
Gelang yang sangat musterius, dari awal airin melihat gelang itu, Airin merasa ada sesuatu yang menariknya untuk membeli gelang merah tersebut.
"Apa yang istimewa dari gelang ini" batin airin dalam hati.
Airin memutar-mutar gelang merah tersebut mencari sesuatu yang istimewa, namun setelah beberapa saat airin tidak menemukan apapun.
"gelang apa ini sebenarnya" gumam airin pelan.
"ini sudah pasti bukan gelang sederhana, apakah ini gelang ajaib seperti yang ada di novel-novel, biasanya kalo di novel untuk membuka segel suatu benda ajaib bisa dengan cara meneteskan darah, apa aku coba aja ya, siapa tau bisa" gumam airin lagi kemudian membersihkan gelang merah itu dengan kain.
Setelah di bersihkan, warna pada gelang merah tersebut menjadi semakin cerah.
setelah di rasa bersih airin kemudian menggigit jari telunjuknya hingga keluar darah yang kemudian dia teteskan ke gelang merah yang di pegangnya.
setelah darah di teteskan ke arah gelang merah, darahpun langsung meresap dengan cepat, kemudian gelang itu memancarkan cahaya putih yang menyilaukan mata.
Airin spontan menutup matanya karna cahaya putih tersebut.
Tak lama dirasa sudah tak silau lagi, Airin membuka matanya perlahan.
Namun apa yang di pandang oleh matanya membuatnya takjub, Pemandangan yang sangat indah sekali.
__ADS_1
"dimana ini?" gumam airin.
Di depan airin terlihat sebuah rumah kuno berlantai dua yang sangat indah, di sebelah kanan airin terlihat berbagai macam pohon buah, ada pohon apel dengan buah merah ranum, buah jeruk, stroberi dan masih banyak lagi.
Di sebelah kiri terlihat seperti ladang obat yang terlihat berusia lebih dari 1000 tahun.
Airin kemudian berbalik, di belakangnya terdapat kolam mata air yang sangat jernih.
padahal di dunia nyata sudah tengah malam ,namun di tempat ini masih sore dengan cuaca yang cerah.
Airin berjalan perlahan menuju sumber air kemudian mengambil air dan meneguknya sedikit.
Rasa air yang segar dan ada rasa manisnya membuat airin memejamkan mata, merasakan ada rasa hangat yang mengalir ke dalam tubuhnya.
Pohon apel seolah menyadari airin berjalan ke arahnya kemudian merendahkan buahnya agar lebih mudah di ambil oleh Airin.
Airin menatap takjub, kemudian mengambil buah apel dan mencoba menggigitnya.
Rasa manis memenuhi mulut airin yang kemudian membuat airin menjadi sangat jatuh hati pada apel itu.
Setelah dua gigitan, airin tersadar dan mulai menatap tempatnya berada sekarang.
__ADS_1
Airin mencubit lengannya untuk memastikan apakah dia sedang bermimpi atau tidak saat ini, dan ternyata cubitannya sangat sakit, yang berarti airin sedang tidak bermimpi.
"Apakah ini adalah ruang dalam gelang merah itu?" gumam airin kemudian memanggil sistemnya.
"miky"
"saya disini nona"
setelah mendengar suara sistem airin merasa lega karna berarti sistem mengikuti kemanapun dia pergi.
"apakah kamu tau kita sedang ada dimana sekarang ini miky"
"jawab nona, kota berada di dalam ruang dimensi gelang merah delima"
"ooh jadi namanya gelang merah delima" gumam airin yang di dengar sistem.
"benar nona"
"lalu kenapa kita bisa ada disini?"
"itu karna nona sudah sah menjadi pewaris gelang merah delima"
__ADS_1
"miky, coba jelaskan tentang gelang merah delima"
"baik nona, gelang merah delima merupakan gelang dimensi, sejak 10 ribu tahun yang lalu, gelang ini dulu pernah di miliki oleh 2 orang, yaitu permaisuri surgawi dan dewi obat, setelah hilangnya dewi obat gelang inipun ikut menghilang" jelas sistem miky panjang lebar.