
Satu tahun lalu sewaktu persiapan untuk acara wisuda anak kelas tiga. Iksan yang sebelumnya sebagai ketua OSIS sekarang jabatannya sudah digantikan. Karena tinggal menghitung beberapa hari lagi ia akan tamat dari sekolah itu. Jadi sudah saatnya jabatannya digantikan dengan penerus berikutnya. Karena ia sudah tidak menjadi ketua OSIS lagi, ia menjadi punya banyak waktu melakukan aktivitas lain yang sempat ia tunda. Jadwalnya sebagai ketua OSIS sangat padat tiga tahun belakangan ini. Dan sekarang dia juga sudah bisa pulang sekolah lebih cepat dari biasanya.
Iksan sampai di rumahnya dengan membawa sekotak martabak untuk kedua orang tua nya. Orang tua Iksan lagi asik bercengkrama di ruang tamu. Iksan menghampiri mereka.
"Ayah, ibu. Lihat Iksan bawa apa". Ucap Iksan sambil mengangkat sekotak martabak di tangannya dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.
"Waa. Martabak kesukaan ayah kamu ini. Mas, anak kamu bawa martabak kesukaan mu". Ucap Ibu Iksan dengan gembira.
"Makasih ya nak. Ayok kita makan sama-sama". Ucap ayah iksan dengan bersemangat dan udah ngiler, ingin segera menyantap makan favoritnya itu.
Orang tua dan anak itu segera menyantap martabak yang terhidang di depan mereka. Rumah mereka sederhana tapi keharmonisan keluarga mereka sangat tiada duanya. Iksan sangat bahagia dan bersyukur bisa memiliki keluarga menyenangkan ini. Karena iksan sangat sayang pada kedua orang tuanya makanya ia ingin memiliki prestasi disekolah agar ayah dan ibu nya bangga dan bahagia atas segala pencapaiannya.
Iksan berbicara kepada kedua orang tuanya perihal wisuda angkatan nya yang sebentar lagi akan dilaksanakan. "Bu, Yah. Minggu depan acara wisuda Iksan Yah. Setelah wisuda iksan udah tamat SMP yah. Setelah itu Iksan akan masuk SMA impian Iksan lagi yah". Ucap Iksan dengan bersemangat.
"Alhamdulillah. Akhirnya anak ibu tamat juga. Selamat ya sayang". Ujar ibu Iksan sambil mengelus rambut putranya dengan penuh kasih sayang.
"Selamat yah nak. Ayah bangga sama kamu sayang. Kamu anak yang pintar dan baik. Semoga segala cita-cita kamu bisa terwujud ya nak". Ucap Ayah Iksan dengan bahagia.
__ADS_1
"Amin. Makasih Bu, Yah. Pas acara wisuda iksan nanti jangan lupa datang ya yah, Bu. Karena orang tua murid di perbolehkan datang untuk mendampingi calon wisudawan dan wisudawati". Sambung Iksan lagi.
Ibu dan ayah Iksan bilang mereka pasti bakal datang untuk melihat acara wisuda Iksan. "Ada berita baik lagi Yah, Bu". Ujar iksan.
"Apa itu sayang?". Tanya Ibu Iksan. Ayah iksan pun ikut penasaran.
"Iksaaan..., berhasil masuk SMA favorit di Jakarta Bu, Yah". Ucap Iksan dengan bahagia.
"Alhamdulillah. Selamat ya sayang". Ucap Ibu iksan mobil mencium kening dan memeluk putranya itu.
"Ayah ikut bahagia untuk mu nak. Tapi..,". Ayah iksan menghentikan pembicaraan nya
"Syukur la nak. Ayah dan ibu bangga sama kamu. Semangat terus ya!". Ucap Ayah iksan sambil mengelus pelan punggung putranya itu sebentar. Ibu iksan meneteskan air matanya. Iksan yang melihat itu menghapus air mata sang ibu dan berkata kalau ibu jangan menangis karena Iksan akan selalu membahagiakan ibu dan ayah. Ibu iksan bilang ia menangis karena haru. Ibu iksan sangat bangga memiliki anak sepintar dan sebaik Iksan.
*****
Seminggu telah berlalu, kini saatnya acara yang ditunggu tunggu anak kelas tiga telah tiba. Murid-murid yang akan wisuda sudah duduk rapi di ruangan yang disediakan untuk acara wisuda. Panitia acara dan beberapa guru sudah memasuki ruangan begitu juga dengan orang tua murid. Beberapa menit kemudian acara dimulai. Sudah banyak nama-nama yang terpanggil. Sekarang giliran nama Alaina Syof yang dipanggil untuk pengesahan kelulusan. Keluarga Alaina yang datang diwakili oleh saudara nya yaitu mas Aslan. Iksan melihat Alaina yang berjalan ke depan dengan sangat anggun membuat iksan tak berkedip. Pasalnya khusus di hari wisudanya Alaina sengaja merubah penampilannya dengan membiarkan rambut nya tergerai indah. Biasanya Alaina tidak pernah melakukan hal itu karena tidak ingin menimbulkan pusat perhatian banyak orang padanya. Jadi Alaina ke sekolah selalu mengikat rambutnya. Tapi tampa Alaina sadari dengan ia secara terang-terangan mendekati iksan itu sudah sangat mengundang banyak pehatian. Sacara iksan tampan dan ketua OSIS di sekolahnya.
