
Selepas Shelina pergi, Alaina kembali teringat kejadian waktu ingin pulang sekolah tadi sore.
...*Sore itu*...
Selesai pelajaran dengan buk Zian. Alaina menarik napas pendek. Zee menghampiri Alaina. "Buk Zian bisikin apa sama Lo tadi Aina?". Tanya Zee sambil berjalan mendekati meja Alaina.
"Nggak tahu buk Zian cuman bilang "Jangan masuk terlalu jauh. Nanti kamu nggak bisa lagi untuk keluar". Ucap Alaina.
"Apa artinya ya. Atau jangan-jangan tadi kamu lihat buk Zian waktu lagi botakin kepala siswi itu?". Tanya Zee.
"Iya. Kamu lihat juga?". Menatap ke arah Zee.
"Nggak sengaja lihat sebenarnya. Tadi waktu gue buang sampah di samping gudang, pas gue buang, Ee lihat ibuk Zian di jendela ruangan itu lagi botakin rambut siswi".
"Berarti kita sama-sama lihat. Tapi kenapa cuman gue yang di tegur ya?". Gumam Alaina heran.
"Bisa jadi karena Lo, ketahuan ngintip sama buk Zian". Duga Zee.
"Emangnya Lo nggak ketahuan?".
"Nggak si. Gue bentar aja lihatinnya. Soalnya nggak sengaja aja".
"Oo gitu. Gua jadi penasaran sama ni sekolah. Apa si sebenarnya yang terjadi". Ucap Alaina.
"Gue juga si. Tapi takut ketahuan sama buk Zian. Nanti di hukum. Jadi jangan..," Zee kepikiran kalimat buk Zian untuk Alaina tadi.
"Kamu kenapa Zee?". Tanya Alaina.
"Gue tahu apa maksud buk Zian bilang itu sama Lo!". Ujar Zee sambil menepuk pundak Alaina.
"Aww. Sakit Zee. Apa emangnya?".
"Gue minta sama Lo, mending Lo urungkan niat buat cari lebih jauh tentang buk Zian dan keanehan sekolah ini. Sebelum Lo terlalu jauh dan nanti bisa bahayain diri Lo sendiri. Buk Zian udah tahu tujuan Lo Aina. Dan tadi dia udah beri saran buat Lo!". Jelas Zee sambil meyakinkan Aina.
"Masa si ibuk itu tahu. Lagian kan aku nggak lakuin hal apa-pun Zee". Ucap Alaina.
"Sekarang ma belum, nggak tahu la kalau nanti Lo udah masuk terlalu jauh!. Mending Lo pikir-pikir lagi deh ai. Sebelum Lo kena masalah karena rasa penasaran Lo itu, saran gue Lo nggak usah lanjut deh ai. Gue pergi dulu". Ujar Zee sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Alaina".
"Ya Zee. Makasih sarannya". Pekik Alaina karena Zee udah agak jauh posisinya dari Alaina.
"Yaa...". Jawab Zee dari kejauhan sambil melambaikan tangannya tanpa membalik tubuhnya ke belakang.
Alaina melamun sebentar. Setelah itu juga ikut pergi meninggalkan kelas. Alaina ingin pulang. Namun lagi-lagi suara dari ruangan itu membuat Alaina penasaran. Dan ia kembali mengintip kearah ruangan itu lewat selah-selah jendela.
__ADS_1
"Nggak ada orang". Batin Alaina.
Tiba-tiba Alaina dikagetkan dengan kedatangan seseorang dari belakangnya. "Kamu!". Ucap Alaina sambil menarik napas lega.
"Lo ngapain disini?". Tanya Rakha.
"Nggak gue hanya dengar suara teriakan dan barang jatuh dari dalam ruangan itu. Pas gue samperin nggak ada siapa-siapa". Ujar Alaina.
"Oo. Mungkin cuman perasaan Lo aja kali". Timpal Rakha.
"Mungkin. Kamu kenapa belum pulang?". Ucap Alaina.
"Ini gue mau pulang. Tapi lihat Lo lagi ngintip. Ya gue inisiatif aja buat nyamperin Lo".
Waktu Rakha asik berbicara Alaina juga asik menggoyang goyangkan gang-gang pintu itu. "Nggak di kunci". Ujar Alaina sambil pelan-pelan masuk.
"Lo mau ngapain?" Sambil ikut Alaina masuk.
Alaina menempelkan tangannya di bibir Rakha. Pertanda meminta Rakha untuk diam sebentar. Alaina melihat lihat isi lemari di ruangan itu.
