
Aslan dan Alaina sudah sampai di rumah. Sesampainya di rumah Alaina dan Aslan melihat seseorang berdiri di depan pintu dan melihat ke arah mereka. Seketika Aslan dan Alaina langsung berlari memeluk seseorang itu secara bersamaan.
"Mas kapan pulang?" Tanya Aslan
"Baru aja". Ucap Faleon
"Yuk kita masuk dulu mas". Ajak Alaina.
Saudara Alaina yang paling tua nomor dua pulang dari Korea Selatan sekian lama tidak pernah menginjakan kaki di Indonesia sejak 12 tahun yang lalu di rekrut perusahaan perfilman ternama di Korea. Ketiga kakak beradik itu saling bercengkrama dan bergurau melepas rindu. Di rumah hanya ada mereka bertiga dan pelayannya. Shelina belum pulang dari acara kampus. Sementara Raislan tidak tahu entah pergi kemana.
Senja yang mulai tampak di pelupuk mata. Pancarannya yang indah mampu menyejukkan suasana.
Aslan, Alaina dan Faleon menghabiskan waktu bersama di kursi tempat santai di kolom renang mereka. Mereka enjoy menikmati kebersamaan yang sudah lama tidak pernah terjadi lagi sejak Faleon ke Korea.
"Ada angin apa yang membuat mas tiba-tiba pulang mendadak gini mas?" Tanya Aslan pada Faleon.
"Gue pulang nggak mendadak. Semuanya uda gue pikirkan matang-matang". Jawab Faleon santai.
"Matang-matang? Emang mas rencana berapa lama di Indonesia mas?". Sambung Alaina.
"Sampai dengan waktu yang tidak di tentukan". Ucap Faleon.
"Bukannya perusahaan yang rekrut mas itu, nggak ngebolehin mas libur lama-lama ya mas". Sambung Aslan lagi sambil minum jus.
"Sekarang gue udah bebas. Gue udah keluar dari dunia entertainment Korea". Ucap Faleon.
"Gila Lo mas. Lo kenapa sampai ambil keputusan itu mas?" Aslan kaget.
"Kenapa mas lepasin gitu aja mas. Kan sekarang mas lagi naik-naik daunnya mas" Alaina juga kaget.
"12 Tahun gue di negara orang. Gue udah merasakan semua yang gue inginkan. Diumur gue yang sekarang. Gue mau coba hal yang baru. Agar hidup gue nggak gitu-gitu aja" Ucap Faleon dengan santai sambil makan cemilan yang di atas meja.
"Gitu-gitu aja gimana mas. Profesi yang mas miliki selama ini, itu semua susah Lo mas dapatinnya. Nggak sembarang orang. Mana ada hidup mas gitu-gitu aja. itu profesi keren Lo mas. Sayang bangat Lo lepasin gitu aja. Setelah 12 tahun perjuangan Lo mas" Nasehat Aslan.
"Udah, Lo tenang aja. Kan tadi gue bilang kalau gue udah ada pekerjaan baru yang bakal gue kembangkan" Kata Faleon.
"Pekerjaan seperti apa itu mas?" Tanya Alaina penasaran.
"Mas udah punya usaha yang bikin kita tambah Kaya. Kekayaannya Nggak bakalan habis 1000 turunan" Ucap Faleon dengan percaya diri.
"Pekerjaan seperti apaan tu. Intinya terserah lo deh mas. Yang perlu mas ingat, jangan pernah melakukan sesuatu yang ilegal, kekerasan atau hal semacam yang berbau kriminal la mas. Kalau sampai lo terlibat hal kayak gitu. Gue sendiri yang bakalan turun tangan buat masukin lo ke penjarah mas" Nasehat Aslan.
"Oke deh pak komandan. Lo tenang aja. Mas lo ini, nggak bakalan segila itu kok" Faleon berucap santai.
"Aina doain buat kita semua. Semoga semuanya akan baik-baik aja. Dan dijauhkan dari hal-hal yang membahayakan keselamatan kita" Timpa Alaina.
