Six Blood

Six Blood
39. Pemakaman


__ADS_3

Sani dan tiga temannya sudah meninggalkan rumah sakit. Selepas Sani pergi, Shelina tersenyum lebar dengan sikap sahabat dia yang satu itu. Selalu kesal setiap kali bersama, tapi kalau nggak ketemu, terasa hampa aja deh ni dunia.


Tiga teman Sani lainnya itu, teman baru mereka yang di kampus. Jadi belum terlalu begitu dekat. Jadi masih kayak teman yang se hello gitu doang.


"Kak, kamu mau cari udara segar nggak kak. Aku bosan di kamar rawat ni kak". Ucap Alaina sambil berdiri dan berjalan perlahan ke arah Shelina.


"Ya gue bosan. Tapi siapa yang bakal bawa gue keluar? Lo kuat?".


"Kuat kok kak. Aku panggil suster dulu buat bantu kakak duduk di kursi roda".


Alaina memanggil suster dan meminta untuk memindahkan Shelina ke kursi roda. Shelina di bantu suster untuk mendorong kursi rodanya ke taman dekat RS. Sedang kan Alaina bisa berjalan sendiri dan mendorong tonggak infusnya sendiri.


***


Farhan baru pulang dari rumah sakit setelah beberapa hari di rawat di RS Bali. Kejadian yang menimpa Farhan waktu di RS malam itu, Prisli tidak mengetahuinya. Karena Farhan tidak mau menambah beban pikiran pada Prisli. Takut kandungan Prisli nanti kenapa-napa.


"Besok kita ke Jakarta ya yangg?". Ucap Farhan.


"Kenapa yangg?. Kondisi kamu kan baru pulih. Nanti kecapaian kalau kita ke Jakarta".


"Kita harus pulang Shelina dan Alaina sekarang lagi di rawat di rumah sakit puncak. Paling besok mereka udah bisa pulang ke rumah".


"Mereka kenapa mas?. Mas tahu dari siapa?". Tanya Prisli.


"Dari Aslan. Kata Aslan panjang ceritanya. Jadi nanti aja pas di Jakarta kita tanya mereka".


"Ya udah mas. Nanti aku langsung pesan tiket buat ke Jakarta". Sambil membantu Farhan duduk di kasur kamar mereka di rumah Bali. Karena mereka baru aja sampai rumah dari RS.


***


Aslan dan tim yang lain menyelesaikan proses pemakaman untuk Iksan. Iksan di kebumikan di pemakaman umum dekat kantor ke polisian Jakarta Barat.


Selesai pemakaman, semua di panggil jendral untuk menghadapnya di kantor. Aslan, Alin dan tim masuk keruangan Jendral. "Jelaskan pada saya, bagaimana kronologis kejadiannya". Tegas Jendral.


Mereka satu persatu menjelaskan kronologi kejadiannya. "Ya sudah. Yang lain boleh keluar kecuali Komandan Aslan".

__ADS_1


Yang lain keluar sekarang tinggal Aslan dan jendral di ruangan itu. "Lain kali jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi". Pinta Jendral.


"Siap jendral. Maaf Jendral". Sambil memberi hormat pada Jendral.


"Tapi saya salut dengan kerja keras mu. Walaupun pun kasus ini udah selesai dengan meninggalnya pelaku, setidaknya kamu sudah berhasil menemukan siap pelaku nya. Selamat". Ucap Jendral sambil mengulurkan tangannya pada Aslan.


"Siap Jendral". Hormat. "Terima kasih Jendral". Sambil sedikit membungkuk membalas salam dari jendral.


"Ya sudah. Kamu boleh meninggalkan ruangan ini sekarang". Ucap Jendral dengan nada santai dan jendral kembali duduk di kursinya.


"Baik Jendral. Permisi jendral". Sambil sedikit membungkuk kan badannya dan memberi hormat.


***


Alaina dan Shelina duduk di taman. "Maafin aku ya kak. Karena aku kamu sampai kayak gini kak". Ucap Alaina.


"Udah. Udah terjadi juga. Yang penting Lo nggak papa dan gue juga baik-baik aja". Jawab Shelina dengan santai.


"Lain kali Lo jangan kayak gini lagi ya ai!. Kalau gue nggak ada di puncak juga kemaren gimana!. Lo kebayang nggak sekarang Lo jadi apa?". Tegas Shelina dengan kesal pada Alaina.


