Six Blood

Six Blood
23. Tragedi


__ADS_3

Mentari pagi telah terbit untuk menyinari seisi bumi yang penuh dengan fatamorgana.


Suasana di rumah kediaman keluarga Syof. Tim game Faleon sudah sampai di rumah. Mereka mengecek area kolam. Dua orang dari tim berenang ke dasar kolam menggunakan baju renang dan oksigen. Mereka menelusuri satu persatu sudut kolam renang. Kemudian kembali ke permukaan dengan membawa dua kotak. Setelah selesai pengecekan, penanggung jawab tim, yang di tunjuk Faleon sebagai ketua tim, meminta Faleon untuk mengumpulkan semua pemain game.


Semuanya berkumpul di ruang tamu. Tim game ingin menyampaikan hasil pengecekan. "Baik. semua sudah berkumpul. Saya ingin menyampaikan hasil pengecekan, di area game semalam. Kata mas Faleon dan Mbak Shelina, mereka melihat kepala yang keluar dari kotak" Ucap Ketua tim game.


Farhan, Raislan, Aslan dan Prisli kaget mendengar itu. Karena mereka baru mengetahui hal tersebut.


"Jadi memang ada kepala orang kan pak?" Tanya Shelina sedikit gemetar.


"Mbak tenang dulu, kita akan perlihatkan isi dari kedua kotak yang berada dalam kolam" Pinta Ketua tim game. Tim membuka kedua kotak secara bersamaan. Ketika tim sedang membuka kotak itu, Shelina memalingkan wajahnya. Karena iya takut, kembali melihat apa yang iya lihat semalam.


"Satu kotak kosong dan satu kotaknya lagi hanya berisi kepala boneka yang di lumuri tinta warna merah. Jadi yang mbak Shelina dan mas Faleon lihat semalam kepala boneka. Mungkin karena waktu itu tengah malam, jadi kelihatannya seram. Shelina nggak percaya dengan itu. Jelas-jelas semalam itu kepala orang beneran. Akhirnya ia memberanikan diri untuk melihat lebih dekat bentuk boneka itu. "Sial!" Desis Shelina.


"Ini kesalahan dari tim saya. Saya dan tim minta maaf. Mas Faleon, sebelumya saya minta maaf, saya baru ingat bawa memang saya yang memasukan kepala mainan dalam salah satu kotak. Kerena..." Faleon memotong pembicaraan.


"Kenapa Lo atur permainan nggak sesuai yang gue minta si. Lo kan gue bayar buat atur permainan sesuai dengan yang gue minta! (Faleon kesal). Sekarang kerjaan Lo semua udah selesai. Silakan bubar, dan tim kalian udah boleh pulang!" Faleon meninggalkan ruangan dengan masih kesal.


"Tapi pak...masih...," Ketua tim tidak melanjutkan perkataannya lagi, karena melihat Faleon sudah pergi meninggalkan ruangan. Tim game pamit ke anggota keluarga Syof yang lain. Kemudian pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Syof itu.


"Menurut gue masih agak aneh. Sial! Yang gue lihat tadi emang boneka tapi..., bodoh amat la gue. Mungkin memang gue yang salah lihat semalam" Gumam Shelina.


"Iya Lin, bisa jadi kamu salah lihat. Dalam kolam kan nggak terlalu kelihatan cahaya lampunya. Apa lagi kamu udah sampai dasar kolam. Salah lihat pasti" Ucap Prisli.


"Bodoh amat dengan hal itu. Gue ngampus dulu ya kak, mas" Shelina pamit kemudian berlalu pergi.


Prisli dan Farhan pergi jalan-jalan untuk memanfaatkan waktu liburnya selama di Jakarta. Farhan menemani Prisli shopping di mall. Prisli membeli beberapa pakaian dan keperluan lainnya.

__ADS_1


Waktu di mall Farhan merasa ada yang mengikuti dirinya dengan Prisli.


Untuk memastikan perasaan tersebut, Farhan menarik cepat tangan Prisli. Farhan membawa Prisli berlari mutar-mutar sekitar mall, setelah itu mereka berdua bersembunyi di suatu tempat untuk melihat siapa yang mengikutinya sedari tadi.


Sosok orang yang mengikuti Farhan menampakan dirinya di depan tempat persembunyian Farhan dan Prisli.


"Sial!" Umpat Farhan dengan wajah sedikit cemas.


