Six Blood

Six Blood
22. Let's Star The Game


__ADS_3

Suasana malam terasa semakin mencekam. Bintang di langit tampak dengan kilau yang redup-redup. Seperti ikut merasakan sunyi nya malam. Mendengar semua penjelasan aturan permainan yang di sampaikan Faleon, Farhan meminta pada Prisli untuk tidak usah ikut main. Karena takut nanti kandungan Prisli kenapa-kenapa. Karena permainan ini, bakal banyak melakukan pergerakan.


Akhirnya Prisli menjadi pengarahan jalan permainan. Prisli menghitung mundur untuk memulai tantangan pertama. Yaitu siapa yang cepat menemukan papan permainan ular tangga, ia lah pemenangnya.


Let's Start This Game


Mereka semua langsung berpencar mencari kotak yang berisi permainan ular tangga itu disekitar area kolam. Shelina mondar-mandir di tepi kolam. Ia lagi mikir cara lain untuk cepat menemukan kotak itu. Sementara Alaina mencari di sekitar sudut kolam dekat kursi santai. Farhan memperhatikan baik-baik cela-cela pada batu taman, ia berpikir siapa tahu di kubur di tanah. Raislan mencari di sekitar lemari yang berada dalam ruangan santai. Sedangkan Faleon mengamati apa yang berada dalam kolam. Ketika ia lihat lebih dekat, Faleon langsung sadar dan melompat dalam kolam yang kedalamannya 15 m dari permukaan. Shelina pun ikut melompat dalam kolam mengikuti apa yang ia lihat. Yang lain menoleh sebentar melihat shelina dan Faleon melompat ke kolam. Kemudian kembali mencari kotak itu. Shelina dan Faleon terus berenang sampai ke dasar kolam. Secara bersamaan mereka berdua melihat ada dua kotak. Shelina dan Faleon langsung memperebutkan kotak itu. Mereka sama-sama ingin membuka kotak itu, untuk


memastikan isi dalamnya adalah papan ular tangga.


Ditengah perebutan kotak, satu kotak tertarik dengan keras oleh Faleon. Dan langsung lah keluar isi dalam kotak tersebut. Seketika Shelina syok dan langsung berenang kepermukaan. Kemudian di susul Faleon. Sampai di atas Shelina menangis histeris karena ketakutan badannya jadi gemetaran.


Farhan yang sedang menggali tanah jadi terkejut mendengar suara Shelina. Sewaktu Farhan menoleh sebentar ke arah Shelina, Farhan masih sibuk mencangkul tanah, kemudian terhenti, karena ada bunyi benturan. Sontak Farhan berteriak. "Aku menemukannya". Farhan berjalan ke tempat Shelina dan Faleon. Di susul dengan yang lain. “Cepat buka kotaknya mas” Kata Raislan penasaran.


Farhan membuka kotaknya perlahan. “Waw.... Good mas” Ucap Raislan sambil menepuk pundak Farhan. Yang lain jadi lega karena Papan Ular tangga udah ditemukan.


“Gue sampai sini aja mainnya. Gue nggak mau lanjut lagi” Shelina berdiri kemudian langsung pergi meninggalkan area kolam. "Ya elah, cemen bangat itu anak". Ujar Raislan.


Karena Shelina nggak mau lanjut lagi. Permainan di hentikan. Karena untuk tantangan selanjutnya butuh SiX Blood

__ADS_1


agar bisa lanjut permainan. Sebenarnya aturan permainan yang di sampaikan Faleon itu tercantum dalam buku yang dibaca Faleon. Jadi untuk dimana dan siapa yang mengatur keberadaan papan ular tangga itu. Semuanya, terbentuk alami seperti magic. Saat permainan dimulai, disitu lah semuanya akan ada yang mengendalikan secara otomatis. Dan Faleon tidak mengetahui itu. Karena ia hanya penasaran dengan keseluruhan alur game yang iya baca.


Karena hari sudah sangat larut, semuanya memutuskan untuk ke kamar masing-masing. Mereka istirahat setelah mengikuti game yang melelahkan. Alaina sampai di kamarnya. Alaina duduk di tempat tidur sambil melamun. Kemudian ia tersadar, dan tanpa


pikir panjang, langsung berlari menuju kamar Shelina. "Kak......, Aina masuk ya kak". Ucap Alaina.


