
Airin berjalan santai menuju pintu krluar bandara.
pandangan Airin terfokus ke pria paruh baya dengan jas hitam yang tengah berdiri di depan mobil hitam membawa papan nama bertuliskan namanya.
Tanpa berpikir panjang Airin berjalan menghampiri pria yang adalah direktur cabang th entertainment.
***
Melihat ada wanita muda yang berjalan ke arahnya membuat beno menatap penuh menyelidik, ya, dia masih tidak mengira Airin yang di jemputnya adalah wanita muda berusia awal 20 tahunan.
Pak beno menatap Airin yang berjalan ke Arahnya, dan pak beno semakin melihat dengan jelas wajah Airin.
'wanita muda yang sangat cantik' itulah batin pak beno tulus sambil memandang Airin yang perlahan sudah berdiri di hadapannya.
pak beno walaupun adalah seorang direktur cabang sebuah perusahaan besar tak membuat pak beno menjadi pria hidung belang, padahal gampang saja jika dia mau menggunakan kedudukannya untuk meniduri artis-artis muda di perusahaan tempatnya bekerja.
pak beno adalah tipe pria yang berprinsip dan setia.
menginjak usianya yang sudah 41 tahun, pak beno memiliki 2 orang putra dan seorang putri dari istri yang sangat di cintainya hingga puluhan tahun berumah tangga.
__ADS_1
***
Airin berdiri di depan pak beno tanpa mengeluarkan suara apapun.
melihat pak beno yang masih larut dalam pikirannya dan bahkan tak menyadari keberadaan Airin yang saat ini tengah menatapnya di depannya dengan jarak hanya 2 meter.
"eheemzz" deheman airin menyadarkan pak beno dari lamunannya.
pak beno yang mendengar suara deheman pun tersadar bahwa ada seseorang yang tengah berdiri di depannya dengan pandangan mata yang menatapnya dengan tatapan acuh.
"eh ya, ada yang bisa saya bantu nona" ucap beno setelah sadar dari lamunannya.
"tentu saja, bukankah anda kesini untuk menjemput saya, sekarang bisakah kita berangkat sekarang?" jawab airin masih dengan pandangan mata acuh tak acuhnya.
kenapa Airin melakukan itu, ya itu murni karna image yang harus Airin tampilkan adalah tak tersentuh.
" ah a apa? Apakah anda nona Airin?" ucap beno dengan mata melotot kaget.
ya tentu saja kaget, di bayangannya beno akan menjemput wanita yang mungkin usianya tak beda jauh dengan dirinya, namun wanita yang berdiri di hadapannya adalah wanita cantik berusia awal 20 tahunan.
__ADS_1
"mm" jawab Airin tanpa ingin berlama-lama.
Beno yang mendengar jawaban airin mengangguk lalu berjalan menuju mobilnya dan membukakan pintu untuk Airin.
Yah, beno adalah orang yang cerdas, dia bukan tidak penasaran dan meragukan Airin.
namun dia teringat dengan ucapan airin saat menelponnya pagi tadi, dan suara wanita yang berdiri di hadapannya sama persis dan tidak mungkin bisa di tiru.
"mari bos" ucap beno dengan sopan sambil membukakan pintu belakang mobil.
Airin hanya mengangguk kemudian berjalan dan memasuki mobil yang sudah di bukakan pintunya oleh beno.
setelah Airin masuk ke dalam mobil beno kemudian masuk ke kursi mengemudi dan tanpa di beri aba-aba langsung melajukan mobil keluar dari bandara ibu kota.
Airin cukup puas dengan pak beno, Airin menyukai karakter pak beno yang tidak neko-neko dan banyak bertanya.
"Bos, kemana tujuan anda selanjutnya, apakah mau istirahat dulu atau langsung ke perusahaan?" ucap beno memulai percakapan di dalam mobil.
"langsung ke perusahaan" jawab Airin singkat dengan masih fokus ke hpnya.
__ADS_1