Six Blood

Six Blood
26. They're back Starting the Game


__ADS_3

Alaina pulang dari pasar malam tidak langsung pulang. Dia lebih memilih untuk kembali membaca buku di toko favoritnya.


Di toko buku itu, seperti biasa hanya Alaina pelanggan yang selalu rutin ambil absen (udah kayak sekolah aja, pakai acara ambil absen😆).


Ketika sedang asik membaca, tiba-tiba dia melihat seseorang di balik rak buku. Ketika dia hampiri tapi tidak ada siapa-siapa. Alaina kembali duduk, dan berpikir mungkin hanya halusinasi dia saja.


***


They're back Starting the Game.


Oke. Sekarang giliran Raislan. Ucap Prisli sebagai pemandu permainan. Raislan memulai melempar dadunya. Ia mendapatkan angka 0 dan 6. Raislan hanya bisa meletakkan segitiga miliknya di kotak start. Karena satu dadunya 0. Jadi tidak bisa lanjut untuk jalan.


Selanjutnya giliran Farhan. Farhan melempar dadunya. Ia mendapat angka 6 dan 4. Farhan langsung menjalankan segitiga miliknya. Kotak ke empat ada tangga. Farhan langsung naik ke kotak no 50. Setelah selesai menjalankan segitiga miliknya, tiba-tiba ada darah yang muncrat mengenai baju Faleon yang duduk di sampingnya. Keluar darah dari mulut Farhan.


"Mas....." Prisli berteriak kaget. Dan langsung menghampiri Farhan. Yang lain pun ikutan kaget.


Zilva berdiri dari tempat duduknya. "Ada yang aneh dengan game ini. Gue nggak mau ikutan lagi". Ucap Zilva. Raislan kembali meminta Zilva untuk duduk. "Kenapa mas?" Tanya Shelina melihat ke arah Farhan.


Farhan memberikan isyarat pada Prisli untuk mengambilkannya sesuatu. Prisli mengambil segelas air dan obat untuk Farhan. "Kumat lagi Lo mas?" Ucap Faleon.


"Iya kayaknya" Jawab Farhan.


"Udah kamu nggak usah ikutan main lagi mas. Istirahat aja lagi ya mas". Pinta Prisli.


"Nggak usah khawatir. Gue nggak papa kok. Kamu tidur aja dulu gih. Udah malam. Kasihan anak kita nanti ke kecapaian". Pinta Farhan.


"Kirain gara-gara Lo langgar aturan gamenya mas. Ternyata penyakit Lo yang kambuh mas". Ujar Raislan.


"Mendingan mas istirahat aja mas. Kenapa mulut Lo bisa keluar darah mas. Apa waktu berantam tadi, dada Lo kenapa pukul?" Gumam Shelina heran.


"Iya si. Santai aja. Gue baik-baik aja kok. Yok lanjut aja". Ujar Farhan.


Prisli yang masih berada di samping Farhan khawatir dengan keadaan Farhan. Tapi pria cool itu tidak mendengarkan permintaan istrinya. Akhirnya Prisli memutuskan istirahat terlebih dulu. Karena perutnya udah terasa keram.

__ADS_1


Mendengar penyebab darah yang keluar dari mulut Farhan bukan karena game. Zilva pun jadi sedikit lega. Lima bulan lalu, Farhan di vonis dokter kangker hati. Tapi pria itu tidak terlalu menghiraukan perihal penyakit itu. Jadi masuk akal juga darah yang keluar dari mulut Farhan. Karena waktu berantam dengan Alex. Alex sempat memukul di area dada Farhan. Tapi Anehnya, kenapa reaksinya baru timbul sekarang ya? (Jangan kepikiran guys. Nanti kamu yang baca jadi ikutan sakit juga lagi😀. Kembali ke laptop😉).


Selanjutnya giliran Faleon. Faleon melempar dadunya. Ia mendapatkan angka 6 dan 6. Ia memulai menjalankan kotak segitiga miliknya. Posisi Segitiga milik Faleon, berada tepat di kolom yang ada kepala ular.


Semuanya terkejut. Gambar ular kecil di papan itu menelan segitiga milik Faleon. Kemudian segitiga milik Faleon sampai pada kolam 95 yang ada ekor ularnya.


"Kaget anjirrt" Ujar Shelina dengan ekspresi kaget.


Raislan dan Zilva serentak bilang "Kok bisa gitu!" Dengan ekspresi nggak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


"Kreatif bangat tim game Lo Leon". Ujar Farhan ketawa kecil dan geleng-geleng masih nggak nyangka.


