
Hari ini Shelina dan yang lain lanjut untuk rencana yang sudah mereka diskusikan kemaren. Sehari sebelumnya Gron dan Markus sudah mengecek bagaimana situasi di rumah pelaku. Jadi hari ini mereka sudah bisa menyesuaikan diri.
Seorang gadis yang memakai kacamata, rambut kriting terdapat tahi lalat di pipi sebelah kirinya, berjalan memasuki rumah kediaman Fixran Gunawan dengan membawa satu meja beroda yang isinya peralatan makan dari jasa catering Groana. Fixran Gunawan adalah seorang kolega barang antik yang terkenal di Indonesia. Ia mempunyai seorang putra bernama Iraq Gunawansa. Hari ini keluarga Fixran Gunawan sedang mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan dalam penjualan barang antik terunik minggu lalu.
"Tunggu sebentar nona. Boleh saya cek apa isi di dalam meja yang nona bawa". Ucap salah satu petugas keamanan di rumah kediaman Fixran Gunawan.
"Silakan". Ucap si gadis bertahi lalat.
Petugas mengecek apa isi dalam meja itu. Setelah mereka cek, ternyata memang hanya ada piring, gelas dan sendok makan. Petugas itu kemudian mempersilakan gadis itu masuk bersama dua rekan kerjanya.
Gadis itu memberikan kode ke pada kedua rekan kerja untuk langsung bergerak sesuai rencana. Mereka itu tak lain adalah Markus dan Korleo. Sementara si gadis bertahi lalat terus membawa satu meja ketempat yang tidak terlihat CCTV. Ia sampai di tempat tanpa CCTV yaitu di suatu ruangan kosong di rumah kediaman keluarga Fixran Gunawan.
Dua orang keluar dari bagian meja paling bawa yang sudah di tutupi dengan kain pembatas dari tempat piring di letak kan.
"Lo lanjut aja kerjaan Lo sebagai pelayan di catering Groana ai. Sambil lihat situasi. Nanti kabari aja kita". Ucap Tara.
Alaina mengangguk. Kemudian langsung pergi. Sementara Tara dan Gron sedang berusaha untuk sabotase CCTV di rumah kediaman Fixran Gunawan. Agar mereka lebih mudah bergerak dalam mencari bukti-bukti.
Sewaktu Tara merubah jaringan pada saluran CCTV lewat laptopnya, Zilva sudah mengambil alih untuk mengelabui petugas penjaga CCTV dengan cara mengantar makanan dan minuman buat petugas itu. Ketika petugas sedang bicara dengan Zilva, kesempatan itu di manfaatkan oleh Tara untuk merubah gambar pada CCTV. CCTV jika dilihat orang lain masih terlihat normal, tapi kenyataan sebenarnya, CCTV itu hanya akan memperlihatkan gambar sebelum Tara dan tim datang. Setelah itu, tidak akan merekam kejadian setelahnya. Jadi kemana pun Tara dan Gron bergerak, tindakan terlihat di CCTV.
Masalah CCTV sudah selesai, sekarang saatnya Tara dan Gron mencari bukti untuk menjebloskan pelaku ke penjara. Mereka memasuki kamar tuan muda Iraq Gunawansa untuk mencari kebenaran pada kasus meninggalnya Raislan.
Ditempat lain, Korleo, Markus, Alaina dan Zilva, mereka menjalankan tugas sebagai pelayan untuk melihat situasi dan melaporkannya pada Tara jika terjadi sesuatu. Pesta Fixran Gunawan berjalan dengan lancar. Kebanyakan tamu yang datang dari kalangan penting bukan kaleng-kaleng.
Alaina berbicara pada Tara dan yang lain lewat Earphone TWS (Handset bluetooth tanpa kabel). "Bagaimana kak, udah dapat apa yang kita cari?"
__ADS_1
"Kita masih mencari ai. Kalian bersabar bentar lagi ya. Hati-hati jangan sampai ada yang curiga".
"Tapi Tar, kita butuh mengulur waktu. Agar pergerakan kita tidak terlalu mencolok". Ucap Markus.
"Itu kan tugas Shelina. Lin, Lo dimana?". Sambung Gron.
"Tenang gue udah di depan rumah kediaman keluarga Fixran kok". Ucap Shelina santai.
"Ya udah Lin. Sesuai rencana ya. Hati-hati". Timpal Tara.
Shelina memasuki rumah kediaman Fixran Gunawan dengan penampilan gadis seksi, berkelas, elegan dan mahal pasti nya. Semua mata tertuju pada gadis dengan balutan gaun putih panjang sampai kelantai, bak bidadari. Putra dari Fixran Gunawan yaitu Iraq Gunawansa pun tidak bisa melepaskan pandangan pada gadis menawan itu.
"Target masuk dalam perangkap". Ucap Shelina.