Alaina menunggu beberapa detik, Shelina


belum balas panggilannya di pintu kamar. Akhirnya Alaina langsung masuk ke kamar Shelina. Shelina baru saja selesai mengeringkan rambutnya. Alaina duduk di sebelah Shelina dekat kasurnya. "Kak, kakak tadi kenapa nangis histeris?. Tanya Alaina.


"Gue nggak papa. Capek aja tadi (sambil menyisir rambutnya)". Jawab Shelina. "Cerita yang beneran dong kak! Aina serius (sambil mengguncang bahu Shelina.


kotak. Waktu kita saling tarik, kotaknya terbuka. Gue lihat sesuatu keluar dari kotak itu. Tapi...(Shelina mengambil napas panjang) tapi yang keluar itu bukan papan ular tangga. Gue lihat kepala orang! gue syok (air mata Shelina mulai berjatuhan dan Alaina ikut kaget mendengar cerita kakaknya itu) Gue langsung berenang kepermukaan. Dipinggir kolam gue langsung teriak dan nangis histeris. Gue seakan nggak percaya dengan apa yang gue lihat. Gue nggak mau ikutan game aneh itu lagi".


"Maafin Alaina kak (ikut sedih dan memeluk Shelina untuk membantu menenangkan Shelina).


***


Faleon sudah selesai mengganti pakaiannya yang basa. Sekarang Faleon lagi duduk di ruang santai. Waktu sudah menunjukan pukul 2 tengah malam. Faleon belum bisa tidur. Ia masih kepikiran sama kejadian tadi. "Kenapa tadi bisa gitu ya. Itu di luar perencanaan gue. Perasaan gue nggak nyuruh tim gue buat masukin kepala mainan dalam salah satu kotak. Atau jangan-jangan tim gue lakuin rencana tanpa gue perintahkan lagi. Sial memang mereka pada (ucap batin Faleon kesal)".

__ADS_1


"Tapi kalau gue pikir-pikir lagi, kepala itu beneran kayak kepala asli. Bisa stres kalau gue mikirin ini mulu (desis batin Faleon)". Faleon memutuskan untuk menelpon salah satu timnya. "Hello, ya pak ada apa bapak nelpon tengah malam". Ucap ketua tim game.


"Saya tanya sama lo, kenapa Lo buat perencanaan game di luar yang gue minta". Tegas Faleon.


"Kita ikutin aturan dari bapak kok pak". Jawab Ketua Tim Game.


"Jangan bohong Lo. Lo kan, yang merencanakan untuk masukin kepala mainan dalam salah satu kotak untuk kita cari". Bentak Faleon.


"Nggak pak! kita sesuai aturan kok pak. Tapi kenapa bisa gitu ya (ikutan heran)". Ucap Ketua Tim Game.


"Kalau kata Lo itu benar, siaal!, yang gue lihat semalam apaan gila! (kaget)". Gumam Faleon.


"Mungkin ada yang sabotase permainan pak. Besok kami akan cek lagi ke rumah bapak". Ketua Tim Game.


"Oke. Terserah lo. Tim Lo, harus selesaikan masalah ini. Gue nggak mau tertunda lagi main gamenya". Ucap Faleon.


"Baik pak". Ketua Tim Game.


Faleon sudah bisa sedikit lega. Besok time game akan mencek ulang area permainan. Faleon sangat terobsesi untuk menyelesaikan permainan "Six Blood" ini. Berdasarkan rumor yang beredar di Korea, permainan ini adalah permainan yang seru. Dan jika ingin merasakan keseruannya, maka harus menyelesaikan permainan itu dulu. Rumornya, jika sudah selesai main game ini, maka keberuntungan akan menyertai orang yang main dalam game ini. Ibarat kata game ini bisa jadi hoki (keberuntungan) bagi siapa yang ikut memainkannya sampai selesai. Mungkin rumor itu la yang ingin dibuktikan oleh Faleon. Jika mudah dapat keberuntungan dari hidup dengan hanya main game, jadi kenapa iya harus bersusah paya kerja. Jadi Faleon ingin sangat kaya melalui jalur yang menurutnya instan.

__ADS_1


__ADS_2