
pria berjubah hitam yang mendapat serangan tiba-tiba dari airin benar-benar terkejut.
"uhukk" batuknya kemudian memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
airin hanya diam mengabaikan pria itu, dan masih fokus untuk mengirimkan energi untuk menghancurkan inti langit dan bumi di tubuh pria berjubah silver.
"sialan, beraninya kamu mengabaikanku setelah menggagalkan rencanaku" sambung pria berjubah hitam sambil memegang dadanya dan berusaha berdiri, namun terus gagal karna luka dalam yang serius di dadanya.
Sedangkan pria berjubah silver yang sudah benar-benar putus asa dan siap meledakkan dirinya merasakan aliran hangat memasuki tubuhnya melalui keningnya.
Kemudian mengalir ke dalam tubuhnya perlahan hingga menghancurkan inti langit dan bumi yang sudah siap meledak di dalam tubuhnya.
Setelah merasakan keganjalan itu pria berjubah silver terburu-buru membuka matanya kemudian melihat seorang wanita muda yang berdiri di depannya dengan tangan yang masih mengalirkan energi padanya.
Awalnya pria itu berpikir dia di gagalkan oleh praktisi jahat untuk bunuh diri, namun melihat wanita muda di depannya benar-benar membuatnya tercengang.
"si... Siapa kamu? Kenapa kamu menghalangiku untuk meledakkan diri? " lirih pria berjubah silver sambil menahan sakit di dadanya karna luka yang di sebabkan pria jubah hitam.
__ADS_1
"bodoh, karna aku ingin membantumu jadi menghalangimu untuk bunuh diri, " jawab airin santai.
"atas dasar apa aku harus mempercayaimu, bisa saja kamu adalah komplotan dari sekte jahat itu" jawab pria berjubah silver sambil menunjuk ke arah pria berjubah hitam.
Namun setelah melihat arah telunjuknya sendiri, dia melihat pria jubah hitam yang tengah berjuang untuk berdiri dan terluka parah.
"i.. I.. ini, apa yang terjadi? " gumam pria berjubah silver pelan namun masih di dengar jelas oleh airin.
"seperti yang kamu lihat, aku yang melakukannya" jawab airin santai.
"jadi, kamu tak perlu bunuh diri, aki sudah mendengar percakapan kalian dari awal, jadi aku memutuskan untuk membantumu" sambung airin sambil duduk santai di atas pohon yang tumbang karna perkelahian 2 pria tersebut.
'siapa wanita ini, kenapa aku tidak merasakan kehadirannya kalau dia memang sudah menyaksikan pertarungan kami dari awal' batin pria berjubah hitam.
Melihat kedua pria di depannya yang masih terlihat bingung dan tenggelam dalam pikiran mereka, Airin memutar bola matanya malas.
Kemudian mengeluarkan pil penyembuh kelas atas dari ruang dimensinya kemudian menjentikkannya pada pria berjubah silver.
__ADS_1
"tangkap" ucap airin pada pria berjubah silver yang kemudian menyadarkannya dari lamunannya dan segera menangkap pil tersebut.
Aroma pil kelas atas membuat pria berjubah silver yang hendak bertanya jenis pil tersebut menghentikan aksinya.
Kemudian tanpa berpikir panjang langsung menelan pil tersebut karna dia tau pil tersebut adalah pil penyembuh kelas atas.
Dengan masih dapat di lihat oleh mata telanjang, khasiat pil tersebut sangat luar biasa.
Luka dalam yang di derita pria berjubah silver sembuh seketika dan bahkan mengembalikan energi yang sempat terkuras habis karna menghadapi pria berjubah hitam yang lebih tinggi kultivasinya.
"ini, luar biasa, terimakasih nona" ucap pria berjubah hitam sambil memegang dadanya kemudian membungkuk hormat ke arah airin dengan tulus.
Melihat itu pria berjubah hitam hendak melarikan diri karna melihat situasinya yang sangat tidak menguntungkan.
Dia mengeluarkan jimat teleportasi yang bisa membuatnya berteleportasi jauh dari airin untuk menyelamatkan hidupnya.
Namun dia kalah cepat dari airin yang kembali mnyerangnya dengan santai, membuatnya gagal memakai jimatnya.
__ADS_1
"apa aku sudah mengizinkanmu pergi? " ucap airin sambil menatap tajam pria berjubah hitam.