"Hi..., boleh kenalan?". Rayu Iraq.
"Boleh, gue Hani. Kalau kamu sendiri?". Ucap Shelina lembut, untuk mendalami peran.
"Lo pasti tahu la siapa gue. Ngomong-ngomong nama Lo seksi juga ya sama kayak orangnya". Goda Iraq sambil membelai pinggang Shelina.
"Bisa aja kamu. Kamu juga sangat ganteng dan hot (bisik Shelina di telinga Iraq)".
Ucapan itu membuat napsu Iraq pada Shelina jadi meningkat. Ia mulai membelai perlahan wajah Shelina. Disaat itu Shelina sudah dapat pemberitahuan dari Tara, kalau dia sudah mendapatkan bukti yang mereka cari dan sekarang mereka sudah di mobil tinggal tunggu Alaina dan Shelina untuk naik. Setelah Shelina mendengar itu, Shelina langsung menendang sel*ngk**g*n Pria yang sedang bersamanya. Kemudian memukul Iraq sampai beberapa kali, hingga pria itu jatuh pingsan. Sebelum pergi, Shelina sudah menyembunyikan tubuh Iraq di balik pohon dekat taman samping rumah Iraq.
Shelina bergegas meninggalkan taman sambil tetap berkomunikasi dengan yang lain. "Kenapa Alaina belum bersama kalian?. Memangnya dia kemana?". Tanya Shelina lewat Earphone TWS.
__ADS_1
"Kita juga kurang tahu Lin. Tadi Alaina katanya mau ke toilet bentar. Tapi pas Markus cek, Alaina udah nggak ada di toilet". Jelas Korleo.
"Ya udah. Gue bakal cari Alaina dulu, habis itu baru kita pergi". Ucap Shelina sambil terus berjalan mencari Alaina di tengah pesta berlangsung.
"Lo kemana si ai. Ini pasti ada yang nggak beres. Nggak mungkin Alaina menghilang begitu saja!". Gumam Shelina sambil terus mencari sang adik.
Sementara Tara dan yang lain masih menunggu di mobil. "Kita nggak bisa menunggu lebih lama lagi. Kalian tunggu disini, gue bakal bawa Shelina keluar dari rumah itu sebelum ketahuan". Ucap Tara kemudian langsung turun dari mobil, dan menyelinap masuk lagi ke rumah kediaman Fixran Gunawan. Ia berhasil masuk dan menemukan Shelina.
"Gue belum berhasil menemukan Alaina Tar". Ucap Shelina dari kejauhan menggunakan earphone TWS . Mereka tidak berdiri berdekatan, agar orang tidak curiga.
"Tapi kita harus segera pergi dari sini Lin. Sebelum Putra Fixran Bangun. Kalau dia sadar, dia akan langsung memerintah anak buahnya buat mencari kamu lin". Ujar Tara.
"Gue nggak akan pergi dari sini, sebelum Alaina ketemu!". Tegas Shelina kemudian kembali mencari sang adik.
Gron yang sedang mengawasi CCTV dari laptopnya, melihat kalau beberapa anak buah Fixran ada yang berjalan disekitaran taman tempat Iraq disembunyikan.
"Guys..., kalian harus segera keluar dari sana!. Gue takut nanti anak buah Fixran menemukan tubuh Iraq!". Pinta Gron.
Tara mengejar Shelina sambil tetap bersembunyi. Kemudian baru sampai dekat Shelina. "Lin, kita harus pergi sekarang. Seperti Fixran sudah menyadari kalau anak nya tidak ada di pesta. Dia sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari putranya. Kita harus pergi sekarang!". Tegas Tara sambil menarik lengan tangan Shelina.
Shelina melepaskan tangannya dari genggaman Tara. "Gue.., (menunjuk dirinya). Nggak akan pergi, sebelum Alaina ketemu, dan ikut dengan kita!". Tegas Shelina dengan nada suara tetap pelan agar nggak diketahui orang lain.
"Lin..! Lo nggak boleh egois gitu dong Lin!. Nanti kita kesini lagi sama polisi!. Sekarang kita aman kan dulu bukti yang kita dapat. Lo mau rencana kita sia-sia. Kalau kita semua ketangkap, yang ada kita di siksa dan nggak dapat apa-apa". Bentak Markus.
Dengan berat hati, Shelina akhirnya ikut Tara pergi dari rumah itu. Mereka pelan-pelan meninggalkan rumah kediaman Fixran Gunawan. Shelina dan Tara meloncati tembok untuk keluar dari perkarangan rumah Fixran Gunawan. Mobil mereka sudah menunggu di seberang jalan rumah Fixran Gunawan. Mereka berdua berhasil masuk mobil dengan selamat. Setelah mereka masuk, mobil langsung laju dengan cepat menuju basket RAKGAMATA.
__ADS_1