Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 57 LAPORAN YANG AMBURADUL


__ADS_3

Setelah insiden yang terjadi di ruang Audisi, disinilah airin berada, disebuah ruangan khusus untuk CEO perusahaan yang terletak di lantai tertinggi gedung pencakar langit.


Di depan Airin berdiri sang asisten yang bernama ana sambil memegang beberapa berkas di tangannya.


"ini adalah kontrak artis perusahaan yang bernama karina, dan juga berkas kerja sama antara perusahaan TH dan perusahaan pak prapto buk" ujar ana sambil menyerahkan 2 berkas pada Airin.


"oke, apa kamu sudah melakukan apa yang saya perintahkan?" ucap Airin sambil matanya menatap berkas di tangannya.


"sudah buk, dan sesuai perintah ibuk, perusahaan tidak perlu membayar uang ganti rugi pada pemutusan kontrak keduanya, bahkan sebaliknya, mereka yang membayar denda pada perusahaan atas tuduhan melanggar aturan perusahaan dan merusak nama baik perusahaan buk" jawab ana detail pada Airin. Pasalnya ana lumayan ikut geram karna kasus karina yang menghalalkan berbagai macam cara untuk menjadi terkenal.


"baiklah, kamu bisa kembali sekarang!" perintah airin.


"baik buk, permisi" ucap ana kemudian di jawab dengan anggukan oleh Airin.

__ADS_1


Sebenarnya Ana adalah asisten pak beno, namun karna cara kerja ana yang terampil dan disiplin Airin meminta ana menjadi asistennya sendiri, yang berikutnya akan selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.


Ana seorang wanita pekerja keras berusia 37 tahun, seorang ibu tunggal karna bercerai dengan suaminya karna perselingkuhan.


ana termasuk karyawan lama di th entertainment, dia sudah berada di th lebih dari 10 tahun semenjak dirinya bercerai dengan sang suami.


Karna mantan suami yang tak pernah melakukan tanggung jawabnya untuk nafkah wajib untuk anaknya mendorong ana untuk bekerja lebih keras hingga di berada di posisinya sekarang.


putri ana sendiri saat ini berusia 18 tahun dan sedang mempersiapkan dirinya untuk masuk perguruan tinggi. Dan karna tinggal di asrama sekolahnya, ana menjadi lebih fokus ke pekerjaannya.


setelah berkabar dengan sang ibu, Airin teringat bahwa dirinya sudah lumayan lama tak bermeditasi.


Namun karna lokasi Airin yang saat ini berada di pusat kota dan bisa di rasakan dengan kasar bahwa tidak ada energi qi murni jadi Airin memutuskan untuk berkultivasi nanti saja saat dirinya sudah pulang.

__ADS_1


Setelah berbagai macam pikiran berkecamuk untuk langkah kultivasinya sendiri, airin memutuskan untuk memeriksa tumpukan berkas di meja nya, yah, karna Airin adalah sang bos tentu sangat banyak hal yang memerlukan tanda tangannya.


setelah 2 jam memeriksa semua berkas yang sebelumnya menggunung di depannya, airin memilah kembali beberapa laporan yang harus di perbaiki dan untuk laporan keuangan perusahaan airin menyimpannya secara khusus, karna ada banyak hal yang tidak sesuai dan airin akan memeriksa secara langsung ke departmen keuangan.


Setelah memeriksa beberapa laporan tersebut membuat mood airin tambah suram, dari sekian banyak berkas yang di periksanya, hampir 60% perlu perbaikan, belum lagi laporan keuangan yang di buat sangat amburadul.


Dengan mimik wajah kesalnya Airin memanggil sang asisten untuk ke ruangannya.


airin mengangkat gagang telpon kemudian memencet nomer khusus untuk asistennya "ke ruangan saya sekarang" perintah Airin yan di jawab baik oleh ana.


Tak lama masuklah ana ke dalam ruangan Airin setelah sebelumnya mengetuk pintu.


"Kumpulkan semua orang yang mengerjakan laporan ini ke ruangan saya sekarang juga, tanpa terkecuali" perintah Airin kemudian langsung di laksanakan oleh ana tanpa perlu bertanya-tanya kenapa.

__ADS_1


Dan inilah yang di suka oleh Airin, ana tau kapan saat yang tepat untuk bertanya dan kapan tidak tepatnya.


__ADS_2