Six Blood

Six Blood
64. Bersama Ponakan


__ADS_3

Dua hari kemudian, semuanya kembali beraktivitas seperti biasa. Alaina sudah puli dan hari ini merupakan hari pertama Alaina kembali sekolah. Sampai di sekolah Alaina dapat kejutan dari teman-teman. "Selamat datang kembali tuan putri yang hobinya masuk rumah sakit terus..." Goda Zee dengan gembira.


"Waw... Kejutan yang sangat menyentuh bangat. Aku terharu Lo guys. Makasih ya teman-teman". Ucap haru Alaina disertai candaan.


"Jam pertama kita sama siapa?". Sambung Alaina.


"Gue juga kurang tahu si ai". Ucap Zee santai.


"Gawat. Lima menit lagi buk Zian masuk". Ucap salah satu teman kelas Alaina.


"Yang benar Lo?". Tanya Zee.


"Iya". Ucap salah satu teman kelas Alaina.


"Sstt... Cepat guys. Bantu gue beresin semua ini". Pinta Zee sambil mengambil satu persatu kertas ucapan selamat datang yang mereka buat untuk menyambut kedatangan Alaina.


"Kalau buk Zian tahu bisa marah besar ini". Timpal Alaina sambil ikut bantu Zee membersikan kelas.


"Bukan marah lagi. Udah ngamuk pasti. Bisa di hukum satu kelas". Ujar Zee sambil tertawa.


"Akhirnya selesai juga". Ujar Alaina sambil sedikit menghela napas.


"Aman kan ai?". Tanya Zee khawatir.


"Aman kok. Tenang aja". Ucap Alaina santai.


"Sorry ya. Niatnya kasih kejutan tapi kenyatannya kita mala jadi kasih beban buat Lo ai. Sekarang istirahat yang cukup aja. Takut gue nanti Lo drop lagi". Ucap Zee sambil bantu Alaina duduk di bangku nya.

__ADS_1


"Santai aja. Gue udah puli total kok. Santaii". Ucap Alaina dengan senyuman handalnya.


Hampir saja buk Zian tahu. Tapi untungnya mereka gercep buat beresin kertas-kertas itu. Pagi menjelang siang, jadwal pulang pun sudah datang menghampiri. Pulang sekolah Alaina, Shelina, Kim Youra dan Aoura jalan-jalan seperti janji Alaina dan Shelina waktu itu pada Aoura.


"Kak Youra, Aoura udah siap kak?". Tanya Alaina yang baru keluar dari kamarnya habis ganti baju pulang sekolah.


"E ai. Udah siap aja. Aoura masih siap-siap di kamar sama Shelina ai. Bentar lagi selesai kok". Ujar Kim Youra dengan senyuman manisnya.


"Oo.. Ya udah kak". Ucap Alaina sambil duduk di ruang tamu. Sambil nunggu Shelina dan Aoura selesai siap-siap, Alaina menyempatkan waktu santai nya untuk scroll Instagram. Karena Alaina bisa di bilang jarang pegang hp. Apa lagi sejak menyelidiki kasus Abang nya dan kemaren di rawat RS lagi. Ya nggak ada waktu tuk main hp. Ketika Alaina sedang asik scroll Ig, tiba-tiba ada muncul berita di beranda ig nya. Alaina membaca berita itu. Ia kaget ternyata yang dibilang Zee soal Rakha itu emang benar. Rakha udah dinyatakan hilang beberapa hari yang lalu. Perasaan Alaina mulai nggak karuan. "Ada apa ini sebenarnya?". Ucap Alaina pelan. Karena Alaina sangat penasaran, ia mencoba untuk chat Rakha di WA, Ig, dan bahkan menelpon nomor Rakha. Tapi nomor Rakha nggak aktif. "Angkat dong kak!. Ni orang kemana si. Jangan bikin aku khawatir kak. berita itu nggak benar kan kak?. Kalau pun benar, mustahil nggak si. Orang aku baru ketemu dia kemaren". Gumam Alaina dalam hati sambil masih mencoba untuk menghubungi Rakha.


Shelina dan Aoura udah selesai, mereka akan segera pergi untuk jalan-jalan. "Ai, kita udah siap ni. Yok berangkat". Ujar Shelina.