Shelina baru sampai di rumah. Shelina hendak menghampiri kamarnya. Tapi dia mendengar suara gelak tawa dari arah kolom renang. Mendengar itu, ia pun menghampiri sumber suara.
"Widiiyy... siapa ni, kayak kenal gue wajahnya. Wiii ini kan Oppa Korea yang terkenal itu. Ngapain nyasar kesini ya" Ledek Shelina dengan wajah pura-pura kaget.
"Hi Lin. Pulang juga lo akhirnya. Acara apaan tu di kampus. Lama bangat selesainya" Ejek Faleon pada Shelina bercanda.
__ADS_1
"Yang jelas bukan urusan lo!" Bentak Shelina sambil pergi meninggalkan area kolam.
"Gue kan bercanda Lin. Sensi aja lo" Ucap Faleon dengan sedikit berteriak, karena Shelina udah agak jauh dari mereka. Faleon sedikit kesal sama tingkah Shelina.
"Udah mas. Mungkin kak Shelina capek mas" Sela Alaina.
"Ya mas. Lo jangan terlalu ambil pusing sikap Shelina. Kan lo juga tahu, adek lo itu emang seperti itu sifatnya mas" Sambung Aslan.
"Skip aja yang tadi. Sekarang gue tantang lo berdua main game. Gue yang tentuin kita mau main game apa" Ucap Faleon dengan bersemangat.
"Oke" Ucap Alaina dan Aslan serempak
***
Pemandangan Bali yang sangat indah membuat pancaran cahaya yang menelusuri sudut ruangan kamar menjadi sangat menakjubkan.
Farhan baru selesai mengemas pakaiannya. Ia sudah memesan tiket untuk ke Jakarta hari ini.
"Semuanya udah siapkan sayang?" Tanya Prisli.
"Udah. Sekarang kita langsung berangkat ya" Pinta Farhan.
"Oke" Sambil menggandeng tangan Farhan.
Farhan dan Prisli sampai di bandara. Sesampainya di bandara Farhan menyuruh Prisli menunggu di ruang tunggu sebentar. Karena Farhan ada keperluan sebentar.
Farhan menunggu seseorang di lobi Bandara. Seseorang berpostur tubuh tinggi dan kekar menghampiri Farhan, kemudian menyalami Farhan dengan ada sesuatu di tangan pria bertubuh kekar tersebut. Pria itu, memberikan apa yang ada di tangannya itu secara perlahan pada Farhan.
"Udah selesai urusannya mas?" Tanya Prisli.
"Udah" Sambil menyembunyikan sesuatu di kantongnya.
"Cepat juga ya mas" Dengan pandangan sedikit curiga pada suaminya.
Farhan hanya menanggapi ucapan Prisli dengan sedikit menoleh ke arah Prisli.
Pemanggilan keberangkatan pesawat berbunyi. Farhan dan Prisli menaiki pesawat.
Ketika di dalam pesawat Farhan berkali-kali bolak balik toilet. Sepertinya Farhan pantatnya bocor.
"Kamu kenapa si mas? Diare?" Tanya Prisli heran.
Farhan melirik sebenar ke arah Prisli setelah itu kembali bergegas menuju toilet dengan meninggalkan bau tidak sedap.
"What Happened to you!" Dengan wajah kesal dan menutup hidungnya karena bau kentut yang mematikan.
Drama kentut di pesawat sudah berakhir. Sekarang Farhan dan Prisli sudah sampai di House Syof Family.
"Mas..... Kak.... " Ucap Alaina dengan wajah heran disertai gembira sambil berlari memeluk Prisli.
"Surprise" Teriak Prisli dengan membalas pelukan Alaina erat.
__ADS_1
Selesai berpelukan dengan Prisli, Alaina menyalami mas Farhan. Farhan langsung menuju ruang santai dekat kolam. Prisli beres-beres dulu baru kemudian ikut ngumpul sama yang lain.