"Ya udah. Soal itu terserah lo. Mau Lo cerita atau nggak itu urusan pribadi Lo".


"Ya kak".


Faleon datang menghampiri Shelina dan Alaina di taman. "Kalian disini, gue udah dari ruangan kalian tadi. Ternyata di taman".


Alaina dan Shelina menyalami Faleon. "Bagaimana keadaan kalian?. Udah baikan?". Tanya Faleon.


"Udah mendingan Aina mas. Palingan kak Shelina lagi mas". Jawab Alaina.


"Gue udah baikan kok. Besok paling udah boleh pulang". Ujar Shelina.


"Syukurlah kalau gitu". Ucap Faleon dengan menarik napas lega.


*****

__ADS_1


Dibelahan negara yang berbeda. Aouri kembali menanyakan keberadaan Daddy nya pada Kim Youra.


"Momi. Aouri Miss Daddy so much". Ucap Aouri dengan wajah sedih.


"Patient, dear. Let's call Daddy now shall we? Oke?". Ucap Kim Youra berusaha untuk menyenangkan sang anak.


"Oke Mom". Ucap Aouri dengan bersemangat.


Kim Youra menelpon Faleon. Faleon yang sedang bersama dengan Shelina dan Alaina di taman meminta mereka untuk menunggu dirinya sebentar. Karena ada panggilan masuk. Feleon mengangkat telepon dari Kim Youra agak jauh dari kedua adiknya.


"Hello. Ada apa Ra?". Ucap Faleon santai.


"Maaf kalau aku ganggu waktu kamu bentar mas. Aku telepon kamu karena Aouri sangat merindukan kamu mas. Dia murung terus makanya aku Vidio Call kamu". Jelas Kim Youra.


"Mana Aouri. Aku mau bicara sama Aouri". Ucap Feleon.


Kim Youra memberikan handphone pada Aouri. Aouri sangat kegirangan dan sangat bahagia bisa berbicara dengan Daddy nya itu. Kim Youra yang melihat wajah ceria dari sang anak saat telponan dengan ayahnya menjadi ikut bahagia. Sifat cerewet Aouri kembali muncul ke permukaan. Pasalnya sejak Aouri ditinggal oleh sang ayah, Aouri menjadi anak yang lebih pendiam dan banyak diamnya. Sekarang Aouri yang periang dan ceria telah kembali lagi.


Faleon sudah selesai berbicara dengan Aouri. Ia ingin mengakhiri Vidio Call nya. Namun dihentikan oleh Kim Youra.


"Bentar mas. Aku mau tanya sesuatu sama kamu". Ucap Kim Youra.


"Ya. Kamu mau tanya apa?. Bukannya aku sudah bilang semuanya lewat pengacara aku". Jawab Feleon ketus.


"Masa itu aku udah tahu. Apa keputusan kamu udah bulat mas?. Apa nggak bisa kamu tinggal lagi di Korea. Kalau kamu tidak mau melakukan nya demi aku, setidaknya lakukan demi anak kita mas. Aku kasian melihat Aouri murung terus disini kalau nggak ada kamu mas". Ucap Kim Youra lirih.


"Aouri udah mulai besar. Sebentar lagi dia kan terbiasa. Ini hanya masalah waktu. Jadi kamu tidak perlu khawatir". Ucap Faleon santai.


"Tapi sampai kapan kamu mau seperti ini mas. Terus masalah hubungan kita, aku ini masih istri kamu kan mas?". Tegas Kim Youra.


"Kamu udah tahu jawabannya. Jadi aku nggak perlu jawab. Waktu itu aku juga udah bilang kan kalau aku udah maafin kamu". Jelas Feleon.


"Ya mas. Tapi...". Ucapan Kim Youra disela Faleon.


"Udah ya. Aku lagi sibuk urus kepulangan Alaina dan Shelina dari rumah sakit sekarang". Ucap Faleon kemudian langsung memutus teleponnya.

__ADS_1


Kim Youra yang mendengar perkataan dari Faleon itu menjadi penasaran. Apa yang terjadi sampai Alaina dan Shelina bisa di rawat barengan di rumah sakit. Sayangnya ia tidak bisa menanyakan hal itu pada pria yang katanya suaminya itu.


__ADS_2