
sejak mendengar pria tua yang mengatakan bahwa dia ruang pribadi khusus di rumah makan ini membuat airin berpikir bahwa kakek jin ini pasti bukan orang sembarangan.
apalagi melihat beberapa pria besar yang mengenakan jas yang biasa di gunakan oleh pengawal menunduk hormat pada kakek jin saat memasuki kamar pribadi.
"kakek jin pasti orang berpengaruh" batin airin.
di ruang pribadi, airin di persilahkan duduk. disana hanya ada airin, kakek jin dan seorang pria yang berpenampilan seperti asisten pribadi.
"silahkan duduk gadis, oiya siapa namamu nak?" ucap kakek jin.
"perkenalkan, nama saya airin olivia tuan!" jawab airin memperkenalkan dirinya dengan santai pada kakek jin.
"baiklah airin, panggil saja saya kakek jin, dan perkenalkan ini adalah asisten pribadi saya, namanya cakra, kamu bisa memanggilnya paman cakra" ucap kakek jin memperkenalkan pria yang menggunakan kaca mata yang berdiri di sampingnya.
airin hanya mengangguk ke arah asisten kakek jin untuk menyapa.
"gadis airin, bisakah saya melihat mangkok tua yang tadi kamu pegang itu?" pinta kakek jin.
__ADS_1
"tentu kakek jin" jawab airin kemudian mengeluarkan mangkok tua dan menyerahkannya ke tangan kakek jin yang terlihat sudah tak sabar.
setelah menerima mangkok tua, kakek jin sangat bersemangat kemudian langsung mengeluarkan alat-alatnya untuk mengamati mangkok tua itu, guna memeriksa keasliannya.
airin hanya menatap santai kakek jin yang terlihat sangat fokus mengamati mangkok antik tua yang di belinya di pasar tadi.
setelah beberapa menit mengamatinya kakek jin sudah bisa menyimpulkan bahwa mangkok tua itu adalah barang antik asli dari 1000 tahun yang lalu, mangkok ini biasa di gunakan oleh seorang kaisar atau permaisuri dari kerajaan.
karna dari ukiran burung fonixs dan naga di pinggir mangkok.
"tidak salah lagi, ini adalah mangkok antik paling berharga yang pernah saya lihat" ucap pria tua itu bersemangat dengan mata yang berbinar-binar.
Airin tertegun sebentar, namun tak menjawab apa-apa, karna airin juga awalnya tidak terlalu yakin akan keaslian mangkok tua itu.
airin hanya mengandalkan insting dan keberuntungannya saja.
"gadis airin, apakah kamu ingin menjualnya? kalau iya, bisakah kamu menjualnya padaku?" ucap kakek jin yang masih memegang erat mangkok tua itu.
__ADS_1
airin berpikir sebentar kemudian mengangguk, bagaimanapun juga airin bukan pencinta barang antik, kalau bisa menghasilkan uang kenapa tidak di jual, airin juga sangat membutuhkan uang, untuk modal awal perusahaan dan beli rumah yang layak untuk sang ibu, belum lagi beli mobil untuk memudahkan dirinya sendiri.
setelah melihat airin mengangguk, kakek jin sangat senang.
"gadis airin, kamu tenang saja, aku pasti akan memberimu harga yang sesuai harga pasar, kalau di lihat harga pasaran mangkok ini tidak kurang dari 60 milyar, gadis airin, aku akan membayarnya seharga 60 milyar, bagaimana? apakah kamu bisa menjualnya padaku?" ucap kakek jin jujur.
airin benar-benar terkejut dengan harga mangkok yang di belinya seharga 5 juta ternyata sangat berharga.
awalnya airin mengira-ngira harganya paling 60 atau 100 juta, airin tidak pernah membayangkan bahwa harganya bisa sampai 60 milyar.
setelah sadar dari keterkejutannya, airin menatap kakek jin kemudian bertanya untuk memastikan.
"kakek jin, apakah anda yakin harganya 60 milyar?" ucap airin dengan mata penuh harap.
"tentu, bahkan bisa lebih mahal jika kamu melelangnya" jawab kakek jin dengan jujur.
airin benar-benar takjub mendengar harganya.
__ADS_1