Enam bersaudara sekarang kumpul di ruang santai dekat kolam setelah sekian lama tidak pernah ngumpul bareng karena sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka saling bertukar pemikiran dalam sudut pandang kehidupan masing-masing.
"Kita udah cukup basa-basi nya. Biar nggak boring, gimana kalau kita main game aja!" Kata Faleon dengan bersemangat.
"Lanjut permainan kemaren malam mas?" Sela Aslan
"Lagi mas?" Sambung Alaina dengan raut wajah betek.
"Iya dong" Jawab Faleon.
"Aina nggak mau ikut mas. Kalian aja. Aina takut" Sambil berdiri dari kursi dan ingin melangkah pergi namun di tahan Faleon.
"Nggak papa dik. Nanti mas jagain kamu. Oke" Bujuk Faleon.
Alaina melirik ke Aslan, Prisli. Kemudian kembali duduk.
"Emangnya gamenya se menakutkan apa si Leon. Sampai Alaina kapok mainnya" Tanya Farhan jadi penasaran.
"Biasa aja kok mas. Nggak mainstream kok. Alaina aja yang cengeng" Ucap Faleon.
"Ya udah. Start!" Pinta Shelina dengan ketawa ngeledek Faleon.
"Gue suka kalau main game geman kayak gini" Desis Raislan bersemangat.
"Gue juga mau ikut" Ucap Prisli.
"Oke. Sekarang Lo semua dengerin gue jelasin cara mainnya" Ucap Faleon dengan wajah serius untuk mulai menjelaskan aturan main pada yang lain.
Faleon menjelaskan pada semuanya aturan permainan yang akan mereka mainkan. Nama gamenya "Six Blood" kalimat yang harus semua peserta ingat adalah "Satu Kesalahan Berujung Kematian".
Mendengar perkataan itu, semua wajah pemain jadi tegang. Suasana terasa mencekam. Spontan Prisli berbicara sewaktu Faleon masih menjelaskan aturan permainannya.
"Seram amat ni permainan. Gue jadi ragu buat ikut" Ucap Prisli mulai ragu.
"Santai aja kak ipar. Ini hanya permainan bukan beneran" Ucap Raislan dengan tertawa cekikikan.
Faleon kembali menjelaskan aturan permainan. Pertama, para peserta harus mampu melewatkan satu tantangan awal untuk bisa tetap bertahan dalam permainan.
Tantangan pertama, cari sebuah kotak yang isinya permainan papan ular tangga di sekitar area kolam renang. Yang tercepat dia pemenangnya.
Tantangan kedua, semua peserta harus menyayat sedikit jarinya kemudian menempelkan tetesan darahnya ke meja yang di atasnya ada ukiran wajah seorang wanita dan pria.
Tantangan ketiga, mulai bermain ular tangga. Pada tahap ini, pemain yang kalah mendapat hukuman. Dan hukuman itu, diputuskan oleh pemenang game.
Tantangan terakhir, kembali berkumpul di meja ukuran yang di teteskan darah tadi. Di atas meja di tarok botol kaca. Kali ini, salah satu dari pemain membaca ucapan, yang nantinya akan tertera di meja. Peraturan mutlak dari permainan terakhir dan tidak boleh sampai di langgar, peraturannya adalah "Peserta tidak ada yang boleh mundur dari permainan terakhir. Jika ada yang mundur, maka Ia akan menjadi nyata!" Ucap Faleon yang awalnya pelan, menjadi tegas waktu bilang "Ia akan menjadi nyata".
Hal itu membuat Alaina, Shelina dan Prisli kaget dan mulai merinding. Sedangkan kaum cowok, tampak masih santai. Timbul pertanyaan dari Shelina.
"Ia akan menjadi Nyata? siap yang bakalan menjadi nyata mas Leon?" Tanya Shelina penasaran.
__ADS_1
"Udah. Ini hanya aturan permainan. Siap yang bakalan jadi nyata, nggak usah dipikirkan. Biar Horor aja. Biar seru. Namanya juga game" Jelas Faleon.