Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 31 PELAYAN DAN KOKI BARU


__ADS_3

setelah 1 jam istirahat, suara ketukan di pintu kamarnya memaksa airin beranjak dari tempat tidur nyamannya.


"tok tok tok" suara ketukan pintu kamar airin.


"iya sebentar" teriak airin dari dalam kamar kemudian membuka pintu, disana berdiri sang ibu dengan senyuman lembutnya menatap airin.


"Nak, di bawah sudah datang 9 orang, katanya mereka yang akan bekerja di rumah kita, tapi mamah ingat kamu tadi berpesan kalau yang datang cuma 8 orang, jadi mamah bingung mau bertanya rasanya gak enak" ucap ibu rita.


"Astaga mah, ya ampun Airin lupa kalo airin juga mempekerjakan mama seorang supir, biar mamah gampang kalo mau kemana-mana, mamah kan belum bisa nyetir, jadi itulah mah" jelas airin pada sang ibu sambil menepuk keningnya, bisa-bisanya fia lupa hal itu.


"haah kok supir sih nak, mamah bisa nyetir kok sayang, jadi mamah gak perlu supir" ucap ibu rita yang hanya di balas tatapan bingung sang anak.


"Seingatku mamah gak bisa nyetir deh, mamah kapan belajar, kok Airin gak tau mah?" ucap airin berusaha mengingat-ngingat.


"ceritanya panjang nak, jadi nanti kalau ada waktu mamah ceritain yah sayang" jawab ibu rita dengan senyum yang tak pernah luntur di wajahnya.

__ADS_1


"trus gimana mah, orangnya sudah di sini, masak aku suruh pergi mah, kan aku gak enak mah?" Airin benar-benar gak tega kalo harus membatalkan pekerjaan supir barunya.


"ya gak Apa-apa nak, biarkan saja dia tetap bekerja disini, supaya nanti kalo mamah malas bawa mobil mamah bisa di supirin sama dia" ucap ibu rita memecah keraguan sang anak.


"oke deh mah".


Mereka pun kemudian berjalan menuju lantai bawah menemui calon pelayan, koki, dan supir pribadi mereka.


setelah membagi tuga-tugas para karyawan barunya Airin meminta mereka memasak untuk makan malam, karna jam sudah menunjukkan pukul 5.42 sore.


Di vila mewah nomer 1 yang berdekatan dengan rumah vila milik Airin, seorang pria dengan jas hitam kasual, tinggi 185 cm, dengan wajah tampan nan rupawan sedang berusaha menahan kesakitannya.


pria itu bernama lu zan wey, pengusaha terkenal dunia yang baru berusia 27 tahun namun mampu menggemparkan dunia bisnis.


lu zan wey yang saat ini berada di negara asing merasa sangat tidak nyaman melihat tatapan para wanita-wanita yang seolah ingin menelanjanginya.

__ADS_1


bulir-bulir keringat menetes di dahi lu zan kala dirinya yang tengah menahan kesakitan dari racun dingin yang sudah di deritanya selama 10 tahun belakangan, semenjak ibunya meninggal.


"ughh, sekarang sakitnya sudah benar-benar tak terkontrol lagi" gumam lu zan sambil duduk dengan mulut yang masih tak berhentinya mengutuk penyakitnya.


"tuan muda, anda harus secepatnya menemukan penawar racun dingin di tubuh anda, hanya pil pencuci darah racun yang bisa menyelamatkan anda" ucap sang dokter yang khawatir.


"Tapi kemana kita harus mencari pil itu di dunia saat ini, sekarang sudah tidak ada kultivator ataupun alikimia , jadi bagaimana kita bisa menemukannya huuh" bentak seorang pria muda yang seumuran dengan lu zan, ya dia adalah asisten pribadi lu zan sekaligus sahabat dekatnya.


pria teman dari lu zan menatap lu zan yang tengah kesakitan, ya Lu zan hanya di biarkan tidur di lapangan.


*


[ Ding ]


[ misi terpicu, selamatkan pria di rumah vila noner satu dari serangan racun dingin di tubuhnya ]

__ADS_1


"hah, rumah sebelah dong, aduh masak aku kesana, nanti pasti gak bakal di izinin masuk" beo airin.


__ADS_2