"Nggak ada apa-apa. Keluar yok!". Pinta Rakha.
Alaina memberikan syarat pada Rakha untuk diam. Alaina meraba-raba. Dinding lemari itu. Dan mendekatkan kupingnya ke dinding. Alaina kaget, dia mendengar ada suara benda yang jatuh dari dalam dinding itu.
"Ada yang aneh!". Ujar Alaina sambil mencari-cari sesuatu.
"Bantu aku buat geser lemari ini Ka". Pinta Alaina.
Alaina dan Rakha mendorong lemari itu ke samping.
Dan...,
Betapa terkejutnya Alaina dan Rakha dengan apa yang mereka lihat di balik lemari. "Ada pintu rahasia". Alaina ingin membuka pintu itu tapi....
"Udah. Kamu udah terlalu jauh. Jangan dilanjutkan lagi". Ucap Rakha sambil menarik tangan Alaina ke arah luar ruangan.
Alaina melepas genggaman tangan Rakha. "Aku harus tahu apa yang ada di balik pintu itu Ka".
"Udah. Kamu jangan masuk terlalu jauh. Nanti kamu nggak bisa keluar lagi!". Tegas Rakha.
"Kok kata-kata Lo sama dengan buk Zian?. Jangan-jangan..," menatap Rakha lekat-lekat.
"Gue juga udah pernah di nasehatin sama buk Zian waktu itu". Dengan ekspresi mulai murung.
__ADS_1
"Terus?. Lo turutin?".
Rakha mengangguk pelan. "Berarti benar-benar ada sesuatu yang di sembunyikan buk Zian di sekolah ini". Gumam Alaina.
Alaina berjalan menuju pintu rahasia itu dan membukanya perlahan. Rakha terdiam sebentar, kemudian mengikuti Alaina untuk masuk dalam ruangan itu. Ruangannya gelap dan berdebu. Alaina melangkah perlahan dan melihat ada tangga untuk ke bawa. Alaina berjalan perlahan menuruni tangga.
Tapi...,
Alaina kembali berjalan mundur ke atas dan menutup cepat pintu rahasia itu seperti semula. Alaina menarik napas panjang dan dengan wajah nya mulai pucat.
"Kita harus cepat pergi dari sini" Ucap Rakha sambil memapah Alaina keluar ruangan dan memesan Gojek untuk Alaina segera pulang.
Rakha membantu Alaina masuk mobil. Alaina syok dan pucat. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat di ruangan itu.
Sewaktu di ruangan, waktu Alaina melangkah kan kakinya buat turun, tiba-tiba ada mayat jatuh dari atas loteng ruangan itu. Kondisi mayat itu sangat buruk dan memprihatikan. Badannya udah mengeluarkan belatung. Dan posisi mayat itu jatuh menelungkup.
Hal itu membuat alaina kaget dan lemas kemudian muntah karena bau busuk dari mayat itu. Suara Aslan menyadarkan Alaina dari lamunannya.
"Boleh mas masuk?". Ucap Aslan.
"Ya masuk aja mas".
"Kamu sakit?". Ujar Aslan sambil meraba-raba pipi dan leher Alaina. "Ya ampun. Panas dek. Kita ke rumah sakit ya?".
"Nggak papa kok mas. Besok pagi pasti sembuh kok mas.".
"Kamu tu ya. Benar-benar keras kepala kalau soal berobat". Sambil menarik hidung Alaina pelan dan tersenyum.
"Mas!. Saaakit". Dengan suara manja.
"Habis kamu tu nggak mau berobat. Ya mas gemas pengen marahin kamu. Tapi sayang. Jadi mas cubit aja". Ucap Aslan dengan tersenyum.
"Makasih mas. Tapi beneran nggak usah ke rumah sakit. Aku cuman butuh istirahat doang kok mas". Sambil tersenyum.
"Mana obat yang kamu beli?. Sini mas bantu buat kamu minum obat".
"Ada di laci mas".
Aslan mengambil obat dan air minum di meja kamar Alaina kemudian membantu Alaina buat minum obat.
"Udah. Sekarang istirahat ya". Sambil menyelimuti Alaina dan mencium kening adiknya itu.
"Ya mas. Makasih mas. Mas juga langsung istirahat ya mas. Udah hampir jam 12 malam soalnya mas".
__ADS_1
"Ya. Good night". Sambil mematikan lampu kamar Alaina biar Alaina bisa tidur cepat.
"Night too mas". Sambil menutup matanya untuk tidur.