
Setelah membuka mata, airin sudah berada di dalam ruang dimensi, tak membuang waktu lama, Airin melangkah menuju ruang perpustakaan di pondok kayu yang pernah airin kunjungi sebelumnya.
Tujuan Airin saat ini adalah buku kultivasi, ya Airin akan belajar kultivasi seperti pemilik-pemilik sebelumnya.
setelah menemukan buku kultivasi tingkat dasar yang Airin cari, Airin langsung menuju ruangan khusus untuk berkultivasi.
sepertinya ruangan itu adalah pusat energi kultivasi di dunia dalam gelang dimensi.
Airin kemudian membolak-balik buku kultivasi dengan serius, hanya dalam 5 menit, airin sudah paham semua isi buku yang di pelajarinya.
semua pengetahuan dalam buku seperti terserap masuk ke dalam otak Airin.
setelah merasa santai karna banyak pengetahuan tentang kultivasi yang masuk ke otaknya, Airin kemudian mengambil posisi duduk dengan posisi lotus seperti yang di jelaskan di buku.
duduk bersila di tengah-tengah ruangan dengan posisi jari tangan jempol serta jari tengah dan manis di satukan.
Airin berusaha mengosongkan pikirannya dan mulai menarik partikel-partikel kecil yang beterbangan di sekitar tubuh airin.
mungkin orang biasa tidak akan bisa melihatnya dengan mata telanjang, namun berbeda dengan praktisi.
__ADS_1
setelah percobaan pertama Airin langsung berhasil menarik bola-bola kecil berwarna-warni ke dalam tubuhnya, kemudian airin membimbingnya menuju titik meridiannya.
Setelah membimbing untuk pertama kalinya, Kali ini meridian Airin menyerap secara otomatis energi Qi di sekitar airin.
Tidak ada perasaan sakit atau tidak nyaman yang airin rasakan, Airin hanya merasa hangat dan nyaman memasuki tubuhnya.
karna perasaan nyaman yang di rasakan, Airin merasa sangat enggan untuk berhenti menyerap energi Qi di sekitarnya.
berhari-hari di dalam ruang dimensi tanpa makan dan minum, namun Airin merasa seolah-olah tak lapar ataupun haus sehingga masih fokus memejamkan matanya.
Tak terasa Airin sudah di dalam ruang dimensi selama 10 hari, dan akhirnya Airin membuka matanya karna merasa energi Qi di sekitarnya sudah tidak berpengaruh banyak padanya.
Mata Airin terbuka perlahan, dan Airin melihat sekeliling ruangan tempatnya berada.
Airin menghela napas pelan dan bergumam pada dirinya sendiri.
"Jadi begini rasanya menjadi seorang praktisi, badanku terasa sangat ringan dan nyaman" gumam airin pelan sambil menatap tangannya yang terlihat lebih halus dan lembut dari sebelumnya.
setelah menyesuaikan dirinya dengan keadaan tubuhnya yang baru, Airin kemudian teringat dengan sistem.
"miky"
__ADS_1
[iya nona]
"sudah berapa hari aku berada di sini"
[10 hari nona]
" Astaga, rasanya sangat sebentar saat aku berkultivasi. mamah pasti panik mencariku karna menghilang selama 10 hari, Aku harus kembali" ucap Airin benar-benar panik.
Belum sempat sistem menjawab, Airin sudah keluar dari ruang dimensi.
Di dalam kamarnya Airin merasa ada yang aneh, pasalnya Tidak ada tanda-tanda Airin meninggalkan kamarnya selama 10 hari.
Airin mengedarkan pandangannya ke arah kalender yang tertempel di kamarnya.
disana terlihat masih tanggal yang sama sebelum airin masuk, hanya jam saja yang sudah menunjukkan jam 7 malam.
"apa-apaan ini, kata miky aku sudah berada di ruang dimensi selama 10 hari, tapi ini masih tanggal yang sama kok, cuma beda jam aja, karna aku tadi masuk ruang jam 9 pagi, huuh apa miky ngerjain aku ya, awas aja kamu miky" gerutu airin kesal dalam hatinya.
[nona, miky tidak mengerjai anda, nona memang sudah 10 hari berada di ruang dimensi, alasan kenapa di dunia nyata masih hari yang sama dan jam yang berbeda adalah karna 1 hari di ruang dimensi setara 1 jam di dunia nyata nona]
karna sistem dapat menebak apa yang di pikirkan nonanya, miky langsung menjelaskan panjang lebar pada airin.
__ADS_1
"Astaga, kenapa kamu tidak memberi tahuku dari tadi sih miky" ucap airin kesal.