Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 26 RUMAH BARU


__ADS_3

Karna airin yang belum membeli mobil, jadilah airin memesan taksi online.


Saat sirin sedang memindahkan koper-kopernya ke dalam bagasi mobil ibu rita pun datang.


Karna sebelumnya airin sudah mendiskusikan dengan sang ibu untuk meninggalkan barang-barang yang tidak penting dan sang ibu setuju saja.


*


Setelah 2 jam perjalanan, Airin dan sang ibu sudah tiba di depan rumah baru mereka, rumah terluas nomer 2 di antara perumahan yang ada di sana.


Di depan komplek ibu rita tercengang melihat rumah-rumah mewah di depannya.


Rumah yang airin beli adalah perumahan elit, dan terbesar serta termewah kedua.


lokasinya yang sangat bagus, dekat dari mall, supermarket, restoran dan pusat belanja lainnya.


Itulah kenapa harganya begitu mahal, dan hanya orang-orang yang super kaya yang bisa membeli rumah di kawasan ini.


Melihat seorang gadis dan wanita paruh baya berdiri di depan gerbang, seorang satpam berjalan menghampiri mereka.


"ada yang bisa saya bantu nona?" ujar satpam komplek dengan ramah.

__ADS_1


"iya pak, bolehkah saya minta tolong untuk membawakan barang saya menuju perumahan nomer dua?"


"ohh Apakah anda adalah non Airin yang kemarin membeli pila mewah nomer dua?"


"benar pak"


"baik, mari silahkan ikut saya nona" ajak satpam pada airin.


Satpam yang bernama dodi itupun membimbing airin menuju rumah barunya setelah memanggil dua temannya yang lain untuk membantu mengangkat barang.


melihat rumah-rumah yang terlihat sangat mewah membuat ibu rita sangat takjub.


satpam tadi mengatakan kalau rumah yang airin beli adalah rumah mewah nomer dua, jadi seberapa mewahkah rumah baru mereka?


"aaahh" pekik Airin karna terkejut.


"brengsek, kalo bawa mobil yang bener dong" teriak airin kesal pada mobil hitam mewah yang membuatnya terkejut.


"Astaga, kamu baik-baik saja nak?" ucap ibu ruta prihatin sambil mengelus punggung sang anak agar tenang.


"Airin baik mah, cuma kaget aja mah" jawab airin ketika melihat ibunya khawatir.

__ADS_1


seolah tak mendengar teriakan marah airin, mobil hitam itupun tetap melaju tak peduli dengan airin, kemudian mobil itupun masuk menuju rumah mewah nomer satu.


"bukannya minta maaf, malah nyelonong aja pergi, awas saja nanti kalo kita ktmu lagi, huuh" batin airin kesal kemudian mengambil hp nya dari tanah yang jatuh tadi.


Setelah berjalan 15 menit airin tiba di depan gerbang rumahnya, kmudian mreka pun masuk ke dalam setelah mengucapkan terima kasih dan memberi uang tips 300 ribu pada satpam dodi dan kawan-kawan yang membawakan barang mereka.


"Apa rumah ini tidak terlalu besar nak, kita cuma berdua saja nak" ucap ibu rita merasa tertekan.


bagaimana tidak tertekan, dia membayangkan bagaimana dia bisa sanggup membersihkan rumah sebesar ini.


"tidak mah, Airin ngerti apa yang mamah pikirin, tapi mamah tenang saja, airin akan cari asisten rumah tangga untuk mengurus kebersihan dan memasak makanan kita mah, dan mamah hanya tinggal duduk santai saja mah"


"Baiklah kalau begitu, itu terserah menurutmu saja nak"


"oke siap mam, jadi sekarang yuk aku anterin mamah ke kamar mamah buat istirahat, mamah pasti capek, iya kan" ucap Airin prihhatin.


"baiklah nak, mamah juga lumayan capek, mama benar-benar ngantuk" jawab ibu rita sambil memegang pinggangnya.


ibu dan anak itupun masuk ke kamar mereka.


setelah di rasa cukup istirahat, airin mengajak ibunya berkeliling rumah baru mereka.

__ADS_1


"rumah yang sangat indah" batin ibu rita.


__ADS_2