Six Blood

Six Blood
36. Puncak


__ADS_3

Iksan sampai di gerbang rumah Alaina. Iksan chat Alaina "Yangg aku udah sampai".


"Tunggu bentar aku keluar". Ucap Alaina.


Alaina sampai di motor Iksan. Alaina pakai helm dan kemudian langsung pergi menuju puncak. Sampai di sana Alaina dan Iksan sangat menikmati pemandangan puncak. "Bagus bangat pemandangan nya. Suasananya sejuk, adem dan tenang". Ujar Alaina.


"Syukur la kalau kamu suka". Ucap Iksan sambil merangkul bahu Alaina.


"Makasih ya san. Kamu udah ajak aku liburan kesini. Stress aku jadi berkurang dan aku merasa tambah sehat sekarang". Memeluk Iksan.


"Ya sama-sama". Sambil mengelus lembut rambut Alaina.


"Udah mau magrib san. Kita ke kamar dulu ya. Habis isya kita baru keluar lagi. Aku mau ganti baju juga". Pinta Alaina.


"Ya udah. Yok". Sambil berjalan menuju kamar mereka masing-masing.


Mereka sampai di kamar masing-masing. Kamarnya sebelahan. "Aku mandi dulu ya san". Melirik ke arah Iksan.


"Oke". Ucap Iksan dengan mengulas senyum manis di bibirnya.


*****


Shelina dan empat teman nya baru sampai di villa. "Sani, gue ke kamar duluan ya. Mau tarok barang-barang". Ucap Shelina.


"Oke".


Shelina ingin masuk kamarnya, namun sewaktu iya mau masuk, sepintas shelina seperti melihat Alaina adiknya. "Aina?. Nggak mungkin deh. Dia kan masih perlu istirahat di rumah". Menepis hal itu, kemudian lanjut masuk.


Shelina melihat Alaina sewaktu Alaina dan Iksan ingin ke kamar mereka buat mandi dan beres-beres.


Selepas isha, Alaina mengajak iksan untuk makan di restoran dekat villa.


Iksan setuju dengan syarat, Alaina nanti ikut dia ke suatu tempat.


Shelina dan teman-temannya juga makan di resto villa.


Alaina dan Iksan baru sampai di resto dan memesan makanan.

__ADS_1


Shelina sedang bercerita hal lucu sampai tertawa terbahak bahak. Sambil bercanda dengan teman-temannya, Shelina menoleh ke arah resto yang paling ujung. Lumayan jauh jaraknya dengan Shelina. Shelina kembali melihat Alaina.


"Sepertinya gue nggak salah lihat". Batin Shelina.


Shelina mengetes penglihatannya dengan menelpon Alaina. Shelina menelpon sambil tetap melihat ke arah Alaina dari kejauhan.


Alaina mengangkat telepon Shelina.


"Ya hello kak. Ada apa kak?". Tanya Alaina.


"Kamu sekarang ada dimana?".


"Aku..," Berpikir sejenak. "Aku lagi diluar kak. Ada perlu apa kak? tumben nelepon". Ucap Alaina santai.


"Kamu di luar di mananya?". Tanya Shelina ngegas.


"Kakak Jagan marah ya kak. Sebenarnya Aina sekarang lagi nginap di puncak kak".


"Sama siapa?. Kamu kan belum terlalu sehat dek!". Ucap Shelina kaget.


"Sama teman kak. Udah dulu ya kak. Bye..." Alaina menutup telponnya.


"Lo mau kemana Lin?". Tanya Sani.


"Gue ada perlu bentar". Sambil kembali membalikan badannya ke arah tempat duduk Alaina.


"Kemana perginya tu si bontot". Batin Shelina.


Shelina menghampiri meja bekas duduk Alaina. Ia bertanya pada kasir restoran. "Mbak, dua orang yang duduk di meja itu pergi kemana ya mbak?". Sambil menunjuk meja Alaina.


"Kurang tahu mbak. Yang jelas mereka menuju villa mbak". Ucap Kasir.


"Makasih mbak". Ucap Shelina.


Shelina langsung menuju area villa. Pas mau berjalan ke arah villa, ada pesan masuk dari Aslan. Melihat pesan yang dikirim Aslan, Shelina langsung menelpon Aslan.


"Hello mas. Maksudnya apa mas?". Tanya Shelina heran.

__ADS_1


"Dek, kamu tahu Alaina ada dimana?". Tanya Aslan.


"Tahu mas. Tadi baru Lina telepon dia ada di puncak mas".


"Oke Lin. Mas langsung ke puncak".


"Ada apa mas?. Mas ke puncak hanya untuk cek keadaan Alaina?. Ndak perlu kesini mas. Gue kebetulan juga lagi ada dipuncak mas. Ni sekarang gue mau cari Alaina mas". Jelas Shelina.


