
"uhhukk" lagi pria berjubah hitam memuntahkan darah.
"duduk" ucap Airin sambil menepuk batang pohon yang di duduki, meminta pria berjubah silver duduk di sebelahnya.
sedangkan pria berjubah hitam menunduk di hadapan airin.
Luka akibat serangan airin tidak main-main, pria berjubah hitam di buat tak berkutik.
"siapa namamu? " to the point airin langsung pada pria berjubah silver setelah dia duduk di sampingnya namun masih berjarak sopan.
"namaku jing chen, murid ketua sekte sekte canglan! " jawab jing chen jujur.
"sekte canglan? Apakah sekte itu berada di negara C? " ucap airin dengan wajah bertanya.
"Benar nona, tapi di negara C ada jalan khusus menuju ke dunia kultivasi, dan manusia biasa tidak ada yang bisa melihat ataupun masuk ke dunia para kultivator" jawab jing chen.
melihat Airin dan jing chen yang sedang mengobrol, pria berjubah hitam dari sekte jahat memanfaatkan momen tersebut untuk mengirim pesan kembali pada sektenya bahwa misinya gagal.
jing chen yang tiba-tiba melihat cahaya putih di langit pun berusaha menghentikannya, namun gagal.
__ADS_1
"Ah sial, nona, dia sudah mengirim pesan kembali pada sektenya, sebentar lagi anggota sektenya akan datang kesini, sebaiknya nona pergi sekarang juga" ucap jing chen khawatir.
"terimakasih sudah menyelamatkanku nona, budi ini akan ku balas di kehidupan selanjutnya" sambung jing chen dengan tulus.
"tunggulah, kalian sebentar lagi akan mati, hahaaha" ucap pria berjubah hitam dengan di akhiri tawanya.
Airin yang diam dari awal hanya tertawa kecil merasa lucu pada pria berjubah hitam.
"yaaahh, tapi sebelum bala bantuanmu datang dan membunuh kami, orang yang akan mati terlebih dulu adalah kamu" jawab airin santai sambil mengangkat bahunya acuh tak acuh.
"jing chen, sekarang aku memberimu kesempatan untuk membalaskan dendammu, kamu boleh membunuh ataupun menyiksa pria ini terlebih dahulu, aku akan melindungimu" sambung airin.
jing chen yang mendengar ucapan Airin terdiam, namun segera kembali ke kenyataan.
"tentu, lakukanlah" jawab Airin sambil mengeluarkan kipas dari ruang dimensinya.
Mendengar percakapan kedua orang di depannya, pria berjubah hitam sangat takut.
Bagaimanapun dia belum mau mati, dia masih ingin berdiri di puncak dunia.
__ADS_1
"tidak, tidak, kamu tidak bisa membunuhku, jangan mendekat,,, lepaskan aku,,,, kalau tidak, guruku pasti akan membinasakan semua keluarga dan keturunanmu" ucap pria berjubah hitam sambil mundur ketakutan.
jing chen melirik airin, kemudian setelah mendapat persetujuan airin, jing chen langsung menebas kepala pria berjubah hitam.
Pria berjubah hitam pun mati dengan kepala terpenggal, bahkan airin juga membantu jing chen menghancurkan jiwa pria berjubah hitam, membuatnya bahkan tak bisa bereinkarnasi.
setelah kematian kultivator jahat, airin mengajak jing chen pergi.
Tanpa sepengetahuan jing chen airin menjentikkan api langit hingga membakar mayat pria berjubah hitam hingga menjadi abu.
Airin bergegas pergi menuju vilanya di ikuti jing chen di belakangnya.
Dengan ilmu meringankan tubuh milik mereka berdua, dengan sangat cepat keduanya sampai di vila Airin.
Sedangkan di tempat kematian pria berjubah hitam tadi, datang 4 orang pria berjubah hitam.
Mereka bisa di bilang datang terlambat, teman mereka sudah mati, bahkan mayat teman mereka pun sepertinya sudah di hancurkan.
"sial, kita sudah terlambat, kita harus melaporkan ini pada guru" ucap pria satu dari ke empat pria berjubah hitam.
__ADS_1
"apa kita tidak perlu menyelidiki aura di hutan ini, siapa tau ada jejak dari orang yang melenyapkan saudara kita" ucap pria berjubah hitam kedua.
"tidak perlu, sepertinya ada seorang ahli yang membunuh saudara kita, bahkan jiwa saudara ke empat di hancurkannya hingga tak bisa bereinkarnasi" jawab pria ke tiga.