Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 58 MENGGELAPKAN DANA PERUSAHAAN


__ADS_3

Airin menatap orang-orang yang berdiri di hadapannya dengan tatapan menyelidik.


Pandangannya jatuh pada pria dengan jas biru, yaitu manajer departmen keuangan.


Airin melirik papan nama si manajer, "ilyas pratama" ucap Airin.


"Baik, pak ilyas tolong jelaskan pada saya apa maksud laporan ini?" ucap Airin kemudian melempar berkas laporan yang pak ilyas kerjakan.


Tanpa menyembunyikan kemarahannya, Airin menatap pak ilyas dengan tajam.


Pak ilyas menangkap dokumen yang di lemparkan Airin ke arahnya, dengan keringat dingin mulai menetes di dahinya.


Pasalnya, baru kali ini laporan yang di buatnya di pertanyakan, karna sebelumnya dia selalu bisa mengelabui pak beno.


Tapi sekarang sang CEO besar perusahaan memeriksa laporannya dan meminta penjelasan darinya.


Dia masih berpikir bahwa laporannya tanpa cela meski dia melakukan kecurangan.

__ADS_1


Tanpa banyak berpikir lagi pak ilyas segera membuka laporan yang sudah di beri tanda oleh Airin.


Melihat pak ilyas membuka dan dokumen yang sudah dia tandai, Airin melempar 1 berkas lagi, yakni laporan asli dari catatan pengeluaran perusahaan.


Melihat laporan itu pak ilyas menjadi semakin tegang, dan wajahnya berubah menjadi pucat.


"setelah saya periksa, dana perusahaan yang sudah berhasil anda gelapkan kurang lebih 8 milyar selama 10 tahun anda bekerja dari perusahaan saya, jadi pak ilyas ada yang ingin anda katakan?" ucap Airin sambil jari telunjuknya mengetuk-ngetuk mejanya.


Semua karyawan yang mendengar ucapan Airin sangat terkejut, bagaimana tidak, pak ilyas si manajer keuangan yang selama ini terkenal karna keramahannya, ternyata menggelapkan dana perusahaan yang tidak main-main nominalnya.


berbagai bisikan mulai bergema di dalam ruangan airin prihal pak ilyas yang tertangkap basah oleh bos besar mereka.


"ma maafkan saya buk Airin, saya mengaku salah, tolong maafkan saya, saya tidak akan mengulanginya lagi, tolong beri saya satu kesempatan lagi buk Airin" mohon pak ilyas sambil berlutut.


"tidak ada kesempatan bagi orang seperti anda, kesalahan anda tidak cuma satu, pertama menggelapkan dana perusahaan, kedua memalsukan pemberitahuan dari atasan tentang penurunan gaji karyawan, dan yang ketiga merusak nama baik perusahaan saya" ucap Airin membacakan kesalahan-kesalahan pak ilyas.


"Anda harus mengembalikan uang perusahaan yang sudah anda gelapkan, kemudian silahkan tunggu panggilan dari pengadilan, dan mulai sekarang anda di pecat dari perusahaan saya" sambung Airin lagi.

__ADS_1


Selsai ucapan airin, beberapa pengawal ber jas hitam menyeret pak ilyas keluar ruangan Airin.


Selsai dengan urusan pak ilyas Airin melanjutkan dengan beberapa karyawan di depannya.


Namun nadanya tidak sedingin saat berurusan dengan pak ilyas.


"ambil tumpukan dokumen yang ada di sebelah kiri meja saya, dan perbaiki lagi, saya tunggu sampai jam pulang kantor berkas itu sudah ada di meja saya dalam keadaan sudah di perbaiki" perintah Airin sambil menunjuk ke arah tumpukan dokumen di sebelah mejanya.


Tanpa di minta ana segera mengambil dokumen itu dan menyerahkannya pada yang punya kerjaan sebelumnya untuk di perbaiki.


Karna jam yang sudah menunjukkan 1 jam lagi jam kerja habis, mereka tidak mau berlama-lama dan ingin segera kembali ke ruangan masing-masing untuk memperbaiki laporan mereka.


"Kerjakan dengan lebih teliti, dan saya tidak ingin melihat kesalahan seperti ini lagi" ucap Airin lagi setelah melihat berkas yang menumpuk tadi selesai di bagi.


"baik buk" jawab mereka serempak.


"baik kalian bisa kembali sekarang" perintah Airin pada karyawannya yang harus segera memperbaiki laporannya.

__ADS_1


Setelah kepergian mereka Airin menatap beberapa orang tersisa yang masih berdiri di depannya dengan tegang.


__ADS_2