Six Blood

Six Blood
50. Sabotase


__ADS_3

Hari ini bagian awal dari rencana sahabat Raislan dan Alaina di mulai.


"Pagi semua nya". Ucap Shelina yang baru turun dari kamar yang dilantai dua menuju ruang makan.


"Mau kemana Lin. Udah rapi aja". Tanya Kim Youra di sela menyiapkan roti untuk sarapan Aoura.


"Ada deh kak. Ai kamu buruan siap-siap juga gih". Ujar Shelina.


"Ya kak. Aku siap-siapnya bentar doang kok. tinggal ganti baju aja". Ucap Alaina sambil mengunyah roti di mulutnya.


"Habisin dulu makanan yang di mulutnya dik. Baru bicara". Tegur Aslan dengan lembut.


"Ya mas. Hehe". Jawab Shelina dengan tertawa kecil.


"Emang nya aunty Aina sama aunty Lin mau pergi kemana si?. Kok nggak ngajak-ngajak Aoura". Ucap Aoura dengan cemberut.


"Jangan sedih gitu dong sayang. Aunty ada acara penting hari ini. Jadi aunty nggak bisa ajak Aoura. Besok deh, aunty acak Aoura jalan-jalan". Bujuk Alaina.


"Sama Aunty Lin juga. Sekalian besok kita beli es cream. Oke". Sambung Shelina.


"Hore". Ucap Aoura dengan gembira.


"Ya sayang. Untuk hari ini, Aoura jalan-jalan sama om Aslan aja. Om bawa Aoura ke kantor, mau?". Ucap Aslan dengan senyuman.


"Aoura mau. Boleh kan mi?". Tanya Aoura ke maminya.


Kim Youra melihat ke Aslan sebentar. Aslan memberikan isyarat kalau dia nggak keberatan. "Ya udah boleh sayang. Tapi Aoura harus janji, jangan bikin Om Aslan kewalahan jagain Aoura ya sayang". Ucap Kim Youra.


"Oke mami". Ucap Aoura dengan riang.


"Kalau Aoura ikut om Aslan, mami sendiri di rumah?. Daddy juga nggak kelihatan dari tadi". Tanya Aoura tiba-tiba dengan raut muka sedih.

__ADS_1


"Nggak sayang. Mami nanti mau ketemu teman lama mami. Udah lama mami nggak bertemu". Ucap Kim Youra dengan mengukir senyum di bibirnya.


"Oke. Have Fan ya mi". Ucap si kecil sambil memeluk erat maminya.


Semua sudah selesai makan. Alaina bersiap-siap untuk pergi. Setelah selesai, dua gadis cantik itu berpamitan pada Mas, kakak ipar dan keponakannya. Selepas Alaina dan Shelina pergi, Aslan juga pamit pada Kim Youra untuk segera ke kantor dan tidak lupa untuk membawa Aoura bersamanya. Setelah semua pergi menjalankan aktivitas masing-masing, Kim Youra tinggal seorang diri di rumah. Kim Youra bersiap-siap untuk pergi menemui teman lamanya yang ia kenal sewaktu kuliah di Korea dulu. Teman Kim Youra asli orang Indonesia. Sebelum pergi, Kim Youra melihat ke arah kamar feleon. Ia membuka pintu kamar feleon dan mengedarkan pandangannya ke segala sudut kamar. Setelah itu kembali menutup minta kamar itu. "Kemana pria keras kepala itu pergi. Pasti dari semalam dia nggak pulang ke rumah". Grutu Kim Youra dalam hati. Setelah itu ia baru berlalu pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Syof untuk bertemu temannya.


Kim Youra tidak mengetahui bahwa usaha dan segala perusahaan Faleon yang ada di Jakarta sedang di ujung ke hancuran alias akan segera bangkrut.


*****


Alaina dan shelina sampai di tujuan. Di tempat itu sahabat-sahabat Raislan sudah menunggu kedatangan mereka termasuk Zilva yang juga sudah datang.


"Maaf udah buat kalian menunggu kita. Kita langsung jalankan rencana kita kan?". Ucap Shelina.


Semuanya mengangguk dan segera mengatur posisi sesuai yang sudah direncakan sebelumnya. Alaina dan Tara masuk ke gedung kantor tim game lebih dulu. Sementara yang lain menunggu di luar.