Alaina tidak merespon ucapan sang kakak. Dia sibuk terus untuk telpon Rakha. Shelina yang melihat wajah adik bontotnya itu gusar, kayak orang bingung dan panik, ia kembali memanggil Alaina. "Aiii...?". Ucap Shelina dengan nada penuh penekanan. Alaina yang baru sadar sang kakak memanggilnya, ia menoleh ke arah Shelina. "Ya kak. Kakak udah siap?".


"Udah. Lo kenapa si?. Dari tadi gue panggil nggak nyahut?". Kesal Shelina.


"Teman?. Penting bangat tu kayaknya?. Ada masalah apa emangnya ai?". Tanya Shelina.


"Teman aku yang nolong aku di alam gaib waktu itu kak. Dia di kabarkan hilang dari beberapa hari yang lalu kak. Tapi kemaren aku masih ketemu sama dia kak. Kayaknya beritanya salah nggak si kak?" Tutur Alaina.


Shelina bingung harus jawab apa pada Alaina. Karena dia tahu teman adiknya itu benar udah tiada. "Iya kali ai. Nggak usah Lo pikirin. Mungkin itu berita ngawur ai. Udah sekarang ayok berangkat. Aoura dan kak Youra udah nunggu dari tadi tu". Ujar Shelina sambil berjalan keluar rumah menuju mobilnya.


Alaina yang mendengar perkataan sang kakak juga berfikiran seperti itu. Mereka langsung berangkat ke Dufan untuk bawa Aoura liburan.


Tak berselang waktu lama, mereka sampai. Alaina langsung bawa Aoura untuk bermain. Shelina dan Kim Youra melihat keseruan Alaina dan Aoura bermain.


"Aunty Lin. Ayo main sini sama kita. Air nya segar Lo". Teriak Aoura dari kejauhan.

__ADS_1


Shelina menolah ajakan Aoura. Katanya Aoura dan Alaina aja yang main. Dia melihat mereka main saja. "Kak, Lo nggak mau main sama anak Lo?. Selagi di indo, nikmatin aja liburannya kak". Ujar Shelina pada Kim Youra.


"Nggak. Aku sini aja. Melihat Aoura senang, aku udah senang". Ucap Kim Youra santai sambil tersenyum melihat ke arah sang buah hati.


"Umm ya udah. Gue ke cafe depan ya kak. Lo mau ikut?" Tanya Shelina..


"Mau ngapain?". Kim Youra balik bertanya.


"Nggak ngapa-ngapain si. Cuman mau nongkrong dan minum doang". Jawan Shelina santai.


"lanjut aja Lin. Aku sini aja". Ucap Kim Youra.


"Ya udah". Ujar Shelina sambil berlalu pergi menuju cafe.


Sampai di cafe gadis tomboi berparas mempesona itu duduk santai sambil mesan satu minuman. Shelina duduk sambil memainkan hpnya.


"Hi.... Ketemu lagi kita". Ujar Hazn yang sudah berdiri depan meja Shelina.


Shelina melirik sebentar ke sumber suara. Setelah itu ia lanjut aktifitasnya. Ia tidak begitu memperdulikan orang yang berada di depannya. Pria itu duduk di bangku kosong samping Shelina. "Lo lagi ngapain si?". Tanya Hazn kepo.


"Lo yang lagi ngapain". Ketus Shelina sambil berdiri dari tempat duduknya. Kemudian menuju kasir untuk bayar minumannya. "Kok Lo udah mau cabut aja si?. Kan Lo baru datang". Ujar Hazn sambil membuntuti kemana ekor Shelina pergi.


"GJ bangat si Lo. Lo ngapain ngikutin gue. Ganggu ketenangan gue aja Lo". Ketus Shelina dengan raut wajah udah betek parah.


"Ya sorry. Gue nggak maksud kok. Ya udah deh gue balik ke cafe lagi. Maaf ya udah bikin Lo nggak nyaman". Ucap Hazn sambil berlalu pergi menuju cafe.


Shelina yang melihat Hazn udah lenyap dari pelupuk matanya merasa lega. Ia lagi malas aja untuk sekarang berurusan sama cowok dulu. Kata Shelina buang-buang waktu dia aja. Prioritas Shelina yang utama sekarang adalah bagaimana cara nya agar dia bisa cepat menyelesaikan masalah keluarganya. Dia udah capek di teror dan hidup dalam bayang-bayang kematian saudara nya terus. Makanya ia harus segera menyelesaikan masalah itu agar hidup dia dan saudaranya yang lain kembali kesedia kala.

__ADS_1


__ADS_2