"Nggak, mas memang lagi ada penyelidikan ke puncak. Kasus yang mas tangani waktu itu, perlakuan sekarang ada di puncak".


"Oo gitu ya udah mas. Aku cari Alaina dulu".


"Oke. Kabari mas kalau udah ketemu Alaina. Kapan perlu kamu Sherlock ya. Selesai nangkap pelakunya mas temui kalian".


"Ya udah mas". Mematikan teleponnya dan kembali berjalan mencari Alaina.


Shelina sampai di sekitaran kolam dekat villa. "Ni anak kemana ya. Di telepon nggak di angkat lagi".


Handphone Shelina berdering. Ada pesan masuk dari Aslan. Aslan mengirim foto. Shelina membuka foto dan membaca pesan setelah foto itu. "Itu foto pelakunya lin. Kalau kamu ada ketemu atau berpapasan, kamu kasih tahu mas ya!".


"Oke mas sipp".Ucap Shelina sambil menghela napas panjang.


*****


Dibelahan negara yang berbeda dua orang manusia cantik, ibu dan anak sedang merindukan sosok pria yang mereka sayang dan cintai. Sudah hampir cukup lama anak dan ibu itu tidak bertemu dengan pria yang penting dalam hidupnya. Kim Youra sedang menenangkan si buah hati Auori yang tengah menangis merindukan kehadiran ayah nya.


Kim Youra tahu kalau Faleon sudah kembali tinggal menetap di Indonesia. Waktu itu ia mencoba untuk menelpon Faleon tapi pria itu tidak pernah mengangkat teleponnya. Akhirnya ia putuskan untuk pergi ke lokasi syuting Faleon. Mereka bilang Faleon sudah tidak mengambil projek film itu lagi. Ia membatalkan kontrak secara sepihak. Mendengar penjelasan dari sutradara itu Kim Youra kaget dan bingung apa alasan Faleon melakukan itu semua. Akhirnya ia pergi menuju rumah kediaman suaminya itu. Sampai di rumah Faleon, Kim Youra hanya bertemu dengan satpam dan beberapa pelayan. Satpam memberikan surat kepada Kim Youra. Satpam itu bilang Faleon menitip itu untuk diberikan pada Kim Youra. Kim Youra membaca surat itu. Kemudian ia langsung menuju suatu tempat. Tak berselang waktu lama, Kim Youra sampai di kantor pengacara Faleon. Sambil berjalan menuju ruangan pengacara, hati Kim Youra tidak tenang ia cemas apa yang mau Faleon lakukan sampai ia melibatkan pengacara. "Apa dia ingin menceraikan ku?". Pikir Kim Youra dalam hatinya.


Kim Youra sampai di dalam ruangan pengacara. Pengacara itu meminta Kim Youra untuk duduk terlebih dahulu.


"Siang buk". Ucap pengacara itu sambil mengukir senyum di bibirnya.


"Siang juga pak. Mohon maaf pak. Maksud Faleon meminta saya untuk kesini ada apa ya pak?". Tanya Kim Youra dengan memasang wajah sedikit tegang.


"Rileks aja buk. Ibuk tidak usah tegang. Berita yang akan saya sampaikan itu berita baik kok buk". Ucap pengacara itu lagi sambil kembali mengukir senyum di bibirnya.


"Berita seperti apa itu pak?". Tanya Kim youra dengan penasaran.

__ADS_1


Pengacara Feleon menjelaskan segala pesan dari Faleon. Mendengar ucapan dari pengacara itu Kim Youra sangat kaget dan menarik napas lega juga. Pasalnya yang di bahas tidak ada soal perceraian. "Kenapa kamu lakuin itu Leon. Ya walaupun baik untuk anak kita kehidupan nya terjamin. Tapi yang ia butuhkan itu kamu ayahnya bukan harta kamu. Aku juga butuh kamu. Kamu jangan gantung aku gini Leon. Kita itu sekarang hubungannya apa?. Aku masih istri kamu kan?". Ucap batin Kim Youra lirih. Kemudian berpamitan pada pengacara itu untuk pulang. Kim Youra berlalu pergi meninggalkan kantor pengacara Feleon.


Pesan faleon yang disampaikan oleh pengacara tadi itu adalah kalau faleon udah putuskan untuk tinggal menetap di Indonesia. Tapi ia akan tetap meluangkan waktu untuk putrinya lewat Vidio call. Dan untuk semua harta yang ia miliki di Korea ia berikan untuk anak tunggalnya. Semua aset-aset berharga milik Faleon yang berada di Korea sudah ia rubah nama kepemilikannya atas nama Kim Aouri Han.


__ADS_2