__ADS_1
"Alaina tampak beda bangat hari ini. Kok gue bisa nggak sadar selama ini ya. Cewek yang dekatin gue selama ini ternyata cantik juga ya". Ucap Iksan tanpa sadar mengukir senyum di bibirnya.
"Ya jelas cantik la. Dia kan anak dari keluarga kaya. Wajar cantik. Lo aja selama ini yang kurang PK dan tidak terlalu memperdulikan. keberadaan dia didekat Lo. Lo mala sibuk dengan kegiatan Lo sendiri". Sambung teman iksan di sebelah nya.
Iksan hanya diam ia masih terus mengamati Alaina dari jauh. Selanjutnya giliran Iksan yang masuk ke depan. Alaina pun mengamati pria yang selama ini ia kejar-kejar itu. Tapi sayangnya cinta nya tak berbalas. Iksan berhasil menyandang status sebagai murid dengan lulusan terbaik. Pria itu sangat senang. Selama di depan ketika ingin memberikan ucapan sepata dua kata dari lulusan terbaik, iksan melihat sekeliling, tapi masih tidak melihat dimana keberadaan kedua orang tuanya. Akhirnya iksan menyampaikan sepata dua kata untuk semuanya dan untuk kedua orang tuanya walaupun ia tidak melihat kedua orang tuanya hadir.
Tak berselang waktu lama, acara pun selesai iksan langsung segera pulang untuk memberitahu kepada kedua orang tuanya kalau ia menjadi lulusan terbaik.
"Ibu dan ayah pasti sanang bangat". Ucap iksan sambil berlalu pergi.
Motor Iksan mendarat dipinggir jalan depan rumahnya. Ia sangat kaget, saking kagetnya iksan membiarkan piala penghargaan nya terjatuh di jalan. Iksan langsung berlari untuk masuk kerumahnya. Namun warga setempat menghentikan Iksan.
"Jangan masuk nak. Bahaya!. Api nya sudah sangat besar". Ucap bapak itu, salah satu warga.
"Jangan halangin saya. Saya mohon pak. Saya harus selamatkan ibu dan ayah saya!". Ucap Iksan dengan berusaha memberontak dan menangis.
"Udah nak. Yang Ikhlas". Ucap babak itu berusaha menenangkan Iksan.
__ADS_1
"Nggak!. Saya harus tolong orang tua saya!". Tegas Iksan. Usaha iksan untuk menolong orang tuanya sudah sirnah. Para tim pemadam kebakaran sudah membawa dua jasad yang tak lain adalah orang tua Iksan Iksan benar-benar tidak bisa terima akan kejadian yang menimpah keluarganya. Ia sangat marah kenapa rumahnya bisa kebakaran!. Ia tidak terima dan yakini kalau kedua orang tuanya baik-baik saja.
Sejak kejadian itu Iksan benar-benar berubah drastis. Ia jadi tidak fokus dengan sekolah baru nya. Ia mengalami gangguan mental yang cukup parah. Setiap kali ada wanita yang mendekatinya dia merespon dengan baik tapi ketika wanita itu bahasa mengenai orang tua, Iksan jadi berubah menjadi brutal dan tidak terkendali. Akhirnya ia membunuh setiap wanita-wanita yang dekat dengannya. Saat ia marah ia tidak sadar dengan apa yang di perbuat nya itu seperti memiliki kepribadian ganda. Ketika cewek yang dekat dengannya menyebut tentang orang tua ia langsung brutal. Iksan memotong-motong tubuh gadis-gadis itu dengan sadis. Kemudian membuangnya begitu saja ke tempat sampah, menguburnya di tanah dan terkadang membuangnya di semak-semak. Dan sampai pada malam itu ia bertemu dengan Alaina di pasar malam. Iksan berniat untuk menenangkan dirinya. Ia ingin bisa sembuh dari sakit mentalnya itu. Tapi tak ia sangka, dia dipertemukan lagi dengan Alaina. Sejak ia jadian dengan Alaina malam itu, sejak itu juga ia bersikeras untuk melawan sakit yang tengah dideritanya. Keinginan ia untuk sembuh dan hidup seperti dulu kembali datang. Namun ia kembali tidak bisa mengendalikan dirinya waktu di puncak. Dan akhirnya kisah iksan berakhir sampai di malam itu.