
Airin menghentikan laju mobilnya, kemudian menyimpan mobilnya di dalan ruang dimensi miliknya.
Airin merasa sangat penasaran dengan kedua bayangan yang sempat melewati mobilnya, dan airin juga merasakan aura kultivator sehingga benar-benar membuat airin semakin tertarik.
tanpa membuang waktu lagi, airin kemudian berlari menuju arah bayangan hitam tersebut dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.
Sambil terus merasakan jejak aura, Airin berhenti di kedalaman hutan, airin berdiri di atas pohon tinggi menyaksikan pertarungan sengit antara dua orang pria.
Satu orang menggunakan jubah hitam dengan topeng perak di wajahnya.
Dan satu orang lagi menggunakan pakaian kuno khas negara C berwarna silver.
Airin benar-benar takjub dengan pertarungan dua orang asing tersebut.
Sambil terus mengamati pertarungan, airin menyadari bahwa pria berjubah kuno berwarna silver sudah kelelahan, dan sepertinya akan kalah.
Namun Airin masih diam, Airin ingin menimbang terlebih dahulu siapa yang pantas untuk di selamatkan.
__ADS_1
Karna jujur saja Airin tidak mau menyelamatkan yang jahat.
Hingga pria berjubah silver tersebut terpental sejauh 10 meter dan memuntahkan seteguk darah.
Sepertinya dia mengalami luka dalam yang serius.
"hahaha hanya segitu kemampuan murid utama ketua sekte chang an, sangat lemah" ucap pria berjubah hitam.
"uhukkz" lagi pria berjubah putih itu memuntahkan darah.
"sampai aku matipun, aku tidak akan pernah menyerahkan warisan sekteku pada anggota sekte jahat sepertimu" ucap pria berjubah silver penuh tekad.
"bagaimanapun juga aku sudah mengejarmu dari negara C ke negara kecil ini selama 3 bulan lebih, jadi tidak masalah untukku menunggu beberapa saat lagi, yang pasti tidak akan lewat dari hari ini. Hahahaha" sambung pria berjubah hitam.
"cuihh, jangan harap kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, bahkan jika aku mati hari ini, aku akan membawa serta peninggalan sekteku, sekalipun aku harus menghancurkan jiwaku, aku tak akan membiarkanmu mendapatkannya, uhukk" ucap pria berjubah silver tersebut dengan penuh tekad.
"bangsad, jangan katakan kalau kamu sudah menyatukan warisan itu dengan jiwamu, haah" bentak pria berjubah hitam dengan penuh amarah.
__ADS_1
"haha kalau iya emang kenapa?" jawab pria jubah silver dengan tekad yang tak pernah surut dari sorotan matanya.
'aku tidak akan pernah membiarkan sekte jahat mendapatkan warisan sekteku, sekalipun aku harus mati dan jiwaku hancur dan tidak bisa bereinkarnasi lagi, aku rela'
Batin pria berjubah silver sambil memejamkan matanya untuk bersiap meledakkan jiwa dan raganya.
"kurang ajar, jangan harap aku akan membiarkanmu meledakkan diri sebelum aku memisahkan warisan tersebut dari jiwamu," geraman pria jubah hitam dengan sangat marah.
Dengan mengangkat pedangnya hendak membunuhnya dari pada membiarkannya meledakkan dirinya.
Karna jika dia mati di bunuh jiwanya masih bisa di selamatkan, namun berbeda jika mati karna meledakkan dirinya.
karna itulah pria berjubah hitam menghentikannya untuk meledakkan dirinya.
tanpa mereka sadari airin sudah menyimak percakapan mereka, dan detik terakhir ketika pedang sedikit lagi menyentuk kepala pria berjubah silver tersebut Airin terbang dan mengirim serangan hingga pria berjubah hitam terpental.
Airin mengalihkan tatapannya pada pria berjubah silver yang masih duduk bersemedi merapalkan mantra untuk bunuh diri.
__ADS_1
"siall" umpat airin kemudian mengirim seberkas cahaya ke arah kening pria tersebut guna menggagalkan aksinya untuk mengumpulkan inti langit dan bumi untuk bunuh diri.