
"ada mbak, tapi di aula, kalo ruang pribadi sudah penuh semua mbak" jawab si pelayan dengan sopan pada airin.
karna kecantikannya, apapun yang airin kenakan terlihat sangat mewah di tubuhnya, karna airin yang sangat memahami fashion.
airin hanya mengenakan celana jins hitam pendek di atas lutut, baju kaos oblong putih yang di masukkan bagian depannya saja di dalam celana, rambut yang di kuncir kuda, dan sepatu kets putih. di tambah tas punggung berwarna hitam di punggung airin, menambah kesannya seperti anak SMA.
cara airin berpakaian benar-benar memancarkan aura yang sangat mulia dan elegan.
"baik, tidak masalah mbak" jawab airin.
"kalo begitu, mari biar saya antar mbak" ucap pelayan kemudian mengantar airin menuju meja yang kosong.
"terimakasih" ucap airin setelah sampai di tempat duduk meja yang kosong.
airin kemudian memanggil pelayan dan memesan menu utama di rumah makan itu.
sambil menunggu pesanannya, airin mengeluarkan mangkok tua yang di belinya serta beberapa tisu basah, airin berniat membersihkan mangkok tua dan melihat bentuk asli mangkok yang membuatnya penasaran sejak dari pertama melihatnya.
Airin mulai membersihkan debu yang lumayan tebal di mangkok, dan terlihatlah pola emas yang mengukir di pinggir luar mangkok.
__ADS_1
"mangkok ini sangat indah, ada corak emas pinggir mangkok dan ukiran burung phonixs, ini pasti bukan mangkok biasa" gumam airin pelan tanpa di dengar siapapun, karna jarak dari meja satu ke meja lainnya lumayan renggang.
tanpa airin sadari ada seorang pria tua yang menatap dan membelalakkan mata ke arah mangkok di tangan airin.
ingin sekali pria tua itu menghampiri airin dan melihat mangkok tua itu lebih dekat lagi, namun niatnya di urungkan karna kedatangan seorang pelayan yang mengantar pesanan airin.
"aku akan menunggu gadis muda itu menyelsaikan makannya kemudian menghampirinya" batin si pria tua.
setelah lama menunggu, pesanan airin pun tiba. airin menyantap bebek panggang khas di rumah makan itu dengan lahap, dan airin sangat memuji rasanya.
kematangan yang pas, dan bumbu yang benar-benar menyatu dengan sempurna.
setelah selesai makan, airin meminta pelayan untuk membereskan mejanya.
saat airin akan beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba ada seorang pria tua yang memanggilnya.
"gadis, tunggu sebentar" ucap pria tua itu.
ya pria tua yang sudah memperhatikan airin dari tadi, lebih tepatnya mangkok yang airin pegang.
__ADS_1
"yaa, ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap airin bingung. pasalnya airin tidak mengenal pria tua yang tiba-tiba menghampirinya itu.
"bisakah kita bicara sebentar?" ucap pria tua itu lagi.
"yah, tapi saya harus pulang tuan!" jawab airin.
"sebentar saja, gadis jangan takut, saya adalah ketua asosiasi batang antik, nama saya adalah jinyang ananta, kamu bisa memanggilku kakek jin" jelas si pria tua memperkenalkan dirinya agar airin tidak takut.
"saya benar-benar tertarik dengan mangkok tua yang kamu pegang tadi, bisakah kamu membiarkanku melihatnya?" sambung pria tua tersebut.
airin berpikir sebentar kemudian mengangguk.
"baiklah" angguk airin kemudian duduk lagi di kursi tempatnya tadi.
"hmm, bisakah kamu mengikutiku ke ruang pribadi, kita akan lebih leluasa berbicara disana" ajak kakek jin pada airin.
"tentu, tidak masalah" jawab airin. menurut airin pria tua ini tidak akan melakukan hal buruk padanya, sekalipun dia melakukannya airin bisa mengalahkan pria tua ini.
"mari ikut saya, saya punya ruang pribadi khusus di sini" ucap kakek jin kemudian berjalan menuju ruang pribadi yang paling besar di ikuti oleh airin di belakangnya.
__ADS_1