Faleon juga ikut kaget, menarik napas pendek. Kemudian bicara. "Gila... gue juga kaget. Gue nggak tahu soal ini". Ungkap Faleon.


Ular yang bergerak tadi, sudah kembali diam seperti semula. Sekarang kembali giliran shelina. Shelina dengan ekspresi seperti masih mikirin sesuatu, melempar dadunya. Ia dapat angka 0 dan 1. Shelina mendesis kesal.


"Sial". Sambil menutup matanya untuk tidak melihat apa yang akan terjadi pada segitiga miliknya.


Kotak segitiga milik Shelina berada tepat di atas gambar tangga. Tiba-tiba kotak segitiga itu meluncur dengan sendirinya, ke bawa. Yang tadi posisi Shelina sudah di kolom 80 jadi turun ke kolom 40 tepat di bawa tangga. Melihat kejadian itu, Raislan pun mentertawakan kesialan yang di alami Shelina.


Pasti kalian ada heran, kenapa kalau di kotak yang ada gambar ular malah naik, sedangkan di kotak yang ada tangganya malah turun. Itu lah aturan permainan nya. Aturan game ini kebalikan dari aturan pada umumnya (Kalian yang pernah main ular tangah pasti tahu dong, aturan umum permainan nya😉).


Sekarang kembali giliran Zilva. Zilva tampak ragu-ragu lagi untuk melempar dadunya. "Nggak papa" Ujar Raislan meyakinkan Zilva. Zilva melempar dadu. Ia menarik napas lega. karena kalian ini posisinya aman.


Lanjut ke giliran berikutnya. Mereka sudah main ular tangah hampir satu jam. Sekarang sudah menunjukan jam 11.40 malam. Namun belum ada titik terang siapa pemenangnya.


Sekarang kembali giliran Shelina. Kali ini Shelina berada di mulut ular. Ularnya hidup dan menaikan segitiga milik shelina ke kolom 99.


"Yes" Ucap Shelina dengan raut wajah senang.


"Jangan senang dulu. Nanti dapat tiga turun lagi Lo". Gumam Raislan.


Di kolam 98 ada gambar tangga. Kalau dapat tiga bakalan mudur kebelakang.

__ADS_1


"Syirik aja Lo" Ucap Shelina.


Giliran selanjutnya terus berlanjut dan berada di posisi aman. Sekarang giliran Faleon dia melempar dadunya. Dan... sekarang posisinya di kolom 97. Aman.


Kembali ke giliran shelina. Semuanya deg degan. Menanti hasil lemparan dadu milik Shelina. Apakah Shelina akan mendapatkan angka satu. Dan.... Shelina berteriak Histeris. Di sela teriakan Shelina, Raislan mendesis kesal.


"Gue menang!" Teriak Shelina dengan raut wajah gembira sambil mencibir ke arah Raislan.


"Lebay Lo". Ledek Raislan.


"Oke. Selamat buat Shelina". Ucap Faleon sambil bertepuk tangan. Karena Lo yang menang, sekarang Lo boleh ambil kertas yang ada dalam botol kaca itu. Shelina membuka tutup botolnya. Dan perlahan mengeluarkan kertas itu. Shelina bersiap-siap untuk membaca tulisan pada keras itu. Semua orang kembali deg degan.


"ONE BLOOD OF MISTAKES".


"Apa maksudnya". Gumam Shelina.


Zilva melirik ke arah keras yang dipegang Shelina. "Di belakang kertasnya ada tulisan lagi tu". Ujar Zilva.


Shelina membalik kertas. Dan membaca kalimat yang tertulis. "You will get the answer in the next game". Semua bingung.


"Jadi hukuman untuk yang kalah apa?" Tanya Aslan.


"Tulisan di kertas itu petunjuknya. Shelina harus memecahkan teka teki tersebut, di game berikutnya". Ucap Faleon.


"Ribet bangat. Lo kan pintar, pecahin tu teka teki". Ucap Raislan sambil tertawa meledek Shelina.


"Nggak lucu!" Bentak Shelina.


"Sepertinya bakal ada kejutan di Last game". Kata Farhan.


"Jangan-jangan...," Pembicaraan Zilva dipotong Raislan. "Udah jangan mikirin yang macam-macam. Tenang aja. Nggak bakal ada apa-apa kok".


"Kalau nanti gue mati gimana yangg!" Ucap Zilva.

__ADS_1


"Udah nggak usah lebay deh Lo". Ujar Shelina.


"Udah. Kita lanjut ke Last game". Pinta Faleon. Semuanya bersiap siap untuk permainan terakhir.


__ADS_2