimpi, putrinya sudah bangun dan sekarang terlihat sangat sehat dan bahagia.


"syukurlah nak, ibu kira ibu tak akan pernah melihatmu membuka mata lagi, karna kata dokter kemungkinan kamu untuk sadar hanya 10 persen dan jikalaupun kamu sadar pasti kamu akan sulit mengingat" ucap ibu rita sambil pandangannya tak pernah lepas dari sang putri.


ibu rita tak bicara apa-apa namun hanya memeluk putrinya dengan sayang.


ibu dan anak itupun asik mengobrol hingga waktu makan malam.


setelah makan malam, airin masih bergelayut manja di lengan sang ibu.

__ADS_1


"mah, bolehkah airin malam ini tidur sama mamah??"


ibu rita yang mendengar ucapan sang anak merasa ada yang berbeda, yah ibu rita baru tersadar bahwa sang anak sekarang memanggilnya dengan sebutan mamah, bukankah selama ini airin memanggilnya dengan sebutan ibu, kenapa sekarang berubah jadi mamah.


"eeh, knapa jadi mamah skrang, udah gak manggil ibu dengan sebutan ibu lagi?" ucap ibu rita yang spontan bikin airin tegang.


"yahh biar beda aja mah, setelah bangun dari koma, airin mau sesuatu yang beda mah, lagian manggil mamah juga kan sama aja sama ibu, kan beda ucapannya doang tapi maknanya sama mah" ucap airin asal. padahal panghilan mamah itu adalah panghilan airin terhadap almarhumah mamahnya.


"ohh gitu tah nak, yang penting kamu sneng aja sayang" jawab ibu rita yang bikin airin tersenyum senang.


ternyata mamah kandungnya sama mamah nya yang sekarang sama-sama wanita yang sangat baik dan lembut. betapa bahagianya airin.


malam itupun airin dan sang ibu tertidur di kamar yang sama sambil berpelukan dengan nyaman.


"bener kata orang, yg tidak ada yang senyaman pelukan ibu" ucap airin dalam hati.

__ADS_1


"love u mamah" ucap airin mengecup pipi sang mamah kemudian tidur dengan lelapnya di pelukan ibu rita.


__ADS_2