Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 28 BELI MOBIL 1


__ADS_3

"kamu ini, dasar, pantes saja dari tadi mamah panggil kamu diem aja, pasti dari tadi kamu tidak dengar penjelasan tentang mobil ini" ucap ibu rita sambil menunjuk mobil ferari merah di depan mereka.


Yah jujur saja, Airin benar-benar tidak memperhatikan sama sekali.


Namun pilihan mobil sang ibu untuknya benar-benar sesuai dengan yang di inginkannya.


"Jadi gimana nak, kamu suka gak sama pilihan mamah?" sambung ibu rita lagi yang melihat anaknya melamun lagi.


"a iya mah, Airin suka pilihan mamah, jadi mari kita selsaikan pembayarannya mah" ucap airin.


"jadi, nyonya dan nona mau melakukan pembelian dengan kredit atau cash, biar saya bisa langsung mengurus berkasnya" terang staf wanita.


"nggak mbak, total aja keduanya, saya mau bayar lunas langsung" ucap airin santai dengan senyum yang masih menempel di wajahnya.


"ah i iya, Apa anda serius nona?" tanya sang staf untuk memastikan skali lagi.


"benar, jadi sekarang tolong di urus semua prosedurnya, biar cepet beres mbak, karna setelah ini saya masih ada keperluan lain, tolong di percepat ya mbak" pinta airin pads staf yang menemaninya berkeliling dari tadi.

__ADS_1


"tentu, tentu nona, tolong tunggu sebentar, saya harus memanggil manager kami, karna nona membeli mobil termewah di tempat kami, silahkan menunggu di ruang tunggu dulu nona dan nyonya" ucap staf mempersilahkan airin menunggu.


Airin hanya menjawab dengan mengangguk kemudian staf wanita bernama rina tersebut segera berbalik untuk memanggil managernya.


Airin dan sang ibupun duduk di ruang tunggu bersama beberapa orang lainnya yang sepertinya sedang membeli mobil juga.


Dari awal Airin masuk, ada seseorang yang menatapnya dengan penasaran.


Namun, airin hanya cuek dan memilih membuka-buka majalah tentang mobil.


"hai, Apakah kamu adalah Airin?" sapa seorang wanita pada airin yang sedikit ragu karna takut salah orang.


Airin menatap wajah wanita tersebut dengan teliti, berusaha mengingat-ingat, wajahnya sangat pamiliar namun airin benar-benar lupa.


"Iya benar" jawab airin santai.


"hai, apa kamu sudah melupakanku? huh tega sekali kamu, padahal kita punya banyak kenangan saat SMA dulu" ucap wanita yang menatap airin.

__ADS_1


Airin hanya diam tak menggubris ucapan gadis itu yang sangat berisik.


"iya saya Airin, kamu siapa?" ucap airin balik bertanya. karna benar-benar melupakan wajah wanita di depannya.


"heh Aku dinda, temen sekelas kamu dulu waktu SMA, gimana, sekarang ingat kan" ucap dinda.


Airin berpikir sebentar kemudian mendapatkan ingatannya tentang teman sekelas SMA nya.


Namun yang airin ingat, wajah dinda ini tidak seperti sekarang, sangat berbeda 180° itulah alasan kenapa airin tidak mengenalinya.


Namun Airin tidak peduli urusan tentang kenapa dia memiliki wajah berbeda dengan yang dulu, karna Airin merasa itu bukan urusannya.


Dalam ingatan Airin, dinda ini dulu sangat sering menyiksa dan memakinya.


"oh dinda, hai apa kabar?" ucap airin masih dengan santainya.


"Kamu sedang apa disini? beli mobil atau merayu orang-orang kaya beli mobil" tuduh dinda tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Airin yang mendengar perkataan dinda sangat kesal.


"Kamu gak mungkin kesini buat beli mobil kan rin, haha jangan mimpi deh, dulu aku ingat, buat makan aja dulu kamu kadang gak punya, hahaha" sambung dinda, yang kemudian tawa dinda pecah setelah mengejek airin.


__ADS_2