
[ hadiah misi, uang tunai 30 milyar dan 55% saham group tanghuang entertaiment ]
"tanghuang entertaiment, Apakah perusahaan hiburan nomer satu di dunia itu miky?"
[ Benar nona, waktu penyelsaian misi hanya 3 jam, silahkan nona bergegas ]
"tapi miky, Akukan tidak punya keahlian medis, gimana aku bisa menyelamatkan orang"
[ Apa nona lupa kalau nona adalah pewaris dari dewi tabib, pil-pil yang ada di ruang penyimpanan anda bukan hanya untuk sekedar pajangan nona ]
"o iya ya, benar juga kamu miky, jadi pil apa yang harus aku berikan padanya?"
[ Pil pencuci darah racun nona, silahkan nona bergegas, waktu anda tinggal 2 jam 40 menit ]
"ah apa, kenapa cepat sekali, sial" umpat airin kemudian berlari keluar dari rumahnya kemudian menuju arah vila nomer 1.
__ADS_1
karna lokasi rumah Airin dan vila nomer 1 tidak terlalu jauh, Airin pun sudah berdiri tidak jauh dari gerbang vila nomer 1 yaitu rumah lu zan.
Airin melihat keamanan yang ketat, membuat airin memutar otak untuk mencari cara agar bisa cepat masuk dan menyelsaikan misi sistem.
belum lagi ada banyak cctv, jujur saja Airin tidak ingin identitas nya di ketahui oleh orang yang akan dia tolong dan pengikutnya, Airin juga tidak berniat memberikan pertolongan dengan gratis, artinya airin akan meminta biaya mahal untuk obat yang akan di keluarkannya.
naif memang, namun hidup mati orang lain tidak ada hubungannya dengan airin, dan seperti kata orang, tidak ada yang gratis di dunia ini.
setelah berpikir dengan matang akhirnya airin memutuskan untuk menyelinap masuk ke dalam, jujur saja airin tidak ingin membuang waktu lama lagi, karna waktu penyelsaian misi dari sistem terus berjalan.
5 menit kemudian airin pun mulai menjalankan aksinya.
Tak terasa membutuhkan waktu 30menit untuk memasuki vila besar tersebut tanpa ketahuan dan menarik perhatian orang lain.
di tempat tersembunyi, Airin melihat seorang pria yang tengah duduk kesakitan di ruang tengah rumahnya, disana juga terlihat beberapa pria yang airin perkirakan pengawal pria tersebut, dan ada beberapa pemuda tampan juga.
__ADS_1
Mereka terlihat panik melihat kondisi pria yang berlutut tersebut, mereka sudah berusaha mencarikan obat penawar untuk tuan mereka, namun nihil, itulah yang membuat mereka sangat khawatir.
jika terjadi sesuatu dengan tuan mereka, nyawa mereka pasti akan berada dalam bahaya.
[ waktu penyelsaian misi tinggal 1 jam 40 menit lagi nona, silahkan nona bergegas, karna misi tidak bisa di anggap selsai jika pasien belum di nyatakan sembuh jika waktu sudah habis, walaupun nona sudah memberikan pilnya ]
"astaga, sial, aku terpesona sangat lama melihat pria tampan" umpat airin pada dirinya sendiri.
Airin pun langsung melompat dari lantai dua vika tersebut dan mendarat langsung di depan lu zan yang tengah menahan kesakitan.
Melihat wanita asing yang tiba-tiba sudah ada di hadapan tuan mereka, membuat para pengawal bersiap siaga, begitupun asisten pribadi lu zan yang langsung berdiri dengan sigap di depan lu zan untuk menghalangi airin.
Asisten pribadi Lu zan yang bernama rui yi tersebut khawatir jika airin adalah seorang pembunuh bayaran yang di sewa oleh musuh lu zan.
Airin menatap para pria yang sudah siap siaga tersebut satu per satu, kemudian menghela napas.
__ADS_1