Alaina dan Tara menemui ketua tim game untuk minta izin memeriksa segala benda yang digunakan untuk mengatur jalannya permainan Six Blood kala itu.


"Nona Alaina? (dengan ekspresi sedikit kaget). Ada apa sampai nona datang kesini?". Tanya ketua tim game.


"Tentang itu kami juga masih dalam masa penyelidikan". Ucap ketua tim game.


"Saya dan teman-teman saya akan mencek sendiri barang-barang yang dipakai untuk permainan itu. Termasuk mencek komputer yang digunakan untuk atur alur permainan". Jelas Alaina.


"Cek?. Teman-teman?". Tanya ketua tim game heran.


"Iya pak. Kita datang berombongan. Mereka lagi di luar". Ucap Tara.


"O..oke. Sebelumnya juga sudah kami cek tapi tidak menemukan bukti apapun tapi kalau kalian mau cek kembali, tidak masalah. Silakan". Ucap Ketua Tim Game.


"Terima kasih pak". Ucap Alaina kemudian berlalu pergi dari ruangan ketua tim game.

__ADS_1


Mereka semua berkumpul di ruang komputer milik tim game. Tara dan teman nya memeriksa komputer yang di pakai untuk atur alur permainan game six blood.


"Sekarang kita mulai dari melihat sistim komputer nya. Apakah ada yang salah atau bagaimana. Gron, kamu yang cek sistim nya ya". Pinta Tara.


Gron segera mengotak atik sistem komputer itu. Selama lima belas menit Gron bekerja akhirnya ia mendapatkan titik dari awal masalahnya. Ketika melihat hasil yang didapatnya, wajah Gron menjadi berubah seperti sedang menghawatirkan sesuatu.


"Ada apa Gron?. Udah ketemu yang kita cari?". Tanya Markus.


"Ada apa Gron?. Kok wajah Lo tegang amat?". Tanya Korleo.


"Lo kenapa?. Sini gue lihat apa yang Lo temukan?". Ucap Shelina penasaran dan mendorong tubuh Gron dari hadapan komputer itu.


Semuanya ikut melihat hasil dari apa yang ditemukan oleh Gron. "Sialan". Desis Shelina sambil menghantam pelan kaki meja.


"Ada yang sabotase alur permainan". Ucap Tara.


"Itu artinya emang ada orang yang sengaja atau bahkan nyincar keluarga Syof". Sambung Korleo.


"Itu artinya kematian Abang Raislan udah direncanakan". Ucap Alaina dengan raut wajah syok dan menempelkan kedua tangan untuk membekap mulutnya sendiri. Sementara Zilva ia berjalan mundur kebelakang menuju dinding untuk bersandar. Gron yang menyadari kepanikan Zilva, ia membantu untuk menenangkan nya.


"Kalian benar. Komputer yang digunakan untuk mengendalikan alur permainan, sudah di sabotase. Orang yang bisa lakuin ini jarak jauh itu hanya hacker. Ia mengheck komputer agar dalam mengendalikannya". Jelas Gron.


"Ini termasuk dalam pembunuhan berencana. Apa nggak sebaiknya kita kasih tahu soal ini ke mas Aslan?. Dia kan komandan di kepolisian. Mas Aslan pasti bisa selesaikan khusus masalah ini". Ujar Markus.


"Jangan untuk sekarang. Gue mau kita temukan banyak bukti dulu, baru nanti gue sendiri yang bakalan bilang ke mas Aslan". Ucap Shelina.


"Sekarang kita lanjut kan saja dulu pekerjaan kita yang tertunda tadi. Kalau pelaku membayar hacker, maka kita juga bisa ngeheck akun pelaku". Ucap Tara dengan senyuman smart.


"Gimana caranya?". Tanya Zilva.


"Lo bisa ngeheck?". Tanya Shelina pada Tara.

__ADS_1


"Bukan cuman gue. Tapi kita. Ya kan guys?". Ucap Tara dengan semangat sambil melihat ke tiga temannya.


"Yo i bro". Ucap ketiga teman Tara. Siapa lagi kalau bukan Gron, Markus dan Korleo.


__ADS_2