Sistem Luar Biasa

Sistem Luar Biasa
BAB 34 MISI SELESAI


__ADS_3

Rui benar-benar tidak ingin kehilangan harapan sekecil apapun, rui benar-benar tidak ingin tuannya yang sekaligus sahabatnya tersebut mati karna penyakitnya.


Itulah kenapa mereka selama 5 tahun belakangan berkeliling dunia dengan alasan mengembangkan bisnis namun nyatanya mencari obat penawar untuk Lu zan.


Airin kemudian mengambil cek dari tangan Rui dengan mata berbinar bahagia, kemudian menyerahkan pil di tangannya pada Rui.


Setelah mengambil pil dari tangan Airin, Rui tidak membuang waktu dan langsung memeriksa keaslian pil tersebut.


*


[ Ding, waktu penyelesaian misi tinggal 40 menit lagi, silahkan nona bergegas, kalau tida target akan keburu mati]


setelah melihat pengingat sistem, Airin menatap Rui yang masih memeriksa pil.


"memeriksa pil aja lama banget sih, keburu waktu abis, dasar ni orang" maki airin dalam hatinya kemudian bergegas menghampiri rui yang masih memeriksa pil.


" Kamu sebenarnya mau mengobatinya atau mau menunggu dia mati, kelamaan kamu memeriksa obatnya, nyawanya sudah di ujung tanduk bodoh" bentak Airin kemudian merebut lagi pil di tangan rui lalu langsung menyuapkan ke mulut Lu zan yang langsung di telan oleh Lu zan yang sedang tidak siap.

__ADS_1


Rui yang melihat tuannya meminum pil yang masih di periksanya merasa sangat khawatir, dan menatap Airin dengan sengit.


Ada kemarahan yang sangat besar bisa terlihat jelas di matanya.


Airin yang melihat kemarahan Rui hanya memutar bola matanya malas dan balik kesal.


"Apa? ada apa dengan tatapanmu itu? kamu mau memeriksa pil itu berapa lama lagi? 1 jam? 2 jam? 3 jam? apa sampe tuan kamu mati hah" ucap airin semakin kesal.


"mau nolongin orang aja ribet banget sih" batin airin.


"Aku harus memastikan pil itu asli barulah tuan mudaku boleh meminumnya" ucap Rui dengan kemarahan yang tertahan.


Rui yang mendengar ucapan Airin kemudian mengalihkan tatapannya ke arah tuan mudanya yang mulai membaik dan wajahnya pun mulai memerah lagi.


Lu zan masih tersadar namun sedang menikmati arus hangat yang menyebar di seluruh tubuhnya.


[ Ding, misi selesai, nona berhasil mendapatkan hadiah uang 30 milyar dan saham tanghuang entertainment, uang sudah di transfer ke rekening nona]

__ADS_1


Setelah melihat pemberitahuan sistem, Airin kemudian menyelinap untuk pergi dari vila Lu zan.


Melihat tatapan semua orang di ruangan tersebut terfokus ke Lu zan membuat airin mengambil kesempatan untuk menyelinap pergi.


rui dan para pengawal di ruangan itu merasa sangat takjub sekaligus senang, itu artinya nyawa kecil mereka selamat batin para pengawal.


Berbeda dengan Rui yang merasa sangat senang dengan tulus.


Rui membantu Lu zan untuk duduk setelah melihatnya berusaha untuk duduk.


setelah beberapa menit, keadaan Lu zan sudah sangat membaik, bahkan lebih baik dari sebelum dia sakit.


pil tersebut seolah-olah membuat Lu zan merasa di lahirkan kembali.


sudah tidak ada rasa sakit yang di rasakannya di tubuhnya, hanya tersisa rasa nyaman dan santai di tubuhnya, seolah-olah Lu zan tidak pernah merasakan rasa sakit yang sangat menyiksanya selama beberapa tahun belakangan.


Setelah merasa tenang, Lu zan mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan mencari keberadaan wanita bercadar yang menyelamatkannya.

__ADS_1


benar kata wanita itu, jika terlambat sebentar saja, Lu zan pasti sudah bertemu dengan raja yama batin Lu zan.


__ADS_2