Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 21 MEMBELI RUMAH 1


__ADS_3

Tak lama datanglah ana dengan sosok pria yang berusia sekitar 40 tahun, dia adalah manajer kantor menjualan di tempat airin akan membeli rumah.


pria itu bernama anto, setelah ana memberitahunya bahwa ada orang yang ingin membeli rumah mewah nomer 2, anto sangat senang, pasalnya sudah lama rumah itu tidak laku-laku karna harganya yang sangat mahal.


namun harga mahal seimbang dengan kualitas bangunan dan furnitur rumah tersebut.


anto pun dengan semangat berjalan mengikuti ana untuk menghampiri pelanggan besar tersebut, dia sangat senang karna akan mencapai target penjualan jika rumah mewah nomer 2 benar-benar laku terjual.


apalagi ana juga mengatakan bahwa orang tersebut akan membayarnya lunas secara langsung.


airin menatap pria yang berjalan berdampingan dengan ana ke arahnya, airin sudah bisa menebak bahwa pria itu pasti manajer disini.


setelah sampai di depan ana, anto sangat sopan pada airin, tidak ada kesan merendahkan sama sekali, sekalipun airin masih sangat muda.


"selamat sore nona, perkenalkan nama saya anto, saya adalah manajer di kantor ini" ucap manajer anto sangat sopan.


"iya, saya airin pak, jadi bisakah kita segera menyelsaikan pembayaran dan surat-surat rumahnya pak, saya sedang terburu-buru!" ucap airin yang tidak ingin berlama-lama disana.

__ADS_1


"baik nona airin, silahkan ikut saya" pinta pak anto pada airin kemudian berjalan di depan untuk membimbing airin.


banyak yang mendengarnya pun merasa sangat iri karna airin akan membeli rumah mewah nomer dua.


banyak juga yang menyesal menatap kepergian airin untuk menyelsaikan pembayaran, siapa lagi kalau bukan para staf yang mengabaikan airin.


Setelah berjalan sebentar, airin tiba di kantor pak anto, tampa membuang waktu, airin langsung menyelsaikan pembayaran dan tanda tangan pengalihan nama di sertifikat rumahnya.


karna dari awal airin sudah mempersiapkan apa saja yang di butuhkan untuk mengurus surat rumah barunya.


Airin membayar 20 milyar langsung dengan santai tanpa menunda-nunda.


"selamat nona airin, karna sekarang rumah mewah nomer dua di tempat kami sudah sah menjadi milik anda nona" ucap anto sambil berjabat tangan dengan airin.


"terimakasih " jawab airin.


"kapan anda akan pindah ke rumah baru anda nona?" tanya pak anto.

__ADS_1


"mungkin besok pak, tolong bantu saya mempekerjakan orang untuk membersihkan rumah saya sebelum saya datang, kedepannya saya akan mempekerjakan pelayan saya sendiri" jawab airin santai.


"jika nona membutuhkan jasa pindah nona bisa menghubungi nomer saya, kami juga menyediakan jasa pindahan nona" terang pak anto.


"oh baik pak, besok saya akan pindah, saya pasti akan menghubungi pak anto" balas airin.


setelah mengurus semuanya, airin pun berjalan keluar untuk meninggalkan kantor penjualan, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.


airin takut membuat sang ibu khawatir itulah kenapa airin ingin segera pulang.


sepeninggalan airin para staf menghampiri ana yang masih belum kembali akal sehatnya karna mendapat komisi gede.


ana yang melihat tatapan iri para seniornya pun merasa tak nyaman.


namun bagaimanapun juga, kesenangan ana tak mampu di sembunyikan membayangkan komisi yang akan dia terima.


karna rumah yang terjual adalah rumah paling mewah nomer dua jadi ana mendapat komisi sebesar 400 juta.

__ADS_1


uang yang sangat banyak batin ana dalam hati.


__ADS_2