Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 29 BELI MOBIL 2


__ADS_3

Mendengar tawa dari teman kelasnya dulu, Airin hanya mengernyit aneh menatap ke arah gadis bernama dinda itu.


Sedangkan ibu rita hanya diam mengamati sang anak, dia ingin melihat bagaimana anaknya menanggapi teman sekelas lamanya.


"Lalu kamu, dari ingatanku kamu juga bukan dari keluarga kaya, dan seingatku dulu juga wajah kamu tidak seperti ini, o iya dan badanmu juga tidak selangsing ini, kamu pasti menghabiskan banyak uang yah untuk operasi wajah dan sedot lemak" bongkar airin dengan suara yang santai dan mata memicing menatap dinda yang langsung berhenti tertawa mendengar ucapan Airin.


"sialan kamu airin, awas aja nanti" batin dinda kesal sambil menggenggam erat tangannya menahan emosi.


"Hummm biar ku tebak, kamu juga disini pasti mau di beliin mobil sama sugar dady kamu yah" sambung airin tak kalah pedas dari dinda yang mengatainya kesini untuk merayu pria kaya.


Bukan tanpa Alasan airin mengatakannya, karna dari tadi sebenarnya dia melihat dinda menggandeng lengan seorang pria tua.


Dinda langsung terdiam dan tidak tau kata-kata untuk membalas Airin, karna sebenarnya Airin mengatakan yang sebenarnya, dia memang berpacaran dengan seorang pria yang sudah berusi 50 tahun, sedangkan dirinya masih berusia 21 tahun.


Orang-orang yang melihat perdebatan Airin dan dinda melayangkan tatapan mengejek dan menghina pada dinda, melihatnya tidak bisa menyangkal membuktikan bahwa ucapan Airin memang benar.


orang A "huh inisih namanya maling teriak maling"

__ADS_1


Orang B "senjata makan tuan nih, mau mencoba menghina gadis lain malah terhina sendiri"


berbagai macam sindiran mengarah pada dinda yang di anggap cewek murahan.


Dinda semakin mengepalkan tangannya erat hingga kukunya menancap di daging telapak tangannya.



Dinda yang kesal menghentakkan kakinya ke arah pria paruh baya yang berdiri lumayan jauh darinya.


beruntung pria itu tidak mendengar suara Airin yang membongkar rahasia dinda.


Airin melihat dinda yang bergelayut manja di lengan pria yang lebih pantas jadi ayahnya.


Semua orang berhak menentukan pilihannya, termasuk dinda, dari pada bekerja keras untuk mendapatkan uang, dinda lebih memilih menjadi simpanan pria yang tua yang sudah ber istri.


Airin hanya menggelengkan kepala melihatnya. tak lama staf yang mengurus surat-surat pembelian mobil datang menghampiri airin bersama dengan seorang pria dengan jas hitam rapi khas seorang manajer.

__ADS_1


Airin pun tak ingin berlama-lama lagi, dia kemudian menyelsaikan pembayaran tiga mobil.


Ya tiga mobil, Airin mengeluarkan uang sebesar 22 milyar untuk tiga mobil.


10 M untuk mobil Ferrari merah dan 12 milyar untuk 2 mobil rolls royce berwarna hitam dan putih.


2 mobil Airin beli atas namanya, dan satu mobil lagi atas nama sang ibu.


Banyak tatapan iri dari sekeliling airin, bagaimana tidak, Airin membeli tiga mobil sekaligus hanya untuk dirinya dan sang ibu.


Sedangkan dinda menatap airin dengan pandangan tidak percaya, tadi dia sudah menghina airin dengan menuduhnya datang untuk merayu pria kaya.


jujur saja, dari tadi dinda tidak memperhatikan wanita dewasa cantik yang duduk di samping airin, wanita yang berpenampilan elegan dan tidak terlihat seperti orang miskin.


Dinda benar-benar sangat malu, Airin membeli 3 mobil dengan uang puluhan milyaran tanpa berkedip, lalu bukankah dia seperti seekor katak yang melompat di tempat karna dia baru di belikan mobil seharga 300 juta saja sudah sombongnya minta ampun.


setelah menyelsaikan pembayaran, Airin di beritahu bahwa mobilnya akan di antarkan besok kemudian pak manajer meminta Alamat rumah Airin.

__ADS_1


Airin pun dengan santai menyebut Alamat rumahnya, yang sukses membuat orang-orang di dekatnya iri.


siapa yang tidak tahu vila mewah di pusat kota dengan pemandangan yang menakjubkan. Ibu rita hanya diam di samping sang anak tanpa banyak bicara.


__ADS_2