"Ada apa mas? Dia siapa?" Tanya Prisli sambil berbisik.


"Nanti aku cerita. Sekarang kita harus cari cara buat lepas dari pantauan orang itu" Ucap Farhan kembali berbisik.


Ketika Farhan mencari cara buat keluar dari gudang mall tu, untuk menghindari orang yang mencarinya, dia tidak sengaja menjatuhkan kardus yang berada di atas meja dalam gudang.


Suara kardus jatuh menyadarkan orang itu. Orang itu menemukan Farhan dalam gudang.


"Lo pasti udah tahu, kenapa gue ngikutin Lo sampai sini. Jadi tidak usah basa basi!" Alex langsung memukul perut Farhan dan terjadi lah perkelahian.


Farhan berhasil melumpuhkan Alex. Kemudian hendak mengikat tangan Alex. Tapi Alex berhasil melepaskan dirinya dari sekapan farhan.


Mereka berdua kembali berkelahi. Prisli yang bersembunyi di belakang lemari gudang mulai khawatir dengan keadaan Farhan. Ia mencoba untuk mengintip sedikit situasi. Farhan dan Alex masih berkelahi. Alex mengeluarkan pisau kecil dari kantong celananya. Alex bergerak cepat kearah Farhan dan ingin menusuk Farhan. Disaat yang bersamaan Prisli berteriak "Tolong... tolong... tolong"


Satpam datang. Alex langsung melarikan diri. Prisli langsung menghampiri Farhan. "Kamu nggak papa kan mas?"


"Aku nggak papa" Ucap Farhan sambil mencoba berdiri.


"Biar saya bantu sampai ke mobil pak" Ucap Satpam. Farhan dipapah satpam sampai ke mobilnya karena kaki Farhan sedikit cedera.

__ADS_1


***


Alaina seharian baca buku di toko buku favoritnya. Ketika sedang asik baca buku, tiba-tiba dia baru ingat, kalau habis Isha nanti mas Faleon ajak main game lagi.


"Udah magrib lagi. Gue pulang nggak ya. sebenarnya gue malas ikut main tu game. Nggak ada seru-serunya. Yang ada malah celaka." Batin Alaina. Alaina memutuskan untuk tidak pulang ia pergi ke pasar malam. Gadis bungsu itu mau refreshing.


Alaina sampai di pasar malam. Gadis itu naik ayunan sangkar burung. Alaina sudah beli tiketnya, dan kemudian langsung naik dalam ayunan. Satu sangkar harus di isi dua orang. Sementara Alaina pergi ke pasar malam sendirian. Jadi, yang menemaninya nanti orang lain yang ikut juga beli tiket. Dan betapa terkejutnya Alaina siapa orang yang berada dalam sangkar itu. "Alaina". Ucap pria itu juga terkejut.


"Iksan". Ucap Alaina sambil duduk di depan bangku Iksan. Sekarang posisi mereka berdua saling berhadapan.


"Lo sendirian?". Ucap Iksan.


"Iya gue sendirian. Lo Kenapa sendirian. Cewek Lo mana?". Ujar Alaina dengan sedikit canggung.


"Ada. Ini depan gue sekarang". Goda Iksan sambil tertawa kecil.


"Oo iya. Kamu ceweknya ya?". Ujar Alaina sambil menunjuk bangku tempat dirinya duduk.


Mereka berdua sama-sama tertawa.


"Bisa aja kamu". Ujar Iksan sambil tertawa.


Ayunan sangkar nya terus berputar. Tapi tiba-tiba pas sangkar Alaina sampai di paling atas, ayunan nya berhenti. "Mohon maaf para penumpang. Mesinnya rusak. Kita akan perbaiki dulu. Kalian tidak usah khawatir. Tidak bakalan terjadi apa-apa. Perbaikannya hanya sebentar". Ucap petugas keamanan pasar malam.


"Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan" Ucap Alaina dengan sedikit cemas.


"Kamu tenang aja. bentar lagi pasti selesai" Kata Iksan berusaha menghilangkan rasa khawatir Alaina. Alaina berusaha menenangkan dirinya. Namun tiba-tiba sangkarnya sedikit bergeser. Alaina terkejut, dan dia reflek bergerak maju. Dan bibir Alaina dan Iksan bertemu... "Uuusseet... Sial. Gue ngapain si" Batin Alaina.

__ADS_1


__ADS_2