
"Pak prapto yang terhormat, saya pikir anda sudah tau apa akibat yang anda terima karna sudah berani bermain-main di perusahaan saya" ucap Airin sambil menatap pria paruh baya yang tengah berkeringat dingin karna tekanan yang Airin keluarkan.
"tujuan Anda sangat tidak bisa saya terima, jika saja anda berinvestasi dalam sebuah drama yang perusahaan saya sedang garap murni untuk keuntungan, saya pasti akan memberi anda keuntungan yang sangat baik, karna sejauh ini perusahaan saya sudah mendunia dan anda sudah pasti tahu bukan" sambung Airin lagi.
keringat dingin sudah mengalir tak hentinya di dahi pak prapto, padahal ruangan tempat audisi adalah ruangan berAC, tapi pak prapto seolah berdiri di bawah terik matahari.
"A a anda, jangan sembarang menuduh saya buk Airin, jangan mentang-mentang anda adalah bos besar th, anda bisa memfitnah saya semau anda" ucap pak prapto dengan tegas, namun tak mampu menutup kegugupannya.
"oh apakah saya memfitnah, sepertinya anda lebih tau dari saya, karna anda adalah tokoh utamanya" jawab airin santai.
"tapi, karna anda meminta bukti, maka tentu saja, saya akan menunjukkan bukti yang anda inginkan" sambung Airin yang membuat pak prapto ketar ketir di dalam hati karna takut.
"bagaimana ini, apakah benar ada bukti, atau apa buk airin hanya menggertak? yah ini pasti cuma gertakan, dan selama ini saya selalu bermain dengan aman" batin pak prapto.
berbeda dengan pak prapto yang masih bisa mengendalikan dirinya, karina yang masih diam menyimak ucapan Airin dan pak prapto sudah gemetar karna tak mampu menyembunyikan rasa takutnya, namun Airin sedikitpun tak menoleh menatap karina yang gemetar.
__ADS_1
Airin kemudian mengangkat telpon genggamnya kemudian memanggil seseorang di seberang telpon sana untuk segera masuk.
'Hallo, bawa benda itu masuk ke ruang Audisi!'
' iya, sekarang'
'oke'
Ucapan Airin dengan orang di seberang telpon sana.
Tak lama masuklah seorang pria dengan jas hitam khas pengawal, yang kemudian berjalan menuju ke Arah Airin.
Setelah Airin menerima amplop tersebut, pria berjas pengawal tersebut langsung berbalik keluar ruangan.
Airin membuka amplop tersebut kemudian mengeluarkan isinya.
__ADS_1
Disana ada beberapa poto sepasang pria dan wanita yang tengah memadu kasih di atas ranjang.
Yah, siapa lagi kalau bukan karina. Airin yang melihat foto menjijikkan karina dengan beberapa pria yang berbeda hanya menggeleng dan ingin muntah.
para juri yang duduk dekat dengan Airin menganga tak percaya sambil menutup mulutnya santing tak percayanya.
sedangkan pak prapto yang sudah melihat salah satu fotonya dengan karina menjadi pucat pasi, dan menatap Airin dengan ngeri.
untuk membuktikan ucapannya yang di anggap memfitnah, Airin kemudian menyerahkan pada para juri lainnya untuk melihat kemudian menilai sendiri siapa yang jujur dan tidak.
para juri menjadi heboh sendiri, menatap karina dengan tatapan mencela, mengejek dan merendahkan.
ada sepuluh foto karina di dalam amplop, 3 poto dengan orang yang sama, sedangkan 7 poto lainnya bersama pria yang berbeda-beda.
melihat tatapan merendahkan dari para juri kecuali pak prapto yang masih diam mematung, karina semakin takut den mulai mengira-ngira foto siapa yang sedang di lihat oleh para juri.
__ADS_1
saat sedang dalam lamunannya, tiba-tiba salah satu orang juri berjalan mendekat menghampiri karina kemudian menyerahkan foto-foto karina.
karina yang tersadar mengambil alih foto yang di serahkan padanya oleh seorang juri wanita, kemudian melihat dengan jelas satu per satu foto itu.